5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Rindu


__ADS_3

Aku merasa sangatlah hampa saat Mas Bagas tidak ada di sisiku, aku sangat merindukannya walaupun belum 1 hari dia tidak ada di sisiku. Perlakuannya terhadapku yang sangat lembut membuat aku seperti baru mengenal cinta. Mas Bagas bisa membuat hatiku bahagia berlipat-lipat ganda.


Aku memang sempat terpuruk ketika aku mengalami keguguran karena aku merasa tak iklas. Tak iklas akan ketentuan Allah. Bersyukurnya aku mempunyai suami yang selalu mensupport aku, selalu memelukku ketika masa tersulit itu bagiku.


Mengapa aku merasa lelah untuk menunggu kehadiran seorang anak?


Sementara Allah selalu menyemangati aku dengan "hayya 'alal falaah" bahwa jarak kemenangan berkisar diantara kening dan sajadah. Dunia ini hanya mimpi, dan aku akan terbangun saat kau mati. Maka aku akan pasrah dengan apa yang akan Allah berikan kepadaku.


Aku yakin, bahwa Allah akan hadirkan penyembuh bagi setiap rasa sakit,


mendatangkan solusi untuk setiap masalah rumit, menemani aku dalam kondisi tersulit,


Tetaplah berfikir, berucap, bertingkah laku, dan akan merasa aku akan baik.


"Mas apakah kamu belum sampai di Semarang? kenapa belum meneleponku." Aku memegang handphoneku dan selalu menatap layar persegi panjang tersebut.


Waktu di kantor sangat lama kurasa. Mba Gita pengawal yang menjagaku masih siap siaga. Mas Bagas lah yang memilih Mba Gita sebagai pengawalnya, biasanya ia pengawal Mba Aisyah.


Sebenarnya hari ini aku tegang, ketika menghadapi rapat dengan para manager, karena pagi hari hatiku dibuat tak enak oleh mantanku. Tapi aku menyembunyikan perasaanku ini agar tidak terlihat karena diriku merasa tegang. Aku berhasil membuat Ranu tak bisa berkutit dengan kalimat yang aku lontarkan. Tapi aku benar-benar memikirkan kesejahteraan para karyawanku. Mantanku itu seenak maunya saja bekerja, memangnya perusahaan ini besar atas tangan dia sendiri? manusia ngaco yang satu itu. Tanpa karyawan yang benar-benar bekerja mana bisa perusahaan ini bisa berkembang.


Pada saat jam pulang aku bertemu lagi dengan Ranu, aku malas bertemu dengan manusia yang satu ini, istrinya di penjara dengan kondisi sedang hamil tapi ia tidak pikirkan kondisi Nida. Entahlah terbuat dari apa hatinya. Mba Gita siap siaga ketika Ranu mencoba mendekatiku. Luar biasa Mba Gita, sampai Ranu tidak bisa mendekati aku. Super extra penjagaan dari Mba Gita. Aku bisa terjaga dari ulah Ranu.


Aku memasuki mobilku, biasanya Mas Bagas yang duduk di sampingku tapi kini Mba Gita yang membawa mobilku. Rasa rindu ini sungguh aku tak bisa tahan. Kemana suamiku sudah pukul 5 masih belum menelepon aku. Sesibuk apa dia sampai tidak sempat menelepon aku.


Setibanya di rumahku aku hanya bertemu dengan ayah dan mamahku. Aku menyuruh Mba Gita untuk beristirahat di kamar tamu.


"Mba silahkan istirahat, kamar Mba di situ." aku menunjukkan kamar kepada Mba Gita.


"Terima kasih Bu Bilah," ucap Mba Gita.


Aku menghampiri mamahku.


"Mah, sudah masak untuk makan malam?" tanyaku.


"Belum sayang," jawab Mamah.


"Aku bantu yah Mah, tunggu aku ganti baju dulu," ucapku.

__ADS_1


Aku masuk ke kamarku, langsung aku membersihkan tubuhku setelah itu baru aku membantu mamah untuk masak. Baru aku memegang handle pintu hendak keluar, handphoneku berdering. Aku meraih buru-buru handphoneku, aku sangat bahagia telepon yang di tunggu-tunggu akhirnya menelepon juga.


Bilah \=["Mas, kok baru sekarang telepon aku."]


Bagas \=["Ucapkan salam dulu dong sayang."]


Bilah \=["Assalamu'alaikum, suamiku tercinta. Aku sangat merindukan kamu."]


Bagas \=["Wa'alaikumsalam, aku rindu kamu."]


Bilah \=["Kamu gak main mata 'kan sama Ning Haya? jaga mata dan hati kamu Mas."]


Bagas \=["Iya sayang, aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan tergoda dengan wanita manapun selain kamu."]


Bilah \=["Kenapa baru telepon Mas?"]


Bagas \=["Tadi pesawatnya delay sayang, sudah mau terbang ternyata ada mesin yang mengalami kerusakan. Aku bersyukur karena ketahuan sebelum terbang, kalau sudah terbang duh aku gak tahu deh."]


Bilah \=["Mas, jangan ngomong sembarangan. Aku gak mau jadi janda untuk yang kedua kalinya. Cukup kamu aja Mas, imam hidupku dan insha Allah di akhirat menjadi pendampingku."]


Bagas \=["Aamiin, sayang aku mandi dulu yah. Cium aku dong sebelum teleponnya di tutup."]


Bagas \=["Ah kiss kamu berasa sampai di Semarang. love you too Bilah ku sayang. Assalamu'alaikum."]


Hatiku sedikit tenang setelah suamiku menelepon aku, dia selalu seperti itu meminta ciuman dariku di telepon ataupun ketika ia sedang mau keluar dari rumah. Tapi permintaan yang kecil itu membuat aku sangat merasa istimewa untuk dirinya.


Aku menghampiri mamahku yang berada di dapur. Sebelum menikah mamahku lah guru masakku, masakanku terasa enak berkat dari ilmu yang diturunkan kepadaku.


"Masak apa Mah?" tanyaku.


"Menu favorite kamu, ikan emas pepes," jawab Mamah.


"Duh bakalan enak banget nih," ucapku.


"Mamah sudah buat bumbunya, kamu tinggal taburin di ikannya yah lalu bungkus pakai daun pisang. Itu daunnya Mamah letakkan di pojok," ucap Mamah.


"Mah, waktu hamil aku. pernikahan Mamah dengan Papah ketika tahun keberapa?" tanyaku.

__ADS_1


"Kenapa kamu bertanya, merasa risau kamu belum hamil lagi? sayang pasrah aja, jangan dipikirkan. Jika sesuatu terlalu dipikirkan dan merasa diri kita mampu maka nanti Allah akan membiarkan kita. Tapi ketika kita pasrah kepada Allah, yah ibarat kata maunya Allah aja deh mau bagaimana, kita terima aja, justru Allah akan membantu kita. Gak usah di pikirkan," nasihat Mamah.


"Dina sudah hamil Mah," ucapku.


"Kamu iri dengan Dina? apa yang kamu irikan? Kamu coba deh lihat apa yang Allah berikan kepada kamu, suami kamu yang sekarang seorang Gus yang sayang sekali sama kamu dan gak pernah menuntut kapan kamu punya anak. Kamu gak mensyukuri itu? kekayaan yang sekarang kamu dapatkan lagi, dengan kekayaan itu kamu bisa berbagi dengan yang lain. Lebih nikmat 'kan berbagi dengan sesama. Lihat pemberian Allah jangan kamu lihat apa yang belum Allah berikan kepadamu," ucap Mamah.


Aku memeluk mamahku. Kalimatnya membuat hatiku sangatlah tenang. Mamahku adalah guruku yang terbaik untukku. Aku tidak akan bisa menjadi seperti sekarang jika bukan mamahku lah yang mengajari aku banyak hal.


Menu yang kumasak dengan mamahku telah selesai kami masak. Aku menata menu-menu tersebut di atas meja. Aku panggil ayah dan juga mba Gita. Awalnya mba Gita gak mau, katanya gak pantas jika bawahan makan 1 meja dengan atasan.


"Mba Gita bukan bawahan saya, yang menjadi bawahan aku itu yang ada di kantor saya. Jadi jangan menolak. Saya dan mamah sudah masak capek-capek loh, masa gak menghormati saya sih sudah masak," ucapku.


"Bu...bukan seperti itu Bu Bilah." Aku langsung menarik tangan Mba Gita untuk makan bersama keluargaku.


Setelah makan malam bersama, aku langsung masuk ke dalam kamar. Ah biasanya aku dipeluk suamiku ketika tidur. LDR sungguh sangat menyiksa aku.


Bersambung


✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis, dan saya akan mendapat ide mendadak dari komentar kalian.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote juga jangan lupa ❤


Baca juga yuk cerita serunya




Salah Lamar




Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet 😁


__ADS_2