5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Rencana Perampasan Kembali


__ADS_3

Sudah seminggu Bilah memberikan tugas kepada seseorang untuk mengambil CCTV rumah lamanya, akhirnya seorang yang Bilah sewa itu berhasil mendapatkan CCTV, pada bulan di mana Bilah menandatangani aset-asetnya yang telah ditipu oleh Ranu.


"Ibu Bilah, ini CCTV yang Ibu inginkan," ucap seseorang yang disewa Billah.


"Kerja kamu sangat bagus, ini bonus yang saya janjikan kepadamu," ucap Bilah, sambil menyodorkan amplop putih.


Orang yang disewa Bilah mengambil amplop putih berupa bonus yang diberikan oleh Bilah. Ia senang sekali, senyum lebar diberikan kepada Bilah.


"Terima kasih banyak Bu, senang bekerja sama dengan Ibu. Jika Ibu perlu bantuan saya lagi saya siap membantu Ibu," Ucap orang yang disewa oleh Bilah.


"Sama-sama, saya juga mengucapkan terima kasih telah membantu saya," ucap Bilah.


"Kalau begitu, saya permisi dulu Bu. Selamat siang," ucap orang itu.


"Selamat siang," ucap Bilah.


Bilah langsung menelpon pengacaranya, bahwa ia mau menyerahkan CCTV. Pembuktian bahwa Ranu memanipulasi suatu keadaan, sehingga aset-aset Bilah telah diguling namanya oleh Ranu.


"Pak ini CCTVnya, saya minta tolong urus semuanya dan digulingkan kembali atas nama saya. Rumah, mobil dan juga saham perusahaan ini," ucap Bilah.


"Baik Bu, saya akan mengurus ini semua. CCTV ini cukup untuk pembuktian bahwa Pak Ranu telah memanipulasi keadaan," ucap pengacara.


"Terima kasih Pak, atas bantuannya," ucap Bilah.


"Sama-sama Bu, nanti jika sudah ada perkembangannya. Saya akan langsung infokan ke Ibu, saya permisi dulu. Selamat siang," ucap pengacara.


"Selamat siang," ucap Bilah.


Bilah bisa bernafas lega karena dia akan mendapatkan aset-asetnya yang memang sudah hak Bilah, itu bukan hak Ranu. Untungnya Bilah memasang CCTV di setiap sudut rumahnya, jadi dia punya bukti ketika Ranu mengelabui Bilah untuk menandatangani sebuah kertas dengan alasan santunan untuk yatim piatu.


Bilah membalikan nama aset-aset lamanya itu tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk juga dengan Bagas. Dia akan memberitahu jika rencananya sudah sukses. Bilah akan memberikan pelajaran kepada Randu, bahwa kehidupan itu tidak selalu di atas dan setiap kelicikan akan mendapat ganjaran. Untungnya Bilah mempunyai celah untuk mengambil aset-asetnya tersebut dengan CCTV yang dia dapatkan. Biar waktu yang akan bergerak dan berbicara.


Kring Kring


Bunyi handphone Bilah berdering, Bilah mengusap layar persegi panjangnya dan melihat tertera nama Dina.


Bilah \=["Assalamu'alaikum Din, ada apa."]


Dina\=["Wa'alaikumsalam Bil, minggu depan loe sibuk?"]


Bilah \=["Enggak sih, aku nggak sibuk. Memangnya kenapa?"]


Dina \=["Bagaimana kalau kita keluar bersama? sudah lama kita tidak kumpul-kumpul."]


Bilah \=["Boleh tapi gue bawa Gendis ya, kalau loe marah enggak setuju, gue nggak akan pergi."]


Dina \=["Kok loe gitu sih, malah persahabatan kita jadi retak gini gara-gara anak si pelakor itu."]

__ADS_1


Bilah \=["Persahabatan kita nggak akan pernah putus, jika dendam di hati loe sudah terhapus. ini gue cuman bantu aja kok, rasa kemanusiaan. Bayangkan jika anak-anak kita tidurnya di penjara. Please deh Din, loe jangan terlalu pendendam nggak baik loh. Loe 'kan dokter, penyakit itu ada di hati dan pikiran nanti kalau loe simpan dendam, kena penyakit ginjal loe."]


Dina \=["Loe doain gue cakep banget Bil! doain gue sakit kayak begitu."]


Bila \=["Gue bukan doain loe, gue cuman nasehatin loe."]


Dina \=["Ya udah Ning Nilah. Oke loe bawa aja anaknya."]


Bilah\= ["Dih pakai ada Ning di depan nama gue, biasa aja kali. Oke deh kita ketemu minggu depan ya."]


Dina \=["Oke, assalamu'alaikum ."]


Bilah \=["Waalaikumsalam."]


Sejak Bilah menekan Ranu, kini keuntungan naik 25%, masih jauh dari harapan memang, seenggaknya ada kemajuan. Karena Bilah merasa, Ranu itu memiliki saham masih 25% sehingga kerjanya masih terlihat main-main. Untuk Itu Bilah ingin mengambil seluruh sahamnya agar Ranu tidak akan macam-macam kembali.


***


Bagas dan Bilah sedang menunggu kedatangan Billi dan Dina. Mereka janjian di cafe yang berada di dalam mall. Bilah ingin membeli peralatan bayi, usia kandungan Bilah kini memasuki bulan ketujuh. Menurut USG anak Bilah dan Bagas adalah perempuan.


"Dina kok ngaret banget yah Mas," ucap Bilah.


"Anaknya 'kan masih bayi, baru berumur 2 bulan. Kalau Gendis sudah enak 8 bulan, sudah bisa duduk. Jadi kita bawa kereta dorong dia anteng," ucap Bagas.


"Gendis makin lama semakin pintar Mas, minggu lalu dia merangkak. Waktu Ima si babysitter tunjukkan video Gendis merangkak ke Nida. Kata Ima, Nida mengeluarkan air mata Mas, dia kirim salam untuk aku dan mengucapkan terima kasih banyak," ucap Bilah.


"Semoga jadi gudang amal kamu sayang, agar amal kamu ini memperlancar proses bersalin dan Allah memberikan keajaiban agar kamu bisa lahir normal," ucap Bagas.


Dina dan Billi baru saja tiba, tapi wajah Dina masam.


"Assalamu'alaikum," ucap Dina.


"Wa'alaikumsalam, ngaret banget Din," ucap Bilah.


"Tuh, suami gue yang lelet. Ai gak ada jatah yah nanti malam," ucap Dina, kepada Billi.


"Kok gitu sih sayang, aku 'kan tadi ganti popok Kenzo," ucap Billi.


"Ah, kamu alasan. Libur masih ngurusin urusan kantor. Libur itu waktu untuk keluarga ai. Pokoknya kamu gak ada jatah," ucap Dina.


"Sudah 1 minggu Sayang kamu libur," ucap Billi dengan wajah lesu.


Bilah dan Bagas saling berpandangan.


"Din, loe gak boleh kaya gitu sama suami loe sendiri. Itu hak suami loe. Jika istri menolak aja dilaknat oleh malaikat sampai pagi, nih loe menjatah hak suami. Gak boleh berkata jatah dalam hak suami. Itu kewajiban istri Din. Loe mau menghilangkan kewajiban loe sebagai seorang istri?" ucap Bilah.


"Yah, gue kesel banget sama suami gue,"ucap Dina.

__ADS_1


"Sekesal-kesalnya loe, Billi itu suami loe dan ayah dari anak loe. Gak bisa loe batasin hak nya Billi. Menolak aja dilaknat malaikat, apalagi loe batasin hak suami. Enggak boleh Din, jangan ada kata-kata jatah dalam urusan ranjang. Kalau loe lelah komunikasikan baik-baik," ucap Bilah, dengan menyentuh tangan Dina.


"Bijak banget sih loe, kalau ngomong Bil," ucap Dina.


"Gue nasihatin, malah dibilang bijak. Gue sahabat loe, jangan sampai urusan ini akan bubar rumah tangga atau selingkuh. Bahaya dokter Dina yang cantik, paham loe sekarang," ucap Bilah.


"Paham Ning Bilah. Terima kasih atas nasihatnya Ning," ucap Dina.


"Maafkan aku Ai," ucap Dina.


"Aku juga minta maaf sayang, masih urus kerjaan walau libur. Aku janji gak akan lagi," ucap Billi.


"Nah, gitu dong 'kan enak lihat nya," ucap Bilah.


Bagas tersenyum melihat Bilah menasehati Dina.


"Gus, kenapa senyam senyum dari tadi," tanya Dina.


"Istriku pintar Din sekarang, jadi makin cinta aku sama sahabatmu," ucap Bagas.


Bersambung.


✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet β€πŸ’žπŸ’


__ADS_2