5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Aku Cinta Kamu


__ADS_3

Mobil Zidan melaju sedang membelah kota kembang Bandung. menyusuri jalan yang cuaca sedikit mendung saat itu.


Dina membuka media sosial biru berlambang F, berharap Bilah membuka sosmednya itu.


"Bil, loe kemana sih. Udah tiga bulan ini loe menghilang seperti ditelan bumi. Gue kangen bercanda-canda sama loe. Sejak loe pulang ke Indonesia, gue gak dibully lagi karena loe make over gue jadi seperti sekarang ini," gumam Dina dalam hati sambil melihat foto-foto kebersamaan mereka di aplikasi biru berlambang F.


Tiba-tiba Zidan menepikan mobilnya di tepi jalan.


"Kok berhenti Kak?" tanya Dina.


"Lapar aku, belum makan siang. Itu ada bakmie, enak kok rasanya, langganan aku, kamu mau bakmie?" tanya Zidan.


Dina menganggukan kepalanya lalu dia tersenyum. Dina menunggu di dalam mobil sedangkan Zidan turun untuk memesan bakmie, mereka memutuskan untuk makanan di dalam mobil saja karena lebih nyaman. Tidak lama Zidan datang dengan membawa 2 mangkok bakmie . Zidan memberikan semangkuk bakmie kepada Dina.


"Enak?" tanya Zidan.


"Enak Kak, terima kasih yah," ucap Dina.


Tiba-tiba Zidan menyentuh bibir Dina, sontak Dina terkejut.


"Maaf, tadi kamu makan belepotan. Aku hanya membersihkan saja," ucap Zidan dengan mengalihkan tatapan dari Dina.


"Iya Kak, gak apa-apa terima kasih," ucap Dina.


"Dina, tadi kamu menjanjikan sesuatu sebelum konferensi pers, jika kamu mau melakukan apapun yang aku mau. Iya 'kan," nada penekanan Zidan, kepada Dina.


"Iya Kak, asalkan gak yang aneh-aneh," ucap Dina.


"Aku suka kamu Din, sejak kita kuliah dulu 1 kampus, aku benar-benar suka kamu, tapi rasa ini aku pendam sejak dulu. Aku berusaha untuk melupakanmu, tapi semakin aku ingin melupakanmu wajahmu selalu terbayang-bayang dibenakku, tak ku sangka kita bertemu lagi dan bekerja di 1 rumah sakit yang sama, permintaan aku ke kamu menurut janji kamu yang tadi. Mau kah kamu menjadi kekasihku?" tanya Zidan.

__ADS_1


"Uhuk uhuk." Dina tersedak karena saking terkejutnya. Zidan langsung memberikan air mineral kepada Dina.


"Jangan bercanda Kak, gak lucu," ucap Dina.


"Apakah wajahku tampak seperti sedang bercanda?" tanya Zidan.


Perasaan Dina kali ini campur aduk, karena dia mencintai Billi sedangkan Zidan merupakan seniornya yang selalu baik kepada dia. Zidan selalu mengajarkan Dina, jika ada materi yang dia tidak paham ketika kuliah dulu yang selalu menemaninya ketika ada acara-acara seminar tentang kedokteran adalah Zidan.


"Kak maaf, ini soal perasaan. Aku anggap Kak Zidan sudah seperti abang aku. Aku tidak punya rasa cinta seperti kekasih kepada kamu. Sayangku hanya sebatas seperti adik ke abangnya," ucap Dina tertunduk.


"Tidakkah kamu mencoba jalan dulu denganku? berkencanlah olehku hanya dalam 1 minggu, jika kamu dalam 1 minggu tidak merasakan apa-apa kepadaku maka aku akan mundur, walaupun aku sangat mencintaimu," ucap Zidan.


"Kak..." Dina menatap mata Zidan.


Zidan memiringkan badannya, dia menatap Dina penuh dengan rasa harapan.


"Percayalah, aku sangat mencintaimu Din, beri aku kesempatan untuk 1 minggu ini agar kamu bisa merasakan bagaimana rasa cintaku padamu," ucap Zidan.


"Baiklah Kak, dalam 1 minggu ini aku akan menjadi kekasihmu," ucap Dina.


Zidan sangat senang, dia langsung memeluk Dina dengan erat.


"Terima kasih, dalam 1 minggu ini. Aku akan menjagamu sebagai kekasihku," ucap Zidan penuh haru.


***


Sementara itu di pihak Nida dan Ranu saat ini sangat marah dengan adanya konferensi pers yang diadakan oleh Dina dengan menunjukkan bukti-bukti yang sangat akurat.


5 iklan yang di dibintangi Nida memutuskan kontrak secara sepihak, dan film yang tadinya Nida akan dijadikan sebagai pemeran utama, tiba-tiba mengabari bahwa mereka membatalkan Nida sebagai pemain utama dalam film tersebut. Kini netizen yang balik menyerang Nida dengan kata-kata pedas. Lebih baik makan cabe rawit daripada lihat komentar-komentar netizen yang super duper pedas.

__ADS_1


Untuk Ranu, perusahaan yang dia jalani goyang karena konferensi pers Dina. Pemegang saham banyak yang ingin melepaskan diri, pemegang saham menjual saham-saham mereka. Ranu hanya memiliki saham 45%, 6 pemegang saham 55% buru-buru menjual saham mereka karena tidak mau merugi lebih banyak lagi.


Siapa yang suka dengan berita selingkuh, menuduh orang berbuat selingkuh ternyata pelontar fitnahlah yang berselingkuh.


Karir Nida yang dibangun dari nol, kini hancur dengan sekejap. Ranu yang tadinya CEO bukan lagi menjadi CEO karena pembeli saham 55% adalah 1 orang, dan dia tidak tahu siapa pembeli saham 55% tersebut.


"Ahhh berengsek, gara-gara dokter itu. kontrakku di putus semua. Hancur sudah karirku,"ucap Nida penuh emosi.


Ranu hanya terdiam, kini jabatan CEO perusahaannya akan dipegang oleh orang lain, dia meminta bantuan kepada teman-teman bisnisnya tapi mereka semua menolak membantu Ranu. Dia mengepalkan tangannya dan memukul-mukul tembok. Nida melihat itu dan memeluk Ranu dari belakang agar tidak berbuat bodoh.


"Besok kita tetap menikah 'kan, aku tetap mencintaimu walaupun kamu tidak punya apa-apa lagi," ucap Nida.


Ranu melepaskan pelukan Nida, ia menatap mata Nida sengat lekat. Penglihatan Ranu adalah Bilah yang ada di depannya, ia langsung mencumbui Nida. Dalam diri Ranu ada rasa rindu kepada Bilah walaupun dia tidak mengakuinya. Ranu menggendong Nida masuk ke kamar, Nida yang memang sangat mencintai Ranu pasrah ketika dirinya diletakkan di atas ranjang besar, Ranu tidak mau basa-basi dia langsung melucutti pakaian Nida lalu tanpa pemanasan langsung menyatukan tubuh mereka, rasa sakit dan kenikmatan bercampur yang dirasakan Nida. Saat Ranu sampai puncak kenikmatan, dia mendesssah dan merancu memanggil nama Bilah.


"Bilah, sayang aku sampai," ucap Ranu.


Sontak membuat Nida sakit hati. Yang disentuh Nida yang disebut Bilah. Tubuh Ranu langsung berbaring di sebelah Nida.


"Kamu keterlaluan, menyebut namanya ketika bersamaku. Kamu sudah jatuh cinta kepadanya." ucap Nida dengan tangisannya.


Ranu yang baru tersadar atas ucapannya itu, dia langsung meminta maaf kepada Nida. Dia terus merayu Nida dengan menciumi Nida. Nida memang bucin sehingga dengan mudah memaafkan Ranu.


"Besok kita tetap akan menikah, walaupun resepsi kita akan dibatalkan karena konferensi pers dokter gila itu. Setelah kita menikah, akan aku balas dokter gila itu," ucap Ranu dengan emosi.


"Iya, aku benci dokter gila itu. Gara-gara dia, kontrak iklanku dicabut," ucap Nida.


Keesokan harinya Nida dan Ranu menikah, hanya ijab kabul yang mereka lakukan. Tidak ada resepsi mewah, karena berita konferensi pers Dina yang menyebar sangat cepat sehingga tidak ada resepsi, semua rencana dibatalkan.


Apakah Dina akan mencintai Dokter Zidan dan melupakan Billi?

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2