Wanita Sederhana Pilihan CEO

Wanita Sederhana Pilihan CEO
Aksi Gigih Reno


__ADS_3

Dengan keadaan berantakan, Reno berjalan masuki rumah miliknya, rumah yang di belikan oleh kedua orang tuanya. Mana mungkin kedua orang tua Reno mengizinkan anaknya tinggal di kontrakan kecil dan sempit, mengingat Reno sungguh memiliki gengsi yang besar luar biasa.


"Sial! Mentang-mentang dia seorang CEO, seenaknya dia memindahkan pekerjaan ku! *******!" Umpat Reno dengan membanting tas kerja dan kartu karyawan miliknya.


Karena sikap Reno yang tida sopan kepada Zane, yang menjabat sebagai CEO di perusahaan Z.L COMPANY, membuat nama Reno langsung menjadi buruk dalam satu hari sebelum dirinya memulai bekerja. Banyak karyawan yang mencibir dan mengejek dirinya secara terang-terangan, bahkan John sekalipun tidak membela dirinya.


BRAK ....


Dengan emosi yang masih meluap-luap, Reno melampiaskan semua amarahnya pada barang-barang di ruang tengah. Rumah Reno hanya berlantai satu tanpa ada tambahan lantai, rumah sederhana, yang memiliki dua kamar, satu kamar mandi, ruang makan yang langsung menyatu dengan dapur, taman kecil di belakang rumah. Rumah yang sudah Reno tempati kurang lebih dua Minggu, sebelum mencari pekerjaan, dan sudah 2 tahun dirinya menganggur pasca kelulusan wisudanya.


Bisa di katakan Reno adalah pria tampan dari desa, tetapi ketampanannya tidak berlaku apabila sudah berhadapan dengan Chelsea. Wanita pujaannya yang kini, telah menjadi istri dari seorang CEO sekaligus pria yang sudah Ia tolong, saat di sungai.


Reno menyeringai kecil dan melonggarkan dasinya, "Zane adalah atasan ku, itu artinya Chelsea akan sering datang ke kantor. Kesempatan emas untuk mencari perhatian wanita ku itu," gumamnya dengan penuh harap.


Chelsea sangat cantik, bahkan mampu mengundang beberapa wisatawan asing ke desa secara tidak langsung dan betah berlama-lama. Banyak orang yang tidak mengetahui, bahwa Chelsea adalah orang yang sangat berpendidikan, tetapi Ayah Robert menyembunyikan status pendidikan serta identitas asli putrinya selama ini. Sungguh beruntung dan mungkin apabila Reno mengetahui identitas asli dari Chelsea, maka bisa terkena stroke.


"Aku harus mendapatkan Chelsea kembali, bagaimanapun Ayah nya masih memiliki hutang cukup besar kepada Bapak. Reno, kau sangat pandai!" puji Reno untuk dirinya sendiri.


Entah apa yang pria itu rencanakan. Kala dirinya akan di nikahkan oleh Chelsea, hati Reno sampai berbunga-bunga bahwa memamerkan rencana pernikahannya dengan Chelsea, tetapi semuanya sirna karena ulah Zane. Hal itu membuat Reni mendapatkan ejekan dan sindiran pedas dari beberapa temannya di kampung.


"Aku akan membuktikan, kalau aku bisa menikahi Chelsea, kita lihat saja." Reno terus bergumam dan langsung melenggang masuk ke dalam kamarnya.


Karena ulahnya yang membuat keributan, Zane langsung menurunkannya jabatannya menjadi OB dalam waktu singkat. Daniel dan Nicholas hanya mematuhi perintah tersebut tanpa bertanya apapun. Karena kedua pria tersebut juga kurang menyukai sikap Reno yang kurang ajar, bahkan jauh lebih kurang ajar dan tidak punya malu.


Reno mengambil ponsel dan menghubungi seseorang yang bisa Ia mintai tolong dari desa, tetapi sebelum menghubungi orang tersebut, Ibu tiri dari Chelsea sudah terlebih dahulu menelpon.


"Ibu Anggun?" Gumamnya bingung. Tidak seperti biasanya Ibu tiri dari Chelsea menelpon dirinya, apabila tidak ada keperluan apapun. Reno menyunggingkan senyum dan mengangkat telponnya.


"Halo, kenapa, Bu?" tanya Reno tanpa basa-basi.


"Nak, kamu harus bantu Ibu sekarang!"


Alis Reno mengerut, "Apakah ada masalah?"


"Ibu harus membayar hutang, beberapa perhiasan emas sudah Ibu jual yang ternyata hanya mendapatkan sedikit uang! Cepat kirimkan Ibu uang!" Kata Ibu Anggun dari seberang sana.


"Atas dasar apa aku harus membantu wanita yang bahkan gagal menjalankan rencananya? Ibu ini sangat lucu," jawab Reno membuat Ibu Anggun di seberang sana cukup terkejut.


"Maksud kamu apa, Nak Reno?!"


"Ibu pikir saja sendiri. Katanya Ibu lulusan S1, tidak mungkin Ibu tidak mengerti dengan apa yang aku katakan." Sindir Reno membuat Ibu Anggun mengeram kesal.


"Apa yang kau inginkan, agar kau bisa mengirimkan aku uang?"


"Aku tidak mengatakan ingin apapun, tapi karena Ibu menawarkannya ya sudah lah. Aku mau Ibu datang ke kota dan merusak rumah tangga Chelsea!" Ujar Reno dengan menyeringai kecil.


Kau sudah membuat aku menjadi seperti sekarang ini, Chelsea. Kita lihat siapa yang akan menang. Batin Reno dengan penuh rasa gigih.


...****************...


Di esok kan harinya, dengan perasaan jengkel yang luar biasa, Reno mengepel lantai kotor yang baru saja terkena tumpahan kopi itu. Di mana seharusnya kemarin dirinya berwibawa dengan memakai kemeja dan kartu identitas, kini malah berbanding balik dengan keinginannya. OB untuk lulusan S1 sangatlah tidak epik bagi seorang Reno.

__ADS_1


"Akan aku beri pelajaran pada Zane tua nanti," gerutunya dengan penuh jengkel. Beberapa karyawan bahkan terang-terangan berbisik-bisik di belakang Reno sejak tadi, membuat pria itu berusaha untuk menahan rasa jengkelnya.


"Hei, OB baru!" panggil seorang wanita dengan wajah angkuhnya kepada Reno. Merasa terpanggil, Reno menoleh malas dan menaikkan alisnya.


"Ada apa? Kau membutuhkan apa lagi?" tanya Reno dengan rasa jengkel. Wanita berambut bob tersebut terkekeh geli melihat reaksi dari Reno.


"Bisakah kau membersihkan lantai di sebelah sana, tampak sangat kotor." Reno melirik ke arah tunjuk dari wanita di hadapannya.


"Aku mengira mata mu yang bermasalah, apakah kau tidak melihat lantai itu baru saja aku bersihkan?" Reno terkekeh kecil melihat wajah wanita yang sejak tadi ingin sekali Ia lempari pel.


"Tidak, mungkin mata mu saja yang bermasalah, karena berani mencari masalah dengan Bos Besar." Sahut wanita tersebut membuat Reno mengepalkan kedua tangannya.


"Kami bahkan tidak berani melakukan seperti yang kau lakukan, menghina Bos Besar saja saja kau mempertahankan diri, sangat menggelikan." Ejeknya kembali dengan tawa kecil.


Reno memiringkan kepalanya, "bukankah aku benar? Pria sinting yang berpura-pura sakit itu memang tidak pantas untuk di hormati! Merebut wanita yang seharusnya menikah dengan ku, tapi lihatlah sikapnya, sangat menjijikkan!" Cemooh Reno membuat wanita itu mendelik tajam.


Pria ini sangat jelek sekali mulutnya! Batin wanita tersebut.


"Aku dengar-dengar, bahwa wanita yang kau klaim itu belum memiliki hubungan apapun, seperti pacar, atau tunangan. Lalu salah dari Bos Besar di mana? Mungkin kau saja yang terlalu berharap," kata wanita tersebut dengan meniup jari-jari dengan wajah angkuhnya.


"Salahnya adalah merebut Chelsea dari ku! Ayahnya memiliki hutang yang cukup banyak kepada Bapak ku!" hardik Reno membuat wanita itu hanya menyunggingkan senyum.


"Kepada Bapak mu, bukan kepada mu. Kau ini sangat ..." Wanita tersebut menelisik Reno, "idiot."


"KURANG-"


"Ada apa ini?!"


"Saya bertanya, ada apa dengan kalian berdua?!"


"Bukan urusan mu, pria *****!" jawab Reno membuat Nicholas menaikkan alisnya. Tak lama, pria itu menyunggingkan senyum tak biasa.


"OB, kau di panggil oleh Bos Besar."


Nicholas langsung melenggang pergi begitu saja, bersamaan pula dengan wanita berambut bob itu. Sedangkan Reno hanya diam, dan matanya tak sengaja melihat seorang wanita cantik baru saja masuk lobby dengan anggun. Dress biru, high heels yang tidak terlalu tinggi, kulit seputih susu, dan juga rambut yang di ikat. Reno mengenal wanita cantik itu.


"Chelsea,"


Reno langsung bergegas dan sangat yakin, bila Chelsea akan pergi ke ruangan Zane. Bukankah kesempatan bagus untuknya, bisa bertemu dan berbicara kepada wanita blasteran itu. Para karyawan langsung menyambut kedatangan Chelsea dengan suka cita.


"Apakah suami ku ada?" tanya Chelsea dengan ramah pada resepsionis.


"Tuan sedang menunggu, Anda bisa langsung ke lantai 20, Nyonya." Jawab sang resepsionis membuat Chelsea mengangguk dan melenggang menuju lift. Tidak ada yang berani mencegah kedatangan Chelsea, mungkin yang bisa melakukan itu hanya Nicholas atau Daniel.


Reno masuk ke dalam lift yang berbeda dan menuju yang sama dengan Chelsea. Sedangkan wanita itu mengerutkan keningnya, saat melihat seorang pria yang sangat Ia kenali.


"Reno? Sedang apa di kantor Zane?" Gumamnya penuh tanda tanya.


Hingga lift tepat berhenti di lantai 20, Chelsea bergegas keluar dari lift tetapi wanita itu di kejutkan dengan adanya Reno yang sudah berdiri di depan lift. Chelsea menelisik pakaian yang di kenakan oleh Reno.


Reno bekerja sebagai OB? Tidak mungkin, batin Chelsea yang mulai gelisah.

__ADS_1


Tatapan Reno berubah menjadi tidak ramah, membuat Chelsea takut melihatnya. "Ren? Kau bekerja di sini?" tanya Chelsea untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Iya, aku bekerja di perusahaan milik suami mu. Kau pasti senang kan?"


Chelsea terdiam, "aku tidak mengerti apa maksud mu."


Reno terkekeh kecil dan menatap penuh dalam para Chelsea. Wanita itu menelan ludahnya sendiri dan mulai merasa akan terjadi sesuatu kepadanya.


"Kenapa kau mau menikah dengan pria asing seperti Zane, Chel! Kenapa kau tidak ingin menikah dengan ku, hah?!" hardik Reno membuat Chelsea terkejut.


Wanita itu bahkan sontak memundurkan langkahnya, "Karena aku mencintai nya!" jawab Chelsea membuat Reno langsung memiringkan kepalanya.


"Oh ya? Cinta atau karena Zane jauh lebih kaya dari ku? Apakah kau tidak ingat, bahwa Ayah mu itu memiliki hutang kepada Bapak ku!"


BRUK ....


"Shhhh ..."


Chelsea meringis kecil, saat Reno mendorongnya hingga menabrak dinding di sana. Dengan punggung yang terasa sakit, Chelsea menatap Reno dengan sendu.


"Kenapa kau seperti sekarang, Ren? Aku sudah mengatakannya, aku tidak ingin menikah dengan pria ...."


"AKU SEPERTI INI KARENA KAU, CHELSEA!"


DEG ....


Chelsea menelan ludahnya dan semakin berwaspada melihat tingkah Reno. Chelsea mendorong tubuh Reno agar menjauh dan berlari menuju ruangan Zane yang berada di lorong paling belakang.


"Kau tidak bisa lari dari ku, Chel! Kau adalah milikku!"


SREK ....


"RENO! LEPASKAN AKU! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Pekik Chelsea saat Reno langsung mengunci pergerakan tubuhnya di dinding, kedua tangan pria itu bahkan menggenggam erat tangan Chelsea dan semakin mendekati tubuhnya.


"Aku ingin membuktikan, bahwa kau adalah milikku kepada Zane!" Bisik Reno membuat Chelsea seketika langsung menangis.


BRUK ....


Saat Reno ingin menyentuh wajah Chelsea, di sanalah Reno langsung mendapatkan bogem mentah dari seseorang. Chelsea langsung merosot dan terkejut apa yang baru saja terjadi. Chelsea menadah dan langsung berhamburan ke pelukan pria yang Ia tunggu-tunggu sejak tadi.


"Zane!"


Ya, Zane datang di saat yang tepat. Pria itu langsung menghampiri Chelsea, saat sang istri menelepon dirinya bersamaan pula mendengar teriakan dari Chelsea. Dan benar dugaannya, Reno mencoba untuk melakukan hal di luar nalar.


"Aksi gigih mu benar-benar menjijikkan Reno Mustafa." ejek Zane dengan membalas pelukan Chelsea sekaligus menyeringai kepada Reno yang terbangun dari posisinya.


...****************...


For Your Information (FYI)


1. CEO singkatan dari Chief Executive Officer. CEO adalah jabatan tertinggi perusahaan.

__ADS_1


2. OB & OG (Office boy & Office Girls) adalah salah satu profesi pekerjaan yang juga sangat mempengaruhi kebersihan suatu kantor.


__ADS_2