Wanita Sederhana Pilihan CEO

Wanita Sederhana Pilihan CEO
Di bawah Bintang


__ADS_3

Setelah melihat hasil pemeriksaan tadi, senyuman manis terus terpatri di wajah tampan seorang Zane. Tidak pudar walaupun dalam keadaan apapun, bahkan Chelsea terheran-heran dengan perubahan sikap pria di sebelahnya. Tangan kekar itu terus-menerus mengelus perut buncitnya tanpa menjauhkan sedikitpun tangannya.


"Kau bahagia?" tanya Chelsea membuat Zane terkekeh geli dan melirik sejenak.


Sebelah tangannya memegang stir mobil dan fokus menatap jalanan di hadapannya, "Tentu saja aku sangat bahagia, Sayang. Aku akan memiliki status baru, begitupun dirimu." jawabnya dengan lugas bahkan terkesan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


Chelsea semakin di buat tersenyum dan mengelus punggung tangan pria tersebut dengan sangat lembut, "Seberapa besar cinta mu kepada ku, Zane?" tanyanya dengan penuh rasa penasaran. Zane melirik sejenak dan kembali fokus ke depan.


"Sangat besar dan tidak pernah bisa di ukur oleh apapun, Sayang."


Chelsea terkekeh geli dan mengangguk paham, "Aku juga mencintaimu, awalnya aku ragu dengan perasaan ku sendiri, tetapi sekarang aku sangat yakin, bahwa aku sangat mencintaimu." ungkap Chelsea dengan lirih. Zane hanya diam mendengarkan kalimat dari sang istri.


"Lupakan tentang hal itu, Amora. Yang sekarang kita pikirkan adalah menjaga bayi kembar kita," nasihat Zane membuat wajah Chelsea langsung berubah menjadi masam bukan main.


"Aku cemburu,"


"Cemburu? Apa yang membuatmu cemburu, Amora?" tanya Zane dengan bingung. Mobil tersebut berhenti tepat di lampu merah, Zane akhirnya menyampingkan sedikit tubuhnya dan menatap manik mata sang istri dengan teduh.


"Kau bahkan tidak memanggil ku dengan panggilan 'Sayang' lagi," keluh wanita hamil tersebut dengan menepis tangan Zane dari permukaan perutnya. Zane mengerutkan keningnya karena di buat bingung, baru saja wanita di sampingnya tersenyum bahagia dan sekarang sudah berubah lagi.


"Okay, apa yang membuat mu cemburu, Sayang?" tanya Zane kembali dengan memperbaiki kata sebelumnya. Chelsea mengusap air mata di ujung katanya.


"Mereka belum lahir saja, sudah kau limpahkan kasih sayang. Apakah kau tidak sayang lagi kepada ku? Aku takut kau tidak memperhatikan ku-"


CUP ....


Chelsea membulatkan matanya kala bibir Zane langsung menempel di permukaan bibir ranumnya. Karena terlalu terkejut, Chelsea bahkan hanya diam di saat Zane terus mengecap bibirnya.


Tin ... tin ....


"Sial!" umpat Zane karena suara klakson dari mobil di belakang sana. Zane bergegas menjalankan mobilnya, seraya mengusap bibir Chelsea yang basah karena ulahnya.


"Mana mungkin aku melupakan mu,"


Chelsea menelan ludahnya sendiri dan tatapannya terus tertuju pada bibir Zane yang sungguh menggoda hasrat-nya itu, "Bagaimana kalau bayi kembar kita perempuan?" tanya Chelsea mengalihkan pembicaraan mereka.


"Kalau kedua bayi kembar kita adalah seorang perempuan, aku akan mendidiknya agar menjadi seperti dirimu, sederhana, baik hati. Aku juga akan melindunginya sebagaimana aku melindungi dirimu, tapi tetap kau yang pertama," jelasnya tanpa menjauhkan tangannya lagi dari permukaan perut buncit Chelsea.


"Lalu bagaimana dengan laki-laki? Kau akan memiliki saingan,"

__ADS_1


Zane terdiam sejenak, mungkin setelah ini saingannya semakin bertambah setelah Adik kembarnya, Alex yang begitu lengket dengan Chelsea akhir-akhir ini. Melihat perubahan raut wajah Zane yang begitu cepat, Chelsea memilih diam dan sudah menentukan apa jawabannya.


Mungkin tidak. Zane dan Alex saja bisa menjadi musuhan. Batin Chelsea berkecamuk.


"Aku akan menendangnya bila berani menjadi saingan ku," jawab Zane stelah berapa lama berpikir. Tatapan mata Chelsea langsung berubah menjadi tajam bukan main.


"Kau mengatakan apa?!"


Zane menjadi gelagapan dan tersenyum tipis, "Maksud ku, aku akan mendidiknya agar bisa menghargai dan mencintai seorang wanita, seperti aku mencintaimu, Sayang."


"Bohong!" tukas Chelsea dengan kesal.


...****************...


Zane menidurkan Chelsea dengan perlahan di tempat tidur. Menatap wajah cantik sang istri yang semakin berisi, tetapi semakin membuat Chelsea cantik di mata Zane. Bulu mata yang begitu lentik dan indah, membuat Zane begitu betah menatap lama-lama sang istri yang tengah tertidur setelah perdebatan mereka berdua di dalam mobil.


"Kau bidadari hati ku, bertahun-tahun aku menunggu mu, dan akhirnya aku bisa mendapatkan mu, Amora." lirih Zane dengan menjauhkan anak rambut dari wajah Chelsea dengan gerakan lembut.


"Kau tahu betapa bahagianya aku, di saat aku berhasil memenuhi perjodohan kita dulu? Kita belum bercerai dulu, dan sekarang aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, Sayang. Perjodohan itu masih sangat aku ingat, perjodohan kita berdua." tambahnya dengan senyuman tipis.


CUP ....


setelah meninggalkan kecupan manis di kening Chelsea, Zane bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Chelsea perlahan-lahan membuka matanya dan terdiam melihat kepergian Zane dari pandangannya.


"Mungkin Ayah mengetahui apa yang di maksud oleh Zane. Akan aku tanyakan nanti,"


Tak lama, pintu kamar mandi terbuka membuat Chelsea terkejut melihat Zane yang keluar dengan telanjang dada dan bagian bawahnya hanya di lilit sebuah kain handuk. Wanita itu tentu saja menelan ludahnya lagi, pria tampan itu seolah-olah ingin memancing Chelsea dengan banyak cara.


"Kenapa tidak memakai baju?" tanya Chelsea para akhirnya, Zane menoleh dan terkekeh geli melihat Chelsea yang menutup kedua matanya.


"Itu penting, karena aku akan memakan mu setelah ini!" jawab Zane begitu sangat frontal. Chelsea memutar matanya malas dan membiarkan Zane melakukan aktivitasnya.


"Mesum," cicitnya dengan pelan. Tetapi Zane mendengarnya dengan sangat jelas. Zane berbalik badan dan menatap Chelsea dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Kau ingin gaya seperti apa, Sayang?"


GLEK ....


"A ... apa?"

__ADS_1


Zane langsung menarik kedua tungkai kaki Chelsea dengan sekali tarikan, membuat wanita hamil itu terkejut bukan main karena ulah suaminya sendiri.


"Zane!" tegur Chelsea dengan menahan napasnya, kala Zane yang langsung mengunci pergerakan tubuhnya. Pria itu bagaikan tidak memberikan celah untuk bergerak bagi Chelsea.


"Aku menginginkan mu, Sayang." ungkap Zane membuat Chelsea terdiam sejenak.


"Tapi kata dokter-"


"Kita bisa melakukannya, dengan posisi aman untuk mu. Atau aku saja yang bergerak, kau cukup diam saja di atas tubuh ku," potong Zane yang sudah menjalankan aksi jahilnya, dengan meraba bagian tubuh sensitif sang istri.


Sentuhan yang Zane berikan kepada tubuh Chelsea, membuat wanita itu mulai bergerak gelisah karena ulah nakal sang suami, "Zane, jangan nakal dengan ku!" protes Chelsea membuat Zane semakin di buat tersenyum.


"Aku tahu kau menginginkannya. Dokter sudah mengatakan, hormon **** seorang wanita hamil akan bertambah." ujarnya dengan senang. Chelsea memalingkan wajahnya yang sudah berubah menjadi merah.


"Ta ... tapi, bagaimana kalau ada yang masuk?" tanyanya dengan ragu.


"Kita berada di apartemen pribadi ku, mana mungkin ada yang berani masuk tanpa izin ku."


Zane mulai bergerak nakal lagi, bahkan pria tersebut sudah full naked dan kini menatap Chelsea dengan penuh hasrat nafsu. "Aku akan bermain lembut, percaya lah kepada ku." bisiknya membuat Chelsea mengangguk sebagai jawaban.


Zane langsung melepas seluruh pakaian dari tubuh Chelsea, membuat wanita itu full naked. Zane menelan ludahnya sendiri, melihat bentuk payudara Chelsea yang sudah berubah karena faktor kehamilan, bahkan bagian bawah sana semakin tembam dan berhasil membuat Zane menelan ludahnya.


"Zane?" panggil Chelsea dengan suara begitu merdu di telinga pria tersebut. Tanpa pikir panjang lagi, Zane langsung melahap bibir sang istri dengan sedikit rakus, tak lupa dengan me re mas payudara Chelsea.


"Mhhh, Zane, pe ... pelan-ahhhh,"


Zane semakin di buat panas dingin karena suara de sa han Chelsea yang sudah keluar. Mereka berdua bergelud lidah dan semakin dalam permainan, semakin dalam juga Zane bermain dan bahkan sudah memasukkan juniornya ke pusat tubuh Chelsea. Wanita hamil itu terus-menerus mengeluarkan suara indahnya dan mengikuti gerak tubuh sang suami yang begitu cepat.


Zane semakin mempercepat gerakannya, di saat pelepasan pertamanya sudah menanti dirinya. "Ka ... kau sungguh nik-ahhh,"


Napas Chelsea dan Zane saling beradu. Chelsea merasa rahimnya terasa sakit dan penuh karena milik Zane, "Sekarang giliran ku!" ucap Chelsea dengan keadaan sudah banjir berkeringat.


"Apa?" Zane terkejut dengan penuturan sang istri. Chelsea memutar tubuh, hingga dirinya antara di atas tubuh sang suami. Zane menatap tak percaya kepada sang istri yang sudah tersenyum sumringah ke arahnya.


"Sayang, sebaiknya jangan. Kau akan kelelahan," kata Zane melarang Chelsea yang masih mengatur napasnya.


"Ini aman, Sayang. Cukup nikmati service terbaik ku saja, okay!" Chelsea mulai menggerakkan tubuhnya dengan pelan, Zane sontak memegangi perut Chelsea dan mulai menikmati permainan yang di berikan oleh sang istri.


"Ahhh, iya, Sayang. Lebih cepat lagi,"

__ADS_1


Chelsea mengangguk dan mempercepat gerakannya, walaupun keduanya begitu menikmati permainan, ada Zane yang tampak was-was karena ulah istrinya itu. Pria itu beralih me re mas payudara Chelsea yang begitu sintal dan membantu mempercepat gerakan penyatuan mereka.


"Zane, ahhh, iya di sana! Fa ... faster, Sayang." racau Chelsea membuat Zane mempercepat gerakannya, begitu juga dengan Chelsea.


__ADS_2