
Hari ini Bilah berkunjung ke rumah kedua orang tuanya, dia berencana untuk menanyai soal peristiwa puluhan tahun yang lalu. Afnan ayahnya Bilah tidak mengetahui tentang peristiwa kecelakaan kedua orang tua Ranu. terbukti ketika Bilah menikah dengan Ranu dan bertemu ayahnya Ranu, Afnan tidak mengenal siapa ayahnya Ranu. Bilah harus menanyakan secara hati-hati kepada ayahnya, jangan sampai ayahnya tahu akan kejadian yang sebenarnya. Bilah takut penyakit jantung Afnan kambuh jika mengetahui sebenarnya.
Bilah dan Bagas tiba di rumah kedua orang tua Bilah. Mereka langsung memarkirkan mobilnya, kedua orang tua Bilah sudah menunggu mereka di pintu masuk karena mereka sangat rindu dengan cucu mereka yaitu Heelwah.
"Mah masak apa? aku belum sarapan, tadi pukul 06.00 aku langsung berangkat ke sini Mah," ucap Bilah.
"Eh kebetulan, Mamah tadi masak menu kesukaan kamu. Makanlah ajak Bagas, suamimu. Heelwa biar Mamah yang gendong," ucap Sarah.
"Mamah dan Ayah sudah sarapan?" tanya Bilah.
"Sudah, sebelum kamu sampai di sini. Mamah dan Ayah sudah sarapan," ucap Afnan.
Bilah melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, kunjungan kali ini Bilah tidak membawa Gendis, ia dengan baby sitternya yaitu Ima. Bilah hanya membawa Heelwa. Setelah sarapan selesai, Bilah mulai bertanya-tanya dengan Afnan.
"Ayah masih ingat nggak? pertama kali aku dibawa ke Turki bersama Ayah dan Mamah. Tapi umurku waktu itu berapa tahun ya? aku lupa." Bilah mencoba untuk berkomunikasi sewajarnya untuk mengorek informasi dari sang ayah.
"Sepertinya kamu waktu itu umur 8 tahun deh, memang kenapa?" tanya Afnan.
"Enggak kenapa-kenapa, mengenang masa lalu aja karena kakek menyuruhku untuk ke Turki beliau ingin melihat Heelwa cicitnya," jawab Bilah.
"Ya sudah kamu atur aja, apa mau Ayah belikan tiketnya? nanti Ayah bilang sama kakek, bahwa kamu mau ke Turki," ucap Afnan.
"Tidak Ayah, jangan dalam waktu dekat ini karena kami baru pulang dari Semarang. Sejak aku meninggalkan Jakarta perusahaan bagaimana Ayah perkembangannya?" Bilah masuk ke pertanyaan inti, untuk mengetahui informasi.
"Alhamdulillah meningkat, untuk produksi kita penjualannya cukup stabil dan minggu ini meningkat," jawab Afnan.
"Waktu aku kecil dulu, ketika kita pergi ke Turki. Ayah menitipkan perusahaan ke siapa? setahu Bilah, Ayah tidak mempercayai siapa-siapa," tanya Bilah.
"Ya kamu tahu sendiri lah siapa yang paling dekat sama Ayah. Om Rizal, ayahnya Billi," jawab Afnan.
"Ayahnya Billi?" Bilah terkejut atas jawaban Afnan. Karena dirinya tidak terpikir bahwa om Rizal yang memakai mobil ayahnya.
"Iya ayahnya Billi, bahkan dia bebas memakai kendaraan Ayah. Pulang dari Turki kendaraan Ayah juga enggak rusak, dirawat kok sama dia. Perusahaa juga stabil, ketika itu om Rizal baru merintis perusahaan miliknya, jadi belum punya kendaraan. Yah sudah Ayah pinjamkan saja mobil Ayah. 'kan kita lumayan lama di Turki," jawab Afnan.
__ADS_1
Bilah dan Bagas saling berpandangan, karena dari berita di koran mengatakan 2 mobil hancur karena tabrakan tersebut. Tapi sang ayah mengatakan mobilnya tidak rusak. Ada suatu kejanggalan, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi di CCTV jalanan yang di dapatkan dari kepolisian, atas bantuan suami dari Aisyah kakak ipar Bilah. Terlihat sosok pria menggendong anak laki-laki. Itu artinya yang di gendong adalah Billi.
Umur 8 tahun, sudah mengerti akan sebuah kecelakaan. Artinya Billi mengetahui hal ini, tapi kenapa dia sembunyikan jika Billi benar mengetahuinya. Bilah terdiam, ia berpikir keras akan hal ini.
'Kenapa aku yang dijadikan korban Ranu? Billi bersahabat denganku apakah karena dia merasa bersalah? selalu Billi yang menolongku ketika itu. Jika ini benar apa yang aku pikirkan. Keterlaluan sekali Billi,' ucap batin Bilah.
Bagas mengetahui keresahan Bilah, ia menggenggam erat tangan Bilah. Ini tak mudah untuk Bilah, yang selama ini ia anggap sebagai sahabat, bahkan Bilah sudah menganggap Billi adalah saudaranya. Tapi kenyataannya Billi tidak pernah jujur akan hal ini. Kenapa Bilah yang dijadikan korban atas kebencian Ranu dengan dendamnya.
Bilah harus menyelidiki lebih dalam lagi, ia menyewa seseorang untuk mencari informasi tentang siapa mantan mertuanya dahulu, karena Ranu pernah berkata bahwa ayahnya dahulu adalah seorang pengusaha tapi mengalami kebangkrutan. Karena bisa saja ayahnya Ranu melaporkan polisi saat itu.
Misteri ini mulai terpecahkan atas kebuntuhan selama ini. Tapi Bilah tidak menyangka atas jawaban dari kebuntuhan selama ini. Setelah Bilah selesai berkomunikasi dengan ayahnya, Bagas dan Bilah masuk ke kamar untuk beristirahat. Heelwa pun sudah tertidur digendongan Sarah, mamahnya Bilah, Heelwa tidur dengan Sarah.
"Mas, aku akan bertanya langsung dengan Billi," ucap Bilah.
"Menurutku tunggu sebentar Sayang, kamu kan sedang menyewa seseorang untuk menggali informasi, coba kamu suruh juga orang itu untuk menggali informasi tentang om Rizal," saran Bagas.
"Iya betul Mas, ini seperti ada yang dirahasiakan. Aku akan menyelidiki om Rizal dan juga ayahnya Ranu," ucap Bilah.
"Kamu jangan memberitahu hal ini dengan Dina," ucap Bagas.
Dendam yang mengakar di hati Ranu, ternyata bukanlah kesalahan Afnan, tapi Bilah belum bisa memastikan apakah Rizal yang menabrak atau ada sesuatu yang lain? Bilah terus memikirkan hal ini.
"Kamu jangan terlalu memikirkan ya, aku takutnya kamu sakit jika terlalu memikirkan hal ini," ucap Bagas.
"Entahlah Mas, bagiku ini sangat berat karena menyangkut sahabatku, Billi." Bilah merebahkan kepalanya di paha Bagas, ia memegang kepalanya yang merasakan sedikit pusing. Bagas memijat kening Bilah, karena ia tahu ini sangat berat untuk Bilah.
"Mas, terima kasih ya sudah menemani aku. Bagiku untuk saat ini merupakan masalah terberatku," ucap Bilah.
"Bicara apa kamu sayang? aku ini suamimu, aku akan selalu ada di sisimu dan selalu mendukungmu," ucap Bagas.
"Aku bersyukur mempunyai suami sepertimu Mas, yang penuh dengan pengertian kepada diriku," ucap Bilah.
"Aku juga sangat bersyukur mendapatkan istri seperti kamu. Di mataku bagaikan kamu bagaikan bidadari, di hatiku bagaikan peri yang selalu menari-nari. Kamu begitu sempurna untukku," ucap Bagas.
__ADS_1
Bilah tersenyum mendengar ucapan Bagas, bagi Bilah, itu sudah cukup ungkapan bahwa Bagas sangat mencintainya. Bilah mengambil tangan Bagas, ia menggenggamnya.Tangan Bagas itu seperti obat penenang atas kegundahan hati Bilah saat ini. Sejenak ia lupakan masalahnya itu. Bilah saat ini hanya ingin merasakan kehangatan cinta dari Bagas. Moment seperti ini jarang mereka dapatkan semenjak ada 2 anak di dalam rumah mereka. Tidur di atas paha Bagas menjadikan moment yang sangat Bilah sukai.
"Aku sayang kamu Mas, aku cinta kamu suamiku," ucap Bilah dengan mata terpejam.
"Aku juga sangat mencintaimu istriku." Bagas mengecup kening Bilah.
Bersambung
ββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€π