Aku Perawan Tua Berkualitas

Aku Perawan Tua Berkualitas
Kisah kelam.


__ADS_3

Brakk!


"Panji, apa yang kamu lakukan, mengapa pintunya kamu kunci!" seru suara seorang wanita dari luar pintu.


"Syifa, apa kamu di dalam!" seru suara dari seseorang yang dia kenal.


Syifa dan pemuda itu seketika menoleh ke arah pintu dengan terkejut.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Syifa langsung mendorong pemuda itu hingga ia tersungkur ke belakang. Syifa berlari ke depan dan segera membuka kuncian pintunya.


Glekk!


Pintu terbuka dan nampaklah seorang perempuan paruh baya di depannya dan di belakangnya terlihat ada Antika.


"Syifa!" pekik Antika kaget saat melihat sahabatnya muncul di balik pintu. Dan yang lebih mengagetkannya lagi yaitu saat menyaksikan penampilan Syifa yang acak-acakan tanpa kerudungnya, serta lelehan air mata di kedua pipinya.


"Siapa kamu?" seru wanita paruh baya itu. Beliau pun sama terkejutnya dengan Antika.


"Tolong, Bu. Dia mau melecehkanku!" ujar Syifa dengan napas memburu. Badannya masih gemetaran mengingat kejadian beberapa saat lalu ketika pemuda itu terus saja memaksa untuk melampiaskan nafsu bejatnya.


"Brengsekk kamu, Bang! Dia itu sahabatku! Aku hajar kamu, Bang!" Antika menerobos masuk ke dalam rumah dan melayangkan tinjunya kepada pemuda itu.


Wanita paruh baya yang merupakan ibunya itu pun ikut memukuli putranya dengan dompet ditangannya. "Anak kurang ajar kamu! bikin malu saja kamu!"


"Ampun, Bu! Ampuni aku!" racau pemuda itu yang tak mampu mengimbangi kedua wanita kuat itu sebab sebenarnya ia masih dalam pengaruh alkohol.


Melihat hal itu Syifa segera memungut kerudungnya yang tadi dibuang ke lantai. Lalu ia membenarkan letak bajunya yang acak-acakan akibat ulah pemuda itu. Air matanya masih belum surut dari sudut matanya mengingat kejadian yang baru saja dialaminya. Ia tidak bisa membayangkan jika tidak ada yang datang menolongnya.


Puas memberikan beberapa pukulan pada tetangganya itu Antika beralih mencari keberadaan Syifa.


"Fa, lo diapain aja sama dia?" tanya Antika khawatir.


"Hiks ... hiks ...., ayo anterin aku pulang, Tik!" tutur Syifa masih enggan untuk bercerita tentang kejadian barusan.


"Iya, ayo ...!" Antika merangkul bahu sabatnya itu dan menuntunnya untuk keluar dari pekarangan itu.


Antika kemudian memboncengkan Syifa untuk mengantarnya pulang ke rumah.

__ADS_1


Beberapa tetangga yang mendengar suara keributan itu nampak mendatangi rumah bu Miranti dan menanyakan apa yang tengah terjadi.


Tanpa dijelaskan oleh bu Miranti mereka yang tadi ikut menyaksikan pada saat sedang melintasi rumah itu pun tahu jika Panji tengah kepergok berduaan dengan seorang gadis di rumahnya.


......................


Sesampainya di rumah Syifa menangis tersedu-sedu di pelukan sang nenek. Dengan terbata-bata ia menceritakan apa yang tengah dialaminya barusan.


Nenek kemudian menyuruh Syifa untuk membersihkan diri. Syifa menurut dengan perintah neneknya. Ia mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dari bak mandi berulangkali untuk menghilangkan bayangan perlakuan pemuda tadi yang masih menghantuinya.


Berita itu pun dengan cepat menyebar secara simpang siur dari mulut ke mulut ke pelosok kampung. Beberapa dari mereka mengenali jika gadis yang bersama Panji adalah gadis bule yang tinggal di kampung Arab.


Ada dua versi berita yang tersebar. Yang pertama adalah Panji melecehkan seorang gadis dan yang kedua Panji kepergok berduaan dengan seorang gadis di rumahnya. Berita itu pun juga menyebar dengan cepat di kampung Arab.


Rosa yang mendengar hal itu pun segera menutup toko Abi Imron dan pulang ke rumahnya untuk memastikan apa yang terjadi pada putrinya. Sebab berita yang di dengarnya simpang siur.


Sesampainya di rumah, nenek Fatimah menceritakan yang didengarnya dari Syifa kepada Rosa. Mendengar hal itu Rosa merasa sangat bersalah karena ia yang telah menyuruh Syifa mengantar kuenya.


Tok tok tok.


Rosa mengetuk pintu kamar Syifa yang tertutup rapat sejak tadi.


Merasa tidak ada sahutan dari dalam Rosa memutuskan untuk tidak mengganggu Syifa terlebih dahulu dan hendak beranjak pergi ke kamarnya.


Ceklek!


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan terlihat Syifa keluar dari kamar seraya berlari kecil ke arah mamanya.


"Mama! hiks ... hiks ....!"


Syifa seketika menghambur memeluk ibunya dengan erat dan menumpahkan tangis di pelukan ibunya.


"Syifa, maafkan Mama ya, Nak! karena Mama kamu jadi mengalami seperti ini. Sabar ya, Sayang! Ini adalah ujian dari Allah. Kamu harus kuat dan tegar menghadapinya."


"Syifa, takut, Ma!" rengek Syifa lagi.


"Apapun yang terjadi Mama akan selalu ada untukmu. Apapun yang dikatakan orang di luar sana tak usah kamu hiraukan!"

__ADS_1


Rossa pun ikut menumpahkan air matanya. Iya tahu betul bagaimana perasaan Syifa saat ini. Sebab ia juga pernah mengalaminya. Bahkan lebih sakit dari ini.


Hal ini mengingatkannya kembali pada peristiwa tujuh belas tahun silam. Saat itu umurnya baru dua puluh tahun. Ia diperkosa oleh kakak iparnya sendiri. Hingga Rosalina pun diusir dari rumahnya dan akhirnya menggelandang di kota ini.


Beruntunglah saat itu ia bertemu dengan nenek Fatimah yang bersedia memberinya tumpangan. Rosalina diijinkan tinggal di rumahnya dan dirawat layaknya putrinya sendiri.


Namun, cobaan tak berhenti di sana. Setelah beberapa bulan mendiami kampung ini, ia menyadari bahwa ia tengah mengandung. Hujatan dan cacian bertubi-tubi menghampirinya. Sebab, ia hamil tanpa seorang suami. Rosalina terancam diusir dari kampung Arab karena dianggap menodai kampung ini.


Nenek Fatimah membelanya mati-matian karena ia tahu kisah yang sesungguhnya dari Rosalina. Ia mendatangi seorang ustadz besar yang menjadi imam masjid di kampung Arab. Ia menceritakan kisah yang dialami Rosalina hingga gadis itu mengandung.


Beruntungnya Habib Ahmad mempercayai yang dikatakan oleh nenek Fatimah. Ia lah yang akhirnya melindungi Rosalina agar tidak terusir dari kampung ini. Meskipun begitu Rosalina sulit untuk berbaur dengan warga kampung. Sebab, tidak sedikit yang memandang rendah kepadanya.


Namun, berbeda dengan keluarga Habib Ahmad yang sangat baik kepadanya. Habib Ahmad merupakan ayah dari Habib Imron. Berkat habib Ahmad, Rosa dapat melahirkan Syifa dengan tenang.


Di malam itu Panji, Ibu Miranti dan suaminya berkunjung ke rumah Syifa untuk meminta maaf.


"Dek Rosa, kedatangan kami ke sini ingin meminta maaf atas perlakuan tempo hari yang dilakukan oleh anak ku kepada anakmu!"


"Maaf itu mudah untuk diucapkan, Mbak. Tapi peristiwa itu akan tetap membekas di benak anak saya, bahkan mungkin seumur hidupnya. Bagaimana jika saat itu anda dan Antika terlambat datang. Apa yang akan terjadi pada anak saya?"


"Tante, saya benar-benar minta maaf. Waktu itu saya memang sedang banyak pikiran hingga saya mabuk. Dan saat itu adalah pertama kalinya saya minum. Saya benar-benar menyesal karena pengaruh alkohol membuat saya linglung dan melakukan itu kepada anak anda."


"Saya bersedia untuk menikahi anak anda sebagai tanggungjawab saya kepada anak, Tante," tutur Panji.


Syifa yang tengah duduk di belakang mamanya seketika membulatkan mata.


"Tidak, aku tidak mau menikah dengan mu!" ujar Syifa kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Rosa menghembuskan napas beratnya.


"Bu Miranti atas itikad baik keluarga Anda meminta maaf kepada putri saya, insyaaAllah saya menerimanya dan tidak akan memperpanjang hal ini ke jalur hukum. Saya harap tolong bimbing putra anda agar segera bertaubat dan tidak mengulanginya kepada siapa pun. Saya tidak akan menuntut pertanggungjawaban apa pun kepada keluarga Anda. Yang saya inginkan hanya tolong putra Anda dibimbing untuk memperbaiki diri agar peristiwa ini tidak terulang kembali di kemudian hari. Saya rasa cukup dari saya," ujar Rosa dengan tegas.


"Terima kasih banyak, Dek Rosa atas kebaikan mu. Maaf sudah mengganggu waktunya. Kami sekeluarga pamit! Assalamu'alaikum," ujar Bu Miranti.


Rosa mengangguk kecil menanggapi. "Waalaikumussalam!"


Setelah kejadian itu Syifa banyak mengurung diri di rumah. Dua hari dia tidak berangkat ke sekolah. Sebab ia malu untuk bertemu orang-orang di kampungnya. Banyak orang yang masih penasaran ingin mengetahui seperti apa gadis yang menjadi trending topik di kedua kampung itu.

__ADS_1


..._______Ney-nna______...


__ADS_2