
Usia kehamilan Bilah sudah memasuki trisemester kedua, tepatnya di usia 4 bulan. Dia bersyukur tidak merasakan kesakitan dengan kistanya, hanya saja dia harus ekstra hati-hati ketika melakukan sesuatu. Dina sudah melahirkan anak pertamanya anak pertama Dina dan Billi berjenis kelamin laki-laki. Bilah sangat senang sekali melihat sahabatnya kini sudah menjadi seorang ibu.
"Selamat Din, sudah melahirkan dengan normal dan kalian sehat. Gue sangat senang melihat loe menjadi seorang ibu dan anak loe sangat tampan Din," ucap Bilah.
"Terima kasih Bil, loe sudah sempetin datang jenguk gue. Loe juga sehat-sehat ya sama kandungan loe, dijaga. Alhamdulillah sudah masuk ke trisemester kedua kehamilan loe." Dina mengelus perut Bilah yang sudah mulai terlihat membuncit.
"Iya Din, terima kasih atas doanya," ucap Bilah.
"Kalau anak loe perempuan nanti, kita jodohin mau nggak loe?" tanya Dina.
"Duh Din masa zaman sekarang main di jodoh jodohkan. Biarlah mereka mencari jodohnya sendiri. Jika gue ditakdirkan jadi besan loe pasti anak kita akan berjodoh," ucap Bilah.
"Iya Bil, gue setuju deh sama loe, tapi sih gue masih berharap mau jadi besan loe nantinya," ucap Dina.
"Din, anak gue aja belum lahir. Loe sudah ngomongin jauh banget sih," ucap bilah
"Ya namanya juga angan-angan Bil, loe 'kan sahabat gue yang paling gue sayang. Kalau jadi besanan sama loe 'kan gue jadi lebih tambah deket lagi," ucap Dina.
Bilah mencoba menggendong putra Dina. Dia sentuh pipi bayi mungil itu yang baru 5 hari lahir sangat menggemaskan. Berhidung mancung seperti Dina, berkulit putih dan bibirnya merah mirip dengan Billi.
Setelah puas melihat bayi dan tahu kondisi sahabatnya Bilah pun pamit oleh Dina. Bilah beranjak pergi dari kediaman Dina dan Billi.
Bagas menggandeng tangan Bilah untuk masuk ke dalam mobil.
handphone Bilah bergetar.
"Siapa yang menelpon sayang?" tanya Bagas di dalam mobil mereka.
"Dari lapas ini Mas sepertinya Nida," jawab Bilah.
"Ya coba diangkat sayang," ucap Bagas.
Bilah mengangkat teleponnya.
Bilah\= ["Halo, assalamualaikum."]
Penjaga lapas\= ["Waalaikumsalam Bu Bilah. Bu Saya ingin menyampaikan sesuatu mengenai Nid salah satu anggota dari Lapas di sini."]
Bilah \= ["Iya kenapa Bu dengan Nida."]
Penjaga lapas \=["Nida sudah melahirkan, anaknya berjenis kelamin perempuan. Masa hukuman Nida masih lama, tidak mungkin tinggal di lapas ini. Saya bertanya dengan Nida, apakah ada keluarga yang bisa merawat bayinya, iya berkata tidak mempunyai keluarga dan meminta Bu Bilah lah yang sementara merawat anaknya. Apakah Bu Bilah bersedia? jika tidak kami akan menaruh bayi ini sementara di panti asuhan."]
Bilah \= ["Maaf Bu, boleh saya minta waktu untuk menjawab pertanyaan ini karena saya harus berkomunikasi dengan suami saya."]
__ADS_1
Penjaga lapas \=["Baik Bu Bilah, nanti saya sampaikan kepada Nida."]
Bilah \=["Tapi saya mohon ya Bu, jangan beritahu nama saya bahwa saya yang selama ini membawa susu dan perlengkapan bayi untuk Nida."]
Penjaga lapas \=["Oh iya Bu, baik kami di sini akan menjaga rahasia ini. Terima kasih banyak Bu atas waktunya, assalamu'alaikum."]
Bilah \=["Sama-sama Bu, wa'alaikumsalam."]
Bilah terdiam setelah menerima telepon dari lapas. Bagaimanapun juga bayi yang Nida lahirkan adalah anak Ranu, mantan suaminya. Dengan kehamilan itulah dirinya berpisah dengan Ranu. Hati Bilah dilema antara ingin merawat bayi itu karena merasa kasihan jika tinggal di panti asuhan. Dan dilema karena anak itu merupakan hasil dari perselingkuhan mantan suaminya dan Nida.
"Ada apa sayang kok kamu seperti kebingungan setelah menerima telepon?" tanya Bagas.
"Mas, telepon tadi itu dari lapas Mas, ini menyangkut anak Nida. Ia sudah melahirkan Mas. Nida ingin aku yang merawat bayinya karena tidak mungkin ia merawat 3 tahun di dalam lapas," ucap Bilah.
"Lalu apa keputusan kamu sayang? tanya Bagas.
"Aku belum mengambil keputusan Mas, aku ingin membicarakan terlebih dahulu denganmu karena kamu suamiku. Jika kamu tidak setuju maka aku tidak akan merawat bayi itu, jadi keputusannya ada di kamu Mas," ucap Bilah.
"Apakah Ranu tidak mau merawat bayi itu?" tanya Bagas.
"Tadi dari penjaga lapas mengatakan bahwa Nida berkata, tidak mempunyai keluarga. Itu artinya Ranu lepas tangan dari tanggung jawab sebagai seorang ayah," ucap Bilah
"Kok ada ya manusia yang seperti itu? kita saja menjaga sekali kandungan kamu sayang, karena kita menyayangi anak yang masih ada di dalam rahim kamu ini," ucap Bagas sambil mengelus perut Bilah.
"Iya Mas, aku sangat bersyukur mempunyai seorang suami seperti kamu, yang mencintai aku dan buah hati kita ini," ucap Bilah.
"Baik Mas, aku nurut aja sama kamu," ucap Bilah.
Bilah ingin ke kantornya terlebih dahulu, untuk menanyakan masalah perusahaan dengan sekretarisnya, Melati.
Sudah hampir 3 bulan Bilah tidak memegang perusahaan. Ayahnya lah yang memegang perusahaan tersebut sampai kondisi Bilah kini sudah mulai membaik dan rasa mual tidak terlalu parah seperti awal kehamilannya.
Bagas menggenggam tangan Bilah di dalam lift karena tidak sengaja mereka bertemu dengan Ranu. Ranu hanya melirik ke arah Bilah dan melihat perut Bilah yang sudah mulai terlihat membesar.
Bilah menyandarkan kepalanya di pundak Bagas. Dia memperlihatkan bahwa dirinya sangat manja kepada Bagas. Bilah membuka percakapan dengan Ranu.
"Pak Ranu, istri Anda saya dengar sudah melahirkan. Dengan siapa bayi Pak Ranu sekarang? 'kan ibunya sedang dalam masa hukuman. Jika bayinya masih di dalam sel Kasihan dia," tanya Bilah.
"Itu urusannya bukan urusanku. Aku tidak mau merawat bayi itu," jawab Ranu.
"Kok bukan urusan Anda? itu 'kan bayi Anda bersama dengan istri Anda," ucap Bilah.
"Nida itu artis dahulunya. Mana saya tahu itu anak saya atau bukan yang namanya artis apalagi artis papan atas dia bisa berhubungan dengan siapa saja," ucap Ranu.
__ADS_1
Bilah tak bisa berkata apa-apa lagi karena Ranu memang sudah tidak menganggap itu adalah anaknya. pintu lift mulai terbuka, Bilah melangkahkan kakinya terlebih dahulu bersama Bagas dan Ranu keluar setelah Bilah.
Bagas menggenggam tangan Bilah sangat erat, ia tidak mau jika Ranu mengganggu istrinya. Bilah dan Bagas masuk ke ruang CEO di sana Bilah berkata oleh Bagas.
"Mas,sepertinya kita rawat saja bayi Nida. Aku tak tega, bayi itu tidak bersalah. Yang bersalah adalah kedua orang tuanya. Bagaimana menurutmu Mas?" tanya Bilah.
"Jika kamu mau seperti itu, aku setuju aja. Anggap saja sebagai latihan ketika nanti kita punya anak. Tapi ingat ya, kamu jangan terlalu lelah," jawab Bagas.
"Kalau kita beli rumah baru bagaimana Mas? aku mau hidup mandiri jadi tidak tinggal serumah dengan kedua orang tuaku," tanya Bilah .
"Kalau itu aku setuju, gimanapun nanti kita juga punya anak, lebih bagus mandiri," ucap Bagas.
"Terima kasih Mas, kamu selalu setuju dengan apa yang aku mau. Nanti kita cari bersama-sama untuk rumah yang kita akan tinggalkan, jadi kita merawat anaknya Nida setelah kita punya rumah baru," ucap Bilah.
Bilah memutuskan untuk merawat anak Nida, sampai Nida keluar dari dalam penjara. Beruntungnya Nida, Bilah mau merawat anaknya, padahal dahulunya Nidalah yang menjadi pelakor penyebab Bilah bercerai dengan Ranu dan nama Bilah tercemar karena ulah dari gosip yang tidak benar.
Bersambung
βRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ