
Kini Bilah dan Dina sudah berada di dalam pesawat. Tujuan mereka ke Istambul Turki karena keluarga Bilah tinggal di sana.
"Din, ini pertama kali loe naik pesawat ke luar negeri yah," tanya Bilah.
"Iya, gue kalau naik pesawat paling ke luar kota aja. Itupun ketika dapat job sebagai pembicara," ucap Dina.
"Gue senang, loe bisa ikut sama gue. Sahabat terbaik gue hanya loe, sudah lama gue ingin ngajak loe ke Turki," ucap Bilah.
"Terima kasih Bil, gue merasa bersyukur banget bisa jadi sahabat loe," ucap Dina.
"Din, perjalanan gue ke Turki ini juga bukan hanya sekedar liburan. Ada yang akan gue lakukan di sana," ucap Bilah.
"Urusan kerjaan Bil?" tanya Dina.
"Hmm bisa dikatakan itu juga sih," ucap Bilah.
"Loe masih aja urusin kerjaan," ucap Dina.
"Kerjaan ini berkat loe juga Din, terima kasih yah," ucap Bilah.
Flash Back On
Setelah Dina mengadakan konferensi pers untuk membersihkan nama baik Bilah, perusahaan Ranu goyang. Para investor menarik dana mereka, para pemegang saham merugi.
"Bilah...ini saatnya mengambil alih perusahaan, Ayah gak rela perusahaan itu di ambil oleh Ranu. Dia mengatas namakan untuk anak-anak yatim untuk mengelabuhi kamu. Ayah akan meminta bantuan kepada teman Ayah yang ada di Turki untuk membeli saham, para pemegang saham kecil pasti menjual saham-saham mereka," ucap Afnan.
"Iya Ayah, Bilah juga selalu memikirkan bagaimana cara mendapatkan perusahaan Ayah kembali. Allah menunjukkan jalan," ucap Bilah.
"Berterima kasih lah kepada sahabatmu, dia bukan hanya membersihkan namamu tapi juga membuka jalan untuk mengambil alih perusahaan yang Ayah berikan kepada kamu," ucap Afnan.
Afnan menghubungi temannya bernama Emir, ia menceritakan semua kepada Emir. Tanpa waktu lama Emir langsung bertindak dan membeli semua saham yang di jual atas namanya. Ini merupakan suatu kejutan untuk Ranu, dia tidak akan menyangka bahwa Bilah yang akan menjadi atasannya. Karena saham yang dibeli Emir sebesar 55%. itu artinya Ranu bukan sebagai CEO lagi, yang menjadi CEO adalah Emir.
Bilah ke Turki untuk menemui Emir, dia disana akan membalikkan nama kepemilikan perusahaan atas nama Bilah. Karena Emir tidak bisa ke Indonesia sebab kesibukannya, maka Bilah yang harus pergi ke Turki.
Flash Back Of
"Artinya perusahaan itu akan menjadi loe lagi Bil?" tanya Dina.
"Yes Din, waktunya gue bukan jadi wanita cengeng lagi. Gue akan menjadi wanita yang kuat Din. Mungkin di mata Ranu gue lemah, tapi Bilah yang dulu dengan Bilah yang sekarang akan berbeda. Gue akan berhati-hati dalam melangkah," ucap Bilah.
"Boleh gue bertanya sama loe Bil? tapi gue mohon loe jawab jujur sama gue," ucap Dina.
"Tanya apa? tanya aja," ucap Bilah.
"Loe sudah ada rasa sama Gus, apakah loe sudah yakin akan menikah dengan dia? tanya Dina.
"Hmm jujur, hati gue ada rasa nyeri ketika Ning Haya menatap Bagas penuh cinta. Tapi gue gak mau terlalu dalam memberikan hati gue. Gue sudah pernah gagal 1 kali, untuk sekarang gue harus melangkah sangat hati-hati. Selama di Turki, gue hanya akan video call ketika gue sudah sampai. Setelah itu, gue akan mematikan nomor gue selama 2 bulan. Gue akan lihat sikap dia selama 2 bulan, ada orang gue yang memantau gerak gerik Bagas. Jika selama 2 bulan Bagas menjaga hatinya buat gue, gue akan langsung menikah tapi jika selama 2 bulan dia dekat dengan seorang wanita maka pernikahan itu gak akan ada. Whose knows Din, untuk kedepannya kita lihat aja. Bagas jodoh gue atau bukan," ucap Bilah.
__ADS_1
"Ternyata sahabat gue penuh rencana dan misterius," ucap Dina.
"Hehe misterius? kalau misterius loe gak akan bakalan tahu rencana gue. Ini loe tahu semua rencana gue, istirahat Din. Gak usah mikirin Billi dulu, bersenang-senang lah sama gue 1 minggu ini," ucap Bilah.
14 jam Bilah dan Dina berada di dalam pesawat. Mereka beristirahat karena penerbangan mereka pada waktu jam tidur malam. Dina menyandarkan kepalanya di bangku pesawat, mereka mulai memejamkan mata dan tertidur lelap.
***
Bilah dan Dina kini sedang keluar dari istanbul Atatürk Airport, mereka akan tinggal di rumah kakek dan nenek Bilah. Sebelumnya Bilah sudah telepon kakeknya bahwa hari ini akan sampai di Istanbul. Kakeknya berkata bahwa sepupunya bernama Hasad. Bilah mencari keberadaan sepupunya itu.
"Sepupu gue belum datang apa?" ucap Bilah.
Dari kejauhan ada laki-laki jangkung yang sedang berlari kecil dan memanggil nama Bilah.
"Syaqilah..." Panggil Hasad.
Bilah langsung mencari sumber suara yang memanggil dirinya.
"Hasad, i am here," teriak Bilah.
Hasad menghampiri Bilah.
"Maaf, aku telat jemput kamu," ucap Hasad.
"Gak lama kok, aku tunggu kamu. Oh iya ini sahabatku perkenalkan namanya Dina," ucap Bilah.
Dina dan Hasad saling berjabatan tangan.
"Ayo, kita langsung saja ke rumah kakek," ajak Hasad.
Bilah dan Dina berada di dalam mobil Hasad. Pemandangan kota istanbul terlihat cantik di mata Dina. Istanbul merupakan saksi kehidupan sebuah peradaban besar Romawi, Bizantium dan Otoman. Banyak bangunan bersejarah di Istanbul yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai negara. Istambul juga satu-satunya kota di dunia yang terletak diantara dua benua yaitu Eropa dan Asia.
Bilah dan Dina disambut sangat baik oleh kakek dan nenek Bilah. Bahkan kakeknya sudah mempersiapkan kedatangan cucu kesayangannya. Kakek Bilah membelikan mobil baru yang akan dipakai Bilah pergi kemana-mana. Bahkan kakeknya memberikan uang kepada dirinya, tradisi di Turki, Bilah tidak boleh menolak ketika sang kakek memberikan dirinya uang karena itu perbuatan tidak sopan.
Kakek Bilah mempersiapkan kamar khusus untuk tempat tidur yang akan Bilah gunakan karena sang kakek mengetahui Bilah akan tinggal selama 2 bulan. Cucu yang sangat jarang dia lihat dan ia tidak mau menyia-nyiakan kebersamaan dengan cucunya. Kedua orang tua Bilah tidak ikut ke Turki, mereka membeli rumah baru di Jakarta. Hanya Bilah yang tahu di mana orang tuanya membeli rumah.
"Masuk Din." Bilah mengajak masuk Dina ke kamar yang sudah disiapkan kakeknya.
"Kakek loe luar biasa Bil, sayang banget sama cucunya. Welcome banget lagi sama gue," ucap Dina.
"Karena gue pernah cerita tentang loe Din," ucap Bilah.
Bilah dan Dina meletakkan koper mereka di samping lemari. Lalu mereka merebahkan tubuh mereka di Ranjang berukuran big size.
"Ah...akhirnya ketemu kasur," ucap Dina.
"Gue mau VC dengan Gus Bagas. Loe hubungin Billi agar dia gak khawatir," saran Bilah.
__ADS_1
"Entar aja ah, gue mau tiduran dulu," jawab Dina.
Bilah mengambil benda pipihnya.
Bilah \= ["Assalamu'alaikum Mas, Aku baru banget sampai di rumah kakek."]
Bagas \= ["Wa'alaikumsalam, capek yah?"]
Bilah \=["Lumayan tapi gak terlalu capek sih, kangen aku gak? hehehe."]
Bagas \= ["Kangen gak yah? memang kamu mau dikangenin aku?"]
Bilah \= ["Yah, Mas ini. Ditanya malah tanya balik sih."]
Bagas \= ["Jujur waktu kamu di Indonesia juga, aku kangen terus sama kamu. Mau lihat wajahmu terus, tapi 'kan aku tahan karena kita belum mahrom. Gak baik jika sering bertatap."]
Bilah \= ["Jaga pandanganmu yah dari wanita lain, jaga juga hatimu untukku. Jika aku tahu kamu tidak menjaga keduanya itu. Maka kita gak jadi nikah."]
Bagas \= ["Kok kamu mengancam aku seperti itu?"]
Bilah \=["Bukan mengancam, tapi mengingatkanmu Mas."]
Bagas \= ["Insha Allah aku akan menjaga pandangan dan hatiku hanya untukmu, karena kamulah yang aku pilih untuk masa depanku."]
Bilah \= ["Mas, kuat 'kan tunggu aku 2 bulan, tanpa komunikasi. Ini aku hanya 1 kali VC sama kamu, setelah itu aku tidak akan menghubungimu lagi. Doaku selalu ada namamu Mas kini, apalagi aku ditemani tasbih pemberian kamu. Mas, di sini aku akan merenungkan perasaan kamu di hatiku. Jika kita berjodoh, pasti Allah mudah 'kan kita bersatu."]
Bagas \= ["Aku mohon, jangan gak ada komunikasi selama 2 bulan Bilah."]
Bilah \= ["Mas, bisa kok, aku yakin. Jujur aku sudah ada rasa cemburu Mas, dengan Ning Haya. Sudah dulu yah, nanti aku VC kamu lagi pas 2 bulan kedepan. Tolong Mas, bantu mencari info kecelakaan 12 tahun lalu. I will miss you Mas, Assalamu'alaikum."]
Bilah langsung mematikan VC di whats app, ia sangat senang melakukan itu. Karena Bagas pasti akan gelisah, karena dia berkata jujur bahwa sudah punya rasa dengan Bagas.
Bersambung
***
Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.
Follow aku juga.
Mampir juga di novelku yang lain
Salah Lamar
Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)
__ADS_1
Love you semua