
Bilah sangat bersyukur karena ia bisa melihat kembali. Untuk mengungkapkan rasa syukur, Bilah mengundang anak yatim, semua anak yatim yang di undangnya menjadi anak angkatnya dia. Ia juga memberikan makanan kepada orang jalan. Bilah terjun langsung memberikan orang-orang jalanan.
Hari ini Bilah pergi ke penjara, menemui seseorang yang menabraknya. Ia ingin berbicara kepada sang menabrak dari hati ke hati.
"Assalamu'alaikum, sehat Ayah?" ucap Bilah.
"Buat apa kamu kemari, ingin menertawakan saya hah!"
"Yah, kenapa Ayah benci banget sama aku? apa karena aku anak dari mamah Sarah dan ayah Afnan? selama aku nikah dengan Ranu, apakah Ayah sangat benci denganku?" tanya Bilah.
"Cuih aku benci denganmu, kamu adalah anak dari Afnan laki-laki busuk,"
"Astagfirullah, dia ayahku Yah. Dia tidak seperti apa yang Ayah pikirkan. Ayahku sangat mencintai mamah. Kenapa Ayah membenci ibu? padahal ibu korban Ayah yang memperkosanya dan dia juga yang melahirkan keturunan untuk Ayah. Insaf Yah, sebelum Allah memanggil Ayah," ucap Bilah.
"Perduli apa kamu? kakiku saja tertembak," ucap ayah Ranu.
"Yah sudah, sepertinya penjara ini akan memberikan pelajaran untuk Ayah. Aku akan membuka kasus ibu, karena aku punya bukti. Ayag akan dihukum dengan pasal yang berlapis. Ayah akan merenungkan dosa Ayah di penjara ini. Aku permisi Yah. Assalamu'alaikum." Bilah meninggalkan ayah Ranu.
Ayah Ranu lah yang menabrak Bilah, dia sangat marah ketika Ranu membeberkan bukti bahwa dialah penyebab ibu Ranu meninggal. Pengejaran selama 5 bulan akhirnya ayah Ranu bisa tertangkap. Cinta yang tidak terbalaskan tumbuh menjadi dendam dan dendam itu di turunkan kepada Ranu, Ranu otaknya di cuci dengan cerita-cerita kebohongan. Semenjak kecil Ranu sudah diceritakan kebohongan besar, itu sebabnya dia sangat dendam kepada keluarga Bilah.
Bilah di larang bekerja selama 1 tahun oleh Afnan, ayahnya. Agar mata Bilah dapat menerima donor kornea mata dengan sempurna. Afnan tidak mau Bilah terlalu lelah karena akan mengakibatkan cedera pada matanya. Karena mendapatkan kornea mata sangatlah sulit.
"Sebelum aku datang ke penjara, aku berharap Mas agar ayah Ranu bisa sadar akan kesalahannya tapi nggak," ucap Bilah.
"Yang bisa membolak balikkan hati manusia adalah Allah. Paman Rasulullah yang membela Rasulullah mati-matian, bahkan ia menganjurkan putranya Ali bin Abi Thalib untuk memeluk islam, tapi sepanjang hidupnya Abu Thalib menyatakan keengganannya untuk beriman kepada Allah, hanya Allah lah yang bisa memberikan hidayah bagi para hambanya," ucap Bagas.
"Iya Mas, kamu benar," ucap Bilah.
Bilah dan Bagas masuk ke dalam mobil mereka, karena tidak ada lagi suatu yang Bilah kerjakan maka dia langsung pulang. Dia akan bercengkrama dengan Heelwa, putri satu-satunya. 1 jam 30 menit Bilah dan Bagas sampai di rumah mereka. Mereka melihat ada mobil yang terparkir di rumah mereka.
"Ini mobil Billi 'kan Mas," ucap Bilah.
"Kenzo mau main sama Heelwa kali," ucap Bagas.
"Dina mah ngarep Kenzo sama Heelwa jodoh, aneh anak-anak masih kecil sudah mau dijodohkan," ucap Bilah dengan nada kesal.
"Yah sudah masuk yuk," ajak Bagas.
__ADS_1
Bilah dan Bagas masuk ke dalam rumah, Heelwa yang baru bisa berjalan dia mengejar-ngejar Kenzo, terlihat sangat akrab. Dan lebih mencengangkan Dina malah mangku Gendis. Anak yang ia benci selama ini tapi tiba-tiba Dina malah mau main sama Gendis. Sungguh membuat Bilah tercengang melihatnya.
"Assalamu'alaikum," ucap Bilah ketika masuk ke dalam rumahnya.
"Waalaikumsalam," ucap Dina menjawab salam Bilah. Ia tersenyum ketika melihat Bilah datang. Bilah tidak langsung memegang Heelwa, dia membersihkan tangannya terlebih dahulu karena Bilah habis keluar dari luar rumah.
"Sudah lama loe Din?" tanya Bilah.
"Lumayan, habis dari mana loe Bil?" tanya Dina.
"Ada perlu aja sedikit tadi." Bilah tidak mau cerita bahwa ia baru saja menjenguk mantan mertuanya itu. Karena sifat Dina, dia akan membenci siapapun yang menyakiti Bilah. Bagi Dina Bilah itu sebagai dewa penyelamat dirinya. Padahal Bilah berpikir itu wajar karena Dina adalah sahabatnya, membantu pendidikan dan semua kesusahan setiap masalahnya itu merupakan kegunaan sebagai seorang sahabat.
"Sudah makan siang belum?" tanya Bilah.
"Belum Bil, gampang," jawab Dina.
"Gue masak deh," ucap Bilah.
"Eh mau kemana loe, loe tuh nggak boleh kerja yang berat-berat. 1 tahun ini loe harus jaga mata loe, setiap bulan juga harus check up, biar gue aja yang masak," ucap Dina.
"Memang loe bisa masak?" tanya Bilah.
Bagi Bilah, jika ada tamu yang datang ke rumahnya dia akan memuliakan tamunya. Maka tamunya tidak boleh mengerjakan apapun, bahkan mencuci piring aja tidak boleh apalagi masak. Akhirnya Bilah memutuskan untuk order makanan melalui aplikasi online.
Para suami mengobrol bersama, para istrinya bersahabat begitu juga dengan suami mereka, Billi sering bertanya tentang agama ke Bagas, Bagas sering bertanya tentang Bisnis ke Billi.
"Gus, aku mau tanya tentang hubungan suami istri," bisik Billi kepada Bagas.
"Kenapa memangnya?" tanya Bagas.
"Jika istri menolak untuk berhubungan itu, istri dosa yah Gus?" tanya Billi.
"Untuk kriteria hubungan intim yang baik menurut pandangan Agama Islam yaitu tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Dimana kedua belah pihak sama-sama mau dan berlandaskan consent. Apabila istri menolak untuk melakukan hubungan suami istri dengan alasan yang rasional dan kuat, maka seharusnya suami bisa memahaminya dan tidak marah," ucap Bagas.
"Maka rayulah istri dengan buaian agar dia terlena, pasti dia nggak akan menolak," sambung Bagas.
Billi tersenyum dan tertawa kecil membuat Dina melirik ke arah Billi. Ia tidak pernah melihat Billi sesenang itu.
__ADS_1
"Gus, air mani najis nggak?" tanya Billi
"menurut Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad, dan Dawud berpendapat mani itu suci. kita 'kan di Indonesia memakai Mazhab Syafi'i maka mani itu suci. Yang najis Madzi, Madzi sendiri dikeluarkan oleh kelenjar yang terdapat di sepanjang saluran air kencing bagian depan. Madzi memilki fungsi krusial, yakni dapat membersihkan saluran kencing dan membantu memudahkan proses penetrasi ketika berhubungan sekkksuaal. Madzi keluar sebelum Mani," penjelasan Bagas.
Bagas menjelaskan hukum-hukum syariat islam kepada Billi. Billi banyak bertanya mengenai kewajiban seorang suami ke istri yang membuat Billi manggut-manggut mendengarkan penjelasan Bagas.
Berteman dengan pedangan ikan maka akan kecipratan bau amisnya. Berteman dengan pedangang minyak wangi maka akan kecipratan bau minyak wanginya. Maka jika berteman pilihlah teman yang baik. Jangan ada segerombolan ibu-ibu yang lagi bergosip eh malah nimbrung ikutan deh gosipnya. Di gosok makin sip tuh gosip, udah deh nyerah dosa orang yang digosipkan bareng-bareng.
Billi sangat bersyukur Bilah menikah dengan Bagas karena dia bisa mengadopsi ilmunya Bagas. Bagaspun ternyata sekufu dengan Bilah, karena keturunan Bilah dari Arab Saudi itu menghafal Al quran. Tahu yah sekufu itu apa? sekufu setara dengan diri kita baik itu pendidikan, latar belakang, harta dll. Pasangan kita merupakan cerminan diri kita. Jika diri kita baik yakin jodoh kita pun akan baik. Seperti Bilah berjodoh dengan Bagas.
Bersambung
✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞