
Sepasang pengantin baru tertidur pulas, setelah mereka mandi wajib. Malam ini hanya 1 ronde karena tubuh mereka merasa sangat lelah. Bilah tertidur dengan memeluk tubuh Bagas. Sungguh manjanya Bilah terhadap Bagas.
Seperti biasa Bagas terbangun pukul 3 pagi, hari ini ketika membuka mata ia melihat wajah Bilah yang cantik sedang memeluk dirinya. Senyuman Bagas mengembang, ia mengusap-usap pucuk kepala Bilah. Bilah terbangun, ia menatap mata Bagas dan tersenyum.
"Mau salat lail bersama?" tanya Bagas.
"Mau Mas, aku malah senang kamu ajak aku salat lail bersama," jawab Bilah.
Mereka salat lail bersama, berdoa bersama. Kemudian Bilah meletakkan kepalan di paha Bagas.
"Kamu kenapa suka sekali meletakkan kepala kamu seperti ini setelah salat?" tanya Bagas.
"Aku merasa nyaman Mas, tiduran di paha kamu," ucap Bilah.
Bagas membelai kepala Bilah dengan lembut. Bilah memejamkan mata, ia ketiduran di atas paha Bagas. Bagas tersenyum ketika menyadari bahwa Bilah sudah tidur
'Istri Mas, ternyata manja yah...' Batin Bagas.
Bagas menggendong Bilah ke atas ranjang.
***
Kedua orang tua Bilah bersiap untuk berangkat ke Jakarta. Bilah dan Bagas mengantar mereka menuju bandara.
"Sudah siap semua Mah?" tanya Afnan.
"Sudah Pah," jawab Sarah.
Mereka berpamitan dengan kedua orang tua Bagas. Kebetulan ketika Bilah sedang membawa tas Mamahnya ia melihat Ning Haya. Bilah tersenyum licik, ia langsung memanggil Bagas.
"Mas Bagas..." panggil Bilah.
Bagas menghampiri Bilah.
"Ada apa sayang?" tanya Bagas.
"Mata aku kelilipan Mas, tolong di tiup," pinta Bilah.
Bagas meniup mata Bilah dengan lembut. Ning Haya yang melihat dari kejauhan mengepalkan tangannya. Bilah tahu Ning Haya sedang memperhatikannya.
"Mas, cium aku," pinta Bilah.
"Kalau ada yang lihat bagaimana, gak adab sayang. Di kamar aja yah nanti," ucap Bagas.
"Jam segini para santri gak bakalan lewat di depan rumah kita Mas, Mas gak cinta sama aku. Cium aja gak mau?" Bibir Bilah mengerucut, matanya sudah berkaca-kaca. Membuat Bagas hatinya gak tega. ia gak mau sampai Bilah menangis. Akhirnya Bagas mencium bibir Bilah yang tipis dengan singkat.
"Kurang Mas, singkat banget ciumannya. Memang cinta kamu kepadaku sesingkat itukah!" ucap Bilah.
Bagas di buat pusing dengan sikap manja Bilah. Jika gak diturutin nanti pasti ngambek. Bagas menarik pinggang Bilah, ia mengarahkan tangan Bilah untuk mengalungkan tangannya ke leher, kemudian Bagas mencium bibir Bilah dengan sangat lembut, Bilah membalas ciuman Bagas.
"Terima kasih Mas, di belakang kamu tadi ada Ning Haya. Hehe aku berhasil membuat dia marah," ucap Bilah ketika ia melihat Ning Haya pergi dengan wajah masam.
"Hah...kamu minta cium karena melihat Ning Haya mau ke sini," ucap Bagas terkejut karena ada orang lain melihat dia yang sedang mencium Bilah.
"Gak usah kaget gitu. Kita sudah halal, malu banget kayanya cium mantan janda. Jangan mesrah-mesrah sebut nama perempuan lain di depan aku," ucap Bilah dengan ketus. Kemudian ia masuk ke mobil, duduk di jok samping supir dan menunggu kedua orang tuanya di dalam mobil.
__ADS_1
Bagas di buat bingung karena Bilah ngambek, ia langsung menyusul Bilah untuk masuk ke dalam mobil.
"Jangan ngambek, nanti cantiknya kabur." Bagas mencubit hidung Bilah yang mancung.
"Kalau cantik aku kabur memang kenapa? kamu Mau deketin Ning Haya gitu? Baru kemarin nikahin aku, tapi kamu sikapnya seperti ini sekarang," ucap Bilah dengan bibir mengerucut.
"Siapa yang suka sama dia sih, aku cintanya sama kamu. Kamu sudah cantik ngapain cari yang lain," ucap Bagas.
"Tadi kamu bilang aku gak can...." Bagas langsung memotong perkataan Bilah dengan menyentuh bibir Bilah dengan bibirnya. Bagas mendorong tengkuk Bilah sehingga ciumannya semakin mendalam.
Tok tok tok
Pintu kaca mobil di ketuk, Bagas langsung gelagapan membuat Bilah tertawa.
"Mas, buka pintunya. Mamah mau masuk mobil," ucap Bilah.
"Gara-gara kamu itu, aku malu tahu," ucap Bagas yang wajahnya sudah memerah.
Sarah masuk ke dalam mobil.
"Maaf yah Mamah ganggu," ucap Sarah, sambil tersenyum.
"Mamah kenapa cepat sih kesininya, ayah di tinggal lagi," protes Bilah.
"Nanti bisa diteruskan di dalam kamar, mentang-mentang pengantin baru," ucap Sarah.
Bagas tidak berkata apa-apa, pandangannya hanya ke depan, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Bilah menyentuh tangan Bagas, ia menyelipkan jari-jari nya dengan jari-jari tangan Bagas. Bagas menengok ke arah Bilah. Bilah tersenyum, senyuman Bilah ini yang membuat jantung Bagas berdetak kencang ketika pertama kali melihat Bilah di cafe.
Orang tua Bilah sudah masuk ke dalam mobil, Bagas menghidupkan mesin mobil, dan berangkat menuju bandara.
"Mamah sama Ayah berangkat yah jaga kesehatan, patuh dengan suamimu," ucap Sarah, sambil memeluk Bilah dengan erat.
"Mamah juga jaga kesehatan yah," ucap Bilah.
"Pah, terima kasih sudah menikahkan aku dengan Mas Bagas," ucap Bilah.
"Semoga pernikahan kamu yang kedua ini langgeng dan segera di titipkan momongan dari Allah," ucap Afnan.
"Aamiin...terima kasih Ayah." Bilah dan Bagas mencium punggung tangan mereka.
Bilah melepas kedua orang tuanya untuk pulang ke Jakarta.
***
Bilah dan Bagas dalam perjalanan pulang ke pesantren.
"Mas, jika aku gak bisa memberikan anak untukmu, apakah kamu akan menikah lagi dan meninggalkan aku?" tanya Bilah.
"Ngapain nikah lagi, nikah mahal tahu," ucap Bagas.
"Ih berarti kamu kemarin mahal dong nikahin aku." Bilah mencubit pinggang Bagas yang sedang menyetir.
"Auuu sayang kok nyubit, tadi aja minta cium sekarang suaminya di cubit," protes Bagas.
__ADS_1
"Sini aku cium." Bilah mendekatkan wajahnya ke wajah Bagas.
"Sayang aku lagi nyetir bahaya, aku gak bisa konsen jika wajah kamu sedekat itu," ucap Bagas sambil menjauhkan wajah nya dari wajah Bilah.
"Mas, jawab pertanyaan aku," ucap Bilah.
"Pertama untuk soal anak, biar adil kita tes kesehatan. Jika sama-sama sehat. Kita buat setiap hari 3 kali," ucap Bagas.
"Kaya minum obat, 1 hari 3 kali. Memang kamu kuat?" tanya Bilah.
"Hari ini kita buktikan," ucap Bagas.
Bilah menelan salivanya.
'Salah ngomong aku,' batin Bilah.
"Kalau kita sudah berusaha tapi masih belum di kasih bagaimana Mas?" tanya Bilah.
"Teknologi kedokteran canggih. Kita program bayi tabung," jawab Bagas.
Mata Bilah berbinar-binar mendengar jawaban dari Bagas.
"Jawaban yang kedua tentang nikah mahal. Bagi aku, kamu tuh sangat mahal sakin mahalnya aku gak mau laki-laki lain menyentuh kamu buktinya sebelum aku nikahin kamu, aku sampai pukulin mantan kamu sampai babak belur karena mantan kamu itu kurang ajar nyentuh kamu . Apa lagi sudah nikah, aku gak bakal lepasin kamu. Karena kamu sesuatu yang mahal yang harus kujaga dan kurawat," ucap Bagas.
Cup
Bilah mencium pipi Bagas.
"Aku makin cinta sama kamu Mas," ucap Bilah.
Bersambung
✍ Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku.
Baca juga yuk cerita serunya
Salah Lamar
Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)
Love dari author sekebon karet 😁
__ADS_1