
Pagi hari sudah menyapa, bunyi burung udah mulai terdengar bersamaan dengan suara ayam berkokok. Sepasang suami-istri baru itu masih terlelap di bawah selimut, dengan keadaan yang masih full naked. Hingga sebuah lenguhan dan sang istri mulai membuka matanya.
"Shhh," Chelsea meringis pelan saat merasakan bagian sensitif nya begitu sakit. Chelsea melirik ke arah samping, di mana Zane yang masih tertidur pulas dengan keadaan bertelanjang. Meraka baru saja menyelesaikan kegiatan mereka yang ketiga di pukul 3 pagi dini hari.
"Zane, bangun sudah pagi." Chelsea menarik selimut untuk menutupi bagian dadanya. Zane mengerutkan keningnya dan akhirnya membuka matanya, senyuman manis yang membuat Chelsea begitu candu akhirnya terukir di sana.
"Selamat pagi, istri ku."
CUP ....
Chelsea tersenyum saat Zane mencium bibirnya tanpa *******. "Masih sakit?" tanyanya membuat Chelsea mengangguk.
"Iya, kau bisa menggendong ku ke kamar mandi?"
Zane tersenyum kembali dan bergegas memakai boxer miliknya. "Ayo, kita mandi bersama."
Mata Chelsea memicing curiga, "Kau tidak akan macam-macam kan?" tanya Chelsea membuat Zane terkekeh geli dan menggendong sang istri yang terbungkus dengan selimut.
"Memangnya kenapa? Bukankah aku sudah melihat semuanya, termasuk ...." Zane melirik ke arah bagian dada Chelsea yang menonjol, wanita itu mendengus kesal dan langsung menutup wajah pria itu.
"JANGAN MENATAPNYA SEPERTI ITU!" pekik Chelsea membuat Zane semakin tertawa dan akhirnya masuk ke kamar mandi. Zane seperti mendapatkan cahaya hatinya yang sudah kosong bertahun-tahun itu.
"Duduk, aku akan membantu mu."
"Aku bisa sendiri, aku tidak lumpuh!" tolak Chelsea dengan menepis tangan Zane yang hendak membuka selimut di tubuhnya. Zane menaikkan alisnya.
"Kau sakit karena kegiatan kita, atau kau ingin aku mengulangnya kembali?"
Chelsea memutar matanya malas. Zane sangat menyukai sikap Chelsea yang tak lagi sungkan kepadanya.
"Keluarlah, aku akan membersihkan diri." usir Chelsea dengan mendorong pundak sang suami yang seperti enggan untuk keluar.
"Sayang, untuk menghemat waktu bagaimana kalau kita mandi-"
"Keluar atau kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau!"
Wajah Zane langsung masam setelah mendengar ancaman dari wanita cantik itu. Dengan berat hati, Zane akhirnya memilih untuk mengalah. "Dasar pria mesum!" gumam Chelsea dengan kesal.
Wanita itu mencoba untuk berdiri walaupun di selingi dengan rintihan kecil. "A ... apa ini?!" Chelsea terkejut bukan main saat melihat tubuh atasnya penuh dengan tanda merah.
Bukan satu, melainkan hampir memenuhi bagian atas. Chelsea menghela napas panjang dan tersenyum malu-malu mengingat kegiatan mereka berdua yang begitu hebat. Bahkan Chelsea tidak menyangka dirinya bisa seliar itu kemarin malam.
"Kenapa aku bisa agresif seperti itu?" gumamnya pada diri sendiri. Chelsea merasa sangat malu, apalagi Zane yang sudah melihat bagian tubuhnya.
Sedangkan di dalam kamar. Zane menatap tempat tidur yang sudah tidak terbentuk lagi. Seprei yang sudah di lantai, pakaian mereka berdua juga sudah berada dilantai. Seulas senyuman kembali mengembang saat melihat noda darah milik Chelsea di sana.
"Aku menyukai istri ku, dia perawan dan aku masih perjaka." gumam Zane dengan tawa geli. Mendapatkan dan menikahi wanita yang berjarak 7 tahun darinya, adalah sebuah anugrah terindah dalam dirinya.
Tidak sia-sia, Zane menolak perjodohan dari Mama Bellamy, dan tidak sia-sia juga Zane datang ke desa mentari yang ternyata langsung mendapatkan cinta pertamanya di sini.
__ADS_1
...****************...
"Sea pasti akan merindukan Ayah,"
Seminggu setelah pernikahan Chelsea dan Zane, akhirnya pria yang berstatus menjadi suami Chelsea pun memilih untuk kembali ke Kota karena pekerjaan yang sudah menunggu. Hari ini, Chelsea mengajaknya untuk berpamitan kepada keluarganya.
"Ayah juga akan merindukan mu, Nak." jawab Ayah Robert yang memeluk Chelsea tidak kalah erat. Si kembar, Ashton dan Ashley memilih untuk tidak bersekolah karena Kakak mereka akan datang.
"Ayah akan berkunjung kan ke kota?" tanya Chelsea memastikan dengan air mata yang tidak henti-hentinya keluar. Ayah Robert tersenyum dan menatap Zane.
"Zane, kemari lah."
Zane mendekat dan tersenyum tipis kepada pria paruh baya tersebut. "Tolong jaga Putri ku ini, Zan. Aku pasti akan ke kota,"
Zane mengerti dengan apa yang di katakan oleh Ayah mertuanya. Chelsea mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan perkataan Ayahnya.
"Maksud Ayah?"
"Tidak ada. Hati-hati di jalan, hubungi Ayah bila kalian sudah sampai di keluarga Lincoln." kata Ayah Robert membuat raut wajah Chelsea langsung murung. Zane mengangguk dan memeluk pinggang Chelsea dengan posesif.
"Pasti, kami pamit untuk ke kota, Ayah. Dan twins,"
Ashton dan Ashley mendekat, "Iya, Kak?"
"Hubungi aku segera bila terjadi sesuatu. Jangan sungkan, anggap kalau aku adalah Kakak kalian mulai sekarang." ujar Zane membuat kedua remaja kembar itu tersenyum dan memeluk tubuh tinggi dan kekar Kakak ipar mereka.
"Tentu saja,"
"Kakak dengar, kita akan ke kota!" seru Ashton dengan semangat. Chelsea hanya tersenyum dan mengelus rambut hitam legam milik kedua remaja tersebut.
"Jaga Ayah dan Ibu dengan baik, jaga diri kalian selama Kakak tidak ada di sini. Kalian bisa melakukan itu semua, twins?" Chelsea menatap kedua Adik kembarnya secara bergantian.
"Of course, sist."
"Good job!"
Chelsea terkekeh geli dan melirik ke arah Zane. Pria itu mengangguk dan berpamitan untuk kembali ke kota, ada hal yang harus Zane selidiki atas perintah dari Ayah Robert.
"Aku menunggu Ayah di rumah kami," bisik Zane membuat Ayah Robert mengangguk.
"Tunggu setelah Ayah menyingkirkan wanita yang sudah membuat hidup ku dan putri ku hancur," balas Ayah Robert dengan tatapan penuh kebencian. Zane hanya mengangguk dan mendekati sang istri yang sudah bersiap-siap akan masuk ke dalam mobil. Banyak warga yang melihat mobil mewah tersebut, merasa iri dengan kehidupan Zane dan Chelsea saat ini.
Setelah menikah dengan Zane, kehidupan Chelsea bagaikan seperti ratu, bahkan beberapa alat tanam yang baru sudah ada di rumah sederhana milik Ayah Robert, hadiah pernikahan mereka untuk dirinya. Sebenarnya Ayah Robert sangat mampu membeli apapun yang Ia mau, tetapi karena sebuah misi, dirinya harus memendam semua itu.
"Jaga kesehatan Ayah. Kami berangkat dulu,"
Berselang beberapa waktu kemudian .....
"Tidur lah, perjalanan sebentar lagi akan berakhir, Sayang." kata Zane pada sang istri yang sejak tadi hanya diam dengan bersandar pada dada bidangnya.
__ADS_1
Ya, mereka kini sudah ada di dalam mobil mewah milik Zane. Chelsea sejak tadi bergelut dengan pikirannya sendiri, sekaya apa Zane hingga memiliki banyak bodyguard dan mobil-mobil mewah. Karena Chelsea mengetahui bahwa Zane bekerja di salah satu perusahaan besar, dengan jabatan yang tidak Chelsea ketahui.
"Aku tidak mengantuk. Sudah dua kali aku tidur, Zane." jawab Chelsea membuat Zane hanya tersenyum tipis. Kebahagiaan berkali-kali lipat saat ini, menikahi wanita yang Ia cintai adalah effort yang sungguh luar biasa.
Chelsea sangat jarang pergi keluar desa, banyak beberapa kali dalam setahun, dan hal itu membuat Chelsea sangat antusias sejak tadi. "Aku boleh bertanya kepada mu?"
"Apapun yang kau tanyakan, akan aku jawab, Sayang."
Chelsea tersenyum dan semakin nyaman dengan posisinya. "Apakah kau berkata jujur bahwa dirimu hanya bekerja sebagai karyawan biasa?"
Zane terdiam sejenak. Zane belum memberitahu apapun tentang identitas aslinya kepada Chelsea. "Kau ingin mengetahui yang sebenarnya?" alih-alih menjawab, Zane malah bertanya balik dengan keseriusan.
"Bila kau tidak-"
CUP ....
Kedua mata wanita itu membulat sempurna saat Zane menciumnya secara tiba-tiba bahkan sedikit dengan *******. Chelsea membalas ciuman tersebut, tanpa menghiraukan bodyguard yang sudah ketar-ketir.
Zane menjauhkan wajahnya dan mengusap bibir Chelsea yang basah karena ulahnya. "Aku akan memberitahu mu, saat sudah tiba di rumah."
Chelsea tersenyum dan mengangguk. Wanita itu sangat malu kepada bodyguard yang sudah menegang karena kegiatan atasannya. Tak lama, akhirnya mobil mewah tersebut tiba di sebuah teras rumah yang benar-benar besar dan mewah. Chelsea terdiam melihatnya, tak tidak Ia melihat rumah sebesar dan semewah di hadapannya.
"Ayo turun, mereka sudah menunggu di dalam." Chelsea menatap uluran tangan dari sang suami. Dengan penuh keraguan, Chelsea menerima uluran tangan tersebut.
"Apakah keluarga Lincoln tinggal di sini?" tanya Chelsea membuat Zane mengangguk.
"Dan mereka menunggu, terutama ...."
"KAKAK SUDAH PULANG!"
DEG ....
Chelsea menatap seorang gadis cantik yang terduduk di kursi rodanya, terlihat juga pria kecil yang mendorong kursi gadis cantik tersebut. Zane menarik lengan sang istri dan mendekati kedua Adik kembarnya.
"Hi, twins. How are you today?" tanya Zane kepada kedua bocah dihadapannya.
"Kami baik! Kenapa Kakak lama sekali di desa, kata Mama dan Papa, Kakak sudah menikah di sana!" celetuk Alexia dengan girang. Zane melirik ke arah Chelsea.
"Gadis pintar, dan dia adalah istri Kakak." Alexia dan Alex beralih menatak wanita cantik yang begitu membuat mereka terpana.
"Wah Kakak sangat cantik!" puji Alex membuat Zane langsung kesal.
"Hey! Kakak ini adalah istri ku!"
Alex dan Zane saling beradu pandang. Chelsea terkekeh geli, tak lama terdengar suara hentakan kaki dari arah dalam.
"Wah, kalian sudah datang!"
"Selamat datang di keluarga Lincoln, menantu ku!"
__ADS_1