
Sesuai permintaan Ranu sebelum ia meninggal, untuk memberikan surat kepada Nida setelah ia bebas. Dina akan berkunjung ke rumah Nida, ia sempat ragu karena Dina tahu bagaimana sejarah Ranu meninggal. Pastinya Nida akan bertanya kenapa Ranu bisa meninggal, hati Dina ragu untuk menemui Nida, karena selama ini dia membenci Nida. Dina tidak sama hatinya dengan Bilah yang berlapang dada untuk memaafkan seseorang, tapi melihat akhir hayat Ranu. Amarah itu ia gugurkan dan tetap ingin memberikan surat dari Randu karena bagi Dina surat itu merupakan wasiat Ranu yang terakhir kali.
Dina datang sendiri karena rahasia ini memang hanya ia yang tahu. Ranu ingin semua ini dirahasiakan. Dina mengetuk pintu rumah Nida.
Tok Tok Tok
Suara pintu diketuk
"Assalamu'alaikum," Dina mengucap salam.
"Waalaikumsalam." Terdengar jawaban ucapan salam Dina, lalu ada seorang yang keluar dan membukakan pintu untuk Dina, yang membuka pintu itu adalah Nida.
"Dina." Nida sangat syok ketika membuka pintu ternyata Dina lah yang datang, Dina tersenyum kepada Nida.
"Boleh gue masuk Nida?" tanya Dina.
"Ayo Dina silakan tapi maaf rumahku berantakan karena di rumah ini juga memproduksi usaha aku yaitu rajutan," ucap Nida.
"Alhamdulillah, jadi loe usaha rajutan sekarang?" tanya Dina.
"Iya, alhamdulillah. Ayo silakan duduk. Kamu mau minum apa Dina?" tanya Nida.
"Apa aja yang ada aja Nida, nggak usah repot-repot " ucap Dina.
Gendis mendengar suara Dina, ia langsung keluar dan memeluk Dina. Karena memang setelah Ranu meninggal, Dina sangatlah baik kepada Gendis. Sering memberikan mainan dan Gendis juga akrab dengan Kenzo, anak Dina.
"Tante Dina," ucap Gendis, dia langsung mencium punggung tangan Dina.
"Bagaimana kamu sehat?" tanya Dina.
"Alhamdulillah sehat Tante," jawab Gendis.
Tak lama Nida membawakan secangkir teh dan makanan ringan untuk Dina. lihat cara berpakaian Nida sekarang Dina merasa bersyukur karena Nida sudah sadar dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dia juga melihat para pekerja yang sedang merajut, para pegawai Nida yang membantu dia sehari-hari.
"Ada apa Dina kamu datang ke sini?" tanya Nida, Dina melihat Gendis karena ia ingin berbicara dengan Nida saja. Nida pun paham akhirnya menyuruh Gendis untuk pergi ke kamar terlebih dahulu.
"Sayang kamu bisa ke kamar dulu nggak? Mamah mau ngobrol sama Tante Dina," tanya Nida kepada Gendis.
"Iya Mah bisa, Tante aku ke kamar dulu ya," ucapkan Gendis.
Setelah Gendis pergi ke kamarnya, Dina mengajak Nida untuk berbicara di taman belakang. Dina tahu di belakang ada taman karena rumah ini juga Dina yang memilih untuk membantu Bilah ketika membelinya.
__ADS_1
"Gue ke sini ingin memberikan surat ini kepada loe. Ini adalah surat Ranu sebelum dia meninggal. Gue lah dokter yang tahu bahwa Ranu akan mendonorkan semua organ dalamnya, termasuk kornea mata untuk Bilah. Tapi gue mohon agar Bilah tidak mengetahui bahwa pendonor kornea mata itu adalah Ranu. Ranu yang meminta gue secara langsung agar ini dirahasiakannya," pinta Dina.
Nida langsung menangis mendengar apa yang Dina tuturan. Dina juga menceritakan bagaimana Ranu meninggal dan karena apa sebab ia meninggal. Karena cerita ini selama ini simpang siur dan Nida ingin mengetahui kebenarannya sekarang. Nida mengambil surat di tangan Dina dan membacanya surat itu, jelas bahwa Ranu sangat mencintai Nida dan minta maaf. Nida semakin menangis, tubuhnya luluh ke tanah dan mencium surat yang ditulis oleh Ranu. Kini ia tahu bahwa Ranu ingin menebus dosanya dengan Bilah. Ia melindungi Bilah dari pembunuhan yang telah direncanakan ayahnya sendiri.
"Dina terima kasih, kamu telah datang dan memberikan surat ini surat ini sangat berarti bagiku. Aku tahu isi hati Ranu sebelum ia meninggal, aku akan berjanji tidak akan memberitahu Bilah bahwa kornea mata itu berasal dari Ranu," ucap Nida.
"Aku juga minta maaf sama kamu Dina, telah berbuat jahat. Aku mohon maafkan aku, ampuni aku atas kesalahan aku terdahulu," sambungnya.
"Sudahlah Nida, itu sudah berlalu yang penting sekarang kamu menjadi manusia yang lebih baik lagi. Jaga Gendis, jangan sia-siakan Gendis Karena Bilah sangat merawat Gendis dari bayi," ucap Dina.
"Insya Allah, aku akan menjaga Gendis dan merawat Gendis sampai ia menikah dan mengajarkan agama kepadanya," ucap Nida.
Setelah itu Dina pamit pulang, ia sudah lega karena sudah memberitahu kepada Nida. Setiap manusia punya sisi gelap masa lalu yang terpenting itu adalah ketika dia berusaha untuk bertaubat dan menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dina masuk ke dalam mobilnya, baru ia masuk Dina langsung mendapatkan telepon dari Bilah.
Dina \=["Halo assalamualaikum Bil."]
Bilah ["Waalaikumsalam Di, loe ada di mana?"]
Dina \= ["Ya ada apa memangnya? Bil loe ada perlu sama gue? gue lagi di jalan nih, ada perlu eama gue? sekalian gue ntar mampir ke rumah loe."]
Bilah \=["Boleh, mampir ke rumah gue Din kalau loe sempet. Kalau lo3 nggak sempet ya nggak apa-apa."]
Bilah \=["Waalaikumsalam."]
Dina melajukan mobilnya ke arah rumah Bilah. Sesampainya di rumah Bilah, ia langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumah Bilah.
Mendengar suara mesin mobil Dina, Bilah langsung keluar rumah untuk menyambut Dina. Bilah langsung memeluk Dina, Dina bingung karena wajah Bilah senyam senyum kepadanya. Dina memegang dahi Bilah dengan punggung tangannya.
"Gue gak sakit Dokter Dina." Bilah langsung menarik tangan Dina untuk masuk ke dalam rumah.
"Duduk Din, loe mau minum apa?" tanya Bilah.
"Coklat hangat aja kalau ada," jawab Dina.
"Kenapa loe? lagi stress?" tanya Bilah.
"Memang minum coklat selalu bertanda stress?" protes Dina. Bilah tertawa melihat wajah sahabatnya yang cemberut. Bilah mencubit pipi Dina yang putih dengan gemas. Dina berdecak kesal karena pipinya di cubit. Tak lama Bilah mensajikan apa yang Dina mau.
"Ada apa Bil? kok wajah loe terlihat bahagia banget?" tanya Dina penasaran. Bilah menggenggam tangan Dina.
__ADS_1
"Gue hamil lagi Din," ucap Bilah.
"Rajin juga loe sama Gus, Heelwa baru 2 tahun sudah hamil lagi," ucap Dina.
"Hahaha...memang loe nggak rajin sama Billi?" tanya Bilah.
"Au ah...Bil, gue juga lagi program buat hamil lagi," ucap Dina.
"Gue doakan loe nyusul gue, agar hamil bareng sama gue," ucap Bilah.
Dina sangat senang mengetahui Bilah hamil kembali. Karena anak bagi Bilah merupakan anugrah yang tiada kara. Nikah dengan Ranu tidak mendapatkan anak tapi nikah dengan Bagas, Bilah akan memiliki 2 anak. Hasil dari buah cintanya dengan Bagas. Wajah Bilah pun sangat bahagia, Dina akan merahasiakan kepada Bilah tentang kornea matanya itu.
Bersambung
✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞