
Billi dan Dina sedang berada di butik, mereka sedang melihat baju pengantin yang sudah di rancang khusus. Kebaya putih dengan manik-manik kristal swarovski terlihat sangat elegan. Dina mencoba gaun pengantinnya di ruang pengganti, ketika ia keluar mata Billi tidak bisa berkedip melihat kecantikan Dina.
Dina sangat anggun menggunakan gaun pengantin yang sudah di rancang khusus untuk dirinya.
"Kamu cantik sekali sayang," ucap Billi ketika melihat Dina.
"Benarkah aku cantik?" tanya Dina.
"Sangat cantik, gaun itu sangat cocok di tubuhmu," ucap Billi memuji.
Dina melihat dirinya di cermin, ia berputar dan sangat senang. Terasa bermimpi dirinya akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Melihat dirinya di cermin pipinya merah merona. Billi melihat Dina yang sedang berputar-putar di depan kaca, ia berdiri di belakang Dina dan berbisik di telinga Dina.
"Kamu sangat cantik, i love you dokterku," bisik Billi.
Mendengar Bisikan dari Billi membuat Dina menjadi salah tingkah. Ia berbalik badan dan menatap mata Billi dengan tajam.
"Terima kasih sudah sangat mencintaiku, terima kasih kamu mau aku jadi istrimu," ucap Dina.
Billi memegang pinggang Dina dan berkata,
"Aku seseorang yang sangat bahagia saat ini di dunia karena cintamu yang besar untukku, Aku merasa beruntung dicintaimu."
Setelah mereka fitting baju pernikahan, Billi mengajak Dina untuk membeli cincin pernikahan. Dina memilih cincin yang bentuknya sangat sederhana.
"Kenapa Pilih yang ini? sangat sederhana cincin ini," tanya Billi.
"Agar kehidupan kita sederhana saja tidak banyak masalah, tapi di dalam kesederhanaan ada cinta yang besar," jawab Dina.
"Duh calon istriku manis banget kalimat yang kamu ucapkan," ucap Billi, sambil mencubit hidung Dina yang mancung.
"Sayang, itu bukan kalimat manis tapi adalah kalimat doa," ucap Dina.
"Aamiin, semoga habis nikah kita segera mempunyai momongan. Aku ingin cepat punya anak, apalagi anak dari rahim wanita yang aku sangat cintai," ucap Billi.
"Iya Insha Allah, aku juga gak mau menunda-nunda," ucap Dina.
***
Dina membuat panggilan Video call untuk Bilah.
Dina \= ["Assalamu'alaikum."]
Bilah \=["Wa'alaikumsalam."]
Dina melihat Bilah sangat sibuk, mengecek kertas-kertas. Dina mengangkat video call Dina dan mendirikan handphonenya di atas meja depan di ganjal dengan buku agar tidak jatuh.
Dina \=["Bilah, lagi sibuk banget yah?"]
Bilah \=["Gue lagi cek berkas-berkas, jadi agar gue meletakan berkas ini gak kecampur-campur. Soalnya ada 3 berkas, perusahaan Indonesia, cabang Amerika dan juga sekolahan. Duh Mamah gue ngelimpahin sekolahan sama gue. Ribet jadinya gue sama kerjaan gue nanti di Jakarta."]
Dina \=["Loe bisa pulang ke Indonesia gak, lusa besok?"]
Bilah menghentikan tangannya untuk merapihkan berkas-berkas.
Bilah \=["Jangan Loe bilang, loe sama Billi nikah lusa."]
Dina hanya nyengir mendengar ucapan kekhawatiran Bilah.
Dina \=["Iya, lusa gue nikah sama Billi. Loe bisa 'kan hadir. Loe sahabat terbaik gue, pokoknya harus hadir. Gue gak mau tahu."]
Bilah \=["Astagfirullah, loe cepatan hari nikahan loe. Ya Allah, loe berdua udah pada ngebet banget sih."]
Dina \=["Memang bisul ngebet, gak baik terlalu lama. Banyakan bikin dosa, 'kan loe yang ngajarin ke gue seperti itu."]
__ADS_1
Bilah \=["Din, kerjaan gue belum selesai di Turki. Pasti Mas Bagas bakalan datangkan. Susah lagi gue nanti kalau balik lagi ke Turki Masa Iddah gue juga 1 bulan lagi."]
Dina \=["Yah itu gue gak mau tahu, pokoknya loe harus datang aja. Gue berangkat dari rumah loe harus ada di samping gue."]
Bilah \=["Iya, nanti gue datang ke acara nikahan loe."]
Dina \=["Alhamdulilah, nah gitu dong. Loe memang sahabat terbaik gue tiada duanya."]
Bilah \=["Ya sudah, gue beresin berkas-berkas dulu yah. Agar pas gak terlalu numpuk kerjaan gue."]
Dina \=["Oke cantik, terima kasih yah. Selamat bekerja, assalamu'alaikum."]
Bilah \=["Waalaikumsalam."]
Bilah merapihkan berkas-berkas perusahaan, dia memisahkan berkas perusahaan dan sekolah milik Mamahnya. Setelah berkas-berkas itu tersusun rapih, Billa menelepon Bagas untuk memberi kabar.
Bilah \=["Assalamu'alaikum Mas."]
Bagas \=[Waalaikumsalam."]
Bilah \=[" Kamu sudah di undang Dina?"]
Bagas \=["Acara nikahan? kamu pulang ke Indonesia 'kan?"]
Bilah \=[" Iya Mas, insha Allah. Aku bisa minta tolong Mas?"]
Bagas \=["Minta tolong apa?"]
Bilah \=["Kunci mobil aku 'kan denganmu. Kamu bisa tolong aku bawa mobilku ke Jakarta. Masih di bandara atau sudah kamu ambil?"]
Bagas \= ["Aku sudah ambil, mobilmu aku taro di halaman pesantren. Aku senang kamu pulang. Aku sangat Rindu melihat kamu."]
Bilah \=["Ini yang aku tidak suka pulang ke Indonesia. Si Dina kena di percepat sih nikahannya. Duh benar-benar tuh anak."]
Bagas \=["Kamu gak suka bertemu denganku?"]
Bagas \=["Masih banyak yah, padahal aku berharap pekerjaan kamu sudah selesai di sana."]
Bilah \=["Sabar yah Mas, setelah menikah kita juga akan selalu berdua terus. Mas...terima kasih yah sudah mencintai aku. Aku gak nyangka akan mendapatkan kamu, karena aku seorang janda yang sudah bekas dipakai oleh seseorang. Tapi kamu mau mengambil diriku yang bekas ini."]
Bagas \=["Kamu itu berlian, walaupun sudah bekas tapi tetap berlian yang masih berkilau dan sangat berharga. Orang tidak akan mengira ketika melihat berlian itu bekas atau tidak. Kamu itu terlalu istimewa buat aku, seharusnya aku yang berterima kasih sudah menerima cintaku."]
Bilah \= ["Ah, kamu Mas, kalimatnya sangat cantik sekali. Membuat aku berat nantinya untuk balik ke Turki lagi."]
Bagas \= ["Kalimat cantikku, hanya untuk wanita cantik yang akan menjadi istriku kelak. Aku sabar kok menunggu kamu. masa Iddah kamu 1 bukan lagi 'kan."]
Bilah \=[" Yah udah Mas, nanti kalau kelamaan teleponan sama kamu,akunya gak kuat Mas."]
Bagas \=["Gak kuat kenapa?"]
Bilah \=["Gak kuat untuk menutup telepon ini, karena mendengar suara kamu itu membuat aku semakin rindu kepadamu. Sudah dulu yah Mas, mobil aku tolong bawa ke rumah orang tuaku."]
Bagas \=["Iya aku akan bawa mobil kamu, I will miss you sayang. I can not wait to marry you but i should be patient."]
Bilah \= [Yes, you should. Assalamu'alaikum."]
Bagas \=["Wa'alaikumsalam."]
***
Dina berada di dalam kamarnya, dia sedang melihat album foto lama ketika SMA. Persahabatan mereka bertiga sangatlah erat sejak SMA. Banyak pristiwa-peristiwa yang mereka lalui bersama. Di SMA Dina gak pernah berpikir akan menikah dengan Billi. Billi SMA berpostur tubuh tinggi, kurus dan memakai kaca mata, bertingkah gemulai. Hati mana ada yang tahu kedepannya ternyata sekarang mereka saling mencintai dan akan segera menikah.
Hari pernikahan
__ADS_1
Bilah mendampingi Dina. Dina sudah sangat cantik memakai gaun pengantin, ia terlihat gugup.
"Jangan gugup Din," ucap Bilah, memegang tangan Dina.
"Gue gugup banget Bilah, sebentar lagi Billi akan jadi suami gue," ucap Dina.
"Jangan nangis, nanti make up loe luntur," ucap Bilah.
Dina mendengar suara mengaji di depan, alunan suara membaca Al qur'an dari Gus Bagas.
"Bil, Gus Bagas suaranya bagus, gak sia-sia gue doain loe dapet jodoh ustadz tapi Allah kasihnya lebih," ucap Dina.
"Makasih cantik udah doain gue," ucap Bilah.
Suara Bagas berhenti, itu artinya pembacaan Al quran sudah selesai di bacakan dan acara selanjutnya adalah ijab qobul.
"Saya terima nikahnya Dina Syahnala Albani binti Rio Khafi Albani dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Ucap Billi dengan lantang dalam 1 tarikan nafas.
"sah?"
"Sah..."
Bersambung
********
Promosi novel (Salah Lamar)
Inayah membersihkan make up dan tubuhnya, seharian berdiri di acara pernikahan, tubuhnya sudah terasa lengket.
"Aku lupa bawa handuk dan baju, aduh masa malam pertama seperti ini memalukan sekali. Aku pun belum salat isya," ucap Inayah dengan suara berbisik.
Inayah membuka pintu kamar mandi sedikit, dia mencari suaminya. Apakah dia ada di dalam kamar.
"Mas Ramzi mana yah, tapi koper aku sudah di dalam kamar, aku coba tunggu di sini aja. Siapa tahu Mas Ramzi masuk kamar," ucap Inayah.
Inayah menunggu sudah 15 menit di dalam kamar mandi, tubuhnya sudah terasa dingin. Dengan terpaksa dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi menuju kopernya.
Inayah mencari handuk kimononya, akhirnya dia menemukan handuk kimono tersebut. Ketika Inayah ingin memakai tiba-tiba Ramzi masuk ke dalam kamar, Inayah terkejut dan langsung berteriak.
"Ahhh...Mas Ramzi kenapa masuk tiba-tiba? balik badan Mas," ucap Inayah.
Wajah Inayah memerah menahan rasa malu, sedangkan Ramzi yang baru pertama kali melihat seorang perempuan tanpa menggunakan busana, dia pun juga malu.
***
Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.
Follow aku juga.
fb @Farida (R)
ig @kak_farida
Mampir juga di novelku yang lain
Salah Lamar
Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)
__ADS_1
Love you semua