5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Bilah Emosi


__ADS_3

1 minggu berlalu sejak kejadian teror, kini Dina sedang berada di Jakarta. Mempersiapkan acara lamaran, malam ini keluarga Billi akan secara resmi melamar Dina.


Acara lamaran dibuat sangat sederhana, Dina menggunakan gaun kebaya warna hijau untuk acara lamaran.


Dina menghubungi Bilah, ia melakukan video call.


Dina \= ["Assalamu'alaikum"]


Bilah \=[" Wa'alaikumsalam, Masya Allah cantik banget loe Din."]


Dina \=["Tapi gue merasa ada yang kurang, loe gak bisa hadir di acara lamaran gue sama Billi."]


Bilah \=["Yang penting doa gue sampai ke loe."]


Dina \= ["Memang belum selesai urusan loe Bil?"]


Bilah \=["Belum, gue harus menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi. Om Emil lagi pelajari cabang yang di Amerika, ambil celah gue mau ambil alih."]


Dina \=["Gue gak paham bisnis main saham gitu."]


Bilah \= ["Din maaf nih, gue ada janji sama Om Emil buat ketemuan. Selamat yah cantik, akhirnya loe akan jadi istri Billi. Salam sama Billi yah."]


Dina \=["Gak kirim salam buat Gus Bagas, dia setiap hari teleponin gue terus. Minta nomor turki loe, gue bilang gak tahu. Gue bilang juga kalau gue komunikasi sama Bilah lewat email. Gue kasih email loe, coba deh loe cek email loe, siapa tahu Gus Bagas kirim email."]


Bilah \=["hmmm."]


Dina \= ["Kok hanya hmm memang gak kangen, gak keringetan. Sudah 2 minggu loe di Turki."]


Bilah \=["Sudah ah, gue buru-baru. Selamat sekali lagi yah, Assalamu'alaikum."]


Setelah berkomunikasi dengan Bilah, tak lama keluarga Billi pun datang. Tampak Mamahnya Billi yang baru Dina lihat wajahnya, perempuan cantik berparas sangat Jepang. Dina mencium punggung tangan kedua orang tua Billi.


Hantaran lamaran diberikan dari pihak Billi ke pihak Dina. Percakapan antara kedua orang tua pun berjalan tidak ada perdebatan, tidak ada keberatan diantara kedua belah keluarga karena Billi dan Dina saling mencintai. Hanyalah doa yang orang tua mereka panjatkan.


Billi menyematkan cincin emas bermata safir merah ke jari manis Dina. Resmi sudah Dina menjadi tunangan Billi. Dari percakapan antara kedua keluarga akad pernikahan akan dilaksanakan 1 bulan yang akan datang.


***


Bilah mendapatkan laporan dari yang mengintai Gus Bagas. Bahwa Ning Haya masih mengajar di pesantren. Rasa panas di dadanya. Apalagi sekarang dia sedang di Turki untuk mengurus berkas-berkas perusahaan untuk membalik nama atas nama dirinya. Tidak hanya perusahan di Indonesia, juga perusahaan cabang Amerika. Belum lagi yayasan pendidikan sekolah yang dahulu Mamahnya pegang sebagai ketua yayasan, sekarang Bilah harus mengurusnya.


Bilah mempunyai rencana yaitu, membantu bagi siswa yang tidak mampu dan anak yatim yaitu berupa bea siswa. Hidup Bilah akan penuh dengan tanggung jawab di pundaknya karena ada kelangsungan kehidupan bagi karyawan-karyawannya.


Bilah tidak bisa konsen, karena keberadaan Ning Haya masih dipertahankan di pesantren. Dari laporan yang mengintai Gus Bagas, Ning Haya masih mengejar Gus Bagas bahkan ada 1 foto yang dikirim ke Bilah ketika Ning Haya menyentuh tangan Gus Bagas.


"Dia serius gak sih, mau nikah sama aku? kenapa selalu aja ada pengganggu ketika aku menjalin sebuah hubungan, sama Ranu ada Nida dan sekarang sama Bagas ada Haya. hahh.. " teriak Bilah.


Bilah terasa sangat kesal, cemburu mulai menguasai perasaannya. Emosi mulai menghampirinya. Dia ingat bahwa Dina memberikan alamat email Bilah kepada Bagas.


Bilah check email nya, benar saja puluhan email di kirim oleh Gus Bagas. Bilah membaca semua email yang masuk.


"Apaan, kangen sama aku. Bohong kamu Mas...bohong," ucap Bilah ketika membaca email dari Bagas dengan sangat marah.


Bilah membalas email dari Bagas. Ia mengirim foto yang ia dapatkan. Dan menulis pesan. "Pembohong, aku lelah dengan laki-laki yang membohongiku."

__ADS_1


Setelah Bilah membalas email dari Bagas, dia keluar dari akun email. Dia mengambil wudhu untuk meredam emosinya kemudian merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


***


Gus Bagas yang mendapatkan notifikasi balasan email dari Bilah, wajahnya berseri-seri tapi ketika membaca balasan email dari Bilah hatinya terasa ditampar.


"Innalillahi waina ilaihi rojiun, ternyata dia memata-mataiku. Aku telah berjanji akan mengeluarkan Ning Haya dari pesantren tapi Abi tak enak membicarakan dengan Kiai Harun. Ah apalagi dia melihat foto ini, dia pasti marah sekali," gumam Bagas ketika membaca email dari Bilah.


Bagas langsung menghubungi Dina, pikirannya masalah ini harus diselesaikan segera.


Bagas \=["Assalamu'alaikum Dina, maaf aku mengganggu kamu. Boleh aku meminta nomor Bilah di Turki."]


Dina \=["Waalaikumsalam, maaf Gus aku sudah berkali-kali bilang sama Gus aku gak bisa kasih nomor Bilah. Aku berjanji tidak akan memberitahu nomornya kepadamu."]


Bagas \=["Aku mohon Din, aku sangat butuh berbicara dengan dia, agar dia tidak salah paham."]


Dina \= ["Maaf Gus, aku tidak mau melanggar amanat dari sahabatku."]


Bagas \=["Kalau gak, aku minta alamat Bilah di Turki."]


Dina \=["Maaf lagi Gus, aku tidak tahu alamat Bilah di Turki. Aku hanya ikut Bilah saja, tapi gak tahu nama jalannya yang aku tahu hanya Istanbul."]


Bagas \=["Kamu sekarang ada di mana?"]


Dina \= ["Jakarta Gus, rumah orang tuaku."]


Bagas \= ["Tulis alamat mu aku akan ke Jakarta sekarang, jika kamu gak bantu aku, sahabatmu gak mau nikah denganku. Aku mohon belas kasihan kamu dan bantu aku untuk melunakkan hatinya."]


Dina memberikan alamatnya yang ada di Jakarta. Tanpa berpikir panjang Bagas langsung pergi ke Jakarta.


Hati Bagas menjadi tak tenang ketika membaca balasan email dari Bilah. Dari kata-kata yang Bilah tulis, tersirat bahwa Bilah tak mau menikahi dia. Hati Bagas menjadi ketar-ketir karena untuk mendapatkan hati Bilah itu sangat sulit sekali. Kemungkinan Bilah sudah kecewa dengan dirinya.


Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Di dalam hatinya dia berdoa agar dipermudah dirinya dengan Bilah sampai ke jenjang pernikahan.


Sesampainya di Jakarta, Bagas tak mau buang waktu. Dia langsung menuju ke rumah Dina.


"Assalamu'alaikum." ucap salam Bagas.


"Wa'alaikumsalam." ucap Dina membalas salam dari dalam rumah.


Dina sudah tahu bahwa yang datang adalah Bagas, dia langsung membukakan pintu untuk Bagas.


"Maaf Din, ganggu kamu," ucap Bagas.


"Ah gak apa-apa Gus, silahkan masuk. Mau minum apa?" tanya Dina.


"Apa aja Din," jawab Bagas.


Dina mengambil air untuk Bagas kemudian dia menanyakan tujuan kedatangan Bagas untuk menemuinya.


"Memangnya ada masalah apa Gus dengan Bilah?" tanya Dina.


Bagas menceritakan semuanya kepada Dina.

__ADS_1


"Aduh Gus, Bilah hatinya keras. Jika sudah di sakitin maka susah mendapatkan hatinya lagi. Tapi ketika dia mencintai sesuatu, dia akan menjaganya secara spesial," ucap Dina.


"Aku gak maksud untuk membohonginya tentang Ning Haya, tapi Abi ku tidak enak dengan Kiai Harun. Aku tidak bisa membantah Abi ku," ucap Bagas.


"Sepertinya Bilah sangat cemburu Gus dengan Ning...siapa tadi namanya. Yang pernah menampar Bilah 'kan?" tanya Dina.


"Ning Haya namanya, ia dia yang menampar Bilah. Aku mohon Din, tolong aku. Aku benar-benar mencintai dia." Bagas mengatup kedua tangannya ke dada.


"Duh Gus, jangan seperti itu tanganmu, aku akan menelpon Bilah. Kamu bicarakan pelan-pelan yah jangan emosi. Mungkin Bilah lah yang akan emosi ke kamu, berdoalah agar dia bisa memaafkan Gus," ucap Dina.


"Baik Din, terima kasih," ucap Bagas.


Bersambung


***


Promosi


"Assalamu'alaikum, Ning Inayah. Kedatangan saya ke sini yaitu berniat untuk melamarmu," ucap Ramzi.


"Bagaimana Ning Inayah, apakah kamu menerima lamaran Gus Ramzi?" tanya Kiai Amar.


"Ya Allah, tolong gerakan hatinya agar dia menolak lamaranku," gumam hati Ramzi.


Inayah terlihat diam dan menundukkan kepalanya, sesekali dia melirik Ramzi. Inayah menarik nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan.


"Wa'alaikumsalam, Bismillah. Saya terima lamaran Gus Ramzi," ucap Inayah.


Judarrrr hati Ramzi sangat sesak mendengar jawaban dari Inayah, yaitu jawaban menerima lamarannya.



***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga.


fb @Farida (R)


ig @kak_farida


Mampir juga di novelku yang lain



Salah Lamar


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)



Love you semua

__ADS_1


__ADS_2