5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Bibit Bebet Bobot Bilah


__ADS_3

POV Bagas


Dokter mengizinkan Bilah untuk pulang ke rumah. Aku tahu rasa sakit hatinya ketika tidak bisa melihat. Wajahnya sangat sendu tidak ada senyuman yang kulihat sejak penglihatannya diambil oleh Allah. Tapi aku yakin ini adalah sebuah ujian untuk meningkatkan derajat istriku, istriku adalah wanita yang luar biasa bagiku, tidak ada wanita yang bisa mengalahkan kebaikannya. Ia gunakan hartanya untuk membantu orang-orang di sekitar. Dia gunakan kekuasaannya untuk menarik orang-orang pengangguran.


"Mas apakah kamu masih mencintaiku?" tanya Bilah


"Apa yang kamu katakan sayang? cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu tetapi cinta menghidupkan harapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan. Itulah gambaran cintaku padamu," ucapku.


"Aku berterima kasih kepada sang pencipta cinta. Kupikir cintamu akan gelap seperti gelapnya penglihatanku. Kupikir cintamu tak akan kulihat lagi tapi aku tetap melihat dengan mata batinmu yang kamu berikan kepadaku," ucap Bilah.


Aku bisa bernapas lega, ketika melihat senyuman Bilah kembali. Aku memeluk dia dengan erat. Aku berjanji kepada diriku, bahwa tanganku ini akan menjadi tongkatnya kemanapun dia akan pergi. Aku mengalungkan lengannya ke lenganku. Aku berbisik di telinganya, "Mamah seperti ini lebih mesrah 'kan." Dia tersenyum kembali mendengar bisikan dariku.


Aku mengarahkan Bilah untuk duduk di pinggir ranjang. Ummi menghampiri Bilah, beliau duduk di samping Bilah dan memegang tangan Bilah dengan lembut.


"Jangan merasa kecil hati karena kamu tidak bisa melihat. Karena dunia kamu belum berakhir, ummi yakin ada pendonor kornea untuk kamu," ucap ummi.


Bilah menangis, ia sangat berterima kasih karena ummi sudah menguatkan dirinya. Kugendong Heelwa dan kudekatkan dengan Bilah. Kuambil tangan Bilah dan kuletakkan tangannya ke wajah Heelwa. Bilah meraba wajah Heelwa dengan kedua tangannya.


"Heelwa anak Mamah yang cantik. Mamah kangen kamu sayang," ucap Bilah. Kuletakkan Heelwa ke pangkuannya, ia memeluk Heelwa sangat erat dan menciumnya.


Aku sontak terkejut dengan permintaan Bilah yang meminta tongkat untuk menuntun kemanapun dia ingin pergi. Aku sudah mengatakan agar aku saja yang mengantarkan dia kemanapun dia pergi, tapi dia terus saja menggelengkan kepala.


"Mas, kamu tidak setiap saat di sisiku. Kamu harus kerja, ada banyak siswa siswi yang harus kamu urus. Apalagi tahun ini kita akan menambah bea siswa, dan kamu menyaring siapa saja yang berhak menerima bea siswa. Mereka sudah menantikan ini. Kamu jangan buat mereka kecewa," ucap Bilah.


Ya Allah, dia sedang terpuruk, hatinya belum tertata. Bekas operasi kepala masih belum pulih, sudah memikirkan orang lain. Aku baru tahu betapa hebat istriku ini, Ranu bodohnya kamu telah menyiakan wanita sehebat Bilah tapi aku terima kasih karena kamu menyiakannya dan aku bisa menikahi Bilah dan mempunyai anak darinya.


Kutidak mau melepaskan orang yang sengaja menabrak istriku tercinta. Mbak Aisyah langsung turun tangan, ia yang meminta langsung dengan kakak iparku yang seorang polisi. Aku akan menjebloskan ia masuk penjara. Kabar kecelakaan Bilah sudah tersebar, bahkan keluarga Bilah dari Turki dan Arab langsung terbang ke Indonesia.


Aku baru tahu ternyata keluarga Bilah yang dari Arab keturunan Syeikh. Paman dari mamah Sarah penghafal Al quran 30 juz. Nenek Bilah anak ke tiga dari 5 bersaudara. Nenek Bilah kawin lari dengan orang Indonesia karena keluarganya tidak setuju menikah bukan dengan orang Arab. Nenek Bilah punya 2 anak, Mamah sarah dan kakak laki-laki yang bernama Ibrahim, tapi paman Bilah ini sudah meninggal.


Nenek Bilah bernama Hawa, penyebab Bilah kecelakaan membuat keluarga yang tadinya pecah menjadi haru biru ketika nenek Hawa bertemu dengan keempat saudaranya yang sudah 38 tahun tidak bertemu. Sekarang aku tahu dari mana kebaikan Bilah, karena memang Bilah keturunan dari orang-orang yang luar biasa. Kakek Bilah adalah seorang pengusaha, di Turki beliau salah satu orang yang sering menyumbangkan uangnya untuk membangun masjid. Mereka menjenguk Bilah serempak, rumahku menjadi penuh. Sepupu Bilah dari Arab sangat tampan, subhanallah pahatan wajah yang Allah ciptakan.



Sepupu Bilah


Aku malah di tes hafalan alquran 30 juz, oleh kakek nenek Bilah yang dari Arab. Aku sampai keringat dingin di tes. Sahabat Bilah pun tidak pernah tahu asal keturunan Bilah yang dari Arab Saudi karena Bilah hanya mencerita keluarganya yang dari Turki. Aku yang malah minder dengan keluarga Bilah sekarang.

__ADS_1


"Mas." Bilah memanggil aku, aku langsung menghampirinya.


"Ada apa sayang? kamu mau minum?" tanyaku.


Bilah menggelengkan kepalanya, "Duduk di sampingku Mas." Aku di suruh untuk duduk di sebelah kiri Bilah.


"Kakek, Mas Bagas seorang Gus. Jangan ragukan suamiku. Yang duduk di sebelah kananku adalah mamah mertuaku, mamah mertua terbaik yang aku punya," ucap Bilah.


Kejutan lagi bagiku, Bilah bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab ternyata. Dia memuji aku dan ummi menggunakan bahasa Arab. Memang keluarga Bilah yang dari Arab tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.


Setelah 2 jam mereka menjenguk Bilah. Akhirnya merekapun pulang, tepatnya pulang ke rumah mamah Sarah untuk keluarga dari Turki. Dan keluarga dari Arab Bilah meminta untuk menempati rumah lamanya.


"Mas, maafkan aku yah. Nggak pernah cerita tentang keluarku dari Arab," ucap Bilah. Dia mengusap keringatku, ternyata Bilah tahu aku sangat gugup.


"Kenapa kamu tidak pernah cerita?" tanyaku.


"Karena masa lalu neneku Mas yang kawin lari. Sebelumnya mereka tidak mau bertemu dengan nenek, aku nggak menyangka mereka bisa menerima nenek kembali dan mengakuiku sebagai cucu mereka," ucap Bilah.


"Aku bersyukur menikahi kamu, ternyata kamu merupakan anugrah yang aku dapatkan dari Allah," ucapku.


"Kamu yakin menerima kedatangannya sayang?" tanyaku.


"Kenapa Mas? dia ingin beretikat baik menjengukku. Tolong ambil jilbab instanku dan antarkan aku ke ruang tamu," pinta Bilah.


"Ummi, maaf bisa jaga Heelwa?" tanya Bilah.


"Bisa sayang," jawab ummi.


Aku menemani Bilah untuk ke ruang tamu. Aku rangkul pundaknya.


"Aduh Mas, kamu cemburu yah, tenang Mas aku nggak akan berpaling. Karena aku bersyukur kamu sedang cemburu artinya perkataan kamu yang tadi nggak bohong," ucap Bilah.


"Siapa yang cemburu?" sanggahku.


"Jangan berpikir aku buta jadi gak tahu Mas, dari deru nafasmu aku tahu kamu cemburu," ucap Bilah.


Aku tersenyum mendengar ucapan Bilah, instingnya berjalan. Aku bantu Bilah untuk duduk di sofa, ketika Bilah duduk. Ranu langsung berlutut di kaki Bilah dan meminta maaf. Aku baru lihat Ranu menangis, dia benar-benar menangis ketika meminta maaf kepada Bilah.

__ADS_1


"Jangan berlutut seperti itu Ranu. Aku manusia biasa bukan Tuhan, akupun punya salah sama kamu, maaf yah ketika aku menikah denganmu aku tidak membuat kamu bahagia. Aku sudah memaafkan kamu, hiduplah dengan baik. Terima Nida sebagai istrimu, kamu rujuk dengan dia agar anakmu kelak akan ada sosok bapaknya. Kamu tidak memberi nafkah Nida selama 2 tahun kan, itu sudah jatuh talak, minta Nida sebagai istrimu lagi. Minta maaf sungguh-sungguh kepada dia," ucap Bilah.


Ranu pun terdiam, dan menganggukan kepalanya.


"Memang aku berniat seperti itu," ucap Ranu.


Bersambung


✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Love dari author sekebon karet ❤💞

__ADS_1


__ADS_2