
Bilah buka matanya setelah cukup beristirahat, yang pertama kali ia lihat itu adalah suaminya Bagas. Bagas tertidur, dia duduk di sebuah kursi. Bagas tidak mau mengganggu Bilah yang sedang tidur dia tidak merebahkan tubuhnya di samping Bilah, tapi dia malah memilih untuk menarik sebuah kursi lalu ia duduk didekat ranjang, ia sambil menggenggam tangan Bilah. Bilah tersenyum melihat suaminya, dia membelai rambut suaminya, Bagas pun terbangun.
"Kamu sudah bangun sayang? nyenyak tidurnya?" tanya Bagas.
"Iya Mas, Alhamdulillah nyenyak danbaku merasa sudah mendingan," ucap Bilah.
"Ketika kamu tidur, Ummi telepon aku. Dia kirim salam untuk kamu. Ummi bilang, jangan stres dan jangan terlalu lelah," ucap Bagas.
"Ah Ummi, mertua idaman sekali. Dia sangat sayang sekali Mas denganku," ucap Bilah.
"Ummi sudah menganggap kamu sebagai putrinya sendiri, dia sangat mencintai kamu," ucap Bagas.
Batas mengecup kening Bilah. Bilah sangat bersyukur, sebelumnya dia mempunyai suami yang berkhianat dari durinya, tapi Allah ganti dengan yang sangat baik dan juga mencintainya.
Hari ini Bagas dan Bilah pergi untuk membeli pernak-pernik perlengkaoan bayi. 2 bulan lagi mereka akan menggendong buah cinta mereka. Bagas menggandeng tangan Bilah, dia tidak mau Bilah jatuh dari tangga. Bagas melarang Bilah untuk memakai sepatu high heels. Dia menyuruh Bilah memakai sendal yang beralas datar, ketika memilih baju untuk bayi tiba-tiba ada seseorang yang menyapa Bagas. Seorang gadis berparas sangat cantik, hidung mancung, berkulit putih.
"Bagas? kamu Bagas 'kan?" tanya wanita cantik tersebut.
Bagas menoleh ke arah sumber suara yang menyapanya.
"Kamu... Farah?" tanya Bagas.
"Iya aku Farah, Ya Allah Bagas kamu sudah dewasa. Tambah tampan wajahmu sekarang," ucap Farah.
Bilah yang sedang memilih baju bayi dia menoleh ke arah Farah dan Bagas yang sedang mengobrol, karena dia mendengar Farah memuji ketampanan Bagas, membuat wajah Bilah masam menatap Bagas. Bagas terus terus saja mengobrol dengan Farah tanpa mengenalkan Bilah kepada Farah. Mungkin dia lupa karena saking senangnya bertemu dengan teman lama.
Bilah sudah selesai untuk memilih dan dia langsung bergegas untuk membayar dikasih. Bilah masih melihat Bagas yang sedang mengobrol dengan Farah tanpa melihat Bilah yang sudah membayar baju-baju bayi di kasir.
Saat itu juga, Bilah sangat marah. Dia langsung melangkah kakinya dan melewati Bagas tanpa melihat suaminya tersebut. Bagas langsung istighfar ketika dia sadar bahwa Bilah telah meninggalkannya di toko itu.
"Sayang tunggu? kamu mau ke mana?" Bagas menggenggam tangan bilah ketika keluar dari pintu toko perlengkapan bayi.
Bilah hanya menatap sinis Bagas. Hatinya sudah mulai panas dengan sikap Bagas.
Farah ini perkenalkan, istriku. Namanya Nabilah," ucap Bagas.
"Oh kamu sudah menikah Bagas. Hai aku Farah," perempuan itu ingin berjabat tangan dengan Bilah. Bilah berjabatan tangan dengan Farah, "Aku Bilah," hanya itu yang Bilah ucapkan.
"Sudah berapa bulan? Wah Bagas sebentar lagi kamu akan menjadi abi," ucap Farah.
"Sudah 7 bulan Farah," jawab Bagas.
"Maaf Farah, aku permisi dulu ya karena rasanya Pinggang ini sudah lelah sekali berdiri," ucap Bilah.
__ADS_1
"Oh ya sudah, nanti jika akikahan, undang-undang aku ya Bilah, Bagas," ucap Farah.
Bagas dan Farah menukar nomor handphone mereka. Setelah itu mereka pun kembali ke rumah. Di dalam mobil, Bilah tak berbicara apa-apa, rasa cemburunya muncul kembali lagi. Bilah sedang hamil dan emosinya sedang turun naik. Bagas ingin memegang tangan Bilah tapi Bilah menepis tangan Bagas.
"Jangan pegang-pegang Mas," ucap Bilah dengan jutek.
"Kamu marah sayang?" tanya Bagas.
Bilah hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia menyenderkan kepala ke jendela mobil dan memejamkan matanya.
"Kamu ngantuk lagi? tadi kan sudah tidur," ucap Bagas.
"Namanya perempuan hamil itu, cepat ngantuk, cepat capek, cepet lapar," ucap Bilah.
Setelah sampai di rumah, Bilah pun berjalan dengan meninggalkan Bagas di belakang. Dia langsung merebahkan tubuhnya. Bagas sadar bahwa Bilah sedang merajuk. Bagas ikut merebahkan tubuhnya, dia memeluk Bilah dari belakang. Tubuh Bilah bergetar, dia menangis.
"Sayang kamu kenapa? aku minta maaf Tolong jangan nangis lagi." Bagas lebih mengeratkan pelukannya.
"Kamu jahat Mas, aku ada di situ tapi kamu lupa sama aku. Apalagi jika aku tidak ada di sampingmu, pasti aku lebih dilupakan denganmu," ucap Bilah.
"Sungguh aku minta maaf sayang, maafkan aku. Aku tadi ketemu teman lama, dia teman mts-ku dulu. Aku juga tidak tahu, dia yang mengenaliku," ucap Bagas.
"Banyak sekali wanita yang tertarik denganmu Mas, kamu menebar pesona ketampananmu," ucap Bilah.
"Jika aku tidak melewati kamu, kamu masih lupa sama aku Mas, yang sedang memilih baju-baju untuk putri kita. Tadi kamu membiarkan aku memilih sendiri," protes Bilah.
"Sayang aku sungguh minta maaf, jangan menangis lagi. Aku tidak mau kamu stress, nanti perut kamu keram lagi sayang," ucap Bagas membujuk.
"Mas, lepas pelukanmu tinggalkan aku. Aku mau sendiri Mas," ucap Bilah.
"Nggak, aku nggak mau melepaskan pelukanku, sebelum kamu memaafkan aku," ucap Bagas
"Oke aku mau maafkan kamu. Tapi tolong, tinggalkan aku. Aku ingin sendiri," ucap Bilah.
"Nggak, aku nggak mau pergi dari kamar ini. Sayang aku benar-benar minta maaf," Bagas mencium kepala Bilah.
Bagas menyeka air mata Bilah, dia mengusap-usap pipi Bilah yang sedang memerah karena menangis, di hatinya ia merasa bersalah. Memang dia salah seharusnya Bagas memperkenalkan Bilah langsung kepada Farah. Bilah memang sangat cemburu ketika wanita lain mencoba mendekati Bagas. Dia tidak mau kehilangan Bagas Karena Bilah sangat mencintai Bagas.
"Cnta kamu berkurang ya Mas untuk aku?" tanya Bilah.
"Ya Allah sayang, kenapa kamu bilang seperti itu? aku malah tambah mencintai kamu," ucapan Bagas.
"Buktinya kamu lupa sama aku," ucap Bilah.
__ADS_1
"Aku minta maaf sayang," ucap Bagas.
Bilah tidak mau mendengar ucapan Bagas. Dia memejamkan matanya, dan lama-lama dia tertidur. Bagas merasa sangat bersalah kepada Bilah, karena dia tahu jika wanita hamil, hormonnya membuat emosi menjadi turun naik, dia berpikir bagaimana caranya agar Bilah tidak marah kepadanya. Akhirnya dia memesan bunga mawar merah, karena Bilah menyukai bunga mawar. Ketika Billah tidur, Bagas menata kamarnya penuh dengan bunga mawar merah dan juga dia mentata meja makan dengan suasana yang sangat romantis, di tengah-tengah meja ada lilin dan di hiasi dengan bunga mawar.
Ketika Bilah terbangun, wajah suaminya sudah ada di depan wajah Bilah. Bagas langsung mengecup kening Bilah.
"Sayang, maafkan aku," Bagas memberikan Bilah setangkai bunga mawar. Bilah menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan lalu dia duduk di atas ranjang. Dia melihat sekeliling bahwa kamarnya kini telah dihiasi banyak bunga mawar.
"Kamu bikin ini semua Mas?" tanya Bilah.
"Iya dong untuk istriku tercinta, untuk mamah dari anakku. Aku cinta kamu Nabilah, jangan bilang cintaku berkurang untukmu. Aku sangat mencintaimu," ucap Bagas.
Bilah langsung memeluk Bagas dengan erat. Kemudian Bagas menggandeng tangan Bilah dan menuju ke meja makan. Betapa terkejutnya Bilah, Bagas sudah mempersiapkan makan malam yang sangat romantis. Bilah mengecup bibir Bagas dengan cinta.
Bersambung
โRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah๐๐๐๐
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet โค๐