5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Rindu berakhir Syok


__ADS_3

3 hari tanpa Bagas rasanya seperti masakan kurang garam. Begitulah yang Bilah rasakan. Tapi ia harus bekerja secara profesional di depan para pegawainya. Karena bagian pemasaran yang sangat buruk, perusahaan tidak mendapatkan keuntungan.


Tapi Bilah masih mengharapkan hasil kinerja dari tim pemasaran. Untuk tim perencanaan Bilah menugaskan mereka untuk membuat 2 fashion show sekaligus untuk kalangan atas dan kalangan menengah. Bilah juga memilih pendesign amatir dari penyeleksian yang ketat. Bilah melihat satu persatu hasil karya mereka dan di pilihlah 2 pendesign amatir yang akan bekerja untuk Bilah dari level nol alias belum ada pengalaman. Bilah lah yang terjun langsung untuk pembimbingnya.


Kedua pendesign baru diperintahkan untuk masuk ke ruangan Melati yaitu sekertaris Bilah. Mereka sudah menunggu kedatangan Bilah.


Tab tab


Suara langkah kaki Bilah memasuki ruang sekertaris. Bilah langsung duduk dihadapan mereka, sambil memegang biodata kedua designer.


"Selamat siang," sapa Bilah.


"Siang Bu," ucap keduanya.


"Bintang yang mana, Cahaya yang mana?" Bilah menanyai kedua designer yang dia pilih.


"Nama saya Bintang Bu," ucap gadis berkaca mata besar dan rambut dikepang.


"Saya yang bernama cahaya Bu," ucap gadis berbadan kurus berkulit kecoklatan.


Melati yang melihat kedua gadis itu merasa bingung kenapa Bosnya memilih kedua gadis yang penampilannya tidak ada modis-modisnya.


"Kalian sebelum melamar pekerjaan di perusahaan ini, melamar di mana saja?" tanya Bilah.


"Banyak Bu," jawab Cahaya.


"Kalau kamu Bintang?" tanya Bilah.


"Sama Bu, sudah di mana-mana," jawab Bintang.


"Tidak ada satupun yang menerima kalian?" tanya Bilah.


Bintang dan Cahaya menggelengkan kepalanya.


'Yah iya lah penampilannya gak menunjang sebagai pendesigner fashion,' ucap batin Melati.


"Mereka bodoh, tidak melihat sebuah intan di diri kalian. Selamat yah kalian sudah bergabung di perusahaan ini, jangan kecewakan saya yang sudah memilih kalian berdua," ucap Bilah.


"Terima kasih banyak Bu, atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami," ucap Cahaya.


"Nanti saya buat tim yang akan membantu kalian, usahakan 1 minggu ini design semampunya kalian. Semakin banyak design yang kalian buat, maka semakin bagus. Ingat kalian kerja untuk saya, jika divisi pemasaran memerintahkan kalian ini, itu gak usah didengarkan. Kalian langsung bertanggung jawab kepada saya," ucap Bilah.


"Mel, tolong beritahu ruangan mereka dan tunjuk siapa saja yang akan menjadi tim designer Bintang dan Cahaya," ujar Bilah.


"Baik Bu," ucap Melati.


"Mel tunggu, tolong kamu pesankan tiket ke Semarang hari ini untuk saya. Tolong kamu handle semua ketika saya tidak ada, setiap design baru selesai, kirim gambarnya ke whats app saya," sambung Bilah.


"Baik Bu, akan saya laksanakan Insha Allah dengan baik," ucap Melati.

__ADS_1


"Oke, saya tunggu untuk tiket ke Semarang," ucap Bilah.


Sekitar 2 jam Melati sudah mendapatkan tiket ke Semarang untuk Bilah.


"Terima kasih Mel, ini bonus untuk kamu." Bilah memberikan Melati sebuah amplop putih.


"Ya Allah Bu, minggu kemarin saya sudah menerima bonus dari Ibu. Gak usah Bu, saya belum melakukan apa-apa untuk Ibu. Perusahaan juga belum mendapatkan keuntungan," ucap Melati.


"Minggu kemarin 'kan saya bilangnya untuk biaya obat untuk ibumu, kalau ini untuk kamu. Beda kok Mel. Sudah terima saja, rezeki gak boleh di tolak," ucap Bilah.


Melati menerima bonus dari Bilah, "Semoga rezeki ibu bertambah, perusahaan ini semakin besar, dan..." ucap Melati terpotong.


"Dan apa Mel? doa kamu selanjutnya untuk saya?" tanya Bilah.


"Maaf Bu, dan semoga ibu mendapatkan momongan secepatnya," ucap Melati.


"Kok, minta maaf. Saya senang atas semua doa kamu," ucap Bilah.


"Takut Ibu tersinggung," ucap Melati.


"Insha Allah gak Mel, yah sudah saya percayai urusan kantor sama kamu yah. Jika ada apa-apa hubungi saya," ujar Bilah.


"Siap Bu," ucap Melati.


"Biasa aja Mel, jangan seperti Mba Gita sikapnya yang terlalu tegang hehehe," Bilah melirik ke arah Gita.


Bilah menelepon Mamahnya di rumah karena dia akan langsung ke bandara.


Sarah \=["Wa'alaikumsalam, kok mendadak sayang?"]


Bilah \=["Aku gak kuat Mah, kangen sama mantu Mamah."]


Sarah \=["Hahaha kamu bucin akut, yah sudah hati-hati. Kalau sudah sampai telepon Mamah."]


Bilah \=[" Gak apa-apa Mah bucin sama suami sendiri daripada sama mantan ihh gak banget."]


Sarah \=["Huss jangan bahas mantan."]


Bilah \=["Hehe yah sudah Mah, aku tutup yah. Assalamu'alaikum."]


Sarah \=["Wa'Waalaikumsalam."]


"Mba Gita, nanti Mba langsung pulang ke rumah Mba Aisyah. Bawa aja mobil saya," ucap Bilah.


"Baik Bu," ucap Gita.


'Aku gak bilang dengan Mas Bagas ah, agar kejutan untuk dia. Aku kangen banget sama kamu Mas. 3 hari gak berjumpa seperti 3 tahun tak berjumpa,' ucap batin Bilah.


Bilah memasuki bandara tanpa membawa koper, dia berpikir baju tinggal beli di Semarang.

__ADS_1


Kini Bilah sudah berada di dalam pesawat menuju semarang, dia memanfaatkan beristirahat di dalam pesawat jadi ketika sampai tubuhnya sudah terasa fresh. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk penerbangan dari Jakarta ke Semarang. Setelah Bilah sampai di semarang, Bilah memesan taksi online lalu langsung menuju ke pesantren.


Ketika Bilah Sampai kebetulan para santri sedang beristirahat, jadi mereka menyapa Bilah dengan santun.


"Assalamu'alaikum Ning," ucap salah satu santriwati.


"Wa'alaikumsalam, kamu tahu Gus Bagas ada di mana?" tanya Bilah.


"Tadi saya lihat ada di ruang kelas 2-1 khadijah," jawab santriwati.


"Oh iya, Syukron De," ucap Bilah dengan ramah.


"Afwan Ning," ucap santriwati.


Bilah melangkahkan kakinya menuju kelas yang santriwati bilang. Dia sudah tak sabar untuk memberi kejutan kepada suaminya. Hatinya sangat senang sekali karena sebentar lagi akan bertemu dengan Bagas. Di benaknya dia akan langsung memeluk suami tercintanya.


Langkah kaki Bilah sangat pelan ia melihat ke kelas, tapi dia mengepal tangannya, wajahnya terlihat sangat emosi ketika Bagas sedang menggendong Ning Haya.


"Mas Bagas, seperti ini yah ternyata kamu pulang ke Semarang. Gak nyangka aku Mas, ternyata kamu sama saja dengan Ranu," teriak Bilah, lalu ia langsung berlari meninggalkan Bagas.


"Astagfirullah, sayang kamu salah paham," teriak Bagas.


Bagas ingin mengejar Bilah tapi dia sedang menggendong Ning Haya yang mendadak pingsan. Bagas buru-buru pergi ke ruang kesehatan dan meletakan Ning Haya di ruang UKS, para santri yang ada di UKS diperintahkan Bagas untuk memberitahu Kiai.


Bagas langsung mencari Bilah, tapi di sekitar pesantren tidak ada, seorang santri mengatakan bahwa Bilah sudah menaiki taksi online. Bagas langsung mengambil mobilnya, dia melajukan mobilnya dan berusaha untuk menelepon Bilah. Tapi handphone Bilah tidak aktif.


"Ya Allah, sudah malam. Kamu kemana sayang. Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti apa yang kamu pikirkan," ucap monolog Bagas.


Bersambung.


✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis, dan saya akan mendapat ide mendadak dari komentar kalian.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote juga jangan lupa ❤


Baca juga yuk cerita serunya




Salah Lamar




Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet 😁


__ADS_2