5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
The First Night Of Dina


__ADS_3

Di bawah gemerlap cahaya bulan yang lembut, dua jiwa yang saling merindukan bersatu dalam dekapan cinta yang mendalam. Ini adalah malam pertama mereka merasakan sentuhan-sentuhan yang menandai awal perjalanan intim mereka. Di balik tirai rindu yang terbuka, mereka membentuk ikatan baru dalam kerinduan yang tumbuh seiring waktu.


Di ruang yang penuh dengan aroma bunga dan musik yang melodi, mereka memandang satu sama lain dengan mata yang penuh dengan kelembutan. Percakapan yang dimulai dengan senyum dan tatapan tulus, membawa mereka lebih dekat dalam dunia di mana hanya cinta yang berbicara. Dalam diam, kata-kata tak terucapkan mengalir seperti sungai yang mengalir perlahan, membawa pesan-pesan rasa yang lebih dalam daripada kata-kata itu sendiri.


"Dalam dekapanmu, aku menemukan rumah," bisik Dina dengan suara yang lembut seperti angin malam. Tangannya yang penuh kasih meraba rambut Billy, seolah ingin merasakan kebahagiaan yang bersarang di sana. Dia pun tersenyum, matanya bersinar seperti bintang yang paling terang di langit.


"Kau adalah laguku yang paling indah," kata Billy sambil meraih tangan wanita itu dengan lembut. Sentuhan itu seperti menari di atas permukaan air, meninggalkan getaran yang menyentuh hati mereka dengan kehangatan.


Mereka saling mendekatkan diri dengan perlahan, seperti dua pohon yang tumbuh berdekatan dalam hutan yang tenang. Kulit mereka bertemu, menyatu dalam kelembutan dan kehangatan. Bagai ombak yang bermain-main di pantai, mereka merasakan getaran perasaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata.


"Ketika kau menyentuhku, rasanya seperti aliran musik yang menenangkan jiwa," ucap Dina dengan mata yang berbinar penuh dengan gairah dan penghargaan. Dia merasakan sentuhan tangan Billy itu seolah melukiskan kisah-kisah rahasia dalam bentuk getaran lembut.


Pria itu menggenggam tangan Dina dengan erat, seakan ingin mengikatkan janji abadi di antara mereka. "Kita adalah dua jiwa yang bersatu dalam irama yang sempurna," kata Billy dengan lirih, sementara cahaya lilin-lilin di sekitar mereka bergetar seperti hati yang berdebar.


Malam pun berjalan dengan tenang dan indah, seperti kisah dalam puisi-puisi klasik yang diceritakan dalam detik-detik tak terhitung. Mereka menemukan kesempurnaan dalam ketidaktentuan, keindahan dalam kebersamaan. Percakapan mereka tidak hanya melibatkan kata-kata, tetapi juga menyatu dalam setiap pandangan, sentuhan, dan nafas yang mereka hembuskan.


Mereka merasa bahwa malam ini adalah permulaan dari petualangan baru dalam cinta mereka. Satu bab baru dalam buku kehidupan mereka telah ditulis dengan indah, dan di dalamnya terukir kisah tentang bagaimana dua jiwa yang saling mencari akhirnya menemukan satu sama lain.


Pada akhirnya, malam pertama adalah bukti bahwa hubungan intim lebih dari sekadar fisik. Itu adalah perpaduan dari kelembutan hati, kehangatan kasih sayang, dan ketulusan rasa. Dalam pelukan satu sama lain, mereka menemukan rumah yang selalu mereka cari, tempat di mana cinta mereka dapat tumbuh dan berkembang tanpa batas.


***


Suasana pagi menyambut mereka dengan kelembutan yang sangat indah. Matahari terbit dengan gemulai, menerangi setiap sudut ruangan dengan cahaya emas yang lembut. Kamar mereka penuh dengan aroma bunga segar, mengingatkan pada malam indah yang baru saja mereka alami. Dina dan Billy terbaring di sisi tempat tidur, berdua dalam keheningan yang penuh makna setelah malam penyatuan mereka.


Billy memandang Dina dengan penuh rasa syukur dalam matanya. Dia merasakan getaran perasaan yang lebih dalam dari sebelumnya. Dalam dekapan cinta semalam, dia merasakan betapa beruntungnya dia telah menemukan Dina, wanita yang telah memberikan mahkota kehidupannya padanya.

__ADS_1


Dengan lembut, dia meraih tangan Dina yang terbaring di sampingnya. "Dina," bisik Billy dengan suara yang hangat. "Aku merasa seperti seorang raja yang telah diberikan mahkota oleh wanita paling istimewa di dunia ini."


Dina tersenyum dengan penuh kasih, matanya memancarkan cahaya kebahagiaan. "Kamu adalah rajaku, dan aku adalah ratumu," ucapnya dengan suara lembut. "Malam yang lalu adalah awal dari perjalanan indah kita bersama."


Billy merasakan hatinya penuh dengan rasa syukur. Dia merasa bahwa takdir telah mempertemukan mereka, dan dia tidak bisa berterima kasih cukup atas kesempatan untuk membangun kehidupan bersama Dina. "Dina, kamu telah membawa cahaya kehidupan baru bagiku. Dalam kehangatan cintamu, aku merasa lebih lengkap dan berarti. Kini orang yang menganggap aku banci, mereka akan kubungkam mulutnya karena aku mempunyai istri, dokter yang cantik. Terima kasih yah."


Dina menyentuh pipi Billy dengan lembut, menghapuskan rambut dari wajahnya. "Dan kamu, sayangku, telah membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam hidupku. Aku merasa seperti aku benar-benar diberkahi karena memiliki kamu di sisiku. Dan tidak akan ada lagi orang yang menyebutmu banci, karena kamu semalam sangat...."


Dina menutup wajahnya dengan kedua tangan, membayangkan malam pertama yang telah ia lalui membuat malu. Seperti mimpi, sahabatnya telah menjadi suaminya dan mereka sudah melakukan ritual malam pertama.


Billy membuka tangan yang ada di wajah Dina. Mereka saling menatap dengan penuh cinta dan penghargaan. Dalam diam, mereka merasakan kehadiran satu sama lain dengan lebih dalam. Malam pertama mereka telah membuka babak baru dalam perjalanan mereka sebagai pasangan yang sah.


Pemandangan luar jendela menunjukkan dunia yang indah dan hidup. Burung-burung berkicau dengan riang, seolah memberikan selamat pada mereka atas pernikahan mereka yang baru. Cahaya matahari yang lembut menerangi bunga-bunga di taman, menciptakan suasana yang penuh dengan harapan dan kebahagiaan.


Billy merasakan betapa beruntungnya dia, dan dia tahu bahwa dia akan merawat cinta ini dengan penuh perhatian dan pengertian. Dia tahu bahwa perjalanan mereka mungkin tidak akan selalu mulus, tetapi dengan cinta dan komitmen mereka, mereka dapat menghadapi segala rintangan bersama-sama.


Dina tersenyum dan menganggukkan kepala, matanya penuh dengan keyakinan. "Dan aku berjanji untuk selalu mendukungmu, menjadi sahabatmu, dan mencintaimu dengan sepenuh hatiku."


Mereka berdua menghadapi pagi yang cerah dengan hati yang penuh kebahagiaan dan harapan. Bersama-sama, mereka telah menemukan mahkota masing-masing dalam cinta satu sama lain, dan mereka siap untuk menjalani petualangan kehidupan bersama sebagai pasangan yang bersatu.


...Dalam perjalanan hidup ini, sahabat dan pasanganku sekarang. Dia seperti dua bintang yang saling melengkapi di langit malam. Seperti halnya dua serangkai bunga yang tumbuh berdampingan, cinta kami tumbuh subur dalam setiap musim kehidupan. Seperti lukisan masterpiece, setiap momen bersamanya adalah sapuan kuas yang menceritakan kisah cinta yang tiada tanding. Seperti dua pilar yang kokoh, kami saling memberi dukungan dan kekuatan, sambil tetap membiarkan cahaya individualitas masing-masing bersinar. Seperti helai-helai benang yang teranyam dalam kain yang indah, kami menyatukan mimpi, tujuan, dan harapan dalam satu pola yang menakjubkan. Kesatuan kami adalah seperti irama dalam sebuah lagu yang abadi, harmoni yang terdengar dalam setiap langkah perjalanan panjang kami. Billy, aku sangat cinta sama kamu....


Bersambung


Aku menulisnya dengan puitis yah, nggak terlalu terbuka.

__ADS_1


***


Siap-siap hari minggu ada pertanyaan GA


hadiah



***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga. Saya doakan kalian banyak Rezeki aamiin.


fb @Farida (R)


ig @kak_farida


Mampir juga di novelku yang lain



Salah Lamar


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)

__ADS_1



Love you semua


__ADS_2