
Bilah tak mau berlarut-larut dalam permasalahan ini, ia ingin semuanya jelas. Lalu Bilah berencana untuk mengatur pertemuan antara Billi dan om Rizal. Ia juga mempersiapkan batinnya jika ternyata Billi mengecewakan dia. Bilah tidak memberitahu tentang soal ini dengan Dina.
"Mas, bagaimana kalau aku membuat pertemuan antara Billi dan om Rizal? biar aku yang bertanya langsung kepada mereka." Bilah meminta pendapat kepada Bagas.
"Iya, menurut aku juga itu bagus. Coba aja kamu atur pertemuan dengan Billi dan om Rizal, jadi masalah ini tidak terlalu larut, karena ayah tidak bersalah tentang kecelakaan yang menewaskan ibunya Ranu," ucap Bagas.
"Iya Mas, aku coba telepon Billi dulu," ucap Bilah.
Ketika Bilah ingin menelepon Billi, tiba-tiba ada telepon masuk terlebih dahulu. Telepon dari lapas tempat Nida di penjara.
"Mas ada telepon dari lapas, ada apa ya?" tanya Bilah.
"Ya udah, kamu angkat aja," ucap Bagas.
Bilah mengangkat telepon yang berasal dari lapas tempat Nida di penjara.
Bilah \=["Assalamu'alaikum, halo..."]
Penjaga lapas \=["Wa'alaikumsalam, halo Bu. Maaf mengganggu. Ini Bu, Nida ingin berbicara langsung dengan Ibu, dia merasa berhutang budi kepada Ibu. Boleh dia berbicara dengan Ibu? karena Ibu sebelumnya berpesan agar menutupi siapa yang mengurus dan merawat anak Nida."]
"Mas Bagas, Nida mau berbicara dengan aku. Menurutmu bagaimana?" Bilah menjauhkan handphone dari mulutnya, agar tidak terdengar oleh Nida.
"Kamu terima aja, siapa tahu dia tidak mengenal suaramu," bisik Bagas.
Bilah pun menerima telepon dari Nida.
Nida \=["Assalamu'alaikum halo."]
Bilah \=["Wa'alaikumussalam."]
Nida \=["Terima kasih Bu, sudah mau menerima telepon dari saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu secara langsung melalui sambungan telepon ini. Saya benar-benar dari lubuk hati saya yang paling dalam mengucapkan terima kasih, walaupun saya tidak tahu siapa Ibu sebenarnya. Tapi Ibu ini seperti malaikat penyelamat saya yang telah merawat anak saya sampai berusia 2 tahun ini. Saya mendapatkan remisi selama 1 tahun, artinya 2 tahun lagi saya akan bebas Bu."]
Bilah \=["Iya Bu Nida sama-sama, saya ikhlas kok membantu Ibu tanpa mengharapkan imbalan apapun."]
Nida \=["Sepertinya suara Ibu saya kenal deh. Apakah saya mengenal ibu?"]
Bilah \=["Ah tidak mungkin, Ibu salah orang mungkin suara saya sama dengan orang yang Ibu kenal. Saya dulunya salah satu fans Bu Nida."]
"Bu Nida, waktunya sudah habis untuk menelepon." Suara penjaga lapas di belakang Nida berteriak.
"Baik Bu," jawab Nida.
Nida \=["Ibu yang dermawan, saya mengucapkan terima kasih, siapapun Ibu semoga keluarga Ibu selalu dilindungi oleh Allah, maaf ya Bu saya mengganggu. Saya pamit menutup telepon ini karena waktunya sudah habis. Assalamualaikum."]
Bilah ["Amin, Waalaikumsalam."]
__ADS_1
"Nida dari bahasa sudah berubah banget Mas, subhanallah," ucap Bilah.
"Alhamdulillah, semoga keluar dari penjara dia menjadi manusia lebih baik lagi," ucap Bagas.
"Amin." ucap Bilah.
Bilah setelah selesai menelpon Nida, dia langsung mencari nama Billi di kontak handphonenya, dia ingin mengadakan pertemuan dengan Billi dan Rizal.
Bilah \=["Assalamualaikum Billi."]
Billi \=["Waalaikumsalam Bilah, ada apa? tumben telepon aku biasanya kamu juga nelponnya cuman Dina doang."]
Bilah \=["Ya masa iya gue nelpon loe si Billi, suami gue cemburuan soalnya walaupun loe sahabat gue. Billi gue mau ketemuan sama loe dan Om Rizal juga tapi gue mohon jangan sampai Dina tahu pertemuan ini."]
Billi \=["Lah kenapa Dina nggak boleh tahu?"]
Bilah \=["Gua nggak bisa ngejelasin di telepon Billi, lebih baik kita ketemu. Ingat ya bawa om Rizal. Nanti gue wa dimana kita akan bertemu."]
Billi \=["Oke Bilah aku tunggu Wa kamu."]
Setelah mereka mengadakan pertemuan Bilah mencari tempat yang enak untuk pertemuan antara Billi dan Rizal. Bagaimanapun Rizal itu adalah rekan kerja ayah Bilah, sehingga dia harus memperlakukan Rizal dengan sopan dan dia harus bersikap normal kepada Billi.
Bilah memilih di sebuah restoran daerah Kemang Jakarta dan mengirimkan lokasi kepada Billi, tempat pertemuan mereka akan dilangsungkan lusa, karena mengatur jadwal Billi, Rizal dan Bilah yaitu pada malam sabtu selepas pulang dari kantor.
Bilah berharap semoga ada titik terang untuk masalah tentang kesalahan yang dilempar oleh ayah Bilah dan Bilah lah yang menjadi korban, karena dendam Ranu. Bilah berpikir ini masalah persaingan bisnis atau juga ada sesuatu hal di belakang sehingga menewaskan Ibu dari Ranu.
Bilah merahasiakan kepada kedua orang tuanya karena ia tidak mau orang tuanya kepikiran tentang masalah ini. Biarlah dia yang mengurus dan juga, Bagas sangat mendukung Bilah.
Keesokan lusa, Bilah sudah menunggu di restoran akemang yang sudah ia tentukan. Bilah lebih datang duluan daripada Billi dan Rizal. Gendis di rumah bersama dengan baby sitternya, sedangkan Heelwa di titipkan kepada kedua orang tuanya, Bilah memberi alasan kepada mamanya. dia ingin pergi untuk menghadiri acara resepsi pernikahan, jadi untuk membawa Heelwa itu tidak mungkin karena jaraknya terlalu jauh dan acaranya di malam hari. Sarah juga sangat senang dititipkan Heelwah karena merupakan cucu paling yang ia sayang, cucu satu-satunya dari putri satu-satunya.
"Mas kok lama ya Billi mana dengan Om Rizal, mereka datang nggak ya?" tanya Bilah.
"Pasti datanglah sayang, masa nggak datang. Dia sudah konfirmasi kamu 'kan kalau Billi dan om Rizal akan datang?" tanya Bagas.
"Iya sih Mas, tadi juga udah aku konfirmasi lagi melalui wa, katanya dia akan datang dengan om Rizal," jawab Bilah.
Setelah 15 menit, akhirnya Billi dan Rizal pun datang ke lokasi tersebut. Bilah langsung mempersilakan duduk kepada merek, ia memberikan buku menu agar mereka bisa memesan.
"Kata Billi, kamu mau bicarakan sesuatu Bilah, ada apa?" tanya Rizal.
"Mohon maaf Om Rizal, jika perkataan saya ini menyinggung Om Rizal nantinya. Saya ingin mencari informasi tentang kebenaran," ucap Bilah.
"Iya kamu nanya saja, tentang apa?" tanya Rizal.
"Ini kejadian sekitar belasan tahun lalu Om, ketika umurku kira-kira 8 tahun. Itu artinya sekitar 14atau 15 tahun yang lalu, ketika ayahku menyerahkan perusahaan ke tangan Om Rizal untuk dititipkan, karena kami sekeluarga pergi ke Turki," ucap Bilah.
__ADS_1
"Iya itu benar, karena ayahmu menitipkan perusahaannya kepada Om. Memang saat itu perusahaannya sedang berkembang pesat dan baru saja menang dalam tender besar karena kata ayahmu hanya percaya dengan om, jadi Om membantu ayahmu untuk memegang sementara perusahaannya," ucap Rizal.
"Apakah Om juga memakai mobil ayah? mobilnya masih ada di rumah hanya disimpan di garasi oleh ayah, kata ayah itu sebagai kenangan perjuangan ayah ketika masa membangun perusahaan, yang aku pegang sekarang ini," ucap Bilah.
"Iya benar, Om memakai mobil ayahmu dan memang saat itu om juga baru merintis membuat perusahaan, jadi secara tidak langsung perusahaan ayahmu juga membantu rintisan usaha yang Om jalani saat itu," ucap Rizal
"Apakah tidak ada kecelakaan Om ketika Om meminjam mobil ayahku?" tanya Bilah.
Rizal tak bisa bicara ketika Bilah bertanya seperti itu, Billibpun seakan tahu kemana arah pertanyaan yang Bilah lontarkan. Bilah melihat wajah Billi yang cemas dengan hal ini.
"Billi loe tahu 'kan masalah kenapa Ranu mengincar gue, terus nikahin, lalu ingin membalas dendam sama gue karena kata ayahnya, ayah gue lah yang membunuh ibu kandungnya. Loe tahu kan masalah ini, apa loe pura-pura nggak tahu tentang masalah itu?" tanya Bilah.
"Bilah aku bisa jelasin Bil, tolong kamu dengerin penjelasan dari papahku juga," ucap Billi.
"Berarti bener loe udah tahu kalau bukan ayah gue yang melakukan itu? tapi yang menabrak mobil kedua orang tua Ranu itu Papah loe Billi. Loe tahu sejak lama tapi loe menutup mulut loe?" teriak Bilah.
Bersambung
ββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€π