
"Apa yang kalian inginkan dari ku?" tanya seorang wanita hamil dengan menatap ketiga wanita di hadapannya. Salah satunya adalah wanita asing.
Chelsea tak percaya, benar-benar tak percaya bila wanita yang begitu Ia sayangi melalukan hal tak terduga kepadanya, termasuk wanita yang sebelumnya sudah Ia maafkan, Tasya.
"Kematian mu," sahut Clara membuat Chelsea menghela napas panjang. Chelsea merasa tidak memiliki urusan dengan wanita bernama Clara.
"Sebenarnya siapa kau? Aku tidak mengenal mu. Apakah kita sebelumnya-"
"Kau memang tidak memiliki masalah dengan ku, Chelsea. Tetapi Ibu mu lah yang mempunyai masalah dengan ku!" sela Clara dengan wajah kesal. Chelsea terdiam sejenak, Ibunya telah tiada cukup lama dan sebenarnya masalah apa hingga Clara hingga saat ini begitu membenci dirinya.
"Ibu ku sudah lama tiada. Aku tidak tahu-menahu tentang kebencian mu itu. Lalu kenapa kau menculik ku?" tanya Chelsea. Sebenarnya wanita hamil itu sudah ketakutan menghadapi ketiga wanita gila di hadapannya, tetapi dirinya tidak ingin ditindas lagi.
"Ibu mu memang sudah tiada, dan aku yang membunuhnya!"
DEG ....
Tubuh Chelsea menjadi tegang dengan ungkapan dari Clara. Chelsea ingat betul bagaimana kecelakaan mobil yang keluarganya alami 17 tahun silam. Kecelakaan mobil yang begitu mengerikan, yang membuatnya harus kehilangan Ibu dan calon adiknya. Bahkan Ayah Robert harus membawanya ke desa untuk menyembuhkan dirinya. Air mata Chelsea mengalir deras dan dadanya sesak, mengetahui fakta yang baru saja Ia ketahui.
"Kenapa kau membunuh Ibuku? Kenapa?!"
"KARENA IBU MU TELAH MEREBUT ROBERT DARI KU!" hardik Clara membuat Anggun dan Tasya terkesiap. Chelsea menundukkan kepalanya dan tubuhnya mulai bergetar karena menangis.
Clara mendekati Chelsea dengan wajah mengerikan dan mengangkat dagu wanita tersebut dengan kasar. "Dan sekarang, giliran mu yang harus mati!"
CUIH ....
"Setelah kau membunuh Ibu ku, kau berharap bahwa aku juga mati dan kau mendapatkan hati Ayahku? Menjijikkan!" cemooh Chelsea dengan menyeringai.
PLAK ....
Wajah Chelsea berubah menjadi merah dan di sertai darah di ujung bibir. Chelsea menatap tajam pada Clara yang telah melayangkan tamparan kuat di pipinya.
"Pantas saja Ayah ku tidak memilih mu sebagai seorang pendamping hidup, karena sifat dan watak mu begitu buruk!"' kata Chelsea yang menyunggingkan senyum miring. Anggun tertawa renyah mendengar ucapan dari mantan anak tirinya itu, yang terdengar sangat sarkastik.
"Bagaimana bisa dia menikah dengan Robert, karena mereka adalah sepasang saudara!" ujar Anggun membuat Clara langsung menoleh tajam.
DEG ....
Saudara? Ayah memiliki saudara? batin Chelsea yang benar-benar terkejut setengah mati.
"Kenapa? Kau terkejut?" tanya Tasya dengan senyum miring. Tasya mendekat dan mengelus perut buncit Chelsea, "karena dirimu, Sonia tidak menikah dengan Zane. Dan karena dirimu juga, semua rencana ku gagal, Chelsea!"
__ADS_1
Chelsea berkeringat dingin saat Tasya benar-benar mengelus perut buncitnya. "A ... apa yang ingin-AKHH!"
Tasya sontak menjauhkan tangannya saat Chelsea berteriak kesakitan karena ulahnya. "Apakah sakit?"
Chelsea menangis kesakitan karena Tasya menekan perutnya cukup kuat. Tubuhnya bergetar hebat dan perutnya seperti di tekan oleh sesuatu setelah itu. Anggun menarik Tasya dan menatap tajam, "Bodoh! Apa yang kau lakukan!"
"Aku hanya memberikan pelajaran kepadanya!" jawab Tasya membela diri. Clara melipat kedua tangannya dan begitu puas melihat Chelsea yang kesekian di tempatnya.
"Dengar," Chelsea menatap lemas ke arah Clara. "Kau akan menyusul Ibumu setelah ini, dengan begitu aku akan mendapatkan Robert."
"Ayo keluar!" Clara, Anggun, dan Tasya langsung keluar dari rumah usang tersebut meninggalkan Chelsea yang menangis tersedu-sedu karena rasa sakit yang membuncah.
"Zane, sakit sekali." rintihan itu terus saja keluar bersamaan dengan keringat dingin.
...****************...
"Akh!"
"Kau baik-baik, sobat?
Dragon menatap cemas kepada Zane yang meringis kesakitan seraya memegang dadanya. Terlihat wajah Zane yang memucat dan juga berkeringat dingin.
"Apakah dada mu sakit?" tanyanya kembali. Para bodyguard mendekat dan Dragon membantu Zane untuk bersandar di kursi mobil.
"Lebih baik kau istirahat-"
"Tidak!" Zane menarik napas panjang, "aku tidak akan istirahat atau berhenti sebelum menemukan Chelsea. Awas!"
Dragon menghela napas saat mulai menghadapi sikap keras kepada Zane. Pria itu turun dari mobil dan masuk kembali ke bagian kemudi, "Aku akan mencari Chelsea hingga ketemu!"
"Zane, tapi kondisi mu sedang sakit! Kita sebaiknya ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi mu!" bujuk Dragon yang terlihat frustasi. Ya, Dragon seperti sedang membujuk anak kecil karena tingkah Zane yang benar-benar di luar akal sehatnya.
"Tidak!" tolak Zane kembali dengan tegas. Pria itu memegang dan meremas dadanya sendiri karena rasa sakit. Dragon mendengus kesal dan memilih untuk mengalah.
"Anak buah ku sudah berhasil melacak kalung istri mu!" kata Dragon dengan ketus. Zane terdiam dan rasa sakit di dadanya berangsur membaik.
"Lalu apa rencana kita, Zane?"
"Aku akan menyelamatkan istri ku dan calon pewaris ku, kau fokus pada tujuan mu, Dragon." Dragon hanya mengangguk setuju. Zane terbatuk-batuk kecil dan terkekeh di akhiri.
"Aku merasa bahwa Chelsea sedang kesakitan saat ini, maka dari itu kenapa dada ku juga ikut terasa nyeri."
__ADS_1
Dragon yang sibuk mengotak-atik laptop, hanya memasang telinga untuk mendengar ucapan dari sahabatnya. "Kau harus menyelamatkan istri mu sekarang juga,"
Dragon langsung memberikan kunci kepada Zane dan berkata, "Clara sepertinya akan memberikan sebuah racun kepada istrimu!"
DEG ....
Zane mulai tidak tenang, pria itu merasa sudah cukup untuk bermain-main dan kini dirinya harus memberikan pelajaran kepada mereka yang telah berani menyakiti keluarganya. "Siapa saja yang terlibat?" tanyanya dengan nada pelan.
"Tasya,"
"Sudah aku duga. Wanita rubah itu juga ikut terlibat," Zane langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menembus keramaian kota. Dragon menghubungi semua anak buahnya untuk datang ke lokasi untuk berjaga-jaga, bila Clara memiliki anak buah di sana.
"Posisi nya berubah," kata Dragon seraya menatap layar laptop. Zane hanya diam dan mulai merasakan sakit kembali yang menyerang dadanya. Sakit yang begitu terasa bahkan Zane harus terbatuk-batuk beberapa kali.
"Zane, lebih baik aku yang-"
"Kau diam saja!"
Dragon mulai di ambang rasa kesal karena sikap keras kepala Zane. Terlihat jelas, bahwa pria itu kesakitan dan memegangi dadanya kembali. Dragon berpikir bahwa rasa sakit yang di terima oleh Zane adalah efek rasa lelah, tetapi mungkin Dragon berpikiran lain. Baru kali ini, Dragon melihat raut wajah cemas dari seorang Zane, karena ada satu rahasia yang membuatnya cukup terkejut kala mendapatkan berita bahwa Zane telah menikahi gadis kembang desa.
"Aku tidak tahu bagaimana cara Chelsea bisa merubah dunia mu itu, Zane. Aku juga tidak mengenal Chelsea, tapi aku yakin bahwa Chelsea jauh lebih baik dari dia." jelas Dragon membuat Zane semakin mengepalkan kedua tangannya. Zane mengerti siapa yang Dragon maksud itu.
"Jangan pernah membeda-bedakan istri ku dengan wanita seperti dia, Dragon!" bentak Zane yang ternyata berhasil membuat Dragon menyunggingkan senyum.
"Lokasi Chelsea ... tunggu, kenapa lokasi istri mu ada di tengah hutan?" Dragon menghubungi anak buahnya kembali untuk bergegas menuju hutan tempat di mana Chelsea berada.
Rasa cemas, cinta, dan semuanya telah berubah. Ini yang dia inginkan, ada seorang wanita yang bisa merubah dunia seorang Zane. Dunia Zane begitu keras dan terus-menerus berada di kegelapan, Dragon bahkan sedikit cemas kalau efek dari masa lalu Zane berdampak ada masa depannya nanti. Tetapi semua pikirannya langsung di tepis oleh sifat Zane.
"Ayah mertua mu begitu membenci Clara karena dia adalah dalang dari kecelakaan keluarga Lemos," kata Dragon secara tiba-tiba membuat Zane sontak menoleh.
"Kecelakaan?"
"Clara terobsesi kepada Tuan Robert, Ayah mertua mu. Clara adalah Putri angkat dari Ayah kandung Robert, sebagai bentuk penolakan atas Clara, Robert memilih untuk pergi setelah bertahun-tahun bertahan hidup bersama keluarga Lemos di negara kincir angin, Zane. Clara tidak terima bila Tuan Robert telah menikah dengan Kimberly, Ibu Chelsea. Clara bahkan berani menyabotase mobil yang akan di tumpangi oleh Chelsea, Kimberly, dan Tuan Robert 17 tahun yang lalu." jelas Dragon panjang lebar. Semua informasi telah Ia pastikan akurat dengan fakta yang ada, pria itu sengaja menggali informasi kecelakaan 17 tahun yang lalu, yang menyebabkan Kimberly meregang nyawa.
Zane bungkam, lagi dan lagi pikirannya jatuh pada permintaan dan penolakan antara Robert dan Chelsea kala itu. Ternyata penolakan saat Robert menawarkan honeymoon ke Belanda, pantas saja Chelsea menolaknya mentah-mentah dan juga Robert yang menyembunyikan hal besar tersebut. Kini rasa penasarannya sudah terjawab
"Nicholas mengatakan, bahwa Anggun tidak terlihat dan kemungkinan besar hanya di jadikan kambing hitam."
"Dia tidak salah, Anggun memang kambing hitam. Maka dari itu Anggun mengetahui bagaimana kecelakaan tersebut terjadi, karena Anggun ada di lokasi kejadian."
Zane mulai tak habis pikir dengan Anggun yang ternyata sangat licik melebihi Sonia. Zane semakin mempercepat laju kendaraan dan tiba lah mereka di sebuah jalanan tak beraspal. Mereka sudah ada di ujung kota, di mana semua masih hutan belantara. Dragon melepaskan kacamata dan menatap sekitaran yang begitu sunyi. Tak lama, terdengar kendaraan yang datang, mereka adalah anak buah dari Zane dan juga Dragon
__ADS_1
"Posisi Chelsea bergerak mendekati ...."