5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Dina Putus?


__ADS_3

"Dina...Dina...bangun." Bilah memanggil nama Dina, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dina yang masih tertidur lelap.


"Duh Bilah, gue masih ngantuk. Lagi pula gue udah salat subuh." Dina mengambil bantal dan menutup kepalanya.


"Bu Dokter, loe ke Turki buat liburan bukan buat numpang tidur." Bilah berbicara dengan nada yang tinggi tepat di telinga Dina. Dina langsung duduk dan menutup telinganya.


"Ya Allah, gendang telinga gue bisa pecah kalau loe teriak-teriak kaya gitu," ucap Dina kesal.


"Sana mandi loe, gue tunggu. Kita sarapan di luar aja. Loe belum pernah rasain kebab asli Turki 'kan? sana cepat mandi." Bilah memaksa Dina untuk berdiri dan mendorong tubuh Dina masuk ke kamar mandi.


Suara gemericik air di kamar mandi, Dina sedang membersihkan dirinya. Ia mandi tidak lama, ia hanya membutuhkan waktu 15 menit lalu memakai pakaian yang bersih. Setelah itu ia ambil handphonenya dan baru saja handphone diaktifkan banyak notifikasi yang masuk.


"Astagfirullah." Dina kaget melihat handphonenya. Bilah melihat ekspresi wajah Dina.


"Kenapa Din?" tanya Bilah.


"Gue baru aktifkan handphone Bil. Billi kirim pesan ke WA gue lebih 1.000, tapi ini ada 1 nomor yang gue gak kenal Bil. Aneh deh, gue jadi takut sama nomor ini," ucap Dina.


"Coba gue lihat," pinta Bilah.


Bilah membaca pesan singkat WA Dina, yang berasal dari nomor yang tidak dikenal.


'Hai, cantik. Apa kabar? cepat atau lambat aku akan menemuimu lagi. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka orang lain pun tidak boleh memilikimu.'


"Siapa nih Din, lukas? Zidan? atau penggemar rahasia loe yang lain?" tanya Bilah.


"Gue gak tahu Din, Kak Zidan orangnya kalem, lukas orangnya memang sedikit pemaksa, pengagum rahasia? ah itu gak ada deh Bil," ucap Dina.


"Atau Ranu? karena dia bukan dendam sama gue doang, sekarang pasti dendam sama loe. Karena Nida masuk penjara akibat konferensi pers yang loe adakan. Tapi loe jangan khawatir Billi akan ngejain loe. Sekarang lebih baik loe telepon Billi. Dan kasih tahu kegiatan kita hari ini, tapi Billi harus tutup mulut jika Bagas tanyain tentang gue," pinta Bilah.


"Kenapa loe main kucing-kucingan gini sih sama Bagas?" tanya Dina.


"Bukan kucing-kucingan Din, tapi ini pengetesan. Gue gak mau gagal lagi dalam rumah tangga," ucap Bilah.


"Gue mikir Bil, salah loe apa yah? loe orangnya baik, selalu berbagi, santunin anak yatim dan panti jompo, kenapa selalu ada ujian dalam hidup loe?" tanya Dina.


"Wa lanabluwannakum bisyai, surat Al quran Al-baqarah 2: ayat 155, orang yang hidup pasti mendapat ujian. Gue bikin persamaan gini Din, ujian \= hidup, kalau gak mau ujian \= Gak usah hidup alias mati. Dari ujian itulah kita bisa dekat kepada Allah karena Allah suka kalau hamba-Nya meminta kepada-Nya, dari meminta kepada-Nya lah kita bisa dekat dengan Allah, berserah diri sehingga Allah memberikan kasih sayang-Nya kepada hambanya. Contoh nih kakek gue kasih apa aja buat gue karena dia sayang sama gue, nah bayangin sebesar apa kasih sayang yang Allah berikan kepada kita jika Allah sudah sayang sama kita," ucap Bilah.


"Gue sebelumnya punya saham 45%, tapi gue akan punya saham 55%. Sebelumnya gue punya suami seperti Ranu yang ibadahnya sangat minim. Insha Allah jika Bagas jodoh gue, dia akan menjadi suami gue yang sangat taat kepada Allah, Allah kasih gue gak tanggung-tanggung Din, Bagas keturunan Kiai dan plus nya lagi dia masih perjaka yang sangat menjaga pandangannya kepada lawan jenis. Nikmat mana lagi yang kau dustakan? kunci kehidupan itu adalah sabar. Kehidupan \= ujian \= sabar \= dekat dengan Allah \= surga," sambung Bilah menjelaskan kepada Dina.


"Subhanallah, sahabat gue sejak dilamar sama Gus, akan berubah nih menjadi Ning," ucap Dina.


"Walaupun gue gak ngaji di luar, tapi Mamah gue ngajarin nilai-nilai islam dari gue kecil Din, gue nya aja yang begajulan baru pakai hijab pas ditimpa musibah padahal Mamah gue dah nyuruh gue dari kecil. Ternyata Allah getok kepala gue dulu dengan masalah baru gue paham maksud dan tujuan Mamah gue ngajarin nilai-nilai islam waktu gue kecil," ucap Bilah.


Bilah mengajak Dina untuk keluar, menikmati pemandangan kota istanbul di pagi hari, dan juga mengajak Dina untuk makan kebab Turki. Pertama dia mengajak Dina untuk mengisi perut terlebih dahulu ke restoran kebab. Bilah memesan 2 doner kebab, dengan tekstur tortila(kulit kebab) lebih keras daripada di Indonesia. Isian yang wajib dari kebab turki adalah tomat, acar ketimun, kentang goreng, irisan daging tentunya dan juga sayuran yang lain. Ukuran kebab di turki jauh lebih besar daripada di Indonesia.

__ADS_1



"Din, kurang pedas? ini cabai fermentasi. caranya loe masukin ke dalam kebab yang loe dah gigit. Letakan di tengah, coba deh," ucap Bilah.


"Enak Bil rasanya, dagingnya juga gak pelit. Kalau di Indonesia sayurannya banyak dagingnya dikit," ucap Dina, sambil tertawa.


Dina makan kebab dengan lahap, walaupun tidak makan nasi. Dina merasa perutnya sudah cukup kenyang karena ukuran kebab di Turki sangat jumbo.


Dedd dedd


Handphone Dina bergetar, ia langsung mengangkat telepon.


Dina \= ["Assalamu'alaikum."]


Billi \= ["Waalaikumsalam, kenapa kamu gak balas pesan aku dan gak jawab panggilan aku?"]


Dina \= ["Maaf kemarin aku sangat lelah jadi aku langsung tidur dan mematikan handphoneku. Ini aku baru keluar dengan Bilah dan sedang sarapan, baru aku mau telepon kamu, eh kamu duluan telepon aku."]


Billi \=["Lain kali balas pesanku, jadi gak buat aku gelisah di sini."]


Dina \= ["Iya Billi aku minta maaf yah."]


Billi \= ["Kok panggil nama aku? panggil aku sayang!"]


Dina \= ["Gak mau, aku mau panggil nama kamu aja. Billi aku ada pesan masuk di WA aku, dia teror aku. Bantu aku lacak siapa dia."]


Billi \= ["Panggil aku sayang, baru aku bantu kamu."]


Dina \= ["Apa? kamu minta imbalan untuk melindungi calon istri kamu? harus manggil kamu 'sayang', itu artinya itu kamu tidak benar-benar sayang aku, tidak cinta aku. Baik, aku sudah tahu kamu tidak perduli dengan aku."]


Dina langsung mematikan handphonenya dan menghidupkan mode pesawat. Wajahnya seketika berubah menjadi cemberut. Bilah melirik ke arah Dina. ke 2 sahabatnya yang kini menjadi sepasang kekasih membuat persahabatan mereka terasa tegang akhir-akhir ini.


"Din, minum dulu." Bilah memberikan minuman bersoda kepada Dina.


"Bil, gue cocok gak sih sama Billi. Kok kayanya gue sejak jadian berantem terus deh. Hubungan gue gak adem seperti loe sama Gus," ucap Dina.


"Sekarang loe ragu Din dengan Billi?" tanya Bilah.


"Gak tahu Bil, yang jelas hati gue tertekan kalau lagi berantem sama dia," jawab Dina.


Dedd dedd


Suara benda pipih Bilah berdering.


"Din, Billi telepon gue, lebih baik loe yang angkat deh ngomong baik-baik. Selesaikan masalah loe," saran Bilah.

__ADS_1


"Saat ini mood gue down Bil, gue gak mau terima telepon dari dia. Kita lanjut jalan-jalan yuk," pinta Dina.


"Din, gue ganti nomor perdana turki. Nomor yang lama gue gak aktifkan untuk sementara. Jadi Bagas atau Billi gak akan bisa hubungin gue lagi. Gue hanya kasih nomor gue sama loe." ucap Bilah sambil memberikan nomornya kepada Dina.


Bilah menyelesaikan makanannya, kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka.


"Sekarang kita naik kapal Dina, kita mau menyeberang selat Bosphorus, selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia dan juga sebagai penghubung laut marmara dengan laut hitam. Loe jangan cemberut dong, lihat tuh pemandangan lautnya, biru dan cantik banget Din pemandangannya," ucap Bilah.


"Bilah, banyak burung berwarna putih. Masya Allah cantik banget burungnya," Dina menunjuk ke arah para burung dengan mata Dina yang berbinar.



"Tujuan kita bukan hanya melewati selat Bosphorus Din, tapi kita akan melihat jejak sejarah sultan Mehmed II ," ucap Bilah.


"Din, handphone loe aktifin dong. Nih gue non aktifkan nomor Indonesia, malah Billi kirim pesannya ke messenger facebook gue. Loe selesaikan masalah loe, biar kita enak jalan-jalanya. Hanya 1 minggu loe di sini Din," ucap Bilah.


Dina mengaktifkan handphonenya, lalu dia melakukan panggilan video call dengan Billi.


Dina \= ["Billi, gak usah ganggu-ganggu aku dengan Bilah yang sedang liburan."]


Billi \= ["Aku ganggu kamu? aku ingin meluruskan masalah kita agar tidak berlarut-larut."]


Dina \= ["Yang buat masalah siapa? kamu yang gak mau lacak nomor yang meneror aku. Tahu sendiri 'kan isi terornya seperti apa. Itu artinya kamu tidak perduli, tidak mau melindungi aku, jika aku jatuh ke tangan laki-laki lain. Kalau kamu seperti itu lebih baik kita jadi sahabat aja deh. Biar aku mencari pendamping yang bisa menjaga aku dengan tulus."]


Bilah membulat matanya, ketika Dina berbicara seperti itu. Ia tahu, sahabatnya ini jika sudah berkata sikapnya sangat tegas.


'OMG...apakah Dina minta putus sama Billi?' batin Author.


Bersambung


***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga.


Mampir juga di novelku yang lain



Salah Lamar


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)


__ADS_1


Love you semua


__ADS_2