5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Aku Mulai Mencintaimu


__ADS_3

Dina mencoba video call, perbedaan waktu Indonesia dan Turki 4 jam. Di Indonesia pukul 9 malam arti nya di Turki pukul 5 sore. Biasanya sepengetahuan Dina waktu yang pas untuk menghubungi Bilah karena dia sudah berada di rumah kakeknya untuk beristirahat sehabis mengurus berkas-berkas perusahaan.


Dina \= ["Assalamu'alaikum Bilah."]


Bilah \=["Wa'alaikumsalam."]


Dina \= ["Loe habis nangis Bilah?"]


Bilah \= ["Enggak, ini mata gue perih habis ngiris bawang."]


Dina \=["Gak usah bohong sama gue. Gue udah kenal loe belasan tahun. Bilah loe pernah nasehatin gue kan, kalau loe ada masalah dengan Gus. Selesaikan dengan kepala dingin jangan emosi dan jangan lari dari masalah. Hmmm loe jangan marah sama gue yah. Ada yang mau bicara sama loe."]


Dina memberikan Handphonenya kepada Bagas.


Bagas \= ["Assalamu'alaikum, Bilah sayang,"]


Bilah terkejut dan langsung mematikan handphonenya.


"Ya Allah Din, Bilah mematikan handphonenya. Semarah itukah dia terhadapku. Allahu...Allahu...aku sangat mencintainya," ucap Bagas lirih.


Tak lama setelah itu ada pesan masuk di handphone Dina.


Bilah \= ["Din, kok Mas Bagas ada di rumah loe? kenapa loe kasih ke dia? gue gak mau ngomong sama dia Din."]


Dina \= ["Bil, loe yakin gak mau denger penjelasan dia?"]


Bilah \= ["Udah basi Din, gue benci di bohongin."]


Dina \= ["Bilah jangan pakai emosi."]


Kalimat yang terakhir Dina kirim hanya ada tanda ceklis 1.


"Gus maaf Bilah sangat marah sepertinya, dia mematikan handphonenya. Ini aku kirim pesan terakhir hanya ceklis satu," ucap Dina.


Bagas terduduk lemas, dia memegang wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia begitu sangat mencintai Bilah.


'Ya Allah Gus Bagas menangis, ih gue baru lihat loh seorang Gus nangis karena cinta sama seorang janda. Artinya dia udah bucin banget nih sama Bilah. Bil, loe bakalan nyesel kalau loe benar-benar lepasin Bagas,' batin Dina.


"Terima kasih Din, aku pulang dulu," ucap Bagas.


"Pulang kemana Gus? ke rumah Mba Aisyah?" tanya Dina.


"Gak Din, aku langsung pulang ke Semarang aja," ucap Bagas.


"Loh Gus 'kan baru sampai di Jakarta, lalu langsung berangkat lagi ke Semarang. Capek Gus, bahaya loh kalau menyetir dalam keadaan lelah," saran Dina.


"Tubuhku gak lelah, tapi hatiku yang lelah, Assalamu'alaikum," Bagas meninggalkan kediaman Dina.


***


Bilah bolak-balik di dalam kamar, hatinya tak tenang.


"Apa aku harus mendengarkan penjelasannya? apa aku harus meneleponnya?" gumam Bilah.


"Ah...gara-gara aku melihat wajahnya, kenapa aku menjadi kangen," ucap Bilah.


Akhirnya Bilah menelepon Bagas.

__ADS_1


Bilah \= ["Assalamu'alaikum."]


Bagas \=["Waalaikumsalam, ya Allah Bilah. Maafkan aku, aku tidak bermaksud membohongimu."]


Bilah \=["Suaramu habis menangis, kamu menangis karena aku gak mau bicara denganmu?"]


Bagas \= ["Bagaimana aku tidak menangis, jantungku terasa berhenti membaca emailmu, aku pikir tak punya harapan lagi ketika kamu langsung mematikan handphonemu,"]


Bilah \=["Aku tidak suka dibohongi, kamu telah membohongi aku. Kenapa Haya belum keluar dari pesantren?"]


Bagas \= ["Keputusan mengeluarkan guru itu Abi, bukan aku. Abi tidak enak berbicara dengan Kiai Harun. Jika kita sudah menikah barulah Abi bisa beralasan bahwa Ning Haya mau merusak rumah tangga kita."]


Bilah \=["Mesrahnya kamu menyebut nama Ning Haya."]


Bagas \= ["Susah bicara dengan perempuan yang sedang cemburu."]


Bilah \=["Si..siapa yang cemburu, ah yah udah. Aku malas berdebat denganmu Mas, Assalamu'alaikum."]


Bilah langsung memutuskan teleponnya.


Tidak lama dia memutuskan telepon, Bagas menelepon menggunakan video call.


"Ih kenapa dia telepon aku sih, lagi kesel kaya gini, video call lagi," gumam Bilah.


Walaupun rasa kesal Bilah masih ada, dia tetap menerima video call Bagas. Ketika dia menerima video call, Bilah tidak bicara satu katapun.


Bagas \=["Sayang..." ]


Bilah \= ["Kok kamu manggil aku sayang?"]


Bagas \=["Memang gak boleh memanggil calon istri dengan sayang?"]


Bagas \=["Kamu masih marah sama aku?"]


Bilah \= ["Kelihatannya?"]


Bagas \=["Masih marah, itu wajah kamu masih cemberut aku lihat. Maafkan aku yah, jika Abi tidak mengeluarkan Ning Haya, aku yang akan keluar dari pesantren."]


Bilah \=["Lah kok begitu, kamu kan satu-satunya penerus Abi."]


Bagas \= ["Karena aku gak mau lihat kamu marah sama aku."]


Bilah \= ["Mas, aku mau ngomong serius sama kamu."]


Bagas \= ["Tentang apa?"]


Bilah \=["Maaf Mas, jika kita sudah menikah boleh aku lebih banyak waktu di Jakarta?"]


Bagas \=["Memang kamu tidak suka tinggal di dalam pesantren?"]


Bilah \=["Tidak Mas, hanya saja urusan aku pergi ke Turki untuk membalikkan nama perusahaan yang dahulunya di rampas oleh mantan suamiku. Otomatis dipundakku ini ada kesejahteraan kehidupan bagi karyawanku."]


Bagas \=["Yah sudah, nanti kita bicarakan ketika kamu sudah pulang ke Indonesia yah karena gak enak kalau bicara di telepon."]


Bilah \=["Yah sudah baik. Mas..."]


Bagas \=["Iya."]

__ADS_1


Bilah \=["Bisakah kamu jika bertemu dengan Ning Haya menjauh?"]


Bagas \=["Memang kenapa? berikan aku alasan." ]


Bilah \=["Karena...a...aku cemburu Mas. Sepertinya aku mulai mencintaimu."]


Bagas yang mendengar pernyataan Bilah, wajahnya sangat gembira, jantungnya mulai berdebar kencang.


Bagas \=["Bisa ucapkan sekali lagi?"]


Bilah \=["Gak ada siaran ulang lagi Mas."]


Wajah Bagas memelas, membuat Bilah tidak bisa menolaknya.


Bilah \=["Aku mulai mencintai mu Mas, aku cemburu ketika Ning Haya mendekatimu."]


Bagas \= ["Terima kasih telah menerima cintaku, terima kasih kamu menumbuhkan cinta di hatimu untukku. Maafkan aku yang telah membuat kamu cemburu. Aku akan menjaga hatiku hanya untukmu."]


Bilah \=["Terima kasih Mas, telah mengkhitbahku. Mencintai seorang janda yang aku rasakan cinta itu datangnya sangat tulus yang kamu berikan. I love you Mas. Tunggu aku di Indonesia yah, aku akan pulang ketika urusanku di Turki selesai."]


Bagas \= ["Insha Allah, I love you too. aku akan menunggumu, jaga kesehatanmu. Aku lanjut perjalanan pulang ke Semarang yah. Assalamu'alaikum."]


Bilah \= ["Iya Mas, hati-hati di jalan. Waalaikumsalam."]


"Aku telah mengakui cinta kepada Gus Bagas, semoga keputusan aku kali ini tidak salah. Semoga ia menjadi suamiku kelak sampai maut memisahkan kita." gumam Bilah.


***


"Lega rasanya Bilah tidak marah lagi terhadapku. Entahlah kenapa aku sangat mencintai dia, sebelumnya aku tidak pernah merasakan cinta yang seperti ini," gumam Bagas sambil menyetir mobilnya.


Bagas berniat akan membicarakan tentang Ning Haya kepada Abi nya kembali, ia tidak mau Bilah menjadi salah pahaman kembali kepada dirinya. Ia akan menjaga cinta Bilah agar tidak mengecewakan dia.


Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Ia juga sedang mengumpulkan bukti-bukti tentang kecelakaan, ia berusaha agar ketika Bilah pulang sudah ada bukti yang ia akan tunjukan kepada Bilah.


"Aku berjanji akan membuat kamu selalu gembira Bilah, akan ku hapus kenangan pahitmu dengan cintaku," gumam Bagas.


Bersambung


***


Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.


Follow aku juga.


fb @Farida (R)


ig @kak_farida


Mampir juga di novelku yang lain



Salah Lamar


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)


__ADS_1


Love you semua


__ADS_2