
Bilah menyuruh asisten rumah tangganya untuk menurunkan semua foto dirinya dengan Ranu, kemudian iq juga menyuruh bakar semua foto-foto itu tanpa ada uang tersisa sedikitpun dan dia juga minta agar dibersihkan kamar utama harus sangat bersih dari bau Ranu.
Bilah menatap Bagas dengan tatapan penuh cinta, ia memegang tangan Bagas lalu berkata, "Mas, aku lihat kamu makin tampan, jadi semakin sayang aku padamu Mas," ucap Bilah.
Bagas yang sebelumnya sempat cemburu melihat foto Bilah dengan Ranu, kini dia menjadi senang karena Bilah selalu menyanjungnya. Bilah bisa membuat Bagas kembali tersenyum hanya dengan kata-kata manisnya dan juga sentuhannya.
"Aku juga sangat mencintai kamu sayang, tidak ada wanita lain di hatiku selain kamu," ucap Bagas.
"Mas, perutku sakit." Bilah mencengkram lengan Bagas, ia merasakan perutnya yang teramat sakit. Terasa di tusuk-tusuk.
"Sayang kamu kenapa?" Bagas panik melihat Bilah meringis kesakitan, ia membaringkan tubuh Bilah di atas ranjang. Tapi sakitnya Bilah tak mereda. Bagas langsung berinisiatif untuk membawa Bilah ke rumah sakit. Dia juga khawatir akan terjadi apa-apa dengan calon buah hatinya.
"Mbok...." teriak Bagas.
Mbok Tumi menghampiri Bagas dengan tergesa, Mbok Tumi merupakan asisten rumah tangga Bilah sebelum dia menikah dengan Ranu.
"Ada apa Pak?" tanya Mbok Tumi.
"Mbok siapkan mobil saya, suruh pak satpam buka pintu mobil. Mbok ikut saya, tolong pegangi istri saya di jok belakang," titah Bagas.
"Ya Allah Bu Bilah, baik Pak," Mbok Tumi berlari, ia melakukan apa yang Bagas perintahkan.
Bagas menggendong Bilah, wajah Bilah terlihat memucat, keringat di dahinya sudah bercucuran. Bilah sampai menangis menahan rintihan rasa sakit yang ia rasakan. Bagas memasukan Bilah kedalam jok mobil belakang. Kepala Bilah diletakkan di paha Mbok Tumi.
"Sayang, aku mohon tahan. Kita akan ke rumah sakit." Bagas mengecup kening Bilah, kemudian dia menutup pintu mobil dan bergegas masuk ke jok depan untuk mengendarai mobilnya. Bagas melajukan mobilnya dengan cepat. "Mbok pegang istri saya baik-baik," teriak Bagas ketika mengemudi.
Sesampainya di rumah sakit, Bilah langsung dimasukkan di kamar IGD. Dokter langsung memeriksa keadaan Bilah.
"Bagaimana Dok istri saya? apakah kandungannya baik-baik saja?" tanya Bagas.
"Ibu Bilah hanya sedikit stres. Jadi perutnya terasa kram, minggu lalu kenapa tidak check up? 'kan jadwalnya check up untuk minggu lalu. Kenapa tidak datang akhirnya 'kan jadi seperti ini. Kalau disuruh check up maka harus datang," ucap dokter dengan nada kesalnya.
Bilah akhir-akhir ini memang perasaan sangat sensitif. Ia merasa dokter ini tidak menghargai perasaan pasien yang sedang sakit. Bilah telat karena minggu kemarin dia sedang mengurusi masalah perpindahan berkas-berkas atas namanya, jadi dia tidak mempunyai waktu untuk check up. Ia berpikir seharusnya dokter itu membuat pasien menjadi tenang, tidak berbicara dengan nada yang tinggi, dan penekanan. Setelah dokter itu pergi Bilah berkata kepada Bagas.
__ADS_1
"Mas, aku tidak mau diperiksa dengan dokter itu lagi. Aku mau dokter yang lain, Dina pernah memberitahuku, tentang dokter yang bekerja di sini. Dia mengenal dokter Sugi. Para pasien dokter Sugi hampir 90% lahir secara normal dan dokternya pun ramah kepada setiap pasien. Aku ingin mencoba dengan dokter Sugi saja Mas," ucap Bilah
"Iya sayang, senyamannya kamu saja dengan dokter mana. Mas setuju saja dan calon anak kita yang penting sehat-sehat saja di sini," Bagas mengelus perut Bilah.
Bilah pengganti lagi dokter yang akan menanganinya. Ia sudah mengganti dokter sebanyak 2 kali dan dokter sugi merupakan dokter ketiga yang akan memeriksa Bilah. Bilah dirawat satu hari di ruang rawat inap, kemudian dia di izinkan pulang ke rumah. Dokter mewanti-wanti, agar Bilah tidak terlalu stres.
Sejak Bilah mengalami kram pada perutnya. Bagas semakin menjaga Bilah. Karena dia tidak mau Bilah mengalami kesakitan lagi seperti sehari sebelumnya. Ia takut masalah dengan Ranu membuat Bilah mengalami stres kembali.
***
Ranu pulang ke rumah ayahnya. Sebelumnya Ranu merupakan anak pengusaha tetapi usaha ayahnya gulung tikar, ayahnya menjadi seorang pemabuk karena tidak menerima kenyataan bahwa ia jatuh miskin karena usahanya yang gulung tikar. Kini Ranu dan ayahnya tinggal berdua di rumah yang sangat kecil hanya 60 meter untuk luas rumahnya.
Ranu, suka ataupun tidak suka harus tetap bekerja di perusahaan Bilah karena dia tidak mempunyai pekerjaan lagi selain di sana. Dia berpikir, seenggaknya dia masih mempunyai uang jika ia bekerja di sana. dia juga akan mencari. Ranu benar-benar jatuh miskin sekarang.
"Aku harus mencari celah, agar Bilah kembali lagi kepadaku," gumam Ranu penuh keyakinan.
Bilah hati nya sudah terpatri oleh nama Bagas, mana mungkin Bilah mau kembali lagi bersama dirinya. Dia tak akan masuk ke lubang yang sama. Ranu mencari celah.
'Bagaimana memisahkan Bilah dengan suaminya, pasti ada celah untuk memisahkan mereka,' batin Ranu.
***
Ummi \=["Assalamu'alaikum Bagas. Bagas Ummi ingin berbicara dengan Bilah entah kenapa Ummi kepikiran Bilah."]
Bagas [Wa'alaikumsalam Ummi. Ummi Bilah sedang istirahat, kemarin dia sempat dirawat di rumah sakit, tapi hanya sehari. Hari ini kondisinya sudah membaik."]
Ummi \=["Ya Allah, kenapa dengan Bilah Bagas? kamu tidak menjaga dia dengan baik-baik? dia sedang hamil tua loh."]
Bagas \=["Ummi dia sepertinya stres, karena seminggu yang lalu Bilah diam-diam membalikkan nama atas aset-aset yang dirampas oleh mantan suaminya. Mungkin terlalu dipikirkan. Aku pun tak tahu ketika dia mengurus surat-surat itu."]
Ummi \=[Dijaga ya Bilah nya, wanita hamil itu sangat lemah. Jika dia sudah bangun, tolong pesan Ummi ini disampaikan kepada Bilah. Jangan terlalu lelah dan jangan terlalu banyak pikiran."]
Bagas \=["Iya Ummi, nanti Bagas sampaikan kepada Bilah ketika dia bangun. Terima kasih Ummi sudah sayang dengan istri aku, seperti Ummi menyayangi Mbak Aisyah."]
__ADS_1
Ummi \=["Bicara apa kamu Bagas? Ummi memang sudah menganggap Bilah itu sebagai anak Ummi sendiri, bukan menantu. Jadi memang sayangnya Ummi seperti Ummi menyayangi Mbak Aisyah mu. Ya sudah kabari Ummi jika ada apa-apa ya, assalamu'alaikum."]
Bagas \=["Iya Ummi, wa'alaikumsalam."]
Bagas menunggu Bilah, ia duduk di tepi ranjang, tepat di samping Bilah. Ia belai rambut Bilah. Bagas memandang wajah Bilah yang cantik. Bilah tetap terlihat cantik walaupun wajahnya tak tersentuh oleh make up. Bagas sangat menyukai wajah Bilah yang tanpa make up, ia selalu meminta Bilah agar tidak memakai make up ketika di rumah, karena Bagas sangat menyukai wajah cantik alami Bilah.
Bersambung
โRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah๐๐๐๐
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet โค๐