5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Dari Hati ke Hati


__ADS_3

Bilah menunggu Dina untuk kembali ke restoran, karena lumpia yang dipesan sudah tersaji. Dari kejauhan Bilah melihat Dina menenteng pelajarannya di mini market, sambil melihat handphonenya, sibuk mengetik sesuatu.


Dina berdiri dibelakang Bilah, dia masih sibuk mengetik sesuatu dengan handphonenya. Bilah membalikkan tubuhnya dan menatap wajah sahabatnya itu, terlihat mood Dina menjadi berubah.


"Dina..." panggil Bilah.


Dina tak menjawab, dia masih sibuk untuk mengetik sesuatu di handphonenya. Bahkan Bilah sudah berdiri pas di belakang Dina, tapi dia tidak sadar bahwa Bilah sedang memperhatikan dia dari belakang. Bilah membaca apa yang Dina sedang ketik. Bagas yang melihat calon istrinya hanya tersenyum-senyum.


Jangan marah, aku butuh liburan. Lagi pula aku pergi dengan Bilah.


Kamu mementingkan liburan daripada aku, yang sedang tahap penyembuhan.


Bukan aku bermaksud seperti itu Billi.


Billi tidak membalas lagi Whats app Dina. Dina menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar. Kesal rasanya kenapa Billi berubah menjadi posesive seperti ini.


Assalamu'alaikum.


Waalaikumsalam.


Loe jangan terlalu posesive sama Dina, perempuan tuh mau di mengerti bukan dikekang. Jika seorang perempuan terlalu dikekang nanti cintanya lama-lama akan runtuh karena hatinya terlalu lelah dengan kekangan. Tolong dong loe harus paham bagaimana memperlakukan seorang perempuan. Jika loe bikin hati Dina lelah dengan kekangan yang loe lakuin ke dia. Sorry, gue gak akan bisa bantu jika hati Dina berpaling dari loe.


Dina baru sadar Bilah berada di belakangnya, dia hanya menatap Bilah ketika sedang berbicara dengan Billi.


Tapi gue butuh dia sekarang, gue kangen dia.


Karena loe baru ngerasain jatuh cinta wajar merasakan seperti itu, Tapi Dina butuh liburan, dia ingin menenangkan diri karena sebelumnya dia menghadapi masalah, teror mantan tunangannya, penculikan, menghadapi loe yang keritis sebelumnya. Tenang gue bakalan jagain dia di Turki dan loe bisa VC kalau lagi kangen dia. Tapi ingat jangan terlalu kekang dia, nanti dia kabur dari loe. Dah gue tutup teleponnya. Assalamu'alaikum.


Bilah langsung menutup teleponnya dan duduk kembali di bangku.


Dina mendapat balasan WA dari Billi.


Maafkan aku yah karena terlalu posesif sama kamu, bersenang-senanglah dengan Bilah. I love you Din.


Dina menatap Bilah.


"Kenapa Din, Billi kirim WA apa?" tanya Bilah.


Dina memberikan handphonenya kepada Bilah, Bilah mengetik mengetik sesuatu untuk membalas Billi.


Watashimo, watashi ha Billi san ga daisuki desu. Kyūka o tora sete kurete arigatou.


(Aku juga, aku sangat mencintaimu. Terima kasih telah mengizinkan aku berlibur.)


"Bil, loe kok pakai bahasa jepang balasnya, memang Billi paham," tanya Dina.


"Mamahnya orang Jepang Dina, dia bisa bahasa Jepang," jawab Bilah.


"Kok loe bisa bahasa Jepang?" tanya Dina.


"Diajarin sama author," jawab Bilah.


Kini Dina bergabung dengan Bilah, memakan lumpia bersama-sama. Bagas yang melihat Bilah sedang makan senyum-senyum sendiri.


"Mas, dimakan lumpianya jangan menatap aku terus. Nanti aku tersedak nih, dilihatin kamu," ucap Bilah.


Bagas baru sadar dirinya menatap Bilah tanpa berkedip, ia langsung mengalihkan pandangannya dan beristigfar di dalam hatinya.


'Ya Rabb, tolong percepat 2 bulan, aku ingin cepat menikahinya,' batin Bagas.


"Mas..." Bilah memanggil.


Suaranya lembut banget suara, batin Bagas.

__ADS_1


"Iya, apa?" tanya Bagas.


"Kamu bisa bantu aku? minta tolong dengan suami Mba Aisyah tentang suatu kecelakaan 12 tahun yang lalu?" tanya Bilah.


"Kecelakaan apa?" tanya Bagas.


"Kecelakaan yang menyebabkan ibu dari Ranu meninggal, karena Ranu menuduh ayahku yang telah menabrak mobil orang tuanya. Dan dia mengincar aku untuk membalas dendam kematian ibunya," cerita Bilah, dengan mata berkaca.


"Aku akan membantu kamu, karena kecelakaan ini sudah lama. Mungkin mengumpulkan bukti-bukti butuh waktu," ucap Bagas.


"Iya tidak apa-apa Mas, aku tidak yakin ayah yang melakukan tabrak lari," ucap Bilah.


"Kamu tahu di mana kejadiannya? tanggal berapa?" tanya Bagas.


"Jakarta, jln. Tamrin. tanggal 10 Juni 2010," jawab Bilah.


"Insha Allah, aku juga akan menanyakan temanku yang ayahnya dahulu adalah wartawan di Jakarta," ucap Bagas.


"Terima kasih Mas," ucap Bilah.


Sesudah makan, Bagas mengantar Bilah dan Dina ke hotel.


"Dina, boleh aku meminjam sahabatmu. Ada yang ingin aku bicarakan," tanya Bagas.


"Sangat boleh Gus," jawab Dina.


"Bilah, gue masuk ke hotel yah. Gue juga mau VC sama Billi," ucap Dina, kepada Bilah.


Bilah menganggukan kepalanya.


"Kamu mau pindah duduknya di jok depan?" tanya Bagas.


"Insha Allah dua bulan yang akan datang aku duduk di depan Mas, jika kita di mobil bersama, untuk saat ini maaf aku di jok belakang aja," jawab Bilah.


Bagas menjalankan mobilnya kembali, dia mencari taman terdekat dengan hotel Bilah menginap.


"Iya Mas," ucap Bilah.


Mereka duduk di kursi panjang taman.


"Mau bicara apa Mas?" tanya Bagas.


"Hmm... apakah kamu masih mencintai mantanmu? Maaf aku menanyai hal ini," ucap Bagas.


"Gak apa-apa Mas, kamu berhak tahu perasaanku. Cintaku sudah mati Mas, ketika dia menyekapku dan menyentuhku di rumah sakit saat itu kamu memberikan jaketmu 'kan, tapi luka hatiku masih ada, bahkan masih basah," jawab Bilah.


"Jika luka hatimu masih basah, artinya saat ini. Kamu belum menerima perasaanmu kepadaku?" tanya Bagas.


"Jika aku tidak menerima perasaanmu, untuk apa aku terima lamaranmu. Tapi untuk mencintaimu belum," ucap Bilah


"Yakin kamu belum mencintaiku? lalu kenapa kamu memberikan fotomu, alasan kamu 'kan karena Ning Haya mengajar di pesantren dan sering bertemu aku. Lalu kamu ingin aku merindukanmu ketika kamu di Turki?" tanya Bagas.


"I... itu... karena kamu sudah khitbah aku, wajar aku bersikap seperti itu," jawab Bilah.


"Benarkah tidak ada cemburu sedikitpun?" tanya Bagas.


"Aku tidak tahu Mas, sungguh. Tapi tadi pas aku berpapasan dengan Ning Haya hatiku sedikit panas Mas," ucap Bilah jujur.


"Kenapa, hatimu panas?" tanya Bagas.


"Dia bilang aku tidak pantas denganmu, karena statusku yang janda," ucap Bilah.


"Lalu apa jawabanmu kepadanya?" tanya Bagas kembali.

__ADS_1


"Aku jawab, istri pertama Rasulullah adalah Khadijah RA, dia berstatus janda. Istri yang tidak pernah dipoligami semasa dia hidup, dianugerahkan keturunan Rasulullah dari rahimnya, istri yang sangat Rasulullah cintai sampai Aisyah RA cemburu kepadanya, jika kamu membenci aku karena berstatus jandaku yang akan menikah dengan Gus Bagas. Maka kamu tidak meneladani Rasulullah," jawab Nabilah.


"Kamu menjawab seperti itu?" tanya Bagas.


"Iya, memang kenapa? Nggak percaya?" tanya Bilah.


"Gak kenapa-kenapa, aku jadi makin cinta saja dengan kamu," ucap Bagas.


"Ah, Mas sekarang pintar gombal," ucap Bilah


"Kok dibilang gombal? Itu nyata kok perasaan aku ke kamu," ucap Bagas.


"Jangan terlalu mencintai aku Mas, sebelum menikah. Nanti jika kita sudah menikah barulah kamu boleh sangat mencintai ku, hanya aku dan tidak ada wanita lain yang kamu cintai," ucap Bilah.


"Kamu takut aku seperti mantan kamu?" tanya Bagas.


"Rasa takut pasti ada Mas di hati, takut akan kecewa yang ke dua kalinya," ucap Bilah.


"Banyaklah berdoa, hati manusia Allah yang genggam. Hanya Dia yang bisa membolak-balikkan hati manusia," ucap Bagas.


"Sudah yuk Mas, sudah mau dzuhur. Aku ambil mobil di pesantren dan langsung kembali ke hotel," pinta Bilah.


Bagas dan Bilah saat ini menuju pondok pesantren, tidak ada percakapan di dalam mobil. Karena hal yang ingin bicarakan Bilah sudah menjawabnya.


Bagas memarkirkan mobilnya di halaman pesantren, Bilah turun dari mobil. Saat turun dari mobil ternyata berpapasan dengan Haya yang hendak mau pulang. Haya menatap Bilah dengan mata penuh kebencian. Entah apa yang dipikirkan Haya karena tiba-tiba Haya menampar pipi Bilah.


PLAK


Tamparan keras yang diterima Bilah. Bilah menatap Haya dengan mata merah.


"Astagfirullah, Ning Haya. Apa yang kamu lakukan?" Bagas terkejut, ketika dia baru keluar dari mobil, ia melihat Bilah ditampar cukup keras oleh Haya.


"Itu tamparan buat janda yang merebut Gus Bagas dariku, karena janda ini datang tiba-tiba. Gus Bagas mengacuhkanku," ucap Haya, kepada Bagas dengan rasa tanpa penyesalan.


Bilah memegang pipinya, terasa panas pipi Bilah dan berbekas merah.


PRAK


Bilah menampar Haya.


"Hai, Ning Haya. Tamparanku itu adalah sebuah pelajaran attitude untukmu. Gadis atau janda dimata Allah itu sama, yang berbeda dimata Allah yaitu bagaimana seorang manusia bisa menerima takdir dari Allah. Manusia yang tidak menerima takdir Allah hatinya diselimuti tidak ada rasa syukur, benci dan selalu kekurangan, sama seperti dirimu Ning Haya. Jangan berpikir statusku yang janda ini tidak pantas bersanding dengan Gus Bagas. Justru akulah yang lebih pantas bersanding dengan Gus Bagas daripada kamu karena attitudeku jauh lebih bagus darimu," ucap Bilah.


Bersambung.


***


GA hari ini sabtu tanggal 26 nov 2022


Hadiah boneka Rajut Amigurumi


Pertanyaan


Kalimat apa yang harus dikatakan Bilah agar Mas Bagas tidak sedih ketika di tinggal ke Turki.


Jawaban tulis di dalam komentar yah


***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga.


Mampir juga di novelku yang lain

__ADS_1


Salah Lamar


Love you semua


__ADS_2