5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Obat Peranggsang


__ADS_3

Makan malam mereka sangatlah berbeda saat ini. Dina merasakan curahan cinta yang Billi berikan kepadanya. Terasa hangat di dada, membuat bibir Dina tertarik dengan senyuman manis ketika menatap Billi.


"Bagaimana jika kamu meminta bantuan ke Bilah, agar dia bisa bantu untuk mencari peneror kamu. Kakak ipar Gus Bagas 'kan polisi dan pangkatnya jendral. Pasti mudah menemukan peneror ini," saran Billi.


"Aku gak mau mengganggu Bilah, karena Bilah tidak ingin berkomunikasi dengan Gus selama 2 bulan ini. Jika aku menelpon Bilah, pasti Bilah harus menelpon Gus. Aku gak mau buat Bilah khawatir, rumah ini aja dibeli agar aku terlindung. Lagi pula aku sudah punya kamu. Memang kamu gak mau jagain aku?" tanya Dina.


"Kamu jangan berpikir seperti itu, aku akan jagain kamu, perempuan kedua yang aku sangat cinta," ucap Billi.


"Loh...kok kedua, artinya kamu punya perempuan lain yang jadi kekasihmu?" tanya Dina, dengan wajah yang cemberut.


"Karena perempuan pertama yang aku cintai itu adalah mamaku, kamu jangan pikir macam-macam, yang cinta aku itu hanya kamu, lagi pula hatiku sudah menjadi milikmu," ucap Billi.


Billi menggenggam tangan Dina, Dina meletakkan kepalanya di pundak Billi.


"Terima kasih, kamu memang sahabat laki-laki terbaikku yang akan menjadi imamku. Terima kasih juga sudah memberikan cinta kepadaku yang begitu indah," ucap Dina.


"Aku tidur di rumah ini yah?" Billi meminta izin.


"Apa? kamu jangan macam-macam deh. Kita belum menikah, gak boleh tinggal 1 rumah," tolak Dina.


"Sayang, untuk malam ini aja. Aku khawatir denganmu. Lagi pula aku tidur di sofa dan kamu di kamar. Jika kamu takut aku menyerangmu malam-malam, kunci pintu kamarmu, besok aku cari penginapan dekat sini dan mulai besok bodyguard akan menjagamu," ucap Billi.


"Baiklah, tapi hanya malam ini aja yah," ucap Dina.


***


Pagi hari Dina sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit, tidak terlalu padat jadwal Dina untuk hari ini. Ia punya jadwal praktik hanya 2 jam. Ketika membuka pintu, ternyata Billi sudah mempersiapkan sarapan untuk mereka.


"Ya Allah, kamu yang buat ini, aku jadi malu sama kamu. Seharusnya aku yang siapkan sarapan," ucap Dina, sambil mendekati Billi.


"Aku senang masak buat kamu, biasanya aku masak hanya untuk diriku sendiri, ayo sarapan dulu sebelum kamu berangkat. Aku antar dan jemput kamu yah," ucap Billi.


"Terima kasih," ucap Dina.


Mereka sarapan bersama tanpa ada suara, hanya dentingan piring dan sendok yang beradu. Selesai sarapan, Billi mengantar Dina untuk bekerja. Dia berpesan untuk terus waspada.


"2 bodyguard sudah menjaga kamu saat kamu masuk ke rumah sakit, jika ada apa-apa telepon aku," ucap Billi, sambil menyelipkan rambut Dina ke kupingnya.


"Terima kasih yah sayang, aku sayang kamu. Aku bekerja dulu," ucap Dina.


Cup


Dina mengecup pipi Billi dan langsung pergi meninggalkan Billi.


"Hmm manisnya dicium pagi-pagi, jadi ingin cepat-cepat nikah sama kamu," ucap monolog Billi, sambil memegang pipinya.


Dina melewati lorong rumah sakit, dari belakang ada yang menepuk pundak Dina. Ia menoleh ke belakang.


"Kak Zidan," Dina terkejut, karena dia masih tak enak hati dengan Zidan.


"Kenapa kamu terkejut seperti itu melihat aku?" tanya Zidan.

__ADS_1


"Ti...tidak Kak, hanya kaget aja," jawab Dina.


"Sudah lama yah enggak ketemu, bagaimana hubungan kamu dengan kekasihmu?" tanya Zidan.


"Hmm yah seperti itu Kak," ucap Dina.


"Seperti itu bagaimana? kamu jangan ada rasa gak enakan denganku. Walaupun aku masih mencintaimu, tapi aku anggap kita gak jodoh," ucap Zidan.


"Maaf Kak, untuk itu," ucap Dina.


"Kamu minta maaf terus, kaya mau lebaran aja," ucap Zidan.


"Minggu depan aku tunangan dan sekalian menentukan tanggal pernikahan," ucap Dina, dengan rasa tak enak.


"Alhamdulilah, bagus itu. Pacaran setelah nikah," ucap Zidan dengan tulus.


"Kakak punya teman yang bisa melacak nomor handphone gak?" tanya Dina.


"Untuk apa?" tanya Zidan.


"Aku di teror Kak," jawab Dina.


Dina menceritakan semua kepada Zidan, dia memperlihatkan isi WA dari Sang peneror.


"Aku yang lacak, aku save nomor-nomor yang teror kamu," ucap Zidan.


"Memang Kak Zidan bisa?" tanya Dina.


"Aku sejak kecil suka IT, bahkan waktu SMA aku suka hack sosmed teman-teman aku," jawab Zidan sambil nyengir.


"Jangan kaget seperti itu kali...nanti Aku hubungi kamu jika aku dapat petunjuk. Selamat bekerja Din, semangat juga untuk kuliahnya," ucap Zidan, yang meninggalkan Dina menuju ruang kerjanya.


Dina membuka pintu ruang kerjanya. Dan dia bekerja seperti biasanya, tidak ada WA yang menteror seperti kemarin. Waktu terus berjalan sampai akhirnya jam praktik Diapun selesai.


Dedd Dedd


Pesan singkat masuk ke WA Dina.


Zidan \= ["Din, orang yang menterormu dari Jakarta dan sekarang dia ada di Bandung. Dari sinyal yang aku lacak sekarang dia ada di rumah sakit ini, berhati-hatilah."]


'Lukas kah?' batin Dina.


Dina menelepon Billi.


Dina \= [" Kamu sudah sampai mana?"]


Billi \=["Sebentar lagi aku sampai sayang, ini kejebak macet sedikit."]


Dina \= ["Yah sudah, aku tunggu."]


Dina keluar rumah sakit menuju parkiran mobil untuk menunggu jemputan Billi. Belum dia sampai ke tempat parkiran, tiba-tiba ada mobil yang mengklaksonkan dirinya dengan keras, dari mobil warna hitam keluar laki-laki dan langsung menodongkan pisau kecil ke pinggang Dina.

__ADS_1


"Ikut aku dan jangan coba-coba berteriak,"


Dina mengikuti perintah pria tersebut, wajah Dina berubah menjadi pucat. Kejadiannya sangat cepat sehingga satpam rumah sakit tidak mencurigai kedatangan mobil hitam tersebut.


Mobil yang membawa Dina meninggalkan rumah sakit.


"Ternyata kamu yang selama ini meneror aku," ucap Dina.


"Kamu hanya milikku, berani-beraninya pria itu semalam bermalam menginap 1 rumah denganmu. Waktu kamu menjadi tunanganku, kamu selalu menolak jika aku ingin cium kamu. Kita hanya berpegangan tangan. Ternyata kamu sama aja dengan perempuan kupu-kupu malam," ucap Lukas.


"Jaga ucapanmu Lukas, dia pria yang baik. Dia tidak pernah menyentuhku, beruntung aku mempunyai dia dan bersyukur aku sudah lepas darimu," ucap Dina.


"Baguslah, jadi hari ini akulah yang akan mengambilnya," ucap Lukas.


"Jangan harap kamu, dasar bajingan," ucap Dina.


Lukas menepikan mobilnya, Dia menampar Dina. Dan memaksa Dina untuk minum air yang sudah di campur dengan obat peranggsang. Dina menolaknya tapi cengkraman Lukas sangat erat sehingga Dina tidak berdaya. Air itu sedikit demi sedikit masuk ke tenggorokan Dina.


"Kamu tidak akan bisa menolakku kali ini, karena air yang kamu minum itu sudah aku campur dengan obat peranggsang. Kamu akan merasakan pengalaman pertama kamu, disentuh utuh oleh seorang pria," ucap Lukas dengan senyuman miring di bibirnya.


"Berengsek kamu Lukas." Dina emosi mendengar perkataan Lukas.


Apakah Dina kali ini bisa menjaga kesuciannya?


Bersambung


***


Pertanyaan GA


Apa yang harus Dina lakukan untuk menjaga kesuciannya dari lukas?


Jawablah di kolam komentar


Hadiah kaktus rajut/atau tulip rajut.


Hadiah GA di kirim 1 minggu setelah pengumuman.


***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga.


Mampir juga di novelku yang lain



Salah Lamar


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)

__ADS_1



Love you semua


__ADS_2