
Tidak perlu menunggu lama, Bilah mendapat informasi dari pengacaranya. Memang pengacara Bilah ini, sangat terkenal akan kelihaian dalam pembelaan kliennya dan juga pengacara ini bersifat terbuka dan jujur. Oleh sebab itu banyak yang memakai jasa pengacara ini dan Bilah salah satunya. Memang keluarganya sudah mempercayai pengacara ini dari sejak ayahnya menjadi CEO.
Pengacara \= ["Pagi Bu Bilah, bisa kita bertemu siang ini?"]
Bilah \=["Iya Pak, bisa. Kira-kira mau bertemu di mana? di kantor saya atau lebih enak di rumah saya? suami saya kebetulan dia sedang ke yayasan sekolah untuk memeriksa sesuatu, jadi di rumah saya hanya ada keponakan saya dan juga asisten rumah tangga saya."]
Pengacara \=["Lebih baik di rumah orang tua Bu Bilah saja, jadi sekalian saya juga menjelaskan dengan Pak Afnan."]
Bilah \=["Baik Pak, jika seperti itu. Bagaimana kira-kira kita bertemu pukul 09.00 aja Pak, karena siangnya ini saya ada rapat di kantor."]
Pengacara \=["Baik Bu, bisa."]
Bilah \=["Terima kasih Pak, selamat pagi."]
Pengacara \=["Sama-sama Bu, selamat pagi."]
Isi percakapan melalui sambung telepon antara Bilah dengan pengacara, bahwa hari ini akan bertemu di rumah orang tuanya. s
Sebelum dia berangkat ke rumah orang tuanya, tentunya Bilah izin terlebih dahulu dengan Bagas. Iya memang terbiasa izin sebelum pergi dengan suaminya karena Bilah merupakan istri yang sangat taat kepada suami dan tidak mau membuat suaminya khawatir karena keberadaannya yang tidak diketahui oleh Bagas.
Bilah sudah sampai di rumah kedua orang tuanya, dia disambut oleh mamahnya ketika sudah di depan pintu.
"Hati-hati sayang jalannya, di dalam sini ada cucu Mamah." Sarah mengelus perut Bilah.
"Iya Mamah, aku sangat hati-hati kok. Mamah jangan khawatir ya. Minta doa Mamah yah, agar pas persalinan aku mudah," ucap Bilah.
"Ada apa sayang tumben kamu datang ke sini pagi-pagi dan tanpa Bagas?" tanya Sarah.
"Bagas sedang ke yayasan Mah. Ayah ada?" tanya Bilah.
"Ayah sedang di belakang, di kolam ikan koi," ucap Sarah.
"Yuk Mah, kita kumpul di belakang 'kan adem sekalian melihat ikan koi yang sedang berenang," ucap Bilah
Bilah dan Sarah menuju kolam ikan koi untuk menemui Afnan, ia melihat anaknya yang sedang hamil tua dan langsung menghampiri Bilah.
"Assalamu'alaikum Ayah," ucap Bilah.
"Wa'alaikumsalam sayang, ada yang mau dibicarakan dengan Ayah?" tanya Afnan.
"Ayah aku memanggil Pak Rudi hutapean. Seminggu yang lalu, aku memanggil pak Rudi untuk mengurus pembalikan nama atas aset-aset ku yang telah dirampas oleh Ranu. Alhamdulillah Ayah, aku bisa menemukan CCTV dari rumah lamaku. Ternyata itu bisa digunakan mengembalikan aset-aset yang diberikan oleh Ayah. CCTV tersebut sebagai bukti bahwa Ranu telah memanipulasi keadaan untuk mendapatkan tanda tangan aku," ucap Bilah.
"Wah, kamu membawa kejutan buat Ayah. karena ayah gak kepikiran dengan CCTV," ucap Afnan.
"Aku memasang CCTV di setiap sisi dulu Ayah di rumahku, iseng aja sih dulu ternyata bermanfaat," ucap Bilah sambil tersenyum.
__ADS_1
Ting Tong
Bunyi bel terdengar.
"Mungkin itu Pak Rudi," ucap Bilah.
Sarah melangkahkan kakinya untuk menuju pintu dan ia memegang handle pintu lalu membuka pintu, ternyata benar yang datang adalah Pak Rudi.
"Selamat pagi Bu, saya ke sini untuk bertemu dengan Bu Bilah," ucap Pak Rudi.
"Pagi Pak, Bilah sudah menunggu di belakang Pak, di kolam koi dan suami saya juga berada di sana," ucap Sarah.
Sarah mengantarkan Pak Rudi untuk menuju ke kolam koi dan mereka bertemu di sana. Pak Rudi langsung berjabatan tangan dengan Afnan dan Bilah, kemudian mereka duduk bersama. Pak Rudi mengambil berkas-berkas penting yang akan
ditandatangani oleh Bilah.
"Bu Bilah Puji Tuhan, saya sudah berhasil membalikkan nama atas permintaan Bu Bilah. Ini adalah aset dari rumah lama Bu Bilah, dan ini adalah nama kepemilikan mobil, saya juga sudah mengurusnya di kepolisian dan yang ini juga merupakan saham yang tersisa sebesar 25%, yang Pak Ranu pegang saat ini. Tapi sekarang sudah berbalik nama dengan nama Bu Bilah. Ini otomatis dari segi hukum sangat kuat karena dari percakapan antara Bu Bilah dan Pak Ranu sebelumnya itu memang Pak Ranu sudah memanipulasi keadaan dan menipu Ibu agar menandatangani suatu yang dijanjikan oleh Pak Ranu yaitu santunan yatim piatu ternyata tapi dia menipu Ibu ternyata dengan membalikkan namanya semua aset-aset berharga Bu Bilah. Ibu silahkan tanda tangan di berkas-berkas ini." Pak Rudi menunjukkan di mana Bilah harus membubuhkan tanda tangannya. Bilah langsung menandatangani semuanya.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak, atas bantuannya. Ternyata CCTV itu memang kuat," ucap Bilah.
"Iya Bu, CCTV nya itu kuat karena memang jelas sekali dari hasil percakapan antara Ibu dan Pak Ranu, itu memang Pak Ranu telah membodoh-bodohi Ibu sebelumnya," ucap Pak Rudi.
Bilah dan keluarganya tampak senang karena hak untuk aset-aset Bilah yang dirampas dengan cara membodoh-bodohi Bilah, kini sudah diambil kembali dan mengatasnamakan semua aset dengan nama Bilah.
"Oh iya Pak, saya setuju. Boleh Pak untuk membantu saya agar polisi bisa mendampingi saya ketika saya mengambil aset-aset dari Pak Ranu, besok kemungkinan saya ingin mengambil aset-aset saya itu karena besok suami saya ada di sisi saya dan juga untuk mendampingi saya," ucap Bilah.
"Baik Bu terima kasih sudah mempercayai saya sebagai pengacara keluarga Ibu dan besok tinggal kita mengambil hak Ibu. Saya ucapkan selamat untuk Ibu dan saya permisi dulu," ucap Pak Rudi.
"Iya Pak, saya juga sangat berterima kasih banyak kepada Bapak," Ucap Bilah.
Bilah dan pengacaranya saling bersalaman untuk rasa saling berterima kasih.
***
Bilah sedang menunggu Bagas yang sedang salat Isya di masjid, dia ingin menceritakan semuanya kepada Bagas. seseorang yang ditunggu akhirnya datang. Dia membuka pintu kamarnya. Bilah sedang bermain dengan Gendis. Ketika Bilah melihat suaminya dari ujung kepala sampai ujung kaki, terlihat penampilan suaminya yang sangat tampan.
"Mas, kamu ke masjid kok tampan banget sih? nggak macem-macem 'kan tadi di masjid? ketika pulang ke rumah bertemu dengan perempuan lain kamu nggak genit 'kan?" ucap Bilah.
"Astagfirullah sayang, aku ke masjid itu untuk ibadah, untuk sujud kepada Allah. Bukan untuk mencari wanita lain, aku sudah cukup mempunyai kamu. Aku tidak membutuhkan wanita lain selain kamu," ucap Bagas.
"Ah kamu gombal, ini buktinya dari ujung kepala sampai ujung kaki perfect banget. Padahal cuman ke masjid, pakai minyak wangi lagi," protes Bilah.
"Kamu memangnya mau suami kamu ini penampilannya pakai baju robek-robek dan bau badan? aku malu kali sama Allah penampilan kucel tapi ketika bertemu dengan manusia lain rapih banget," ucap Bagas.
"Sayang aku itu sudah mentok cintanya sama kamu. Aku tidak akan mencari wanita lain kamu adalah belahan jiwaku," sambung Bagas.
__ADS_1
Melihat wajah Bilah, yang cemberut Bagas menjadi tambah gemes dan dia langsung mengecup pipi Bilah.
"Mas ada Gendis, nggak baik dilihat Gendis. Usia dia seperti ini akan menyerap apa yang di lihat," ucap Bilah.
"Aku kangen sama kamu sayang, aku mau cium kamu. Tapi ada Gendis, nanti gimana kalau anak kita sudah lahir. Harus mencuri-curi waktu dong ketika aku mau bercumbu denganmu," ucap Bagas.
"Ih kamu pinter banget sih mengalihkan pembicaraan orang, aku sedang membicarakan penampilan kamu yang super perfect. Ini malah kamu bahas mau mencium aku pinternya suamiku," ucap Bilah.
"Oh ya Mas, besok temani aku ya. Jadi gini Mas, seminggu yang lalu itu, aku memanggil pengacara keluargaku untuk membalikkan aset-aset yang sudah dirampas oleh Ranu atas namaku. Alhamdulillah Mas berhasil karena tidak sangka dengan CCTV rumah lamaku itu menjadi bukti bahwa Ranu menipuku. Maaf Mas, aku baru memberitahumu karena takut gagal. Jadi aku baru tahu hari ini bahwa aset-asetku sudah balik nama atas namaku," ucap Bilah.
Penampilan Bagas yang membuat Bilah Protes. Karena suaminya terlihat tampan, apalagi ketika tersenyum dengan lesung pipinya membuat wajah Bagas semakin mempesona.
Bersambung
โRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah๐๐๐๐
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Love dari author sekebon karet โค๐
__ADS_1