5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Jawaban Lamaran untuk Gus


__ADS_3

Sepulang Bilah dari toko rotinya, ia langsung masuk ke kamar. Biasanya dia akan menemui Ayah dan Mamahnya ketika pulang dari toko. Sarah melihat ada keanehan di diri Bilah, lalu ia pergi menuju kamar Bilah.


Tok tok


Suara pintu diketuk.


"Sayang, boleh Mamah masuk?" tanya Sarah.


"Iya Mah, masuk aja. Aku gak kunci," ucap Bilah.


Sarah membuka pintu kamar, lalu dia menghampiri Bilah yang sedang duduk di ranjang sambil menyandarkan kepalanya di dinding kamar.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Sarah.


"Mah, memang kalau janda itu jelek yah di mata orang, jadi perempuan penggoda gitu?" tanya Bilah dengan wajah sedih.


"Hus kamu ngomong apa? siapa yang bilang seperti itu? orang tidak tahu apa sebabnya seseorang itu menjadi janda. Bisa jadi janda lebih baik daripada yang masih perawan. Karena janda biasanya akan menjaga harga dirinya agar masyarakat tidak mencemooh janda tersebut. Lain halnya dengan gadis-gadis sekarang, mereka malah lebih berani dengan lawan jenis," ucap Sarah, sambil membelai rambut putrinya yang sekarang terurai tidak menggunakan penutup kepala.


Bilah masih bermuka masam, karena terngiang kalimat Bagas.


"Kamu habis berbicara dengan Gus Bagas?" tanya Sarah.


Bilah menganggukan kepala, dia menarik nafas lalu menghembuskan perlahan.


"Tadi dia telepon aku, menanyai jawaban atas lamarannya. Dia beralasan telepon aku, katanya para pemuda di sini banyak yang mendekati aku, jadi dia minta jawaban atas lamarannya. Aku sebal Mah, artinya dia memandang aku janda gatel," penjelasan Bilah.


"Itu yang kamu artikan dari perkataan Gus Bagas? jika dia berpikir, takut kehilangan kamu karena banyak pemuda di sini yang mendekati kamu bagaimana? lalu dia cemburu?" ucap Sarah.


"Coba buka hatimu, do'a kamu sudah ada petunjuk 'kan, hanya hati kamu saja yang masih takut memasukan cinta yang baru," sambung Sarah dengan menatap mata Bilah.


"Tadi pas dia telepon, aku minta menunggu waktu sampai habis masa iddahku, baru aku jawab lamarannya," ucap Bilah.


"Kamu menggantungkan jawaban, yang sebenarnya jawaban itu sudah kamu dapatkan. Mamah tahu kamu belum bisa mencintai Gus Bagas, tapi cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya ketika sering bertemu, sering berkomunikasi, dan saling tersentuh di dalam suatu pernikahan," nasihat Sarah, kepada Bilah.


"Mamah jawab pertanyaan aku. Mamah mau aku menikah dengan Gus Bagas? Jawaban Mamah adalah jawaban atas lamaran Gus Bagas. Jika Mamah bilang iya, maka sekarang juga aku telepon Gus dan menerima lamarannya, begitu juga sebaliknya," tanya Bilah.


"Mama juga mau tanya sama kamu. Mamah tahu kamu tidak terlalu suka dengan air putih 'kan? jika Mamah punya 2 gelas, 1 gelas berisi susu, 1 gelas lagi berisi air zam-zam. Mana yang kamu pilih? susu atau zam-zam?" tanya Sarah kembali.


"Air zam-zamlah Mah," jawab Bilah.


"Walaupun kamu tidak suka air putih, kamu akan memilih air zam-zam?" tanya Sarah penuh penekanan.


"Iyalah Mah, air yang banyak karomahnya, air yang tidak pernah habis padahal dibawa di seluruh umat di dunia, air untuk pengobatan bahkan sudah ada penelitian bahwa air zam-zam mampu mengobati kanker dan menghambat pertumbuhan tumor," ucap Bilah.


"Sekarang kamu sudah paham 'kan, walaupun kamu tidak suka air putih. Tapi kamu lebih memilih air zam-zam daripada susu, karena zam-zam manfaatnya lebih banyak. Air zam-zam itu ibarat Gus Bagas," Sarah mengecup kepala Bilah.


"Mamah keluar yah, pikirkan dengan matang lalu segeralah jawab," sambungnya kemudian.


Bilah terdiam setelah Sarah meninggalkannya di kamar sendirian. Dia melihat benda pipih kepunyaannya yang dimatikan sejak 2 jam lalu. Ia ambil benda pipih itu dan diaktifkan kembali. Banyak pesan masuk dari Gus Bagas.

__ADS_1


10: 35


["Maafkan aku."]


10:45


["Maaf, aku membuat kamu marah."]


11:15


["Maaf, bukan maksudku untuk membuat hatimu terluka."]


11:24


["Tolong, maafkan aku."]


11:45


["Nabilah Syaqilah Aini, aku minta maaf 😭 ."]


Membaca semua pesan dari Gus Bagas, membuat alis Bilah tertarik ke atas.


"Ya Allah, Gus Bagas, sebegitunya kah kamu mencintaiku?" ucap Bilah lirih.


Bilah memutuskan untuk menelpon Gus Bagas.


Tut...tut...


Assalamu'alaikum, alhamdulilah kamu telepon aku. Aku sangat menyesal berbicara seperti tadi, tolong maafkan aku. Tidak apa-apa, jika kamu ingin menjawab lamaranku setelah masa iddahmu selesai. Tapi tolong maafkan aku.


Suara Bagas terdengar gemetar dan sangat lirih, membuat Bilah merasa sangat bersalah.


Wa'alaikumsalam, Gus...aku juga minta maaf atas sikapku yang sebelumnya. Benarkah kamu bersedia menunggu masa iddahku? tidak mau mendengar jawabanku sekarang?


Apakah kamu mau menjawab lamaranku sekarang, hatiku akan bahagia jika kamu menjawabnya sekarang. Ya Allah hatiku berdebar kencang.


Bilah ingin tertawa mendengar sikap seorang Gus yang cool jika dipondok, sekarang sifat coolnya itu hilang dan bersifat menggemaskan bagi Bilah.


Bismilahirohmanirohim, ini jawabanku Gus.


Gus Bagas mendengarkan Bilah dengan seksama dibalik telepon, dengan denyut jantung yang terasa berpacu dengan cepat, tangan sudah basah.


Aku menerima lamaranmu Gus.


Alhamdulilah...


Bagas langsung sujud syukur, mengucapkan beribu rasa syukur. Dia menangis karena sangat bahagia. Wanita yang dia inginkan menerima lamarannya.


Gus... kamu masih di situ? hallo Gus.

__ADS_1


Bagas lupa jika dia langsung meletakkan handphonenya.


Gus...assalamu'alaikum...Gus...


Bagas baru tersadar, bahwa Bilah masih berbicara di telepon.


"Ya Allah, aku lupa." Dia langsung mengambil handphonenya kembali.


Maaf, saking bahagianya aku, sampai lupa kamu masih telepon aku.


Kamu masih mendengar suaraku?


Iya, aku dengar.


Tapi aku minta maaf Gus, aku belum bisa mencintaimu. Aku mohon setelah menikah, buat aku jatuh cinta kepadamu Gus.


Aku paham, Insha Allah kita saling belajar mencintai satu sana lain. Terima kasih sudah menerima aku Bilah.


Yah sudah, aku tutup teleponnya yah. Assalamu'alaikum.


Waalaikumsalam.


Bagas tak menyangka hari ini, dia mendapatkan jawaban lamaran kepada Bilah. Hatinya sangat bahagia, dia langsung memberi kabar kepada Abah dan Umminya, tidak lupa juga menelpon Aisyah dan Paklik Wahid.


***


Afnan sedang menonton tv, tapi wajahnya terlihat marah penuh emosi. Sarah yang baru keluar dari kamar Bilah menghampiri suaminya itu.


"Ada apa Ayah?" Tanya Sarah.


"Kurang ajar Mah, Ranu. Memfitnah anak kita, membalikkan kenyataan. Coba Mamah lihat dan dengar itu." Afnan menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah televisi yang sedang dia tonton.


Sarah melihat tv dan mendengarkannya.


'Seorang model cantik, Nida lusiana akan segera menikah dengan Ranu Antonio seorang pengusaha. Seorang pengusaha tapi berstatus duda, dia sebelumnya menikah dengan Nabilah Saqilah Aini seorang anak pengusaha juga. pernikahan mereka tandas karena Nabilah dikabarkan selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ini berikut gambar-gambar Ranu dan Nabilah sebelum mereka bercerai.'


Cuplikan program gosip tersebut membuat geram kedua orang tua Bilah. Berita ini seketika menyebar yang membuat kehebohan setiap tempat yang Bilah kunjungi.


Keesokan paginya


Para warga mendatangi rumah Paklik Wahid, mereka meminta agar Bilah keluar dari kampung ini. Para ibu-ibu protes, takut jika suaminya nanti akan kecantol dengan janda berparas cantik tapi tukang selingkuh.


"Ustadz Wahid, kami tidak mau janda itu tinggal di kampung kami, usir dia dari kampung ini," teriak salah satu warga.


"Iya Ustadz Wahid, usir dia, nanti suami kita kecantol sama janda cantik tukang selingkuh. Iya gak ibu- ibu," teriak seorang ibu yang berbadan besar.


"Iya benar itu, usir dia sekarang... usir..."


Bilah mendengar keributan di luar, dia belum mengetahui penyebab keributan tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2