5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Dalang Penculikan


__ADS_3

Dina dan Bilah masuk ke dalam kantor polisi. Di sana sudah tampak Bagas, Aisyah dan Adnan suami dari Aisyah yang seorang polisi. Bilah sudah memperkirakan dalang dari penculikan Dina adalah Ranu dan Nida.


Bilah juga sudah melaporkan Nida dan Ranu kepada polisi atas pencemaran nama baik, jika mereka benar dalang dari penculikan itu adalah Ranu dan Nida, maka hukum mereka akan berlapis-lapis, yaitu pencemaran nama baik Bilah dan penculikan serta percobaan pemerkosaan kepada Dina.


"Assalamu'alaikum, Gus, Mba Aisyah, Mas Adnan," ucap salam Bilah kepada semua.


"Wa'alaikumsalam." semua menjawab salam Bilah.


Bilah dan Dina menghampiri mereka.


"Dalangnya sudah di tangkap Gus?" tanya Bilah.


"Sudah," jawab Bagas.


"Bilah dan Dina, hari ini kalian akan dimintai keterangan," ucap Adnan.


Selama 5 jam Dina dan Bilah diberikan 20 pertanyaan mengenai penculikan. Mereka menjawab semua dengan rasa tenang. Setelah mereka selesai barulah dipertemukan dengan dalang penculikan.


Dalang penculikan itu melihat Bilah dan Dina sangat sinis.


"Oh, jadi loe dalang dari penculikan gue. Gak puas loe sakitin sahabat gue?" ucap Dina.


"Gara-gara loe, karir gue hancur dalam sekejap," ucap Nida.


"Karir loe hancur gara-gara ulah loe sendiri dengan gosip murahan itu," teriak Dina.


"Cuih dasar dokter gila," Nida meludahi Dina.


"Kurang ajar loe, gara-gara loe orang yang gue cintai masuk ke ruang ICU. Gue akan memenjarakan loe, biar busuk loe di penjara," ucap Dina penuh emosi sambil mengelap wajahnya yah diludahi Nida .


"Hahaha baguslah, gagal keenam penculik buat memperkosa loe di depan sahabat loe, tapi orang yang loe cintai dikit lagi mampus," ucap Nida penuh kegembiraan, dia sangat bahagia karena Dina akan sedih tapi tidak sebanding dengan kesedihan Nida kehilangan karir yang telah dia bangun.

__ADS_1


"Loe bisa senang sekarang karena gue akan hancurin loe, loe sudah berani sakitin orang yang gue cintai maka loe harus membayar itu semua," ucap Dina.


"Loe ambil Kak Ranu, gue kasih dia ke elo. Bekas gue haha... Kak Ranu itu barang bekas, gue udah lapor loe ke polisi karena loe udah mencemarkan nama baik gue. Maka hukuman loe pastinya akan berlapis, Kak Ranu akan ninggalin loe seperti dia ninggalin gue. Loe gak berpikir sama diri loe sendiri bahkan anak loe. Gue selama ini diam tapi jangan loe pikir gue gak berani untuk bertindak. Ini baru awal Nida loe masuk penjara, nanti loe lahir dan besarkan anak loe di dalam penjara juga. Pikirin deh loe sekarang," ucap Bilah melawan Nida.


Nida sontak terdiam mendengar perkataan Bilah, ia tidak memikirkan keadaan anaknya kelak. Memang dia sudah menikah dengan Ranu, tapi terakhir hubungan intim ketika Ranu merasakan puncak kenikmatan Ranu malah merancu nama Bilah.


"Hahaha Ranu udah jadi milik gue, gue sudah menikah sama dia. Ranu lebih pilih gue daripada loe yang mandul gak bisa kasih dia anak, biarin gue dapat bekas dari loe tapi pada akhirnya dia mau hidup sama gue," ucap Nida.


"Oh baguslah loe pasangan yang sangat cocok buat Kak Ranu, gue merasa bersyukur udah cerai dari dia dan gue sudah bebas. Loe percaya sama gue, dia itu gak kuat tidur sendirian, dan dia akan cari gue lagi. Gue gak akan tinggal diam jadi wanita polos seperti dulu, gue akan pastiin sentuh gue dan keluarga gue. Gue gak akan tinggal diam begitu aja. Yah udah loe istirahat deh di dalam penjara, gue gak mau buang waktu sama loe, waktu gue mahal," ucap Bilah.


Dalang semua ini adalah Nida, bodohnya Nida, dia tidak mengatakan bahwa Ranu lah otak dari penculikan itu. Berkali-kali polisi menginterogasi, jawaban Nida tetap sama bahwa dialah satu-satunya otak dibalik penculikan Dina. Tidak ada bukti yang bisa menyeret Ranu ke balik jeruji besi.


Skenario penculikan


Dina diculik dan akan diperkosa oleh 6 penculik, pemerkosaan itu disaksikan oleh Bilah, agar dia akan trauma melihat sahabat baiknya diperkosa. Setelah memperkosa Dina, mereka harus membunuh Dina.


"Kenapa Ranu gak ikutan masuk penjara sih Bil, gue yakin otaknya itu Ranu," ucap Dina dengan emosi.


"Kata Mas Adnan gak ada bukti karena Nida berkata bahwa dirinya lah otak dari semua ini," ucap Dina.


"Kenapa loe lihat ke gue, emang gue bucin sama Kak Ranu?" tanya Bilah.


"Banget, sebelum kenal Gus Bagas," ucap Dina, sambil melangkahkan kakinya menuju mobil.


Ketika mereka ingin menjalankan mobilnya, ada yang mengetuk kaca mobil. Bilah menurunkan kaca mobilnya.


"Ada apa Gus?" tanya Bilah.


Sebelumnya mereka sudah berpamitan kepada Gus Bagas dan keluarganya.


"Aku beli ini, dimakan yah jangan sampai telat makan," ucap Bagas, sambil memberikan bag berisi makanan.

__ADS_1


"Terima kasih yah gus, aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum," ucap Bilah dengan senyumannya lalu dia menjalankan mobilnya ke arah rumah sakit.


"Ya ampun Gus perhatian banget sama loe Bil," ucap Dina.


Bilah hanya terdiam tidak menjawab apa yang Dina ucapkan.


"Loe kenapa Bil, kok diam aja? masih mikirin Ranu?" Tanya Dina.


"Bukan Din, pikirin Bagas," ucap Bilah jujur.


"Kenapa memangnya dengan Bagas?" ucap Dina.


"Dihati gue belum ada getaran-getaran Din, walaupun dia baik banget sama gue," ucap Bilah.


"Butuh waktu kali Bil, loe kan baru 2 minggu bercerai," ucap Dina.


"Kayanya gue mau tenangin diri dulu deh Din. Jika Billi sudah sadar, gue mau ke Turki," ucap Bilah.


"Yah Bil, jangan gitu. Gus kasian lah," ucap Dina.


"Kan gue bilang mau tenangin diri, sampai masa iddah gue selesai. Gue akan balik ke Indonesia dan menikah sama dia," ucap Bilah.


"Loe nikah sama dia tanpa cinta? sama seperti Ranu nikahin loe?" ucap Dina.


"Masa loe samain gue sama Ranu sih, 'kan gue bilang akan belajar mencintai Gus Bagas setelah menikah," ucap Bilah.


"Gue tahu loe Bil, hati loe kaya batu susah tuh batu buat ditembus. Tapi pesan gue buat loe Bil. Jangan lepas laki-laki seperti Gus nanti loe nyesel," ucap Dina.


"Kok loe bisa ngomong seperti itu, 'kan loe gak begitu kenal sama dia. Kenapa ngomongnya seakan-akan loe tahu Gus sudah lama," ucap Bilah.


"Yah yang gue lihat aja sih, cara dia perhatian sama loe. Keliatan banget kalau dia sayang banget sama loe," ucap Dina.

__ADS_1


Bilah menarik nafas dan menghembuskan dengan perlahan. Untungnya Bilah menggunakan mobil Dina karena mobil dia masih terpasang alat penyadap, jika Bagas mendengar komunikasi antara Dina dan Bilah. Hatinya akan tak tenang. Karena wanita yang sangat dia cintai akan ke Turki.


bersambung


__ADS_2