
Bilah menggelengkan kepalanya, ia menatap Billi dengan rasa tidak percaya bahwa sahabatnya telah menutupi suatu hal yang besar dalam hidup Bilah. Bilah menjadi korban Ranu, sekarang Bilah berpikir Kenapa Billj waktu Ranu menyatakan tidak cinta kepada Bilah dan berbuat jahat kepada Bilah. Billi selalu melindunginya karena dia merasa bersalah kepada Bilah yang menyebabkan ibunya Ranu meninggal, karena kecelakaan antar mobil orang tua Ranu dengan mobil ayah Bilah yang dikendarai oleh Rizal.
"Sekarang gue tahu Billi, kenapa loe baik sama gue. Karena loe merasa bersalah sama gue 'kan. Jahat banget loe Billi. Gue sudah anggap loe sahabat bahkan sebagai saudara gue," ucap Bilah.
"Bilah jangan marah dulu, Om bisa jelaskan," ucap Rizal.
"Jelaskan apalagi Om? aku yang jadi korban bukan anak Om. Aku yang 5 tahun dibohongi, disakiti dan yang digosipkan perselingkuhan karena dendam Ranu. Apakah Om pernah membela aku? Om pernah memikirkan aku? nggak Om!" ucap Bilah.
Rizal tertunduk dan merasa bersalah karena dirinya tidak jujur dari awal dengan keluarga Bilah.
"Om minta maaf Bilah, Om yang pengecut tapi tabrakan itu bukanlah kesalahan Om," ucap Rizal.
"Lalu kesalahan siapa lagi Om? ayahku? bahkan keluargaku ketika kejadian itu sedang ada di Turki Om," ucap Bilah penuh emosi.
"Karena ini ada sangkut pautnya dengan mamahmu," ucap Rizal.
"Apa dengan mamah?" tanya Bilah.
Bilah menjadi bingung dengan masalah ini kenapa menyerempet dengan mamahnya. setahu Bilah, mamahnya itu tidak mempunyai masalah dengan rekan bisnis ayahnya.
"Om, jangan asal bicara Om. Mamahku adalah wanita yang baik, terbaik dalam hidupku," ucap Bilah.
"Iya memang mamahmu adalah wanita yang baik, dia menjaga kesuciannya, dia menjaga kehormatan suaminya," ucap Rizal.
"Lalu kenapa Om bilang ini menyangkut dengan mamahku?" tanya Bilah.
"Ayah Ranu mencintai mamahmu sejak dulu. Tapi dia mencintai diam-diam. Mamahmu tidak tahu. Mamahmu adalah wanita yang paling baik. Dia pernah menolong ayahnya Ranu, dari pertolongan mamahmu itu ayah Ranu jatuh cinta kepada mamahmu," ucap Rizal
Bilah menggeleng-gelengkan kepalanya, urusan ini menjadi semakin runyam. Sebenarnya siapa yang salah yang telah membuat ibunya Ranu meninggal.
Rizal mulai menceritakan, dahulu ayah Ranu adalah seorang pria yang miskin, penampilannya juga sangatlah tidak rapi terlihat seperti pemulung. Ayah Ranu pernah dipukuli oleh orang yang tak dikenal dan dibuang di tengah jalan, kemudian Sarah yang menolong. Ketika itu sarah sudah menikah dengan Afnan, tapi ayah Ranu jatuh cinta kepada Sarah. Kemudian ia mencari tahu tentang Sarah dan juga ayah Ranu baru tahu bahwa Afnan merupakan seorang pengusaha, lalu ayah Ranu membangun usahanya dari nol. Ia ingin menjadi pengusaha seperti Afnan malah ingin lebih dari Afnan sehingga dia mempelajari suluk beluk bisnis, walaupun ayah Ranu miskin dia lulusan sarjana bisnis. Karena ayah Ranu jatuh cinta kepada Sarah, dirinya menjadi semangat untuk menjadi pengusaha.
Akhirnya ayah Ranu berhasil menjadi pengusaha, penampilannya pun berubah, ia sangat berbeda. Sehingga kedua orang tua Bilah tidak mengenalnya karena ayah Ranu sedikit mengoperasi hidungnya agar lebih mancung.
__ADS_1
Akan tetapi Sarah sangat mencintai Afnan sehingga ketika ayah Ranu mengatakan cinta kepada Sarah. Sarah menolaknya, ketika itu ayah Ranu masih belum menjadi pengusaha, ia masih sangat miskin. Ketika sudah menjadi pengusaha dia berniat untuk mencelakai Afnan. Kenapa Rizal bisa mengetahui itu? karena tanpa sengaja ketika ayah Ranu berbicara dengan seseorang ditelepon, ia mengatakan bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada seorang wanita yang sudah bersuami dan ingin memisahkan. Ayah Ranu menyebut nama Afnan ketika menelepon. Rizal tidak sengaja mendengar percakapan itu karena ayah Ranu bekerja sama di perusahaan Afnan. Afnan tidak pernah tahu tentang masalah hal ini karena Rizal menutupi masalah ini. Ayah Ranu tidak mencintai ibu Ranu. Kelahiran Ranu merupakan sebuah kesalahan dari ayah Ranu. Ketika itu Ayah Ranu mabuk dan memperkossa ibu Ranu sehingga ibu Ranu hamil. Jadi mereka menikah dengan keterpaksaan. Ayah Ranu merencanakan untuk membunuh Afnan dan juga membunuh istrinya, ia tidak tahu bahwa yang mengendarai mobil itu adalah Rizal bukan Afnan. Karena tidak ada yang tahu bahwa Afnan dan keluarnya sedang ada di Turki. Pegawainya pun tidak mengetahuinya karena Afnan yang meminta kepada Rizal.
Waktu itu Rizal merupakan sekretaris dari Afnan, orang yang ia sangat percaya. Rizal pun tak menyangka dengan rencana ayah Ranu, ketika itu di malam yang gelap dan turun hujan rintik-rintik, tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan tinggi, menabrak mobil yang dikendarai Rizal. kedua mobil bertabrakan. Kedua orang tua Ranu sempat terguling. Riza ketika mengendarai mobil itu bersama dengan Billi. Billi terluka di kepalanya sehingga dia tidak melihat mobil kedua orang tua Ranu. Ia hanya memikirkan Billi yang kepalanya terluka parah.
Rizal juga berpikir bahwa bukan dia yang salah, tetapi ayah Ranu yang sengaja menabrakkan mobilnya dengan mobil Afnan. Karena dia berpikir bahwa yang ada di dalam mobil itu adalah Aftan.
"Apakah cerita Om itu bisa dipertanggungjawabkan?" tanya Bilah.
"Silahkan kamu menyelidiki ayah Ranu. Om pasti akan membantu kamu untuk mengungkap kasus ini," ucap Rizal.
Bilah menghela nafasnya, dia tidak menyangka bahwa kejadian ini ada sangkut pautnya dengan Sarah. Tapi Bilah berpikir Sarah tidak salah. Memang kebaikan Bilah itu menurun dari kebaikan Sarah. Sarah ketika muda juga sangat baik kepada setiap orang, bahkan Dia peduli dengan anak-anak jalanan.
Bilah mengakhiri pertemuan ini karena hari pun sudah malam dan dia khawatir dengan putrinya Heelwa yang masih dititipkan kepada kedua orang tuanya. Bilah pun berpamitan kepada Rizal dan juga Billi.
"Om maafkan aku ya, jika aku ada salah-salah kata. Aku akan menyelidiki siapa sebenarnya ayah Ranu.
"Iya Bilah, Om juga minta maaf karena tidak berani untuk menceritakan ini semua, seharusnya Om menceritakan ini. Tapi saat itu Om hanya khawatir kepada ayahmu karena ayahmu juga sangat cemburu. Kamu tahu sendiri mamahmu itu cantik, jadi ayahmu tidak mau kehilangan mamahmu," ucap Rizal.
Bagas tertawa dengan ucapan dari bilah
suasana yang tadinya tegang menjadi cair.
"Iya Om, aku tidak bisa kehilangan Bilah. Aku sangat mencintai Bilah," ucap Bagas.
"Iya Om tahu, jagalah Bilah baik-baik," ucap Rizal.
"Iya Gus jaga Bilah baik-baik, karena Bilah wanita baik, jadi memang cocok dengan kamu Gus, pria yang baik," ucap Billi.
Bilah pun melangkahkan kakinya untuk pergi keluar, ia sudah tahu permasalahan ini tinggal mencari bukti bahwa yang bersalah itu ayahnya sendiri, bukan dari keluarga Bilah ataupun keluarga Billi.
"Bagaimana perasaan kamu sekarang setelah tahu kebenarannya?" tanya Bagas.
"Perasaan aku syok Mas, ketika aku mengetahui kebenarannya. Ternyata ini masalah cinta. Sungguh rumit cinta itu," jawab Bilah.
__ADS_1
"Cinta itu tidak rumit, hanya manusia yang membuatnya menjadi rumit. Cinta itu manis ketika pasangan saling menerim. Maka manisnya cinta akan terasa indah." Bagas memegang tangan Bilah dan mengecup pipi Bilah yang putih.
Bersambung
ββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Love dari author sekebon karet β€π
__ADS_1