5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Bahagia (Tamat)


__ADS_3

Sudah 9 bulan lamanya Bilah hamil, kini Bilah sudah melahirkan anak keduanya. Anak kedua Bilah berjenis kelamin laki-laki, ia sudah mempunyai sepasang anak yang pertama Heelwa yang sudah tumbuh sangat cantik dan anak kedua bernama Hasan. Kehidupan Bilah sangat bahagia, kini mereka sudah merasa lengkap akan kebahagiaan mereka. Usaha roti Bilah pun semakin maju, ia sudah memiliki 10 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Cabang utama tetap ada di Jakarta, Bilah tidak lupa untuk memberi kasih sayang kepada sesama manusia, ia tetap mengulurkan tangannya untuk membantu sesama. Memang sifat Bilah sudah seperti itu sejak dahulu.


Rahasia tentang kornea mata, siapa yang mendonorkan kornea mata untuk Bilah masih menjadi misteri untuk Bilah. Bilah tidak mendapatkan informasi tentang siapa pendonor kornea matanya. Dina benar-benar menempati janji kepada Ranu bahwa rahasia itu masih tetap di jaga sampai sekarang.


Dan Nida, ia sudah bisa membeli sebuah bangunan yang digunakan sebagai pabrik untuk membuat hasil karya rajutannya. Dia juga mendesain beberapa tas rajut dan diekspor ke luar negeri. Dia juga membeli sebuah toko untuk menjual produk-produknya, kini produknya berangsur-angsur sudah mulai dikenal. Masyarakat juga sudah mengenal Nida sebagai sosok yang lebih baik para fansnya yang tadinya membenci Nida kini berbalik untuk mendukung Nida kembali.


Begitulah kehidupan Nida sekarang, dia tidak ingin kembali ke dunia akting. Dia hanya melakukan pekerjaan yang sekarang sedang digelutinya yaitu dunia merajut. Gendis pun tumbuh dengan sangat baik karena Nida juga memasukkan gadis ke TK Islam. Gendis sudah di ajarkan tentang Islam sejak ia bersama Bilah dan Nida meneruskan untuk pendidikan Gendis.


Bilah membuat syukuran khusus untuk keluarga dan sahabatnya, Bilah mengundang Dina dan juga Nida. Tidak ada dendam di hati Bilah untuk Nida, dia sudah menganggap Nida sebagai sahabatnya juga. Seorang yang dahulunya menyakiti Bilah kini digandeng oleh Bilah tangannya. Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, hanya keadaan dan lingkungan yang membuat manusia menjadi kotor. Dengan iman manusia bisa menjaga akan kesuciannya itu, dan dengan ketaqwaan, manusia akan memegang teguh sifat baik dari dalam manusia.


"Tante Bilah." Gendis langsung memeluk Bilah ketika ia datang ke rumah Bilah. Bilah pun langsung merentangkan tangannya untuk menyambut Gendis Bilah memeluk Gendis dengan penuh kasih sayang.


"Tante masak kesukaan kamu, makan yuk," ajak Bilah.


"Asik... aku kangen sama masakan Tante. Tante aku boleh melihat dede bayi nggak?" tanya Gendis


"Boleh dong, yuk sama tante Nida. Dina ayo ikut, kalian belum ngeliat anak aku kan anakku ganteng loh," ucap Bilah dengan senyumannya.


Nida dan Dina mengikuti Bilah dari belakang, bayi Bilah sangatlah lucu dan gemas, wajahnya mirip dengan Bilah, jika Heelwa mirip dengan Bagas dengan ada Lesung pipi nya tapi wajah anak kedua Bilah mirip dengan Bilah.


"Duh gue kalahnya sama loe Bil, udah punya dua gue baru satu," ucap Dina.


"Loe kan dokter kandungan Din, program sendiri lah," ucap Bilah.


"Dokter itu kalau sakit harus berobat ke dokter yang lain, nggak bisa nyembuhin diri sendiri. Yang bisa nyembuhin kita itu hanya Allah, kita hanya berusaha. Nanti gue datang ke temen gue deh, dia dokter kandungan," ucap Dina.


"Gue doain loe biar cepet dapat momongan lagi. Ayolah Din jangan terlalu tua umur loe Udah berapa udah 30-an, kasihan Kenzo sendirian," ucap Dina.


"Yah gue sih udah berdoa sama berusaha, tapi memang Allah belum kasih aja," ucap Dina.

__ADS_1


"Nida kamu nggak niat untuk nikah lagi?" tanya Bilah.


"Kayaknya nggak deh Bilah, aku akan fokus untuk membesarkan Gendis aja. Bagiku Gendis sudah cukup dan mengembangkan usaha rajutku," ucap Nida.


"Aku dukung kamu Nida, kamu mau aku bantu nggak? untuk memasarkan rajutan kamu," tanya Bilah.


"Boleh banget," jawab Nida.


"Oke nanti aku bantu pasarin hasil karya kamu ya, biar bisa nembus ke beberapa negara lagi. Kamu kan baru nembus ke Malaysia dan Singapura kan. Coba kita tembus ke negara Eropa," ucap Bilah.


"Terima kasih ya Bilah kamu sangat membantu aku," ucap Nida.


"Udah ah ngomongnya, kayak kamu siapa aku aja, kamu kan sahabat aku." Bilah merangkul pundak Nida.


***


Anak-anak Bilah sudah tumbuh dewasa, kini Heelwa sudah menggantikan Bilah di perusahaannya. Ia memang masih tergolong muda, 24 tahun. Banyak karyawan-karyawan yang sanksi atas kinerja Heelwa. Tapi hanya dalam 3 bulan Heelwa bisa menunjukkan hasil kerjanya sehingga keuntungan perusahaan naik 80% ketika dipimpin oleh Heelwa. Sikap Heelwa sama dengan Bilah, Heelwa mengambil kuliah di jurusan ekonomi dan bisnis S1 dan S2 di Harvard.


Lain dengan Hasan. Hasan. dari sejak SD dia tinggal di pesantren Semarang. Bilah setiap minggu bolak-balik Jakarta ke Semarang untuk menemui anaknya. Dia bisa berkumpul dengan Hasan ketika weekend. Hasan dididik di dalam pesantren sehingga sifatnya sangat baik untuk bertutur kata.


Setelah SMA dia pindah ke Jakarta lulus SMA dia mendapat kuliah di ITB dengan jurusan teknik mesin. Hasan sudah lulus S1 dari ITB dia ingin membuka usahanya sendiri tidak mau dibantu oleh kedua orang tuanya. Ia bekerja di sebuah bengkel untuk mengumpulkan uang agar bisa membuka usahanya sendiri dari jerih payahnya sendiri


Hasan tidak ingin menonjolkan kekayaan mamahnya yang seorang CEO. dia berpakaian sederhana layaknya anak-anak muda dan jika berpergian sukanya dengan naik bus. Dia menolak ketika diberikan kendaraan mobil ataupun motor. Dia akan memakai benda tersebut jika benda tersebut di beli dengan uang Hasan.


Hasan \=["Aku ke Semarang ya Mah, ke rumah mbah kakung, eyang putri."]


Bilah \=["Mamah sudah kangen sama kamu Hasan, kamu pulang lah ke Jakarta dulu."]


Hasan \=["Kalau nggak gini aja Mah, Mamah ke Semarang deh nanti kita ketemu di sana."]

__ADS_1


Bilah \=["Mamah mau jalan-jalan sama kamu di Jakarta."]


Hasan \=[Mamahku yang cantik dan baik hati, Semarang yah. Mama juga kan sudah jarang ke Semarang sejak Hasan kuliah."]


Bilah \=["Ya sudah Mama ke sana sama ayahmu."]


Ternyata Hasan memanggil kedua orang tuanya ingin membicarakan sesuatu, ia ingin membuka usaha bengkel di Semarang karena menurut dia harga sewa di Semarang lebih murah daripada di Jakarta. Dia sudah mengumpulkan uang untuk membangun bengkelnya, temannya juga akan membantu dia, teman SMP yang juga merupakan lulusan pesantren. Awalnya Bilah tak setuju dengan kemauan Hasan, tapi Hasan meyakinkan Bilah bahwa ia bisa mempunyai usaha dari keringatnya sendiri.


"Ya sudah Mamah setuju sama kamu, ingat jaga kesehatan ya. Jika ada apa-apa telepon Mamah langsung," ucap Bilah.


"Terima kasih Mah, Mamah memang yang terbaik. Kak Heelwa nggak apa-apa kan sendirian. Aku nggak bisa bantu karena aku ingin membuat bisnis sendiri." ucap Hasan.


"Iya jangan khawatirkan itu, kakakmu sudah bekerja dengan bagus untuk menggantikan Mamah. Ya udah Mamah dukung kamu sepenuhnya," ucap Bilah.


Bilah lega anak-anaknya sudah menemukan tempat yang nyaman untuk mereka. Kini Bilah dan Bagas bisa menghabiskan masa tua mereka dengan tenang.


Kehidupan pasti ada pasang dan surut, bagaimana kita harus menyingkapinya. Tetap sabar, iklas dan jangan ada dendam itu kunci dari kehidupan Bilah. Semoga kisah Bilah bisa di ambil dari segi positifnya. Terima kasih kepada pada pembaca novel ini.


Kisah Hasan akan ada kelanjutannya di Nobel Salah Lamar yah.


TAMAT


Kunjungi novel author yang baru menetas yuk.


Love you reader deketin karet❤❤❤❤



__ADS_1


__ADS_2