
Bilah menyelidiki kasus kecelakaan ibunya Ranu. Karena akar permasalahannya adalah kasus tabrak lari yang menewaskan ibunya Ranu. Bilah tak mau semua ini berlarut-larut, karena Ranu sudah berani mengincar Heelwa. Bilah tak akan diam jika putrinya yang menjadi korban Ranu, apalagi Ranu berencana ingin menculik Heelwa.
Bilah mendapatkan informasi yang dapatkan oleh Bagas, bahwa ada 2 mobil yang hancur. 1 mobil yang dikemudikan kedua orang tua Ranu dan mobil yang lain merupakan mobil ayah Bilah. Yang aneh dari rekaman CCTV di jalan, bahwa yang keluar dari mobil ayah Bilah merupakan sosok seorang laki-laki yang sedang menggendong anak laki-laki. Sedangkan Bilah merupakan anak satu-satunya.
Ini sebuah misteri yang harus dipecahkan Bilah, siapa laki-laki yang keluar dari mobil ayahnya Bilah. Karena jelas-jelas itu bukanlah ayahnya. Bukti yang paling akurat bahwa bukan ayah Bilah yang menabrak, hari kecelakaan itu merupakan hari di mana Bilah dan keluarga sedang berlibur ke Turki. Bilah ingat sekali ketika umur 8 tahun, dia berlibur ke Turki untuk pertama kali, Bilah diperkenalkan oleh keluarga ayahnya.
"Mas, aku masih buntu. Siapa pria yang meminjam mobil ayah yah?" tanya Bilah.
"Kalau menurut aku, kamu tanya pelan-pelan sama ayah," ucap Bagas.
"Aku takut jantung ayah kumat, karena tahu hal ini Mas," ucap Bilah.
"Kamu jangan menanyakan langsung, jadi kamu coba mengobrol dengan ayah tentang masa kecil kamu. Bertanya ketika kalian ke Turki sekeluarga untuk pertama kali, ketika itu perusahaan ayahmu sedang berkembang pesat, tanya dengan ayah, ayah menitipkan perusahaan ke siapa? pasti bukan orang sembarangan, pasti orang itu yang ayah sangat percayai. Jangan sebut langsung nama Ranu untuk menanyai kecelakaan yang menimpa ibunya Ranu," ucap Bagas.
Ketika Bilah ada masalah, ia selalu berkomunikasi dengan Bagas. Jalan pemikirannya dengan Bagas itu selalu sama, inilah yang dinamakan dengan sekufu. Jodoh itu merupakan cerminan dari diri kita sendiri. Jadi jika ingin mendapatkan jodoh yang baik maka perbaikilah diri sendiri terlebih dahulu.
Penjagaan sudah diperketat, Bilah memanggil dua bodyguard untuk mengawasi Heelwa dan juga Gendis, dia tidak mau terjadi apa-apa dengan anaknya ataupun dengan Gendis. Karena mereka adalah anak-anak yang tidak tahu menahu urusan orang dewasa, sepatutnya tidak dijadikan sasaran dengan diselimuti rasa dendam.
Ning Haya sudah berangkat ke Mesir. Kiai Harun langsung memberangkatkan Ning Haya ke Mesir, agar akhlaknya tidak terlalu melenceng dari syariat islam. Seorang perempuan tidak pantas untuk mendekati laki-laki yang sudah beristri karena istrinya akan cemburu dan juga mengakibatkan keretakan rumah tangga seseorang, karena keretakan terjadilah perceraian dan itu dibenci oleh Allah.
Bilah sedang memasak di dapur, ia terkejut karena tiba-tiba Bagas memeluk Bilah dari Belakang.
"Masak apa sayang?" tanya Bagas.
"Masak menu kesukaan kamu Mas, sekalian aku masak untuk ummi dan abi juga. Mas...jangan ciumi kuping aku dong," protes Bilah.
"Memang kamu nggak suka aku cium? mumpung Gendis sama ummi dan Heelwa lagi tidur. Curi-curi waktu sayang. Jarang berduaan seperti ini. Bisa memelukmu dan menciummu." Bagas masih mencium kuping Bilah dan meniup tekuk leher Bilah.
__ADS_1
"Astagfirullah...suamiku, kamu ini mau berduaan seperti ini aja atau lebih? aku lagi masak sayang, nanti nggak matang ini masakannya," protes Bilah.
"Sebentar sayang, diam seperti ini. Aku hanya ingin memeluk dan mencium kamu aja yang sedang masak," ucap Bagas.
Bilah mematikan kompornya dan membalikkan badannya. Wajah mereka saling bertatapan.
"Ciumnya di sini Mas." Bilah menunjuk bibirnya. Bagas tersenyum, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Bilah. Bilah sudah menutup mata tapi ketika 1 cm bibir mereka mau menyatu tangisan Heelwa terdengar. Bilah mendorong dada Bagas.
"Mas, Heelwa menangis. Cepat gendong Mas, kasian dia sendirian di kamar," ucap Bilah panik.
Bagas menghela nafas, "Mau bermesrahan sama kamu susah banget sih."
Bagas berwajah murung meninggalkan Bilah di dapur sendirian. Bilah hanya bisa menatap punggung Bagas.
***
"Bagaimana Ummi dan Abi suka dengan masakan aku?" tanya Bilah.
"Masya Allah, enak banget masakan kamu. Pantas Bagas betah di Jakarta, kalau di suruh pulang ke Semarang ada aja alasannya. Masakan istrinya seenak ini, suami pasti akan betah di rumah," ucap ummi.
"Bagas kok makannya dikit tumben, biasanya lahap," ucap abi.
"Kamu sakit Mas?" Bilah menyentuh kening Bagas, tapi kening Bagas tidak panas. Bagas melirik ke arah Bilah, ia hanya tersenyum.
"Aku nggak sakit," jawab Bagas.
Bilah menjadi menerka-nerka ada apa dengan Bagas. Bilah malah berpikir karena gagal bermesrahan dengan dirinya jadi Bagas tidak bersemangat. Bilah yang memilih makan belakangan karena sedang menggendong Heelwa menjadi memikirkan Bagas yang sikapnya mendadak berubah.
__ADS_1
"Kamu makan aja, biar aku yang gendong Heelwa," ucap Bagas.
Bilah duduk dan ia makan, selesai makan Bilah membersihkan peralatan makan yang kotor. Ummi dan abi setelah makan, mereka pulang. Kini Bilah dan Bagas bisa berbicara berdua setelah Heelwa dan Gendis tertidur. Bilah duduk di samping Bagas yang sedang menonton tv. Bilah mengambil tangan Bagas, lalu ia genggam tangannya.
"Mas, kenapa? apa aku berbuat salah sama kamu? kalau aku salah aku mohon maaf." Bilah mencium tangan Bagas.
"Kamu tidak berbuat salah denganku," ucap Bagas.
"Mas, jika aku punya salah tolong katakan. Jangan di simpan di dalam hati. Kita suami istri yang harus terbuka satu sama lain. Apa yang mengganggu pemikiranmu Mas?" tanya Bilah.
"Aku ingin tinggal di pesantren, tapi aku tidak bisa meninggalkanmu," ucap Bagas.
Bilah menyenderkan kepalanya di pundak Bagas sambil memainkan jari jemari Bagas.
"Mas, kita mempunyai 10 jari. Jari-jari kita ini tidak bisa bekerja sendirian, jika mau menulis, ibu jari membutuhkan telunjuk. Jika ingin menggenggam tanganmu aku membutuhkan kelima jariku agar aku bisa menggenggam erat tanganmu."
"Akupun tak sanggup jika berjauhan denganmu. Di kantor aku seperti ibu jari, jika aku tak ada maka keempat jemari tidak bisa menggenggam sempurna. Ayah sudah tua Mas, aku tak tega menyerahkan kepada ayah dan jika aku tak memimpin bagaimana dengan nasip para karyawan."
"Di satu sisi, aku ini seorang istri yang harus mengikuti suamiku kemanapun suamiku tinggal. Aku akan melepas jabatanku sebagai CEO, aku akan menyerahkan jabatan kamu sebagai kepala yayasan sekolah, paling aku hanya menjalankan usaha toko roti karena aku bisa pantau dari jauh."
Bilah menghela nafasnya, dia sudah membicarakan apa yang ada di dalam hatinya. Bilah mengangkat kepalanya, ia menatap mata Bagas dan mengecup pipi Bagas lalu berkata, "aku akan ikut bersamamu."
Bagas memegang pipi Bilah dengan kedua tangannya lalu berkata, "aku sangat mencintaimu."
Apakah Bagas ingin tetap tinggal di pesantren atau berubah pikiran?
Hai reader minta like nya cinta ❤
__ADS_1
Bersambung