
Bilah dan Bagas sampai di pesantren. Semua santri dan santriwati menyapa mereka.
"Assalamu'alaikum Gus, Ning."
"Mas, terasa aneh aku di panggil Ning," ucap Bilah.
"Kamu istri aku, yah di panggil Ning," ucap Bagas.
Bilah dan Bagas masuk ke dalam rumah dan mereka duduk di sofa.
"Mas mau kopi atau teh?" tanya Bilah.
"Gak usah, kamu cukup duduk di samping aku aja," jawab Bagas.
Bilah menuruti keinginan Bagas. Tapi Bilah lebih memilih merebahkan kepalanya di paha Bagas.
"Apakah dengan mantan kamu, kamu seperti ini juga. Maaf aku bertanya," ucap Bagas.
"Aku tidak pernah seperti ini, makanya aku mau lebih manja sama kamu agar waktu aku lebih banyak denganmu, aku sangat nyaman seperti ini Mas," ucap Bilah.
Bagas membelai kepala Bilah yang masih tertutup hijab. sesekali ia mengelus pipi Bilah.
"Mas, kenapa Ning Haya masih mengajar di sini?" tanya Bilah.
"Jika ia berbuat sesuatu yang menyakiti kamu, baru aku bilang ke abi agar dia tidak mengajar di pesantren ini lagi," ucap Bagas.
"Jangan berbicara dengan Ning Haya lagi Mas, aku gak suka. Aku gak mau kamu tertarik dengan wanita lain lalu meninggalkanku, seperti Ranu meninggalkanku demi perempuan lain," ucap Bilah.
"Sssttt jangan berkata seperti itu, hanya kamu Ning Bilah yang aku cinta," ucap Bagas.
"Ih panggil Ning sih, panggil aku sayang aja lebih mesrah di dengar nya," pinta Bilah.
"Ke kamar aja yuk, biar lebih mesrah lagi," bisik Bagas lirih.
Bagas langsung menggendong tubuh Bilah dan meletakkan di atas ranjang. Mereka melakukan kenikmatan dunia yang tiada tara di pagi hari. Bagas benar-benar melakukan kenikmatan itu hari ini sampai 3 kali.
***
Sudah 3 bulan Bilah dan Bagas menikah. Allah belum memberikan momongan kepada mereka. Bilah yang ingin sekali segera mendapatkan momongan, tapi bulan ini menelan pil pahit karena dia datang bulan kembali.
"Masih sedih? jangan di pikirkan yah. Untuk soal momongan biarlah Allah yang mengatur. Kita juga sudah periksa ke dokter, kita sehat. Hanya Allah belum mempercayakan kita. Doa terus jangan berhenti, anak merupakan suatu rezeki, tenangkan pikiranmu. Semakin kamu memikirkan suatu karunia Allah, semakin kamu tak sanggup untuk memikirkan karena sakin banyaknya karunia yang Allah berikan ke kita. Positif thinking aja, mungkin Allah menyuruh kita untuk berduaan terlebih dahulu, menghabiskan waktu bersama-sama lebih banyak," ucap Bagas.
Bagas memeluk tubuh Bilah dengan erat, ia mengusap air mata Bilah.
"Mas janji 'kan jangan tinggalkan aku karena aku belum memberikan kamu keturunan," ucap Bilah.
"Insha Allah aku janji, akan selalu mencintai kamu," ucap Bagas.
Bilah memeluk Bagas dengan sangat erat.
"Terima kasih Mas, kamu selalu menguatkan aku," ucap Bilah.
"Atau kamu mau ke Jakarta, ayah kemarin telepon 'kan kamu sudah bisa bekerja di perusahaan lagi," ucap Bagas.
__ADS_1
"Bolehkah Mas, aku pergi ke Jakarta?" tanya Bilah.
"Iya boleh, tapi jangan membuat aku cemburu ketika kamu bertemu dengan mantan kamu," pinta Bagas.
"Aku mana ada perasaan ke dia lagi Mas, di hatiku kini hanya ada kamu," ucap Bilah.
"Besok kita berangkat ke Jakarta, aku akan bicarakan ke ummi dan abi," ucap Bagas.
Keesokan harinya Bilah dan Bagas berangkat ke Jakarta. Mereka memilih melakukan perjalanan darat agar waktu kebersamaan mereka lebih terasa. Mereka sampai di rumah kedua orang tua Bilah di Jakarta pada tengah malam.
Keesokan paginya baru lah Bilah akan pergi ke perusahaan yang dulunya ia belajar tentang bisnis di sana. Ayah Bilah yang langsung mengajari Bilah tentang seluk beluk sebuah bisnis dahulu.
"Ayah aku berangkat dulu," ucap Bilah.
"Bagas jaga Bilah dari Ranu. Hari ini Bilah akan menabu gendang perang kepada Ranu," ucap Afnan.
"Insha Allah Ayah, Bagas gak akan meninggalkan Bilah sejengkalpun. Kami berangkat Ayah, Assalamu'alaikum," ucap Bagas.
Bilah dan Bagas mencium punggung tangan Afnan dan Sarah.
Bilah sampai di depan gedung pencakar langit, gedung yang menjadi kantor pusat perusahaan ayahnya. Bilah mendongak ke atas melihat gedung tersebut, ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara perlahan. Ia menggenggam tangan Bagas. "Bismillah." Ucap Bilah ketika memasuki gedung.
Para karyawan lama yang mengenal Bilah terkejut karena mereka melihat mantan Bosnya dulu, Bilah tersenyum dan selalu mengucapkan salam kepada pegawai-pegawai yang mengenal Bilah.
Ketika Bilah dan Bagas masuk lift ada seseorang yang berlari untuk mengejar Bilah.
"Bu Bilah..." teriak seseorang itu.
Bilah menahan lift nya, dan mereka naik lift bersama-sama kembali.
"Melati kamu balik kerja sama saya yah, jadi sekertaris saya lagi. Kamu orang yang paling setia sama saya. Oh iya ini suami saya," ucap Bilah.
"Insha Allah siap Bu," Melati menganggukan kepala ketika melihat Bagas.
Bilah memasuki lorong menuju ruang CEO, sekertaris Ranu di usir oleh Bilah dan digantikan oleh Melati. Bilah juga membawa satpam.
"Kalian tunggu di sini, jika saya memanggil kalian. Kalian lekaslah masuk ke ruang CEO," titah Bilah.
"Baik Bu Billah," ucap ke dua satpam dengan sikap tegap.
Bilah memasukan kode untuk membuka pintu ruang CEO. Ketika pintu di buka, di dalamnya terdapat Ranu yang sedang duduk di kursi kebesaran CEO. Ranu terkejut ketika melihat Bilah.
"Berdiri kamu, betah banget di kursi aku," perintah Bilah.
Bilah melihat papan nama Ranu, di ambil dan dibuangnya papan tersebut. Ranu berdiri dan melotot melihat Bilah.
"Apa kamu bilang, aku pergi dari sini. Siapa yang harus pergi? kamu sudah menyerahkan perusahaan ini kepadaku. Mimpi kamu menjadi CEO lagi," ucap Ranu geram.
"Sepertinya kamu sudah terlalu lama duduk di kursi ini, belum lihat siapa pembeli saham yang di jual dari pemegang saham lama? sudah keenakan yah duduk di kursi CEO." Bilah mengeluarkan copy berkas-berkas perusahaan dan struktur jabatan. "Bacalah itu, siapa nama CEO, berapa persen saham yang dia punya.
Ranu membaca berkas-berkas, ia tidak percaya atas semua ini. Ternyata nama yang ia baca atas nama Emil berubah menjadi atas nama Bilah, ada surat dari Emil bahwa saham yang ia miliki sudah atas Bilah.
"Tidak...tidak mungkin, kamu sudah mengkamuflase ini semua. Gak mungkin atas nama kamu. Gak mungkin kedudukan CEO di tangan kamu," teriak Ranu, dengan wajah yang sangar, dada turun naik karena emosi yang tertahan di dadanya. Ranu menyentuh pundak Bilah dengan kedua tangannya dan mendorong tubuh Bilah ke sudut tembok. Bagas yang melihat itu langsung melepaskan tangan Ranu dari pundak Bilah.
__ADS_1
"Jangan berani kamu menyentuh istriku dengan tangan kotormu," ucap Bagas geram, ia menatap Ranu dengan tatapan yang tajam.
"Apa istrimu?" tanya Ranu terkejut.
"Iya, Bilah adalah istriku. Kenapa? terkejut?" ucap Bagas.
"Hahaha...mana mungkin dia menjadi istrimu. Dia itu hanya cinta denganku, dia tidak bisa mencintai laki-laki lain," ucap Ranu mengejek, karena sebelumnya Bilah matanya buta akan cinta.
Mendengar hal itu Bilah menjadi emosi, di tarik tangan Bagas lalu ia langsung mencium bibir Bagas dengan hassrat. Bagas paham akan permainan Bilah, ia memeluk pinggang Bilah dan mengarahkan tangan Bilah untuk mengalungkan kedua tangannya kelehernya kemudian Bagas membalas ciuman Bilah. 2 menit mereka melakukan adegan berciuman di depan Ranu. Bagas melepaskan tautan bibirnya, ia lap Bibir Bilah yang basah dengan ibu jarinya.
"Kenapa terkejut, melihat aku bercumbu dengan kekasih halalku. Aku tidak sepertimu yang bercumbu di dalam ruangan ini 7 bulan yang lalu dengan kekasih harammu," ucap Bilah, tangan Bilah masih mengalungi leher Bagas. Bilah memberikan sentuhan terakhir untuk Bagas yaitu mengecup pipi Bagas.
"Terima kasih hubby," ucap Bilah dengan manja ketika menatap Bagas.
"Kamu sudah kalah Ranu, sekarang keluar dari ruangan ini atau aku akan menyeret kamu untuk keluar," ucap Bilah.
"Kamu tidak bisa menyeret aku," ucap Ranu.
Bilah menelepon Melati.
"Mel, suruh kedua satpam masuk ke dalam ruangan," perintah Bilah.
Tidak lama, kedua satpam itupun masuk ke ruangan.
"Pak, seret dia," perintah Bilah.
"Baik, Bu," ucap satpam dengan sigap.
"Awas kamu Bilah, aku akan membalasmu," teriak Ranu, ketika di seret keluar oleh ke dua satpam secara kasar.
Bersambung
✍ Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku.
Baca juga yuk cerita serunya
Salah Lamar
Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet 😁