5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Menyindir Mantan Suami


__ADS_3

Bilah terasa lelah tapi rasa lelahnya terbayar, sekarang ia sedang meneguk kebahagiaan karena telah melahirkan seorang putri yang sangat cantik, wajahnya seperti Bilah. Berhidung mancung, berbibir mungil dan mempunyai lesung pipit seperti Bagas perpaduan antara Bilah dan Bagas sangat jelas terlihat.


Bilah juga bisa membuktikan kepada Ranu bahwa dia bisa mempunyai seorang anak. Malah bernasat sangat bagus yaitu keturunan Kiai. Bagas berjanji kepada dirinya, dia tidak akan membuat Bilah menangis lagi karena melihat perjuangan Bilah yang begitu besar ketika dia melahirkan putri mereka.


Di luar ruang persalinan, mamah Sarah dan ummi Adibah sangat cemas menunggu kabar tentang kelahiran anak Bilah dan Bagas. Pintu ruang persalinan terbuka, Dina berjalan keluar. Sarah langsung menghampiri Dina dan bertanya tentang keadaan Bilah.


"Dina, bagaimana keadaan Bilah sekarang?" tanya Sarah.


"Alhamdulillah Tante, Bilah melahirkan anak perempuan yang sangat cantik, parasnya seperti Bilah, lahir pada pukul 07.10 malam dengan berat 2,9 kg dan panjang 47 cm," ucap Dina.


"Alhamdulillah ya Rob, Tante sudah menunggu bila dari pukul 07.00 pagi artinya Bilah sudah berjuang selama 12 jam dari pembukaan kedua. Tante ucapkan terima kasih kamu telah membantu persalinan Bilah," ucap Sarah.


"Ya Allah tante, Bilah itu sudah aku anggap sebagai saudari sendiri, jadi jangan berterima kasih kepadaku," ucap Dina.


Ummi Adibah juga sangat bersyukur, kini harapan Bagas mempunyai anak dengan Bilah sudah Allah kabulkan. Sebelumnya Bilah sangat terpukul dengan keguguran anak pertamanya. Tapi kini rasanya sudah Allah gantikan dengan seorang putri yang dilahirkan dari rahim Bilah, benih cinta antara Bilah dan Bagas.


"Kami sudah bisa menjenguk Bilah?" tanya ummi Adibah.


"Sebentar ya Ummi, tante, Bilah sedang mengganti pakaiannya. Sebentar lagi Bilah akan dipindahkan ke ruang rawat inap," ucap Dina.


Tidak lama, keluarlah bayi Bilah yang diletakkan di box, didorong oleh bidan. Kedua orang tua Bagas dan Bilah sangat senang sekali melihat cucunya yang berparas cantik sama seperti Bilah. Mereka sangat bersyukur terutama mamah Sarah karena ia tahu bahwa anaknya dari pernikahan sebelumnya menunggu 5 tahun. Tapi belum dikaruniai anak. Sedangkan dengan Bagas yang baru menikah 5 bulan Allah telah menitipkan buah cinta mereka di dalam rahim Bilah. Memang Allah Maha Pengatur atas segala urusan hamba-hambaNya. Pembuktian bahwa Ranu bukanlah suami yang baik untuk Bilah, Allah ganti dengan suami yang lebih mencintai, lebih beragama dan lebih tampan.


Bayi Bilah diletakkan di ruang rawat bayi baru melahirkan. Tidak lama Bilah pun keluar dengan menggunakan kursi roda didorong oleh Bidan. Bilah dipindahkan ke ruang rawat inap. Mamah Sarah dan Ummi Adibah langsung menghampiri Bilah. Mereka langsung menciumi pipi Bilah dengan rasa kasih sayang. Bilah sangat bersyukur mempunyai seorang ibu dan ibu mertua yang sangat mencintai dia dan syukurnya bertambah ketika dia mempunyai seorang putri yang sangat cantik. Mereka mengikuti Bilah untuk pergi ke ruang rawat Bilah.


"Ummi dan Abi dari bandara langsung ke rumah sakit?" tanya Bilah.


"Iya tadi ketika Bagas Telepon Ummi, Abi langsung memesan tiket untuk ke Jakarta. Dari bandara Ummi dan Abi langsung ke rumah sakit ini. Alhamdulillah tidak telat ya menunggu detik-detik kelahiran cucu Ummi," ucap ummi.


"Masya Allah Ummi, aku sangat berterima kasih sama Ummi," ucap Bilah.


"Ummi juga sangat beeterima kasih kepadamu karena kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kalian," ucap Ummi Adibah.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Sarah.


"Aku nggak mau makan apa-apa Mah. Mah ini sudah malam loh, sudah pukul 08.30. Mamah pulang aja istirahat. Mamah 'kan dari pagi nunggu aku. Ummi nanti istirahatnya di rumah aku dan Bagas aja ya, di sana hanya ada satpam sama mbak aja kok," ucap Bilah.


"Iya sudah, Abi dan Ummi istirahat di rumah kalian, sekalian jagain Gendis," ucap ummi.

__ADS_1


"Terima kasih Ummi mau menjaga Gendis," ucap Bilah.


Ummi tersenyum kepada Bilah sambil membelai kepala Bilah yang menggunakan hijab instan.


"Kamu nggak apa-apa ditinggal?" tanya Sarah.


"Nggak apa-apa Mah, 'kan ada Mas Bagas yang jaga aku," ucap Bilah.


Kedua orang tua mereka pun pulang untuk beristirahat, hanya Bagas yang menemani Bilah untuk malam ini, karena Bilah ingin memberikan ASI eksklusif kepada anaknya maka Bidan membawa bayi Bilah dan Bagas untuk ke ruang rawat Bilah. Bilah menangis melihat dengan jelas wajah dari putri mungilnya.


"Mas, ini putri kita," ucap Bilah.



"Iya sayang, putri kita sangat cantik. Wajahnya mirip sekali denganmu, tapi lihat tuh ada lesung pipinya loh... seperti aku. Dia memang putriku," ucap Bagas.


"Iya Mas Bagas, cetakan perpaduan antara kita sayang," ucap Bilah tersenyum.


"Hehehe kok cetakan memangnya kue," ucap Bagas.


"Kita 'kan cetaknya didahului doa Mas, jadi adonannya bagus dan hasilnya pun amazing," ucap Bilah.


"Mas bantu aku angkat putri kita. Aku mau memberi ASI kepada dia. Oh ya Mas sudah ada nama nggak untuk putri kita?" tanya Bilah.


"Masih belum pasti sih sayang, aku minta pendapat kamu dulu kalau setuju maka itu menjadi nama putri kita," jawab Bagas.


Kelahiran anak Bilah tersebar sangat cepat, di para pegawai kantor. Bilah langsung mengabari berita akan kelahirannya melalui sekretarisnya, yaitu Melati.


Keesokan harinya para karyawan Bilah berdatangan dan mereka memuji kecantikan anak Bilah dan Bagas. Melati yang melihat bayi Bilah sangat terpesona dengan paras cantik bayi tersebut.


"Makanya Mel, nikah punya anak. Nikah itu enak ada yang menyayangi kita. Jangan sendirian terus loh Mel," ucap Bilah menyindir Melati.


"Iya Bu, Insya Allah. Doakan saja agar saya bisa mendapatkan jodoh yang baik," jawab Melati.


Ternyata Ranu pun datang menjenguk Bilah, Bagas memperhatikan dengan sorotan mata yang tajam.


'Buat apa dia menjenguk istri dan anakku,' ucap batin Bagas

__ADS_1


Bilah malah punya ide untuk memanas-manasi Ranu.


"Mas aku mau gendong anak kita," pinta Bilah.


Bilah menggendong bayinya dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang.


"Mas putri kita sangat cantik ya, alhamdulillah aku bisa mempunyai putri darimu, jadi perpaduan wajahnya itu mix antara aku dan kamu. Rasanya sangat berbeda dengan pernikahanku yang pertama, karena suamiku yang sekarang sangat mencintaiku dan tidak pura-pura mencintaiku, sehingga Allah menitipkan buah hati kepada kita. Aku bersyukur di pernikahanku yang pertama, aku tidak mempunyai anak dari dia. Karena jika aku mempunyai anak darinya apalah jadinya aku, hidup dengan cinta palsu. Allah memang sangat mengetahui urusan hamba-hambanya," ucap Bilah.


Bagas langsung mengecup pucuk kepala Bilah.


Bersambung


✍✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet β€πŸ’ž


__ADS_2