5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Siapa pendonor kornea mata?


__ADS_3

Bilah ingin mengetahui siapa pendonor kornea matanya, karena ia ingin berterima kasih kepada keluarganya telah berjasa memberikan donor kepada Bilah. Sehingga Bilah sudah bisa melihat kembali dengan normal, Bilah harus melakukan cek setiap bulan dalam satu tahun untuk matanya. Bilah bertanya kepada Dina karena Dina lah yang tahu siapa pendonor kornea mata untuknya.


"Din, ayolah Din, siapa donor kornea mata buat gue? gue cuman mau terima kasih doang kok sama keluarganya, karena sudah memberikan kornea mata buat gue." Bilah memohon kepada Dina agar ia membuka rahasia.


"Duh Bil, sorry nih. Itu sudah kode etika dokter sebagai rahasia pasien jadi gue nggak bisa bantu loe, karena itu sudah menjadi rahasia. Gue sudah berjanji juga dengan pasiennya sewaktu dia hidup." Dina tetap tidak mau memberitahukan siapa pendonor kornea mata untuk Bilah.


"Ah loe Din gitu banget sama gue, cuman buka rahasia aja kok. Gue cuman mau tahu siapa orangnya, gue tanya karena ingin berterima kasih sama keluarganya. Mau memberi santunan karena tanpa donor kornea mata ini gua nggak akan bisa lihat," ucap Bilah.


"Itu sudah takdir kali Bil, dan udah loe nggak usah pikirin. Yang penting loe bersyukur aja sudah bisa melihat sekarang," ucap Dina.


Walaupun Bilah memaksa Dina untuk membuka rahasia itu tapi Dina tidak mau membuka rahasia itu. Sehingga Bilah pun tidak bisa berbuat apa-apa karena semua data hanya Dina yang tahu. Siapa orang itu dan kenapa orang itu ingin mendonorkan kornea mata kepada Bilah.


Bilah pun tak bisa bekerja terlebih dahulu untuk masuk ke kantor karena sang ayah melarangnya untuk masuk ke kantor, tapi Bilah selalu berkomunikasi dengan melatih tentang perkembangan perusahaan. Ayahnya memang tidak bisa diragukan lagi dengan kinerjanya sebagai pemimpin, tapi Bilah ingin mengetahui agar nanti setelah dia masuk, dia akan tahu perkembangannya.


Melati juga memberitahu bahwa Ranu 3 bulan yang lalu mengundurkan diri. Bilah pun terkejut dengan berita tersebut karena sebelumnya ketika Bilah belum mendapatkan donor kornea mata, ia minta maaf dan juga dia berjanji akan memperbaiki hubungannya dengan Nida. Tapi kenapa tiba-tiba Ranu resign dari pekerjaannya.


Bilah berpikir bahwa ia malu karena salah sangka tentang dendamnya selama ini. Karena sebenarnya bukan keluarganya Bilah lah yang menyebabkan ibunya meninggal dunia, tetapi ayah kandungnya sendiri yang memang membunuh ibunya.


Bilah \= ]"Kok kamu nggak bilang-bilang aku sih Mel."]


Melati \=["Aku pikir ayah Bu Bilau sudah memberitahu ibu.]


Bilah \=["Tidak ayahku tidak memberitahu aku bahwa Ranu resign, ya sudah Mel terima kasih atas informasi semuanya.}


Melati \=["Iya Bu, sama-sama."]


Bilah tidak habis pikir Ranu bisa resign seperti itu karena perusahaan Bilah sedang maju. Ranu pun sejak Bilah menekan dia, kinerjanya semakin lama semakin baik. Bilah berpikir bahwa Ranu ingin membuka bisnis sendiri, karena dia juga berpikir akan membangun keluarganya dengan Nida. Nida pun akan keluar 2 tahun lagi dan mereka bisa berkumpul bersama-sama kembali.


Bilah menjadi bosan hanya berdiam di rumah, karena kebosanannya itu akhirnya ketika Gendis menjenguk Nida dia pun ikut. Tapi ketika Gendis bertemu dengan Nida, Bilah tidak masuk ke dalam. Ia hanya mengantarkan dan menunggunya di ruang tunggu.


"Bu, di titipkan salam dengan Mamah Gendis," ucap mbak Ima.


"Tapi kamu nggak bilang kan nama saya?" tanya Bilah.


"Nggak kok Bu, saya nggak bilang," ucap mbak Ima.


Bilah dan Gendis pun pulang, karena tadi ketika dia pergi Heelwa sedang tertidur pulas, jadi ia yakin bahwa helwa sudah terbangun dan mencari dirinya. Setibanya di rumah ternyata Bagas sudah pulang. Ia pun melihat Bagas yang sedang bermain dengan Heelwa.


"Mas kamu sudah pulang," ucap Bilah.


"Iya sayang sudah pulang karena administrasi yang aku harus aku tanda tangani sudah selesai semua," ucap Bagas.


"Mas, tadi aku bertemu dengan Dina. Aku ingin mengetahui siapa pendonor kornea mata aku, tapi Dina masih merahasiakan. Dia tidak mau membuka mulut siapa pendonor kornea mata," ucap Bilah.


"Dokter itu mempunyai kode etik sayang, karena pasiennya mungkin nggak mau namanya disebutkan. Jadi menjadi rahasia. Dina kan sudah bersumpah ketika menjadi dokter, jadi bagus dia menjalankan sumpahnya itu," ucap Bagas.


"Tapi kan Mas aku ingin memberi santunan. Aku ingin berterima kasih kepada keluarganya itu aja kok," ucap Bilah.


"Iya aku paham, tapi kan kamu harus menghargai juga profesi Dina karena pasiennya itu ingin dirahasiakan, jadi ia harus menerima hal itu," ucap Bagas.


Bilah pun menyerah untuk menanyai Dina. Ia juga paham pekerjaan Dina. Jika takdir suatu saat pasti akan tahu siapa pendonor kornea matanya.

__ADS_1


***


Dina tidak mau membuka rahasia pasiennya, walaupun Bilah terus memaksa. Billi pun tidak tahu siapa pendonor kornea mata untuk Bilah. Karena baginya kode etik itu harus di jaga.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Billi.


"Nggak apa-apa ai," jawab Dina.


"Bilang nggak apa-apa tapi kok bengong aku lihat," ucap Billi.


Dina hanya tersenyum kepada Billi, Billi menghampiri Dina dan mengelus rambut Dina.


"Kalau ada masalah, bilang sama aku," ucap Billi.


"Iya sayang, aku akan bilang sama kamu," ucap Dina.


Billi menyenderkan kepalanya di pundak Dina, jarang mereka bertemu seperti ini karena kesibukan mereka yang sangat padat. Dina membelai pipi Billi.


"Ai aku nggak pernah menyangka, kita bisa menikah," ucap Dina.


"Tapi kita sebenarnya sudah saling suka, namanya jodoh nggak akan kemana-mana," ucap Billi.


"Aku sayang banget sama kamu ai," ucap Dina.


Billi mengangkat kepalanya, ia menatap mata Dina. Kesempatan waktu seperti ini sangat di impikan oleh Billi, terkadang ketika kerja Billi ingin sekali berduaan dengan Dina tapi Dina selalu sibuk dengan pasien-pasiennya. Billi menangkup tengkuk leher Dina kemudian ia mencium bibir Dina yang sangat ia rindukan selama ini, semakin lama semakin panas. Billi mengangkat tubuh Dina dan diletakkan di atas ranjang dia langsung mengukung tubuh Dina.


"Ssttt Billi..." Mereka memadu kasih berdua di kamar. Sudah sama-sama haus dengan kebutuhan biologis masing-masing. Billi sangat memanjakan Dina, Dina merasakan sesuatu yang berbeda dari Billi. Perlakuannya sangat halus.


"Aku kangen kamu sayang, aku mohon kurangi waktu kerjamu agar quality time kita bertemu lebih banyak lagi," bisik Billi.


"Maafkan aku ai, aku salah sama kamu. Aku akan mengatur jadwal, aku akan kurangi jam praktikku," ucap Dina.


Dina mengalungkan tangannya di leher Billi, ia menarik leher Billi agar bisa mencium bibir Billi. Dina merasa bersalah mengabaikan Billi tapi Billi sangat sabar, ia ingin memuaskan Billi.


"Sayang...ahhh..." rancu Billi.


"Ai aku mau sampai....ssttt...lebih cepat lagi ai...ah..." Rancu Dina.


"Alhamdulillah ladzu khalaqa minal maa'i basyaran,  fi ja'alahuu nasaban wa shihran, wa kaana rabbuka qadiiran.”


(Segala puji bagi Allah yang menciptakan manusia dari ‘air’ dan menjadikan keturunan dan berbesanan. Tuhan mu Maka kuasa (atas demikian).


Billi berdoa di dalam hati ketika Dina sampai.


"Sayang sekarang aku mau sampai....ssttt Allah nikmat...aku rindu seperti ini." Billi mamacu tempo lebih cepat lagi.


Allahummaj'al Nuthfatanaa zurriyatan tayyibah."


(Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik(saleh) .)


Billi membaca doa ketika sudah masuk puncaknya.

__ADS_1


tubuh Billi ambruk bersama, setelah memuntahkan semua benih cintanya ke rahim Dina.


Kemudian Billi mengakhiri itu dengan membaca doa, dan mencium kening Dina.


 “Alhandulillahilladzi khalaqa minal maa i basyaraa.”


Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


Dina pun memeluk Billi dengan erat.


"Kamu membaca doa ketika kita berhubungan tadi?" tanya Dina.


"Iya sayang, diajarkan Gus Bagas. Jika Allah titipkan benih cinta lagi, maka Insha Allah akan menjadi bibit yang berkualitas karena kita melakukannya dengan doa," ucap Billi.


"Aku minta maaf Ai, jarang memperhatikan kamu," ucap Dina.


"Tidak apa-apa sayang. Hari ini kamu hebat di atas ranjang." Billi membelai pipi Dina dan menghapus keringat di dahinya.


Dina tersenyum ketika Billi memuji dia.


Mau aku tamatkan ini sobat


Bersambung


✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2