5 Tahun Menikah Tanpa Cinta

5 Tahun Menikah Tanpa Cinta
Istrimu masih memikirkanku


__ADS_3

"Pak, bisa ambil alih rumah itu dan merubah atas nama saya?" ucap Bilah, kepada pengacara.


"Ibu waktu tanda tangan di mana?" tanya pengacara.


"Di rumah itu Pak, tepatnya di meja makan," jawab Bilah.


"Di rumah tersebut, ada CCTV nya?" tanya pengacara kembali.


"Di setiap sudut ada, hanya kamar yang tidak ada CCTV nya," jawab Bilah.


"Jika ada rekaman CCTV itu, kita bisa mengajukan tuntutan di pengadilan," ucap pengacara.


Bilah ingin mengambil rumah lamanya, rasanya dia tak rela rumah tersebut di rampas dengan menipu Bilah untuk santunan yatim. Jika Ranu bisa menipu Bilah dahulu, kini kebalikannya Bilah yang akan menipu Ranu. Bayangkan rumah Bilah yang lama luasnya sekitar 500 meter, posisi ada di Jakarta Barat. Harga tanah di Jakarta sangat fantastis. Bilah menyusun siasat, satpam rumah lama Bilah masih sama. Dia bisa bekerja sama dengan satpam tersebut. Bilah menyuruh orang diam-diam untuk menemui satpam tersebut.


"Tolong kerja yang bersih yah, ini yang untuk kamu dan saya titip uang untuk satpam di rumah itu. Jika kamu berhasil mendapatkan rekaman CCTV itu, akan saya kasih bonus kamu," ucap Bilah.


"Baik Bu, saya akan bekerja dengan bersih. Senang bekerja dengan Ibu," ucap seseorang yang di sewa Bilah.


Kehamilan Bilah sudah masuk bulan keenam, tapi dia masih aktif untuk bekerja. Bagas selalu mewanti-wanti agar Bilah tidak terlalu lelah. Sedangkan Bagas, tak selamanya bisa mendampingi Bilah. Karena Bilah sudah mengesahkan suaminya itu menjadi ketua yayasan sekolah warisan dari mamahnya.


Bilahpun sedang mengumpulkan bukti-bukti tentang kecelakaan yang menewaskan ibunya Ranu. Dari surat kabar yang Bagas download secara online, diketahui bahwa yang menabrak bukan ayah Bilah. Mobil yang dipakai memang milik ayah Bilah tapi yang mengendarai bukan ayah Bilah. Pengendara itu masih misterius.


Bilah selalu meminta Bagas untuk menjemputnya di ruang CEO ketika jam kerja selesai. Setiap kali pergi menjemput Bilah, kini Bagas menggunakan setelah jas beserta dasinya membuat ketampanan Bagas terlihat jelas. Jika di dalam pesantren Bagas selalu menggunakan gamis. Tapi sekarang tampilannya sungguh berbeda.


Setiap karyawan ketika Bagas datang menjemput Bilah selalu berbisik-bisik di belakang mereka.


Para office girl berbisik ketika membersihkan lobby.


"Suami Bu Bilah yang baru, sangat tampan yah. Lebih tampan dari Pak Ranu."


"Bu Bilah juga cantik, mereka serasi banget."


"Pak Ranu bodoh yah, lepaskan Bu Bilah dan memilih artis yang sekarang di penjara."


Bisikan tersebut di dengar oleh Ranu, mereka langsung bubar ketika Ranu menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Berani-beraninya mereka membicarakan aku di belakangku, jika aku masih menjadi CEO sudah aku pecat mereka," gumam Ranu.


Ranu berpapasan dengan Bilah dan Bagas. Mereka masuk dalam 1 lift. Melihat kemesrahan Bilah dengan suaminya, ia semakin mendidih darahnya. Ada rasa tak rela jika melihat Bilah selalu dibelai oleh Bagas.


"Mas, ada Ranu. Rangkul aku Mas. Biar terlihat lebih mesrah," bisik Bilah.


"Kamu ini, suka sekali buat orang panas," bisik Bagas.


"Salah dia masih yang masih menyukaiku, kalau aku sudah buang namanya di hatiku," ucap Bilah lirih.

__ADS_1


"Aku juga gak mau kamu di rebut oleh dia. Kamu hanya milikku seorang." Bagas merangkul bahu Bilah dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mengelus-elus perut Bilah yang semakin buncit.


"Mas, pegang sini deh. Anak kita bereaksi, nendang-nendang anak kita, ia tahu lagi di elus sama papanya," ucap Bilah dengan suara yang agak keras.


Bagas tersenyum lebar melihat tingkah laku Bilah yang memanas-manasi Ranu.


"Kenapa kamu melihat saya? kamu juga punya anak, kenapa tidak kamu rawat?" tanya Bilah kepada Ranu.


"Siapa yang lihat Bu Bilah, kita ini satu lift. Jangan geer yah, atau Bu Bilah masih ada rasa dengan saya? kok memperhatikan bahwa saya melihat Ibu?" ucap Ranu.


"Jaga omongan Anda, dia istri saya. Mana ada rasa untuk Anda lagi. Istri saya sudah buang nama Anda dari hatinya," ucap Bagas.


"Oh ya? dari mana Anda tahu Pak, jika istri Bapak itu tidak memikirkan saya," ucap Ranu.


"Kamu benar mau tahu? ketika kami beribadah panas, aku tak pernah menyebut namamu ketika aku menuju puncak kenikmatan. Tapi yang aku selalu sebut nama suamiku, Mas Bagas." Bilah langsung mengecup bibir Bagas secara spontan dan membersihkan bibir Bagas yang basah dengan jarinya."Bukti lain lagi adalah, anak yang ada dalam perutku adalah hasil buah cinta kami di ibadah panas kami," ucap Bilah.


Ting


Pintu lift terbuka.


Ranu langsung berjalan mendahului Bilah dan Bagas. Bilah puas dengan membalas perlakuan Ranu terdahulu. Perasaan Bilah ketika melihat Ranu pergi ke hotel bersama Nida.


"Mas, aku nyeri di bagian ini." Bilah memegang perut bagian kiri.


"Kita periksa yah, tanyakan kepada dokter," ucap Bagas.


Bilah memeriksa kandungannya, karena dia merasa nyeri. Dokter mengatakan, bayi semakin lama semakin membesar sehingga mendorong posisi kista. Dokter menyarankan agar tidak bersenggama karena takutnya malah kista akan pecah di dalam.


Bagas paham akan kondisi Bilah. Tapi Bilah melakukan tugas seorang istri untuk menyenangi hati suaminya. Pergi ke Roma tidak hanya 1 jalan, itulah semboyannya. Seorang istri harus pintar memuaskan suami agar tidak tergoda oleh perempuan lain di luar sana.


Sepulang Bilah periksa kondisi kandungannya. Kini mereka sedang berduaan di dalam kamar. Sekedar bercengkrama, Bilah menempatkan box bayi Nida di dalam kamarnya.


"Mas, Gendis gemesin banget yah. Nanti anak kita panggil dia apa sama Gendis," ucap Bilah.


"Anak kita akan panggil Mba Gendis," ucap Bagas.


Bagas memeluk Bilah dari belakang, karena mereka sedang berdiri di depan box Gendis. Bagas sambil mengelus perut Bilah dari belakang.


"Mas, aku minta maaf yah. Jika aku punya salah olehmu. Doakan aku agar anak kita sehat," ucap Bilah.


"Aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu sayang, karena kamu sudah mau berjuang mengandung buah cinta kita berdua. Walaupun kamu setiap hari merasakan nyeri bagian kiri perutmu. Aku sangat mencintaimu. Terima kasih karena kamu sudah bangun berjuang," ucap Bagas.


"Mas ini adalah anak kita, tentu saja aku akan berjuang mengorbankan nyawaku, aku juga sangat mencintaimu," ucap Bilah.


Bagas semakin mempererat pelukannya, dia langsung menggendong Bilah ke atas ranjang.

__ADS_1


"Mas, aku berat loh sekarang," ucap Bilah.


"Anggap aja aku sedang menggendong istri dan anakku. Kamu tambah seksi sayang," ucap Bagas.


"Seksi bagaimana Mas, beratku naik," ucap Bilah.


"Tapi di mataku kamu tetap seksi istriku," bisik Bagas.


"Ah aku jadi tambah sayang kamu Mas," ucap Bilah.


"Kalau tambah sayang, cium aku dong." Pinta Bagas, yang sudah memanyunkan bibirnya.


Bilah tertawa melihat ekspresi Bagas.


"Hahaha De, Papahmu lucu sekali," tawa Bilah.


"Kok, lucu. Wajahku tampan begini. De, Mamah kamu tergila-gila dengan ketampanan Papahmu." Bagas mengelus perut Bilah, dan berbicara bermonolog dengan bayi yang masih di dalam perut Bilah.


Bersambung.


✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet β€πŸ’žπŸ’


__ADS_2