5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Rindu yang terpupuk menyebabkan takut akan kehilangan. kehilangan cinta walaupun cinta itu tak pergi kemana-mana, hanya rasa saja yang curiga bahwa cinta akan pergi jauh.


"Tolong percaya aku, bahwa aku sudah mencintaimu Mas, rasa cemburu adalah bukti bahwa aku mencintaimu," ucap Bilah.


"Maafkan aku karena meragukan cintamu," ucap Bagas.


"Jaga rindumu hanya untukku ketika aku kembali lagi ke Turki, jika aku sudah mencintai seseorang, aku tak akan memalingkan cintaku oleh laki-laki lain," ucap Bilah.


"Aku akan menjaga rindu ini, karena dengan rindu aku akan memupuk cintaku hanya untukmu," ucap Bagas.


"Aku masuk yah Mas, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya," ucap Bilah.


"Insha Allah, aku akan hati-hati membawa mobil, aku tidak mau berbuat ceroboh lagi yang membuat kamu sangat khawatir terhadapku," ucap Bagas.


"Assalamu'alaikum calon imamku," ucap Bilah.


"Wa'alaikumsalam calon makmumku," ucap Bagas.


***


Billi dan Dina merencanakan untuk berbulan madu, tapi pekerjaan dari masing -masing pasangan ini susah untuk mengatur waktu yang sama. Dina bolak-balik Bandung ke Jakarta, karena memang Dina tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan kuliahnya. Suatu hari Dina mendapatkan sebuah tawaran dari Dokter Jimmy sebagai atasan Dina. Ia merekomendasi Dina untuk berkunjung ke rumah sakit yang berada di Jepang. Dina akan mendapatkan kuliah singkat selama 3 bulan di Jepang.


"Sayang, aku dapat rekomendasi kuliah singkat ke Jepang. Kamu bisa atur waktu kamu gak agar temanin aku?" tanya Dina.


"3 bulan? kamu kuliah singkat di sana? aku sendirian dong di tinggalin kamu," ucap Billi.


"Yah, makanya aku tanya kamu, masa aku tolak sih sayang." Wajah Dina berubah menjadi cemberut, karena Billi terlalu sibuk dengan kerjaannya.


"Kita 'kan nikah baru 1 minggu, masa kamu tinggalin aku," protes Billi.


"Nikah dengan CEO seperti ini yah, waktu juga sedikit buat istri. Gak ada bulan madu, nyebelin tahu gak," Protes Dina.


Billi tak mau mengecewakan Dina, Dina memang sudah lama untuk mendambakan kuliah singkat ini di Jepang.


"Bagaimana kita bulan madu ke Jepang sekalian, aku bisa berkunjung juga ke rumah kakek. Nanti aku omongin sama papah, agar papah yang handle kerjaan selama kita bulan madu di Jepang, jangan marah yah. Aku gak mau buat kamu kecewa, aku sudah janji dalam diriku ingin membahagiakan kamu," ucap Billi.


Dina langsung memeluk Billi dengan erat.


"Terima kasih suami tercintaku," ucap Dina.


Akhirnya Mereka merencanakan bulan madu ke Jepang, sayangnya ketika berangkat Billi tak bisa berangkat bersama, karena ada rapat penting yang tidak bisa ia tinggalkan. Billi akan menyusul ke Jepang ketika pekerjaannya sudah selesai.


Hari keberangkatan Dina pun tiba.


"Aku berangkat yah sayang," izin Dina.


"Ia, nanti aku akan menyusul. Jaga diri baik-baik yah. Hmmm aku boleh minta sesuatu gak?" tanya Billi.


"Minta apa?" tanya Dina.


"Kamu panggil aku jangan sayang yah, tapi 'ai'," pinta Billi.


"Artinya apa?" tanya Dina.


"Ai itu artinya cinta, kata dari bahasa Jepang," jawab Billi.


"Hmm mentang-mentang mamahmu orang Jepang, mau dipanggil berbau Jepang," ucap Dina.

__ADS_1


"Hehe biar beda aja, kalau panggilan sayang sudah umum," ucap Billi.


"Oke deh ai, aku berangkat dulu yah, langsung nyusul loh habis selesai pekerjaan kamu. Ingat ini bulan madu kita," ucap Dina.


"Iya, kamu belajar yang rajin di sana," ucap Dina.


Dina meraih tangan Billi lalu ia mencium punggung tangan Billi.


"Tunggu dulu kok hanya cium tangan sih, di sini belum." Billi memegang bibirnya dengan jari.


Dina mencium Billi dengan singkat, tapi Billi malah membalas ciuman Dina dengan penuh cinta.


"Jangan nakal yah di sana, jangan lirik cowo Jepang," ucap Billi.


"Gak akan, karena cowo Jepangku hanya kamu ai," ucap Dina.


***


Di dalam pesawat Dina mencari nomor bangku di temani oleh pramugari.


"Bu, ini bangku Ibu," ucap pramugari.


Dina pun lega, orang yang duduk disampingnya seorang perempuan bukan laki-laki.


"Permisi yah," ucap Dina kepada penumpang yang duduk di sebelahnya.


Dina dapat bernapas lega, karena sekarang sudah berada di dalam pesawat. Perjalanan 8 jam dari Indonesia ke Jepang, perjalanan pertama setelah menikah. Dina melihat penumpang yang di duduk di sebelahnya sedang membaca brosur. Brosur itu tentang medis yaitu brosur sama yang diberikan oleh Dokter Jimmy.


"Maaf kamu dokter yah?" tanya Dina ke penumpang yang duduk di sebelahnya.


"Iya, aku seorang dokter, kok kamu bisa tahu?" tanyanya.


"Namaku Inayah, kamu sebagai dokter spesialis apa?" tanyanya.


...(Kisah tentang dokter Inayah ada dalam novel salah lamar.)...


"Aku ambil spesialis kandungan, tunggu deh nama kamu gak asing di telingaku. Kamu itu Dokter Inayah dari cirebon, Pembantu dokter spesialis bedah yang terkenal selalu sukses dalam melakukan operasi, dokter Jimmy selalu menceritakan tentang kamu," ucap Dina antusias.


"Oh dokter Jimmy yang dari Bandung?" tanya Inayah.


"Iya benar, senang berkenalan denganmu. Ternyata kita sama-sama dokter," ucap Dina.


Dina mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Inayah. Perjalanan terasa sangat menyenangkan bagi Dina, karena teman sebangkunya merupakan seorang dokter.


Tak terasa Dina sudah sampai di Jepang, ia mendarat dengan selamat.


"Semangat yah, untuk kuliah kamu di Jepang," ucap Dina kepada Inayah.


Sesampainya di hotel, Dina menelepon Billi untuk memberi kabar.


Dina \=["Ai, aku sudah sampai yah. Kamu jangan lama-lama datang ke sini. Aku kangen kamu."]


Billi \=["Iya ini sudah selesai, aku akan segera menyusul kamu ke Jepang. Jaga makannya yah, jangan dibiasakan makan telat."]


Dina \= ["Oke aku keluar dulu, mau lihat-lihat. Di sini banyak mahasiswa kedokteran ai."]


Billi \=["Nanti hotelnya pindah ketika aku sampai, karena tujuan aku ke sana bulan madu sama kamu." ]

__ADS_1


Dina \=["Iya, aku tahu ai."]


Setelah selesai memberi kabar Billi, ia berkeliling luar hotel. Tiba-tiba ada yang berteriak. Dina mencari sumber suara teriakan. Dia melihat seorang perempuan yang tidak sadarkan diri. Dina berlari kecil untuk mendekatinya.


"Inayah?" ucap Dina.


Dina langsung meminta bantuan kepada pegawai hotel untuk membantu agar Inayah bisa dipindahkan ke dalam kamar hotel. Wajah Inayah terlihat tampak pucat. Dina langsung mengambil peralatan medisnya. Dina memeriksa denyut Inayah.


"Kamu teman Inayah? Dokter juga?" tanya Dina kepada seorang wanita yang berteriak tolong sebelumnya.


"Iya, saya dokter bagian saraf," ucapnya.


"Sebelum perjalanan Inayah ada keluhan tidak? soalnya tadi dalam pesawat wajahnya pucat," ucap Dina.


"Dia mengeluh pusing dan agak mual," jawabnya.


"Pusingnya ketika pas mau berangkat ke Jepang atau sebelumnya?" tanya Dina.


"Sudah 4 hari dia mengeluh pusing," jawabnya.


"Suaminya mana? sepertinya Inayah sedang hamil, untuk memastikan harus USG. Tapi aku yakin Inayah hamil. Mending periksa deh karena aku takut perjalanan jauh mempengaruhi kandungannya," ucap Dina.


Dina memegangi perutnya yang masih rata.


'Aku kapan hamil? semoga bulan madu ini pulang ke Indonesia membawa hasil buah cintaku dengan Billi,' batin Dina.


"Aku tidak paham bahasa Jepang, aku ngomong bahasa Inggris mereka tidak paham apa yang aku omongin," ucapnya.


"Yah sudah tunggu saja, nanti aku bantu ketika suamiku datang, ia bisa bahasa Jepang. Kalau butuh bantuan ketok kamarku yah dan ini nomor aku," ucap Dina.


"Terima kasih sudah membantu temanku," ucapnya.


"Sama-sama," ucap Dina.


Dina keluar meninggalkan Inayah dan temannya di dalam kamar hotel.


Bersambung


***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga. Saya doakan kalian banyak Rezeki aamiin.


fb @Farida (R)


ig @kak_farida


Mampir juga di novelku yang lain



Salah Lamar


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)


__ADS_1


Love you semua


__ADS_2