5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Nida sang pelakor


__ADS_3

Di sebuah penjara, meringkuk seorang perempuan yang perutnya sudah mulai membuncit. Dia terlihat tak terurus, kehidupan dulunya sangat glamor kini sudah berubah drastis. Teman-teman yang dulu mendekati dia sekarang tidak ada yang memperdulikan dia. Rasa nyeri di hati bertambah orang yang dia bela selama ini malah menghilang bak ditelan bumi.


Meratapi rasa sakit dan kehidupannya yang pahit. Apakah dia mempunyai rasa sesal di hati? manusia yang sudah tidak dipedulikan Allah maka hatinya tak akan tersentuh. Paman Rasulullah saja walaupun sudah membantu perjuangan dakwah Rasulullah tetap tak beriman kepada Allah, padahal Rasulullah sudah memintanya untuk bersyahadat diakhir hayatnya tapi ia memilih rasa malunya dengan kaumnya. Itu buktinya Allah yang memegang hati manusia, siapa yang ia beri hidayah dan siapa yang ia tidak ingin memberi hidayah.


"Hai bangun loe, tidur mulu," ucap napi perempuan berbadan gendut.


perempuan hamil tersebut bangun dan ia duduk.


"Kenapa loe, gangguin gue tidur aja," ucap Nida.


"Berani loe sama gue. Gue tahu loe dulunya artis terkenal hahaha loe jangan berlaga di penjara mau jadi artis juga. Mimpi aja loe kalau berpikir kaya gitu, pijitin gue," titah napi gendut.


"Enak aja loe memerintah gue buat pijitin loe, gue buka pembantu loe," ucap Nida melawan napi gendut.


"Berani loe sama gue...." napi gendut mulai menjambak rambut Nida begitupun Nida menjambak rambut napi gendut. Mereka main jambak-jambakan sehingga membuat 1 sel menjadi rusuh. Keributan itu sampai di lerai oleh penjaga sel.


"Hai kalian berhenti!" kata penjaga penjara wanita.


"Itu Bu, si gendut yang duluan gangguin saya," ucap Nida.


"Sudah diam kamu, kalian berdua di hukum bersihkan halaman, cabutin rumput dengan tangan kalian," perintah penjaga penjara perempuan.


Nasib Nida di dalam penjara, Ranu tidak pernah menanyakan kandungannya, jangankan menanyakan kandungan sekedar menjenguk Nida saja tidak pernah. Terbuai dengan janji manis Ranu tapi kini malah sengsara. Memasang dada untuk melindungi Ranu tapi malah sekarang di buang. Apakah ini sebuah karma untuk kehidupan Nida karena sudah berbuat dzolim kepada Bilah dan Dina. Bukan ini bukan karma, di islam gak ada karma tapi adanya atas kehendak Allah 'qodo dan qodar'.


"Hai kamu yang bernama Nida?" tanya penjaga penjara perempuan.


"Iya, saya bernama Nida," jawab Nida.


"Ini ada kiriman buat kamu," ucap penjaga penjara perempuan.


"Siapa Bu, yang memberikannya?" tanya Nida.


"Dia, gak mau membuka identitasnya kepada kamu," jawab penjaga penjara perempuan.


Nida mengambil paper bag, dia membuka. Isinya adalah susu hamil, vitamin kehamilan dan makanan cemilan.


"Siapa yang memberikan ini semua? gak mungkin Ranu. Dia sudah tidak peduli denganku, siapapun yang memberikan ini aku sangat berterima kasih karena anakku dalam kandungan perlu ini semua," gumam Nida.


Nida sangat berterima kasih kepada yang memberikan kebutuhan yang diperlukan oleh Nida. Masih ada orang yang baik sama Nida, padahal dia sangat viral karena kasus dimana Dina diculik dan mengakibatkan Billi hampir mati. Kira-kira siapa orang yang masih baik dengan Nida?

__ADS_1


Setiap bulan Nida mendapatkan paper bag yang berisi sama yaitu perlengkapan hamil, ia tak menyangka ada seseorang yang masih peduli olehnya. Suami, keluarga, fans, semua meninggalkannya. Tapi ini ada seseorang yang memberikan semua itu dengan cuma-cuma dan anehnya Nida tidak tahu siapa yang memberikannya karena seseorang dermawan itu tidak mau diketahui identitasnya.


Bahkan menjelang HPL Nida mendapatkan perlengkapan bayi. Nida melahirkan secara normal di rumah sakit kepolisian, ia memberi asi ekslusif untuk bayinya. Ranu memang laki-laki keterlaluan, walaupun ia tahu anaknya sudah lahir tapi ia tidak mau mengambil bayi tersebut untuk di rawat padahal Ranu merupakan ayah biologis bayi tersebut.


Selama di penjara ia mendapatkan keperluan dari hamil sampai melahirkan dari seorang dermawan yang identitasnya dirahasiakan.


"Bu Nida, bayinya gak mungkin dipenjara terus sampai Ibu keluar. Adakah keluarga Ibu yang bisa merawat bayi ibu?" tanya penjaga penjara perempuan.


"Keluarga saya tidak perduli dengan saya, Bu jika dermawan yang sering memberi saya bersedia merawat anak saya, saya sangat berterima kasih," pinta Nida.


"Baik saya akan menghubungi dermawan tersebut," jawab penjaga penjara perempuan.


Setelah beberapa hari Nida menunggu kabar, ia baru mendapatkan kabar setelah 1 minggu Nida memintanya. Dermawan tersebut bersedia untuk merawat bayi tersebut sampai Nida keluar dari penjara. Setelah Nida menyerahkan anaknya setiap bulan Nida mendapatkan kabar serta foto -foto perkembangan anaknya. Siapapun dermawan tersebut, Nida akan sangat berterima kasih telah merawat anaknya dan ia berniat untuk mencium kaki dermawan yang sudah menolongnya ketika nanti ia sudah keluar dari penjara. Nida melahirkan seorang anak perempuan yang cantik seperti ibunya.


Kira-kira siapa yah sang dermawan itu?


***


Dina sudah menunggu di hotel untuk kedatangan Billi suaminya.


Tidak lama ada suara ketukan pintu, Dina bergegas membuka pintu karena berpikir itu adalah Billi yang datang untuk menjemputnya. Pintu dibuka, ternyata benar Billi yang datang.


"Ai...aku kangen kamu," ucap Dina, ia memeluk Billi sangat erat.


Dina menutup pintu, lalu ia langsung mencium bibir Billi.


"Hmm istriku sudah tidak malu-malu lagi yah cium aku," ucap Billi.


"Di dalam kamar ini hanya ada aku dan kamu, dan kamu halal bagiku. pegang tangan kamu pahala, cium bibir kamu pahala, apa lagi..." ucapan Dina menggantung.


"Apalagi membuat anak sholeh dan sholehah pahalanya sangat banyak, dan dilakukan pas malam jumat." Billi mencubit hidung Dina.


"Ai aku punya teman baru, dia dokter juga," ucap Dina.


"Cewe atau cowo?" tanya Billi.


"Yah cewe dong ai, kalau cowo aku gak bakalan cerita sama kamu tapi diam-diam," jawab Dina.


"Eh kamu berani mau nakal di belakang aku." Dina di cium bertubi-tubi oleh Billi.

__ADS_1


"Ai udah...udah...aku mohon ampun hahaha." mereka tertawa bersama.


"Itu hukumannya jika kamu mau main mata dengan laki-laki lain," ucap Billi.


"Itu doang hukumannya, gak ada yang lebih?" tanya Dina menantang.


"Kamu mau sekarang hukuman beratnya, ayo aku sangat siap." Billi mendekatkan diri ke Dina, ia meraih pinggang Dina lalu mencium dengan lembut bibir Dina dengan ciuman yang menuntut semakin kebawah bagian leher Dina yang jenjang dan putih.


"Ai cukup, aku nyerah. Nanti malam aja ai karena hari ini aku mau bantu teman baruku untuk check up kehamilan. Au...ai...jangan digigit leherku.


Dada Billi di dorong dan ciuman Billi terlepas, Dina langsung melihat dirinya di cermin.


"Ya Allah, ai kamu buat tanda dileherku, bagaimana aku keluar hotel. Malu ai dilihatin orang-orang," protes Dina.


"Manis soalnya," ucap Billi asal.


"Dasar kamu vampire mesum," ucap Dina.


Duh yang lagi bulan madu mesrah banget...


Bersambung


***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga. Saya doakan kalian banyak Rezeki aamiin.


fb @Farida (R)


ig @kak_farida


Mampir juga di novelku yang lain



Salah Lamar


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)

__ADS_1



Love you semua


__ADS_2