5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
menendang Ranu


__ADS_3

Waktu yang di tunggu-tunggu oleh Bilah dan Bagas, akhirnya datang yaitu menunggu Gendis untuk tertidur. Dengan tertidurnya Gendis mereka bisa berduaan. Apalagi perut Bilah sudah semakin membesar, di mata Bagas, Bilah itu semakin tambah cantik dan seksi. Gendis sangat di sayang oleh Bilah dan Bagas, seperti anak mereka sendiri tapi untuk panggilan Bilah dan Bagas sudah berkomunikasi, mereka mengajarkan kepada Gendis untuk memanggil Bilah dan Bagas, om dan tante.


"Sayang, negara mana yang ingin kamu kunjungi?" tanya Bagas.


"Yaman dan Arab saudi," jawab singkat Bilah.


"Kenapa ke sana?" tanya Bagas.


"Yaman untuk menuntut ilmu di sana karena ada habib Umar, kalau Arab untuk beribadah sekalian pulang kampung ke sana," jawab Bilah.


"Artis laki-laki di dunia yang paling kamu kagumi siapa?" tanya Bagas.


"Gak ada," ucap Bilah.


"Pemain film gitu gak ada?" ucap Bagas.


"Gak ada Mas, beneran deh," ucap Bilah.


"Kenapa?" tanya Bagas.


"Karena jika kita mengagumi seseorang yang gak halal yang bukan milik kita, artinya kita tidak bersyukur dengan yang sudah halal. Nanti Allah akan mencabut kenikmatan dari diri kita yang halal. Yang halal bagiku adalah kamu suamiku, jadi wajah yang aku kagumi hanya kamu. Tidak ada yang lain," ucap Bilah dengan senyuman manisnya.


Jawaban Bilah membuat hati Bagas berbunga-bunga. Bagas langsung memeluk Bilah dan menciumi wajah Bilah setiap Inci membuat Bilah kegelian di cium oleh Bagas. Dia bersyukur dari jawaban Bilah bisa disimpulkan hanya dirinya di mata Bilah yang sempurna dan tidak ada laki-laki lain.


Hasil jodoh dari pertanyaan di sepertiga malam itu memang tidak main-main, walau pun Bilah berstatus janda. Tapi Bilah Janda yang berkwalitas super. Cantik, cerdas, kalau kaya itu bagi Bagas adalah bonus. Karena ketika Bilah menyetujui khitbahnya, keadaan Bilah sedang paling terpuruk tapi punya 3 toko roti. Memang Bilah pintar mengelola bisnis.


"Sayang, aku kangen sentuhan kamu," bisik Bagas lirik di telinga Bilah.


Bilah paham dengan kalimat yang Bagas bisikan di telinga Bilah. Bilah tidak pernah mengecewakan Bagas untuk satu hal ini. Wajah Bagas pasti esok paginya bersinar seperti matahari yang menyinari bumi.


***


Bilah bersiap untuk mengambil hartanya kembali dari tangan Ranu. Polisi yang mengawal Bilah pun sudah siap untuk berangkat. Bagas menemani Bilah, ia akan siap melindungi Bilah jika Ranu menyerang Bilah.


Bagas menggandeng tangan Bilah untuk menuju mobil mereka, ia membukakan pintu mobil. Bilah akan menuju rumah lamanya, ia akan mengambil rumah dan juga mobil dari tangan Ranu. 2 mobil polisi mengiringi mobil Bilah, mereka melintas kota Jakarta yang sedang lenggang karena hari minggu.


Sesampai di rumah lama, Bilah dan Bagas turun dari mobil dan 6 polisi di belakang mereka. Bilah menyerahkan urusannya kepada kepolisian agar mengusir Ranu dan mengambil kunci rumah dan juga mobil.


Satpam yang menjaga rumah tersebut membuka pagar, karena dia tahu pemilik rumah ini adalah Bilah sekarang dan satpam yang menjaga tersebut, dialah yang membantu Bilah mengambil CCTV sebagai barang bukti.


"Bu Bilah, silahkan masuk," ucap Pak satpam.

__ADS_1


"Pak, terima kasih. Karena sudah bekerja sama dengan saya," ucap Bilah.


"Iya Bu sama-sama. Saya membantu Ibu karena Ibu Bilah majikam terbaik saya. Kemarin saya iklas membantu Ibu. Eh malah dapat uang dari Ibu," ucap pak satpam.


Polisi mulai masuk ke dalam rumah, mereka menyeret Ranu ke luar rumah dan mengambil paksa kunci rumah dan juga kunci mobil.


"Apa-apaan ini Pak? rumah ini atas nama saya dan juga mobil ini," teriak Ranu.


"Rumah dan mobil ini, atas nama Bu Bilah. Bukan atas nama Anda Pak Ranu," ucap pimpinan polisi.


Ranu melihat Bilah, ia bergegas menghampiri Bilah dengan tatapan yang sangat tajam. Bilah santai ketika Ranu berjalan mendekatinya, karena dia merasa aman suami tercintanya ada di samping dirinya.


"Apa-apaan kamu? memanggil polisi mengusir aku dari rumahku." Ranu bertolak pinggang di depan Bilah, wajahnya terlihat geram.


"Apa? rumah siapa? rumahmu? hahaha. Itu rumahku yang kau rampas dengan kebohonganmu. Allah ku tidak tidur, Ia telah mendengar doaku. Kini kurampas kembali rumah ini, kuda besi merah kesayanganku dan satu lagi. Kau tidak mempunyai saham lagi di perusahaan. Kamu menjadi karyawan biasaku. 100% perusahaan itu menjadi milikku. Aku ucapkan terima kasih, tadinya aku hanya mempunyai saham 45% tapi sekarang menjadi 100% itu karenamu, di balik penderitaan ada sebuah kenikmatan," Ucap Bilah dengan santainya. Dia tak pengaruh atas emosi Ranu yang ia luapkan.


"Apa katamu? jangan mimpi kamu mengambil semuanya dari aku," ucap Ranu.


"Apa? mimpi katamu? jangan mimpi kamu memiliki harta yang abadi dari harta rampasan. Allah bisa mengambil dengan mudah dengan dari tanganmu, seperti sekarang yang kamu rasakan. Aku mudah mengambilnya kembali. Pak polisi maaf, bisa perlihatkan berkas-berkas kepemilikan atas nama saya ke Pak Ranu?" ucap Bilah kepada polisi.


"Bisa Bu." Ucap pak polisi dengan suara yang tegas. Polisi tersebut memperlihatkan foto copy semua berkas-berkas yang sudah atas nama Bilah. Ranu tak percaya akan semua ini. Sekarang berbalik nasib, Ranu jatuh miskin.


Ranu ingin berbuat kasar kepada Bilah, posisi yang paling dekat dengan Bilah saat ini adalah Bagas. Bagas langsung menangkap tangan Ranu, ketika dia ingin memukul Bilah. Kemudian Bagas menendang dada Ranu.


Ranu terpental cukup jauh, karena Bagas anak kiai, ia mempunyai ilmu bela diri dan ilmu tenaga dalam. Ranu tersungkur dengan satu tendangan dari Bagas, ia mengusap-usap bagian dadanya yang tertentang oleh Bagas.


"Jangan sentuh istriku, kamu seharusnya bersyukur. Karena kamu tidak di tuntut atas kebohonganmu memanipulasi keadaan untuk mendapatkan tanda tangan Bilah." Teriak Bagas kepada Ranu, ia sangat geram melihat Ranu ingin memukul Bilah yang sedang hamil tua. Jelas Bagas akan memasang badan untuk menjaga istri dan calon buah hatinya.


Bilah menyuruh pak satpam untuk mengeluarkan baju-baju Ranu. Kemudian polisi mengusir Ranu dari rumah tersebut.


"Lepaskan aku." Ucap Ranu yang menggoyangkan badannya, karena polisi memegang lengan Ranu, agar dia mudah untuk di usir.


"Dasar wanita licik kamu Bilah, anak pembunuh," teriak Ranu.


"Ayahku bukan pembunuh ibumu, lihat saja nanti aku akan membuktikannya. Bahwa keluargaku tidak pernah mencelakai mendiang ibumu," ucap Bilah.


Ranu di tendang sampai ke luar gerbang. Satpam langsung menutup gerbang pintu dengan rapat. Tidak ada celah untuk Ranu untuk masuk ke dalam rumah. Bilah melangkahkan kakinya, ia sentuh mobil kesayangannya. Mobil sport berwarna merah. Kemudian dia masuk ke dalam rumah. Ternyata foto pernikahan Bilah dan Ranu masih terpajang, dengan bingkai yang besar. Membuat Bagas merasa cemburu, karena di foto itu Bilah memeluk mesrah Ranu. Bilah melihat wajah Bagas yang berubah seketika. Ia ingin merayu Bagas agar tidak marah tapi masih ada polisi.


"Pak, terima kasih untuk bantuannya. Ini ada sedikit rezeki untuk para bapak polisi." Bilah memberikan amplop kepada polisi.


"Sama-sama Bu, kami pamit undur diri. Selamat pagi," ucap Polisi.

__ADS_1


Setelah polisi pergi, Bilah langsung menarik tangan Bagas menuju kamar tamu. Karena dia takut di kamar utama masih ada foto Ranu dan Bilah.


"Mas, jangan marah. Itu foto lama, aku akan buang dan ganti dengan foto kita saat menikah," ucap Bilah.


Bagas terlihat masih bad mood. Bilah langsung menjinjit kakinya dan langsung mencium bibir Bagas.


"Jangan marah, suami tampanku," ucap Bilah.


Bagas langsung tersenyum kembali, ia malah menyerang ciuman Bilah.



Wajah senyuman Bagas, ketika mendapatkan ciuman dari Bilah.


Bersambung


โœRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet โค๐Ÿ’ž


__ADS_2