
"Istriku ternyata jahil, jahilin balik ah," gumam Bagas dalam hati.
Bagas keluar dari kamar, ia menuju kamar mandi yang berada di luar kamar untuk bersih-bersih, kebetulan kedua mertuanya sedang di dalam kamar, jadi ia tak merasa canggung saat keluar dari kamar.
Setelah selesai membersihkan diri, tubuhnya kembali menjadi segar. Bagas melangkahkan kakinya masuk ke kamar kembali. Bilah belum selesai dari acara bersih-bersihnya. Bagas akan membalas aksi jahilnya Bilah.
Bagas menunggu Bilah dari balik pintu kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi di buka, Bilah tidak akan melihat Bagas karena terhalang pintu yang terbuka.
Bilah sudah selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono. Ia melihat sekeliling kamar tapi Bagas tak tampak.
'Mas Bagas, kemana yah? kok gak ada,' Batin Bilah.
Bilah berjalan menuju ranjang, tiba-tiba Bagas memeluk Bilah dari belakang.
"Hai sayang, sudah mandi yah. Wangi banget rambutnya." Ucap Bagas, yang sedang memeluk Bilah dari belakang dengan aksi mencium rambut Bilah.
Bilah terkejut, karena tiba-tiba Bagas memeluk ia dari belakang. 3 bulan Bilah tidak di sentuh laki-laki tubuhnya kini mulai menegang.
'What? dia jangan-jangan mau ambil haknya sekarang. Kok aku deg degan seperti ini. Padahal ini 'kan bukan yang pertama bagiku,' batin Bilah.
Bagas membelai rambut Bilah yang masih basah. Ia sisir dengan tangannya, menyibak rambut Bilah ke arah sisi kanan semua sehingga rambut Bilah menutupi dada Bilah. Terlihat leher Bilah yang jenjang, Bagas mulai mengelus leher Bilah dengan jari-jarinya.
Ada desiran yang mengalir di diri Bilah karena sentuhan tangan Bagas. Bagas memberanikan diri untuk mencium leher Bilah. Makin mematung Bilah dengan aksi Bagas yang menyerang dia secara tiba-tiba.
Bagas membimbing Bilah untuk berjalan menuju ranjang dalam posisi masih memeluk dari belakang dan menciumi leher Bilah. Bagas tersenyum karena Bilah terlihat pasrah, kaki Bilah sudah mentok di tepi ranjang, Bagas malah menjilati leher Bilah membuat yang empunya matanya meremang dan menggigit bibir bawahnya agar tidak keluar suara desssahan.
'Ya Allah, Gus Bagas suamiku ini kok gak pakai sunah sih kalau mau ibadah itu. Aku pikir beda loh seperti mantan aku yang langsung sat set, malah lihai banget lagi, aku salah berpikir kalau suamiku ini masih polos. Ah jilatannya,' batin Bilah.
"Sayang...suka gak?" Bisikan Bagas ditelinga Bilah.
Bilah hanya menganggungkan kepalanya, Bagas tersenyum penuh kemenangan karena Bilah terlihat sudah sangat pasrah. Bagas melepaskan pelukannya, ia mengambil peci karena sehabis mandi Bagas sudah berganti gamis. Bagas melangkah kakinya ke arah pintu kamar dengan langkah tanpa suara. Ia melihat Bilah masih mematung. Di putar handle pintu ke bawah dan membuka pintu. Bilah tersadar ketika ada suara seseorang membuka pintu.
"Aku ke masjid dulu yah, sebentar lagi magrib." Ucap Bagas, ketika ia sudah berada di luar pintu kemudian menutup pintu kamarnya.
Bilah geram karena ternyata Gus Bagas membalas untuk mengerjai Bilah. Wajah Bilah memerah, rasa malunya muncul, karena Bilah menikmati aksi Bagas tadi. Ia pikir akan berakhir di atas ranjang.
"Ah...Gus Bagas...." ucap Bilah sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Sedangkan Bagas apa yang terjadi.
"Ya Rabb, aku baru menyentuh lehernya. Adik bawah sudah menegang seperti ini. Kena 'kan dengan aksiku sendiri Bagas...Bagas..., Astagfirullah...." gumam Bagas.
Bilah langsung merapihkan dirinya, ia pun bergegas untuk mengambil air wudhu dan bersiap untuk salat magrib. Setelah salat magrib selesai Bilah keluar kamar. Ia melihat masih ada sisa makanan catering, ia mengahangatkan makanan tersebut untuk makan malam. Terlihat kedua orang tuanya duduk di sofa.
"Bilah kemari sebentar," pinta Afnan.
Bilah menghampiri ayah dan mamahnya di sofa.
__ADS_1
"Ada apa Ayah?" tanya Bilah.
"Besok kami pulang ke Jakarta yah, jaga diri baik-baik dan patuh dengan suami kamu," ucap Afnan.
"Kok cepat banget sih Ayah," ucap Bilah.
"Ayah 'kan masih pantau perusahaan kita, agar bisa kuat lagi seperti dahulu, bagaimana caranya agar bisa mendapatkan investor," ucap Afnan.
"Biar aku saja Ayah yang mencari investor," ucap Bilah.
"Kamu mau cari kemana? kamu kenal para pengusaha yang akan menjadi investor? kamu nanti tinggal jalani saja ketika perusahaan sudah kuat. Kita sudah memegang saham terbesar yaitu 75% setelah sudah kuat kamu bisa menunjukkan diri kamu ke Ranu, siapa diri kamu sebenarnya. Ayah yakin dengan kemampuan kamu perusahaan akan berkembang. Tapi untuk suntikan dana biar Ayah yang mengurusnya," ucap Adnan.
Bagas kembali dari masjid, ia memasuki rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap Bagas.
"Waalaikumsalam," semua menjawab salam Bagas.
Bilah langsung menghampiri Bagas dan mencium punggung tangan Bagas, mereka agak bersikap malu karena aksi Bagas sebelum menjelang magrib tadi. Bagas mencium punggung tangan kedua mertuanya.
"Mas, makan dulu aku sudah hangatkan makanan catering sisa resepsi. Tadi Ummi bawakan untuk makan malam kita," ucap Bilah.
"Aku ganti baju dulu yah," ucap Bagas.
Bilah mengikuti Bagas dari belakang, ia lupa menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
"Mas, biar aku saja yang ambilkan baju ganti kamu. Maaf aku lupa." Dengan cekatan Bilah mengambilkan baju ganti untuk Bagas.
"Tolong bawakan baju gantinya Bilah," ucap Bagas.
Bilah berjalan dengan menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu tidak menatapku, kita sudah halal sayang," ucap Bagas.
"Pakai dulu bajumu Mas," ucap Bilah.
Bagas memakai bajunya yang telah Bilah ambilkan.
"Boleh aku meminta buktimu bahwa kamu mencintaiku?" tanya Bagas.
"Kamu sudah menikahiku, apakah itu belum cukup bukti?" ucap Bilah.
"Aku ingin bukti seperti aksimu di dalam mobil 1 bulan yang lalu, masih ingat? sekarang kita sudah halal, kamu bisa melakukan itu," ucap Bagas.
"Apa? Mas jangan menjahiliku lagi, aku minta maaf karena sudah menjahilimu," ucap Bilah.
"Kapan aku menjahilimu? kamu pikir yang sebelum magrib aku menjahilimu?" tanya Bagas.
__ADS_1
"Iya, tadi kamu jahil mengerjaiku. Kamu membalas aku 'kan," tanya Bilah.
"Kita sudah menikah 'kan?" tanya Bagas.
"Kok kamu tanya seperti itu, lalu yang mengucapkan ikrar janji suci siapa tadi pagi? 'kan kamu Mas, itu buktinya kita sudah menikah. Aku istrimu sekarang dan kamu suamiku," jawab Bilah sewot.
"Nah, 'kan tahu. Halal gak aku melakukan aksi itu sebelum magrib? ngapain aku mengerjaimu," ucap Bagas.
"Kesini lah, lakukan pembuktian cintamu." Bagas menepuk-nepuk ranjang yang posisinya di sebelah ia duduk.
Bilah menuruti apa kemauan Bagas, ia duduk di sebelah Bagas. Wajah Bilah sangat tegang, setelah itu ia hanya mematung. Bagas meraih tangan Bilah, akhirnya mereka saling bertatapan dan mata mereka bertemu.
'Jantungku kenapa jadi seperti ini?' batin Bilah.
"Terima kasih sudah menjadi istriku. Hari ini aku terasa mimpi sudah memiliki kamu sebagai istriku." Bagas mencium tangan Bilah. Ia membelai kepala Bilah yang tertutup hijab.
Bagas mulai memberanikan diri, wajahnya mendekati wajah Bilah, ia langsung mencium bibir Bilah. Mata Bilah membulat karena Bagas mencium dia tanpa apa-apa, Bilah merasakan bibir Bagas menempel di bibirnya tapi hanya diam di tempat, tidak bergerak. Bilah tersenyum sendiri 'amatir' batin Bilah mengatakan itu.
Bilah mengalungkan tangannya di leher Bagas, ia mengajari Bagas bagaimana mencium seorang istri dengan baik. Bilah mulai memainkan bibir Bagas dengan lembut, sedikit menggigit bibir bawah Bagas, akhirnya Bilah mendapat akses untuk mengabsen isi rongga Bagas. Bagas mulai menikmati dia cepat belajar dan membalas ciuman Bilah. Keadaan berbalik, Bilah sampai susah bernapas. Ia mendorong dada Bagas dan terlepas dari tautan bibir Bagas.
Wajah mereka memerah, mengambil oksigen.
"Mas, nanti aja yah diteruskan. Kita makan malam dulu. Mamah dan Ayah pasti sudah menunggu kita," ucap Bilah.
"Hahhh" Bagas malah melongo, dia baru sadar barusan ia melakukan first kiss dengan Bilah.
"Kamu syok yah Bagas?" tanya author.
Bersambung
***
Para pembaca novelku yang baik hati, tidak sombong yang super cakep sumbangan jempolnya yah, komen banyakin, love dan follow aku.
Follow aku juga. Saya doakan kalian banyak Rezeki aamiin.
fb @Farida (R)
ig @kak_farida
Mampir juga di novelku yang lain
Salah Lamar
Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)
__ADS_1
Love you sekebon