5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Cinta SMA


__ADS_3

"Billi, kenapa wajahmu tidak ceria sepulang sekolah?" tanya Rizal, dengan Billi kecil.


"Papah, aku selalu dikatain bencong sama teman-teman sekolah. Aku gak mau sekolah lagi Pah," ucap Billi kecil.


Rizal menarik nafas dan menghembuskan dengan perlahan. Sudah 5 kali Billi pindah sekolah karena teman-temannya selalu membully Billi karena gaya Billi seperti perempuan.


"Kamu mau pindah sekolah lagi?" ucap Rizal.


Billi menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau Pah, sudah 5 kali aku pindah. Tapi hasilnya sama, teman-temanku pada ngatain aku bencong," ucap Billi kecil.


Hari-hari yang dilalui Billi sangatlah menyedihkan, bully demi bully yang Billi dapatkan. Sekolah di Bully, di rumah diperlakukan sebagai seorang anak perempuan oleh ibunya. Yura kadang memakaikan kuku warna di kuku-kuku Billi. Ketika di dalam mobil sang ayah selalu membersihkan kuku Billi dari pewarna kuku.


"Aku tidak bisa biarkan seperti ini terus, aku akan membawa Yura ke psikiater. Tingkahnya sudah terlewat batas. Nak, seharusnya seumuranmu ini bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, maafkan Papah. Mamahmu terlalu terpukul dengan kematian kakakmu," gumam Rizal.


Dengan bujukan akhirnya Yura mau pergi ke psikiater, dokter mengatakan bahwa istrinya berhalusinasi menganggap Billi merupakan Shahla, Setiap melihat Billi, Yura melihat sesosok Shahla dan memperlakukan Billi seakan-akan seperti Shahla.


Akhirnya Rizal memutuskan agar istri nya tinggal di daerah puncak, vila miliknya. Ditemani oleh pembantu, setiap minggu psikiater akan berkunjung dan berbincang-bincang dengan Yura sampai Yura iklas melepas kepergian putrinya.


Kini Billi tinggal hanya dengan Papahnya, setiap bulan mereka akan mengunjungi Yura di vila puncak.


Karena sikap dan gaya bicara Billi sudah terbentuk sejak masih balita, susah menghilangkan kebiasaannya yang bergaya sangat gemulai. Geram rasanya ketika teman-temannya mengejek Billi secara verbal dengan sebutan bencong, banci bahkan mereka tak segan-segan untuk untuk bullying fisik. Sewaktu SMP, Billi ditarik oleh 5 anak laki-laki teman sekolahnya, mereka membuka semua pakaian Billi tersisa hanya underware lalu mereka memakaikan pakaian wanita dan mereka memberikan make up pada wajah Billi layaknya seorang wanita, setelah itu mereka merekam dan memfoto Billi. Hasil rekaman dan foto-foto Billi mereka share di medsos.


Seketika itu juga gempar 1 sekolah, karena mereka melihat video Billi yang memakai pakaian wanita, mereka berpikir Billi sengaja melakukan itu agar mereka bisa respon kepada dirinya. Padahal Billi menggunakan pakaian wanita karena dipaksa, Billi tak bisa melawan kala itu. Karena mereka tak segan-segan untuk memukul Billi.


Sejak itu Billi menjadi anak yang pendiam, dia tidak mau sekolah lagi. Rizal menuntut anak-anak yang bully Billi, walaupun 5 anak itu sudah mengakui dan membuat video bahwa mereka lah yang sengaja membuat Billi bermake up seperti wanita, tapi efek dari Bully itu sendiri tidak hilang dari diri Billi.

__ADS_1


Akhirnya Billi berhenti dari sekolah umum, ayahnya mengambil home schooling untuk solusinya. Selama SMP Billi hanya belajar di rumah dengan guru home schooling.


Lulus SMP Billi meminta untuk masuk sekolah SMA, berharap di SMA tidak seperti masa-masa SD dan SMP nya dahulu.


"Pah, anak teman Papah pulang ke Indonesia 'kan yang ayahnya dari Turki. Aku 'kan sudah kenal sama anak teman Papah dari kecil karena dulu sering main ke kantor Papah. Boleh gak aku 1 sekolah dengan dia? karena aku sudah kenal dia, barang kali suasananya akan berbeda ketika aku SD dan SMP dulu,"ucap Billi.


"Maksud kamu, Nabilah?" tanya Rizal.


"Iya Pah, Nabilah," jawab Billi.


"Kalau kamu yakin untuk masuk ke sekolah umum, Papah akan daftarkan kamu," ucap Rizal.


"Iya Pah, aku mau," jawab Billi.


Billi akhirnya bersekolah di sekolah umum dan sekelas dengan Bilah. Karena Billi masuk di pertengahan semester ia meminta bantuan kepada Bilah untuk mengajari pelajaran yang sebelumnya.


"B apa tuh Bil?" tanya Billi.


"Biasa aja," jawab Bilah.


Bilah lalu meninggalkan Billi yang masih duduk di dalam kelas. Billi pikir di SMA tidak ada yang mengganggunya lagi. Baru 1 minggu masuk sekolah, sudah ada teman kelasnya yang mau mengerjai Billi karena gaya Billi yang masih terlihat gemulai. Billi mulai di Bully secara verbal lagi, ia hanya menunduk ketika di Bully dengan Sam teman sekelasnya, kebetulan Dina masuk ke dalam kelas. Memang Dina belum mengenal Billi karena Dina murid yang sangat pendiam, berteman hanya dengan Bilah.


Melihat Billi yang sedang di Bully mengingatkan dia ketika saat dia di Bully dahulu. Dina membela Billi.


"Hai, pengecut loe. Bully orang yang lebih lemah," teriak Dina.


"Apa urusannya loe, sama gue? loe pikir gue takut sama loe? loe bisa berani karena Bilah lindungin loe terus," ucap Sam, dengan sulut emosi.

__ADS_1


"Gue berani tanpa Bilah," ucap Dina.


"Loe belain banci ini, suka loe sama banci ini," ucap Sam mengolok Dina.


"Jaga mulut loe yah, bisanya hanya ngeluarin bullyan tapi otak kosong loe. Loe punya otak ubur-ubur, oh iya gue lupa ubur-ubur itu gak punya otak kaya loe," ucap Dina.


Sam tersulut emosi, dia langsung menampar Dina sampai bibirnya mengeluarkan darah. Ketika Dina ditampar Bilah melihat itu. Langsung Bilah membalas tamparan Sam.


"Loe berani menampar sahabat gue, tunggu loe dikeluarin dari sekolahan ini," ucap Bilah.


Sam langsung meninggalkan mereka dari dalam kelas. Bilah melihat Dina dengan sudut bibirnya berdarah.


"Loe cari masalah Din, sampai bibir loe berdarah gitu ditampar Sam?" tanya Bilah.


"Gue gak suka lihat ada pembullian Bil, nih dia tadi di Bully," ucap Dina, yang langsung duduk di kursinya sambil memegang bibir yang terluka.


Dari situlah Billi mulai ada ketertarikan dengan Dina. Billi yang selama ini menutup diri kali ini dia tertegup dengan pembelaan Dina terhadap dirinya. Tak pernah ada seseorang yang membela dirinya ketika pembullian.


Tidak sulit Billi mendekati Dina, karena Dina merupakan sahabat Bilah. Sejak saat itu Billi mulai mendekati Bilah agar dia bisa berdekatan dengan Dina. Mulailah persahabatan dengan cinta terpendam masa SMA.


"Din, bisa ajarin i matematika gak?" tanya Billi.


"Mana yang gak paham?" tanya Dina.


Dina merupakan siswi terpandai, hanya dia yang merupakan dari kalangan siswi kurang mampu tapi bisa masuk sekolah unggulan dengan siswa siswinya dari kalangan anak orang kaya. Billi selalu meminta bantuan kepada Dina ketika dia tidak paham tentang materi yang dipelajari.


"Din, you cantik banget sih kalau ngajarin i seperti ini. Jika you tahu, i suka sama you. Apakah you akan menjauh dari i?" gumam Billi di hati, sambil tersenyum memandang wajah Dina.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2