5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Kista 9.85 cm


__ADS_3

Bagas menyuapi makanan ke mulut Bilah sampai makanan yang di bawa Bagas habis, lalu Bilah meminum jus alpukat.


"Kamu pulang aja Mas, aku mau istirahat," ucap Bilah.


"Loh kok aku pulang, aku suami kamu. Aku akan tetap di sini untuk menjaga kamu," ucap Bagas.


"Memang kamu ingat aku istri kamu, ketika menggendong Ning Haya. Nggak 'kan!" ucap Bilah.


"Astagfirullah, sayang. Kamu belum memaafkan aku?" tanya Bagas.


"Siapa yang bilang, aku sudah memaafkan Mas," ucap Bilah.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku?" tanya Bagas.


"Pecat Ning Haya dari pesantren Abi. Jika tidak, aku tidak percaya kamu lagi," ucap Bilah.


Bagas mengambil handphonenya, ia menelepon Abi di Semarang. Bagas menelepon dengan loud speaker agar Bilah ikut mendengar.


Bagas \= ["Assalamu'alaikum."]


Ummi \=["Wa'alaikumsalam Bagas. Kamu sudah bertemu dengan Ning Bilah?"]


Bilah menatap Bagas, ketika Bagas menelepon orang tuanya.


Bagas \=["Sudah Ummi, ini aku sedang bersamanya. Dia gak mau memaafkan aku Ummi."]


Bilah kesal dengan Bagas yang mengadu kepada Umminya.


Ummi \=["Ummi bisa ngomong sebentar dengan Ning Bilah?"]


"Sayang Ummi mau ngomong sama kamu," ucap Bagas.


Bilah tak bisa menolak, dia mengambil handphone Bagas.


Bilah \=["Assalamu'alaikum Ummi."]


Ummi \=["Waalaikumsalam. Ning Bilah, tolong maafkan Bagas yah. Ia sangat mencintaimu."]


Bilah \=["Tidak Ummi, Mas Bagas tidak benar-benar cinta aku. Buktinya dia kemarin mengendong Ning Haya yang bukan mharamnya, walaupun alasannya pingsan tetap saja Ummi aku gak bisa mentolerin hal tersebut. Hatiku sakit Ummi."]


Bilah menangis, dan ia memberikan handphonenya kepada Bagas. Ia merasakan kepalanya sangat pusing.


"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Bagas, sambil memegang dahi Bilah. Bilah menghempas tangan Bagas yang ingin menyentuhnya.


Bagas \=["Ummi aku ingin bicara dengan Abi."]


Tidak menunggu lama kini abi yang berbicara.


Abi \=[" Assalamualaikum Bagas, ada apa mencari Abi?"]


Bagas \=[" Abi Bilah hamil Alhamdulillah, Ummi sudah cerita sama Abi 'kan. kesalahanku membuat Bilah Stres. Kata dokter Bilah tidak boleh stres karena akan berbahaya dengan kandungannya. Sepertinya kemarin Ning Haya pura-pura pingsan Abi, agar aku mau menggendongnya. Ini bahaya bagi rumah tangga aku. Tolong bisakah Abi memencet Ning Haya Karena Bilah sangat cemburu dan membuat dia stress. Aku tidak mau kehilangan anakku lagi Abi dan juga tidak mau kehilangan istriku, aku mencintainya."]


Abi \= ["Baiklah, Abi akan memecat Ning Haya. mana Ning Bilah mantu Abi? Abi mau bicara."]

__ADS_1


Bagas \=[" Maaf Abi kepala istriku sedang pusing karena memikirkan perbuatan bodohku kemarin. Ini aku sedang di rumah sakit, tadi istriku pingsan karena dia terlalu stress memikirkan kelakuan bodohku menggendong Ning Haya kemarin."]


Abi \=[" Ya sudah katakan kepada Ning Bilah bahwa Abi akan memecat Ning Haya."]


Bagas \=["Terima kasih Abi. Aku tutup dulu yah Abi. Kepala Bilah terlihat sangat pusing."]


Abi \=[" Yah sudah."]


Bagas \=["Assalamu'alaikum."]


Abi \=["Wa'alaikumsalam."]


"Sekarang boleh aku menyentuhmu? aku sudah meminta kepada Abi dan Abi berjanji akan memencet Ning Haya," ucap Bagas.


Bilah menatap Bagas, kemudian ia menangis.


"Lah kok malah nangis? kenapa? ada yang sakit?" tanya Bagas.


"Maafkan aku Mas karena aku sudah cemburu, tapi hatiku benar-benar sakit ketika melihat kamu menggendong Ning Haya," ucap Bilah.


Bilah mengambil tangan Bagas, lalu ia mencium punggung tangan Bagas.


"Maafkan aku ya. Aku sedih ketika kamu marah denganku, ketika kamu tidak mau berbicara denganku," ucap Bagas.


Bagas membelai kepala Bilah.


"Mas, bisa bantu aku untuk memijat dahiku? ini sangat pusing Mas," pinta Bilah.


"Permisi Ibu, Bapak, waktunya Ibu untuk USG bersama dokter kandungan," ucap Suster.


Bagas membantu Bilah untuk duduk di kursi roda, kemudian Bilah di dorong ke ruang pemeriksaan.


"Selamat sore Ibu," ucap Dokter.


"Sore Dok," ucap Bilah.


"Masih terasa pusing Bu?" tanya Dokter.


"Ia Dok, kepala saya masih sangat pusing," ucap Dokter.


"Biasa yah Bu, sepertinya tekanan darah Ibu rendah karena hormon ketika hamil akan berubah, jadi kepala Ibu terasa pusing. Silahkan ibu berbaring saya ingin USG kehamilan Ibu," pinta Dokter.


"Tahan sedikit yah Bu." Ucap Dokter ketika Bilah di USG transvaginal. Bagas menggenggam tangan Bilah.


Dokter melakukan USG transvaginal merupakan metode pemeriksaan internal dengan alat bernama transduser sepanjang 2-3 inci yang dimasukkan langsung ke dalam lembah perempuan. Dengan alat ini, dokter akan memperoleh gambar nyata yang lebih detail dari organ reproduksi wanita, rahim, indung telur, saluran telur, dan leher rahim.


Dokter menunjukkan layar monitor USG.


"Yang titik hitam kecil ini adalah janin Ibu, usianya baru 5 minggu. Ibu ada kista di tuba, ukurannya termasuk besar Bu 98,5 cm kira-kita sebesar apel," ucap Dokter.


Dokter mengeluarkan alat USG dan mulai menjelaskan.


"Kista yang berukuran besar, yaitu 9,85 cm, dapat mengalami komplikasi berupa pecah atau terpuntir, bisa juga berkembang menjadi ganas. Kista sebesar ini juga berpotensi mengganggu jalan lahir. Hal ini dapat membahayakan di kemudian hari, karena itu ada 3 pilihan yang harus Ibu lakukan. pertama kita lihat perkembangan kistanya apakah semakin membesar, jika kehamilan memasuki 4 bulan dan Ibu mengalami kesakitan dengan terpaksa ibu harus di cecar untuk pengangkatan kista dan juga janin ikut terangkat. Kedua jika Ibu mampu melewati sampai bulan ke tujuh dan Ibu merasa sakit maka akan di lakukan cecar dan bayi akan lahir prematur. Ketiga jika ternyata Ibu kuat menjalaninya sampai masuk bulan kesembilan maka untuk lahir, Ibu harus di cecar. Semoga kistanya tidak semakin besar yah Bu, agar tidak pecah di dalam," ucap penjelasan dokter.

__ADS_1


Setelah dokter memeriksa, Bilah kembali ke ruang rawatnya. Ia syok mendengar penjelasan dari dokter tentang kista yang berada di tuba. Bilah menangis karena takut janinnya akan di angkat jika ia mengalami kesakitan.


'Ya Allah, apakah aku akan kehilangan janinku kembali,' batin Bilah.


Bagas naik ke atas ranjang, dia memeluk Bilah dari belakang. Bagas tahu apa yang Bilah rasakan.


"Mas, kenapa dokter hanya ada 3 pilihan dan semua pilihan cecar. Aku takut jika janin ini akan di angkat. Aku menginginkan janin ini tumbuh sehat di rahimku. Kenapa seperti ini Mas, apakah aku tak pantas menjadi seorang ibu?" tanya Bilah.


"Jangan bicara seperti itu sayang, percaya oleh kekuasaan Allah. Dokter hanyalah manusia, hanya Allah yang bisa menentukan. Kamu harus kuat agar anak kita kuat. Masih ada pilihan keempat yaitu pasrah kepada Allah. Kita pasrahkan saja, agar Allah yang membantu kita," ucap Bagas.


Bagas masih memeluk Bilah dari belakang dengan erat, dia menguatkan Bilah. Bilah terus saja menangis.


"Kamu harus sehat yah, harus kuat. Jika Ibunya tidak kuat bagaimana anaknya?" sambung Bagas.


"Terima kasih Mas, maafkan aku yang telah mencurigai kamu karena cemburuku," ucap Bilah.


"Aku senang kamu cemburu, itu artinya kamu mencintai aku," ucap Bagas.


"Jika janin ini tidak bertahan, apakah Mas masih mencintaiku?" tanya Bilah.


"Sssttt bicara apa kamu sayang, anak kita akan sehat. Kamu harus pasrahkan kepada Allah dan aku tak akan meninggalkanmu karena aku sangat mencintaimu. Jika kita ditakdirkan tidak punya anak. Kita akan mengambil anak dari panti asuhan," ucap Bagas.


Bilah membalikkan tubuhnya, kemudian memeluk tubuh Bagas.


"Terima kasih Mas, terima kasih..." ucap Bilah sangat lirih.


Bilah dan Bagas berpelukan, Bagaspun ikut menangis bersama Bilah.


Bersambung


✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Love dari author sekebon karet ❤💞💝

__ADS_1


__ADS_2