5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Ruang Operasi


__ADS_3

Gemetar tangan Bagas ketika memanggku kepala Bilah di pahanya, darah segar yang mengalir dari kepala Bilah. Jilbab Bilah sudah berlumur darah. Para karyawan berhamburan keluar karena teriakan Bagas yang menggelegar. Melihat pemimpin mereka yang berlumur darah, tak terkecuali Ranu berdiri mematung melihat sang mantan istri yang tergeletak memejamkan matanya.


Melati menghampiri Bilah, ia melihat suami bos nya sangat kacau. Melati lah yang memanggil ambulans. Tak selang waktu lama ambulans membawa tubuh Bilah yang sudah tak berdaya. Bagas mendampingi Bilah di ambulans, begitu juga dengan Melati. Melati sangat sedih, karena uluran tangan Bilah yang membuat keluarganya naik drajat sosialnya, adiknya bisa sekolah karena Bilah memasukan adik-adik Melati ke sekolah milik Bilah.


"Pak, tidak menghubungi orang tua Bu Bilah?" tanya Melati.


"Astagfirullah." Bagas menghapus air matanya, ia langsung menelepon ibu mertuanya. Bagas juga mengabarkan ummi dan Dina.


Sarah menangis ketika mendapatkan kabar dari Bagas. Kabar yang membuat hatinya sangat syok dan seketika itu dia pingsan. Afnan yang melihat istrinya pingsan, dia langsung mengambil alih telepon dan berbicara kepada Bagas.


Afnan \=["Assalamualaikum, Bagas ini kenapa ya mamah pingsan setelah berbicara denganmu?"]


Bilah \=["Waalaikumsalam Ayah, Ayah Ada seseorang yang menabrak Bilah, aku sekarang sedang di dalam ambulans menuju rumah sakit."]


Afnan \=["Astagfirullah...kamu kirim alamat rumah sakitnya ke WhatsApp Ayah ya."]


Bilah \=["Baik Ayah."]


Semuanya terdengar panik ketika Bagas memberitahu bahwa Bilah kecelakaan. Bilah langsung dibawa ke ruang UGD, para dokter memeriksa Bilah. Dina pun langsung bergegas untuk menuju rumah sakit, ternyata rumah sakit yang itu merupakan tempat Dina bekerja. Dia langsung menghubungi kepala rumah sakit bahwa yang mendapatkan kecelakaan itu adalah saudaranya


Bilah langsung ditangani khusus, Dina juga turun tangan untuk melihat keadaan Bilah. Dokter spesialis sedang memeriksa, Bilah mengalami kebutaan. Bilah tertabrak dengan keras ketika itu, Bilah menggunakan kacamata, serpihan kacamata itu mengenai mata Bilah sehingga dokter menyatakan Bilah akan mengalami kebutaan dan juga Bilah mengalami pendarahan di bagian otaknya.


"Dokter, apakah saudara saya bisa melihat kembali?" tanya Dina.


"Bu Bilah kornea matanya rusak itu yang menyebabkan kebutaan. Jika ingin melihat lagi maka harus ada orang yang mau transplantasi kornea matanya," jawab dokter mata.


Bilah harus segera dioperasi, karena pendarahan di otaknya. Bilah sudah melewati CT scan pemeriksaan, sehingga dokter memutuskan harus segera mengoperasi Bilah. Permasalahannya golongan darah Bilah adalah AB plus. Rumah sakit tidak ada stok untuk golongan darah AB plus.


Bagas mencari golongan darah, ia menyebarkan pesan group di whatsapp. Ia menyebarkan kepada karyawan Bilah, sekolah karena harus segera mendapatkan 5 kantong darah untuk operasi Bilah secepatnya.


Bilah mendapatkan golongan darah dari sang ayah, tiga dari karyawan kantor. Kini Bilah membutuhkan satu kantong darah lagi. Bagas harus mencarinya dengan cepat agar Bilah dapat dioperasi dengan segera. Tanpa tak terduga, Ranu datang ke rumah sakit tempat Bilah berada, dia mengajukan diri untuk mendonorkan darahnya karena Ranu merasa sangat bersalah telah menyakiti Bilah. Dia sudah sadar bahwa dirinya selama ini sangat salah melakukan dendam kepada Bilah. Ia juga berjanji akan memperbaiki hubungan kepada Nida dan anaknya. Bagas tidak memberitahu bahwa Gendis anak Ranu bersama Bilah untuk dirawat. Akan tetapi karena Bagas hanya fokus untuk Bilah saat ini Bagas tidak memberitahu Ranu.


"Aku akan mendonorkan darah untuk Bilah," ucap Ranu.


"Alhamdulillah terima kasih," ucap Bagas.


Kini Bilah sedang dioperasi, orang-orang yang menyayangi Bilah menunggu di luar ruangan operasi. Tak lama ummi dan abi pun datang, mereka langsung terbang ke Jakarta untuk melihat keadaan menantu kesayangannya. Sarah terduduk lemas, karena mengetahui Bilah tidak bisa melihat lagi.

__ADS_1


"Ayah bagaimana dengan putri kita? jika dia tidak bisa melihat kembali pasti dia sangat terpukul sekali," ucap Sarah dengan tangisannya.


"Mah Jangan pikirkan itu dulu, pikirkan agar operasi ini berjalan lancar. Semoga nanti Allah memberikan pertolongan kepada anak kita," ucap Afnan berusaha untuk menguatkan hati Sarah.


"Tapi Mamah nggak bisa bayangin Ayah, kalau Bilah tidak bisa melihat kembali," ucap Sarah.


Sarah terus menangis, Afnan memeluk Sarah dengan erat sebagai rasa saling memperkuatkan anak mereka yang sedang dioperasi di dalam. Bagas pun tak kalah cemasnya, ia sangat mencemaskan keadaan Bilah. Masih teringat tertabrak Bilah depan matanya dan tergeletak, ucapan terakhir yang Bilah ucapkan sebelum dia tak sadarkan diri adalah kata maaf tidak bisa menemaninya lagi. Itu terus yang di terngiang di kepala Bagas, ia sangat terpukul atas kejadian ini.


"Kamu yang kuat ya Nak, insya Allah Bilah akan sehat kembali," ucap ummi.


"Bagaimana jika Bilah meninggalkan aku, ummi?" tanya Bagas.


"Jangan berkata seperti itu Bagas, untuk masa depan itu hanya Allah yang tahu. Kamu jangan mendahului takdir, yang hanya bisa kita lakukan sekarang ini adalah berdoa agar Bilah bisa kembali lagi berkumpul dengan kita," ucap ummi.


"Tapi dokter mengatakan bahwa Bilah akan buta Ummi," ucap Bagas.


"Tidak bisa kah mata Bilah sembuh kembali?" tanya ummi.


"Harus ada donor korea mata, baru Bilah bisa melihat kembali," ucap Bagas.


"Bilah orang baik, Insha Allah akan ada pendonor. Banyaklah berdoa," ucap ummi.


Setelah pembukaan tengkorak, dokter menyedot darah dan memperbaiki jaringan otak yang yang rusak. Saat tindakan operasi selesai, bagian tulang dan kulit kepala Bilah direkatkan kembali menggunakan staples bedah.


Dina bisa bernapas lega, karena operasi berjalan sukses. Operasi memakan waktu 7 jam lamanya karena operasi pendarahan otak merupakan operasi besar yang harus ekstra hati-hati karena pembedahan di bagian kepala. Ketika Dina keluar dari ruang operasi, semua yang menyayangi Bilah langsung menghampiri Dina.


"Dina bagaimana operasi istriku?" tanya Bagas.


"Alhamdulillah Gus, operasi berjalan dengan sukses. Kini pasca operasi, para dokter akan melihat perkembangan Bilah. Aku yang akan menjaga Bilah dan akan melaporkan keadaan Bilah dengan dokter spesialis saraf.


"Alhamdulillah." Semua yang menunggu Bilah bisa bernapas dengan lega, setelah operasi selesai Bilah dimasukkan ke ruang ICU karena Bilah masih harus dipantau keadaannya. Ia pun masih belum sadarkan diri.


"Ummi aku belum memberitahu tentang kecelakaan bila ART ku di rumah Heelwa hanya dengan baby sitter Ummi," ucap Bagas.


"Ya sudah Ummi dan Abi akan menjaga Heelwa, kamu fokus aja dengan Bilah," ucap ummi.


"Terima kasih Ummi atas bantuannya," ucap Bagas.

__ADS_1


Ummi, Abi berpamitan dengan Sarah dan Afnan, mereka saling menguatkan karena bagaimanapun juga Bilah merupakan menantu kesayangan Ummi yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Bagas jika ada perkembangan tentang Bilah langsung telepon Abi ya," ucap abi.


"Iya Abi," ucap Bagas.


"Kami pergi dulu, assalamu'alaikum," ucap salam abi.


"Wa'alaikumsalam." Mereka menjawab salam dengan serempak.


Bersambung


✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2