5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Hartaku di Rampas


__ADS_3

Setelah Billi mendengar ucapan Dina yang ingin kuliah lagi untuk melanjutkan pendidikannya di Jogja, ia tidak merespon ucapan Dina. Ia hanya terdiam, tidak ada percakapan di antara Billi dan Dina sampai tiba di apartement Dina.


"Billi, terima kasih untuk bantuannya hari ini. Mau mampir dulu?"


Billi tersenyum kepada Dina, "Gak usah, aku langsung pulang aja."


Dina menunggu mobil Billi pergi sampai tidak terlihat dari pandangannya lagi. Lalu ia berjalan untuk masuk ke apartement.


"Tuh kan Billi, memang gak punya rasa sama gue. Buktinya dia gak ngomong apa-apa ketika gue bilang mau ke jogja meneruskan pendidikan gue, memang sepertinya Billi sukanya sama Bilah bukan sama gue. Dari tatapannya, postur tubuh ketika dekat dengan Bilah, pas tolong Bilah. Aduh gue mikirin apa sih, gak penting banget. Din loe tuh sahabatnya Billi, sadar dong, hilangin rasa ini." gumam isi hati Dina.


"Din, kenapa loe?" wajah Dina tidak seperti biasanya.


"Tadi pulang dengan Billi? Billi mana? kok gak mampir, gue dah masak lebih,"ucap Bilah.


"Iya, tadi pulang bareng Billi. Dia gak mau mampir langsung pulang."


Dina langsung masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan apa-apa lagi dengan Bilah.


"Din, gue udah siapin makan malam," Bilah berbicara di balik pintu.


"Sorry Bil, gue udah makan. Loe makan malam aja sendiri kalau ada sisa besok hangatin untuk sarapan aja," jawab Dina di dalam kamar.


"Dina kenapa yah, kok aneh," gumam Bilah di hati.


Esok hari Bilah akan bertemu dengan Ranu, Ranu ingin pertemuan mereka di rumah tapi Bilah menolak. Akhirnya mereka bertemu di sebuah restoran. Bilah berjaga-jaga jika Ranu berbuat macam-macam dia bisa berteriak karena di tempat umum lebih aman dibandingkan di rumah, Bilah takut jika Ranu berbuat seperti yang sebelumnya.


Bilah ingin mengambil hartanya lagi, rumah beserta perusahaan atas namanya. Ia berpikir tidak mungkin tinggal bersama Dina selamanya. Sudah 3 minggu Bilah tinggal di apartement Dina.


Keesokan


Bilah sudah sampai di restoran tempat dimana ia dan Ranu akan bertemu. Tidak lama Bilah menunggu, Ranu pun tiba.


"Sudah lama menunggu?" tanya Ranu.


Bilah menggelengkan kepalanya.


"Aku meminta bertemu denganmu untuk membicarakan hakku, aku kasih waktu 1 minggu untuk mengosongkan rumah karena aku akan menempati rumah itu, dan kamu bukan CEO lagi karena kita akan bercerai dan surat perceraian kita akan keluar sebentar lagi."


"Hahaha lucu sekali kamu Bilah, rumah dan perusahaan sudah berbalik nama menjadi namaku bukan lagi namamu. Jika kamu menginginkan rumah dan perusahaan itu tarik gugatan ceraimu. Kamu akan tetap menjadi istriku dan setiap malam aku akan bercinta denganmu. Akan aku buat puas kamu di atas ranjang."


"Jaga ucapanmu, aku tidak sudi lagi menjadi istrimu. Rumah dan perusahaan itu atas namaku bukan namamu. jangan mimpi kamu Ranu."

__ADS_1


"Bilah...Bilah...kamu terlalu polos dan terlalu cinta denganku dahulu. Kamu ingat ketika aku meminta tanda tangan untuk santunan yatim piyatu? begitu bodohnya kamu tidak cek lagi apa isinya itu. Tanpa kamu sadari, kamu sudah menyerahkan hartamu kepadaku. Isi surat yang kamu tanda tangani itu adalah pernyataan bahwa kamu menyerahkan hartamu, perusahaan, rumah bahkan mobil yang kamu pakai saat ini atas namaku."


"Apa? licik kamu, suatu kesalahan besar aku jatuh cinta denganmu," Bilah mengeprak meja, tampak syok kekayaan yang diberikan sang ayah untuk dirinya raip begitu saja. Dirampas oleh laki-laki yang pernah hidup dengannya, suatu kebodohan besar memberikan sebuah tanda tangan tanpa dibaca terlebih dahulu.


"Hahaha..." Ranu tertawa puas penuh kemenangan, "bagaimana? kamu mau tetap jadi istriku atau jatuh miskin. Dari mana kamu akan membiayai kedua orang tuamu? hahahaha kembalilah bersamaku sayang," Ranu membelai pipi Bilah, tapi Bilah langsung menangkis tangan Ranu dari pipinya.


"Jangan harap kamu, aku tidak akan masuk ke lubang yang sama untuk ke dua lagi," Bilah langsung berdiri dan hendak pergi.


"Tunggu!" Ranu menahan Bilah, "Serahkan kunci mobilmu, karena kamu tidak mau menerima tawaranku."


Bilah sangat marah, benci dengan Ranu. Dia memberikan kunci mobilnya kepada Ranu. Ketika ingin memberikan kunci mobil tangannya ditarik dan tubuh Bilah mendarat di dada bidang Ranu. Ranu berbisik di telinga Bilah, "Malam ini datanglah kerumah, kita bercinta sebelum kita bercerai secara resmi. Aku akan memberi hadiah yaitu mobilmu itu, aku rindu belaianmu, cumbuanmu," Ranu mencium rambut Bilah.


"Jangan harap aku akan datang malam ini, aku tidak sudi tubuhku disentuh oleh laki-laki banjingan seperti kamu," Bilah mendorong tubuh Ranu.


Ranu tertawa, "Haha laki-laki bajingan yang membuat kamu puas di atas ranjang selama ini. Camkan ini Bilah...ini semua belum berakhir, ibuku sudah tiada, bagaimana jika mamahmu yang tiada. Nyawa dibayar dengan nyawa."


"Jangan sentuh ayah dan mamahku, kamu akan berurusan denganku," wajah emosi Bilah ketika menatap Ranu.


"Uhh seram, aku tidak takut ancamanmu, kamu itu wanita lemah yang hanya mempunyai 2 sahabat, seorang dokter dan banci hahaha." Ranu pergi meninggalkan Bilah membawa kunci mobil Bilah. Bilah ingin menangis tapi dia tidak mau terlihat lemah seperti yang Ranu katakan.


Bilah berjalan keluar dari restoran, dengan pandangan yang kosong. Ia mencoba telepon Dina tapi tidak diangkat, berkali-kali Bilah menelpon sahabatnya itu. Ia mencoba untuk mengirimi pesan whatsapp, ia melihat centang biru yang artinya Dina sudah membaca pesan Bilah. Tapi Dina tidak membalas Bilah.


"Din, loe kenapa sih dari semalam? Kenapa loe diamin gue. Apa salah gue? hari ini loe libur kan gak ada praktik. Gue coba telepon Billi gak yah? tapi Billi sedang kerja, takut ganggu gue. Pulang ke apartement Dina tapi rasanya tidak enak karena Dina sikapnya aneh, diam tidak mau berbicara apa-apa."


Billi \= ["Bilah, kamu dimana? Boleh kita bertemu? aku baru selesai meeting jadi sudah gak ada kerjaan lagi."]


Bilah \= ["Wah bahasanya sudah berubah, pakai aku, kamu. Ada apa Billi?"]


Billah \= ["Ingin membicarakan sesuatu."]


Bilah \= ["Gue juga mau cerita sesuatu nih, gue lagi di restoran tempat yang waktu kita makan bareng."]


Billi \= ["Yah udah, aku ke sana, tunggu yah."]


Setelah membalas pesan singkat dari Billi, Bilah menunggu Billi di dalam restoran. Sekitar 20 menit Billi pun tiba.


"Sorry, lama nunggu yah?" tanya Billi.


"Lumayan, 20 menitan. Mau ngobrol di mana nih Billi?" tanya Bilah.


"Ke taman aja yuk, tempatnya lebih sejuk dan suananya enak. Mobil kamu mana Bil?"

__ADS_1


"Kok gue rada aneh yah dengarnya, loe bahasanya aku, kamu sekarang. Gue gak punya mobil lagi sekarang Billi nanti deh gue ceritain semua pas di taman."


"Kan kamu Bil yang suruh aku merubah bahasa i jadi aku, you jadi kamu."


Bilah hanya tersenyum dan mengangkat alisnya ke atas. Kemudian Bilah dan Billi pergi ke taman tempat pilihan Billi.


Di taman Bilah menceritakan kepada Billi tentang Ranu. Bahwa Ranu membalik nama perusahaan, rumah bahkan mobil yang biasa Bilah pakai.


"Aku akan bantu kamu Bil, pakai pengacara aku. Itu kamu sudah ditipu jadi dia dapat tanda tangan kamu."


"Gak bisa Billi, biarlah dia ambil semua harta gue. Gue takut mamah menjadi sasaran Ranu berikutnya." Billi memeluk Bilah.


"Aku siap bantu kamu Bil, sekarang sahabatmu satu ini yang akan membantu mu. Dari SMA kamu sudah membelaku dari pembullyan sekarang saatnya aku yang membantu mu."


Dari kejauhan ternyata Dina melihat Billi yang sedang memeluk Bilah, dia tidak sengaja pergi ke taman, ia berpikir Bilah lebih unggul dari segalanya, cantik, kaya raya dan baik. Ada rasa cemburu ketika melihat Billi dan Bilah berpelukan tapi dia sadar bahwa dia tidak akan bersaing dengan sahabatnya.



Ilustrasi gambar ketika Dina melihat Bilah dan Billi berpelukan.


"Oh iya loe mau ngomong apa Billi?"


"Lupa aku mau ngomong apa."


"Masa lupa loe mau ngomong apa? ada yang loe sembunyiin dari gue yah? apa masalah Dina?"


"Bukan...bukan...Bil."


"Kenapa loe gelagapan begitu?"


"Aku gak ada apa-apa sama Dina, aku hanya bantu dia aja agar mantan tunangannya gak gangguin dia lagi, percaya yah sama aku," Billi memegang dan menggenggam tangan Bilah.


Bilah langsung melepaskan genggaman tangannya dari Billi dan berkata, " Billi jujur deh, kok gue jadi geli dipegang tangan gue sama loe, sejak loe berubah normal gini. Udah yah, gue mau balik dulu ke apartement Dina. Terima kasih sudah menjadi pendengar setia curhatan gue, bantu gue selama ini. Jaga diri yah dan tolong jaga Dina."


"kamu mau ke mana Bil, pulang aku anterin yah. Ngomongnya seperti mau pergi jauh."


"Biar gue pulang sendiri, mau tata perasaan gue." Bilah tersenyum dan meninggalkan Billi sendiri, dia berlari dan naik taksi.


💔💔💔


Sedangkan Ranu berjalan bolak balik di dalam rumah. Dia tidak rela jika bercerai dengan Bilah. Kemanapun Bilah pergi akan dia ikuti, ia merasa bahwa Bilah masih miliknya dan masih belum puas untuk menyakiti Bilah.

__ADS_1


"Bilah, kamu itu sebenarnya cantik, sangat cantik. Sayang kamu anak dari pembunuh ibuku. Jangan harap kamu bisa jauh dariku, dan jangan harap kamu akan bahagia," ucap monolog Ranu dengan memandang foto pernikahannya dengan Bilah yang masih terbingkai besar di dinding rumah.


Bersambung


__ADS_2