Wanita Sederhana Pilihan CEO

Wanita Sederhana Pilihan CEO
Wanita Sederhana Pilihan CEO


__ADS_3

Keesokan Harinya ....


Terlihat pasangan calon suami istri yang tengah berjalan-jalan dengan saling bergandengan tangan. Zane sangat senang, saat pertama kalinya Chelsea meminta untuk berpegangan tangan setelah seminggu lebih mereka berkenalan. Mereka memilih untuk berjalan-jalan pagi, Zane sudah menawarkan untuk naik mobil, tetapi Chelsea menolak dan memilih untuk berjalan kaki seraya menikmati pemandangan pagi.


"Jadi kau menyukai warna apa?" tanya Zane setelah sekian lama dirinya diam. Genggaman tangan mereka saling erat, seperti enggak untuk melepaskan.


"Aku lebih menyukai warna putih, aku tidak menyukai warna merah."


"Kenapa?"


Senyuman manis terbit di sudut bibir Chelsea, sangat cantik. "Dulu Mama juga menyukai warna putih, Mama mengatakan bahwa warna putih melambangkan kesucian dan ketulusan, maka dari itu aku begitu menyukai warna putih." Jelas Chelsea membuat Zane mengangguk paham.


"Lalu warna merah?"


"Warna merah seperti aku melihat darah yang mengalir," langkah kaki Chelsea langsung berhenti membuat Zane mengerutkan keningnya. Tatapan sendu mulai terlihat di wajah Chelsea, membuat Zane mendekat.


"Ada apa? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Zane khawatir. Chelsea menggeleng dan menghapus sudut matanya, yang sedikit berair. Melihat hal itu, membuat Zane merasa bersalah.


"Maafkan aku,"


"For what?"


"Karena membuat mu menangis, Sayang."


BLUSH ....


Wajah Chelsea sekarang sudah seperti kepiting rebus karena panggilan Zane kepadanya. Tidak pernah Chelsea mendengar atau seseorang memanggil dirinya dengan panggilan 'Sayang' kecuali Ayah Robert.


"A ... ada yang masuk ke mataku," dalih Chelsea membuat Zane terkekeh geli. Pria itu mengangkat dagu Chelsea dan menatap wajahnya dengan intens.


"Kau berbohong,"


"A ... apa?"


"Kata Ayah, bila kau berbohong maka hidung mu akan marah." jawab Zane membuat Chelsea membulatkan matanya. Wanita sontak memegangi hidungnya dan memalingkan wajahnya. Ayah Robert ternyata sudah membocorkan rahasianya kepada Zane.


"A ... aku tidak pernah berbohong!" tukas Chelsea semakin membuat tawa Zane tidak bisa berhenti. Ternyata sangat mudah untuk membuat Chelsea tidak berkutik seperti sekarang.


"Oh ya? Lalu bagaimana dengan kau yang mencuri mangga milik warga?"


DEG ....


Bagaimana bisa Zane mengetahui hal itu. batin Chelsea yang mulai mengigit bibir bawahnya karena gugup.


Zane tersenyum kecil, rasanya ingin Ia tertawa lepas melihat raut wajah cemas dari calon istrinya. "Jadi benar? Padahal aku hanya menebak saja tadi,"

__ADS_1


"I ... itu tidak benar, si ... siapa yang memberitahu mu?" tanya Chelsea gugup setengah mati. Mungkin setelah ini Zane akan mengetahui lebih banyak kenakalan remaja yang sempat Ia lakukan bersama si kembar. Kalau bukan mengetahui dari Ayah Robert, mustahil pria itu mengetahui semuanya.


"Ya, Ayah Robert yang memberitahu semua kenakalan mu di masa remaja. Tak sengaja melepas tali kambing, mencuri mangga, jatuh ke selokan air, lalu-"


"HENTIKAN! JANGAN MENERUSKANNYA LAGI, ZANE!" Pekik Chelsea yang sudah di buat malu setengah mati oleh pria itu. Rasanya Chelsea ingin memprotes kepada Ayah Robert karena telah memberitahukan semua hal itu kepada Zane.


"Baiklah, aku tidak akan meneruskannya lagi." jawab Zane yang menarik kedua pipi Chelsea dengan gemas. Chelsea yang sudah kesal, langsung menepis dan berjalan mendahului pria itu dengan kesal.


"Sayang, tunggu aku!"


"Ah, Mama Bellamy juga mengatakan hal tentang mu kepada ku." kata Chelsea membuat Zane langsung menghentikan langkahnya dengan cepat. Chelsea menoleh dan menyunggingkan senyum jahatnya.


"A ... apa?"


"Kau menjual tanaman langka milik Papa Owen dan memberikan secara percuma kepada seorang wanita,"


DEG ....


Zane mengumpat dalam hati saat kelakuannya ternyata sudah di ceritakan kepada Chelsea. Zane hanya berniat bercanda dengan calon istrinya, dan sekarang malah dirinya yang ajak bercanda. Bisa di katakan kelakuannya sangat di luar nalar, yang bahkan membuat Papa Owen ingin rasanya membuat Zane ke jalanan.


"Papa Owen juga mengatakan bahwa kau pernah mengambil lipstik milik Mama Bellamy dan mencoret-coret wajah Adik-PMFFFF!"


Zane dengan cepat langsung membungkam mulut Chelsea. "Baiklah, baiklah! Maafkan aku, jangan di teruskan, okay!"


Chelsea melotot tajam membuat Zane meringis kecil. Zane akhirnya menjauhkan tangannya, "Padahal kau yang terlebih dahulu mengejek ku!" cibir Chelsea dengan melipat kedua tangannya dengan kesal.


2 Minggu kemudian ....


Suasana rumah sederhana keluarga Robert sudah di penuhi oleh tamu undangan, terutama kepala desa. Acara pernikahan akan segera di selengkapnya dengan penuh kesederhanaan, ya itu semua atas permintaan dari Chelsea dan Zane. Di saat semua pihak keluarga berbahagia, berbeda dengan Ibu Anggun yang sama sekali tidak menunjukkan wajah tersebut sejak awal lamaran.


"Ibu kenapa?" tanya Ashton yang mulai jengah dengan sikap Ibunya. Ibu Anggun yang sudah di rias sedemikian rupa dan jari-jarinya di penuhi perhiasan emas, tentu saja bukan atas pemberian dari Ayah Robert atau suaminya. Melainkan dari orang lain, yaitu Reno sendiri.


Putra bungsu dari kepala desa itu sama persis seperti Ibu Anggun, tidak tersenyum dan berwajah masam. Ashley yang sejak tadi memperhatikan pria itu, mulai merasa jengah.


"Masih nanya lagi kamu! Ibu itu pengennya Kakak kalian menikah dengan putra kepala desa! Bukan dengan pemuda kota!" kata Ibu Anggun membuat Ashton menghela napas. Walaupun dirinya masih remaja dan belum mengetahui tentang permasalahan rumah tangga, tapi setidaknya dia mulai paham.


"Ibu kok ngebet banget sih? Kenapa enggak Ibu aja yang nikah sama Bang Reno!" dengan segala kesalnya, Ashton melipat tangannya di depan dada. Ashton dan Ashley udah sepakat untuk menjadi garba terdepan untuk Kakak mereka, Chelsea.


"Kalau bukan karena kalian, Ibu juga enggak mau terus-menerus jadi miskin!" jawab Ibu Anggun dengan perkataan yang benar-benar Ashton tertawa lepas.


"Jadi Ibu hanya ingin menjadi kaya-raya dan rela meninggal kami?"


"Kenapa tidak? Perlu kalian ketahui, walaupun kalian berdua adalah putra kandung ku, bukan berarti aku menyayangi kalian sepenuhnya! Bila kalian tidak ada di kandungan ku, mungkin saja aku pergi meninggalkan kalian dan keluarga miskin ini!" cemooh nya kembali membuat Ashton dan Ashley saling berpandangan. Tersirat tatapan terluka karena ulah perkataan Ibu Anggun.


"Aku akan senang hati bila Ibu berpisah dengan Ayah!" sahut Ashley dengan tatapan datarnya. Tatapan terluka sangat terlihat di kedua mata anak kembar itu.

__ADS_1


"Aku juga aka meminta Ayah untuk menceraikan Ibu. Ibu lupa, bahwa Ibu pernah berzinah dengan warga-"


"DIAM!"


Ashton menyunggingkan senyum, ini yang membuat kedua anak kembar itu tidak terlalu dekat dengan Ibu kandung mereka. Ashton dan Ashley lebih nyaman bila berada di dekat Chelsea dan Ayah Robert. "Ibu selalu saja egois, bila Ibu ingin menikah lagi, silahkan! Kami berdua akan ikut dengan Ayah Robert!"


Ashton dan Ashley langsung pergi setelah itu, rasanya ingin meledak amarah mereka karena sikap egois dari Ibu kandung mereka. Bahkan terkadang perdebatan antara kedua anak kembar dengan Ibu mereka berlarut-larut dan tidak saling berbicara dala beberapa waktu. Dan sekarang terjadi lagi, bahkan mereka tidak menyadari bila Ayah Robert mendengar semua perdebatan mereka bertiga.


Tinggal beberapa langkah lagi, maka aku akan menjebloskan mu ke penjara, Anggun. Batin Ayah Robert yang sudah di selimuti oleh rasa dendam yang begitu mendalam.


Semua tentang kecelakaan yang menimpa keluarga Ayah Robert, sebelum kehadiran Anggun dan putra kembar mereka. Ayah Robert, Chelsea, dan Kimberly, Istri Robert mengalami kecelakaan tunggal yang menewaskan Kimberly yang saat itu sedang mengandung anak kedua mereka.


Chelsea yang harus mengalami trauma dan bahkan harus memiliki phobia, dan Ayah Robert yang terpukul atas tewasnya sang istri tercinta. Ayah Robert memilih untuk menyembunyikan identitasnya dan membuat berita palsu atas kematian dirinya, Chelsea, setelan berselang beberapa bulan kematian sang istri. Membawa Chelsea kecil ke sebuah desa indah, yaitu Desa Mentari.


Semua bukti-bukti dan kejanggalan akan kecelakaan yang sempat mereka alami mulai terlihat, dan hal itu membuat Ayah Robert begitu yakin bila Anggun ada sangkut-pautnya dalam kecelakaan yang menewaskan Kimberly dan calon bayinya.


Setelah itu, Ayah Robert langsung kembali ke depan dan menyambut kedatangan para tamu. Akad nikah akan segera di selenggarakan dengan penuh kesederhanaan. Pernikahan yang hanya di datangi beberapa warga sebagai sanksi, dan tamu undangan dari pihak keluarga laki-laki yang juga tidak terlalu banyak.


"Bagaimana, Pak? Sudah siap untuk di laksanakan?" tanya Pak penghulu, membuat Ayah Robert mengangguk. Di tatapnya Chelsea yang begitu cantik dengan riasan sederhana dan kebaya putihnya.


"Nak Zane, silahkan jabat tangan saya."


Zane menghembus napas panjangnya, mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya. Daniel dan Nicholas juga datang, kedua pria itu juga tak kalah tampan dengan jas hitam yang begitu sopan.


"Saya nikahkan engkau dan saya kawinkan engkau dengan pinanganmu, Putri ku Chelsea Amora Lemos, dengan mahar 5 gram emas murni dan uang sebesar 50 juta di bayar tunai!"


Ibu Anggun terkejut mendengar mas kawin yang di bacakan oleh suaminya itu. Ashton dan Ashley tersenyum puas mendengarnya.


Zane menarik napas dalam-dalam, "Saya terima nikah dan kawinnya Chelsea Amora Lemos binti Robert Lewandowski Lemos, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"


"Bagaimana para saksi, Sah?"


"SAH!"


Pak penghulu langsung membaca doa, Mama Bellamy merasa terharu dengan pernikahan sederhana putra sulungnya yang berjalan lancar. Ayah Robert menghapus air matanya, begitu juga dengan Papa Owen yang tidak bisa menahan air matanya. Akhirnya Putra sulungnya menikah dengan wanita pilihannya sendiri. Ashton dan Ashley saling berpandangan dan tersenyum.


Berbeda dengan Daniel yang tampak heboh, Nicholas yang bagaikan patung yang sudah kaku. Mereka berdua mulai membayangkan apa yang akan terjadi di malam pertama mereka nantinya. Sedangkan Reno? Pria itu hanya diam dan menatap nanar pada wanita cantik, yang telah sah di mata agama dan negara, bahwa dirinya menjadi istri dari Zane.


"Mungkin dirimu tidak berjodoh dengan Nona Belanda," celetuk Daniel membuat Reno menoleh terkejut. Pria itu tersenyum mengejek pada bocah ingusan yang selama ini mengincar Istri dari Bosnya.


"Apa maksud mu?"


"Tidak ada. Aku hanya memperingati mu, jangan pernah mencoba untuk menjadi pebinor!" tegas Daniel dengan tatapan sangat tajam. Reno menelan ludahnya sendiri.


"Chelsea adalah Wanita sederhana pilihan CEO."

__ADS_1


DEG ....


CEO?! Batin Reno yang terkejut bukan main.


__ADS_2