Aku Perawan Tua Berkualitas

Aku Perawan Tua Berkualitas
Akhirnya Tahu


__ADS_3

Antika segera memungut piring yang sudah kosong di hadapan ayahnya.


"Sudah habis kan, Yah! Biar aku yang taruh di wastafel. Ini tehnya, Yah!"


Usai menaruh secangkir teh ke hadapan ayahnya Antika pergi ke dapur untuk menaruh piring bekas makan malam ayahnya itu tanpa mencucinya terlebih dahulu. Sebab, ia khawatir jika ayahnya akan segera pergi, sementara ia ingin berbicara penting dengan ayahnya itu.


Antika kembali menuju ke meja makan dan mendudukkan diri di sana. "Yah, aku pengen bicara sama Ayah!" ujarnya.


"Mau bicara ya bicara saja, apa susahnya!" ujar ayah dengan cuek menanggapi.

__ADS_1


"Em, Yah ..., aku rasa sudah saatnya aku tahu tentang ibu. Aku bukan anak kecil lagi, Yah. Tolong ceritakan kisah yang sesungguhnya mengapa ibu meninggalkan aku sewaktu kecil!" ujar Antika.


"Ck, dia menemuimu?" tanya Ayah dengan suara meninggi.


"Aku bertemu dengan Ibu beberapa hari yang lalu di dekat kampus. Tolong Ayah jujur sama Antika, Yah. Tolong ceritakan kejadian yang sesungguhnya pada Antika, Yah!" pinta Antika.


"Untuk apa kamu ingin dengar dari Ayah lagi kalau kamu sudah mendengar dari wanita itu, Hah! Kamu mau menghakimi mana yang benar dan mana yang salah?"


"Ayah, bukan seperti itu yah! Antika hanya ingin tahu saja dari kedua belah pihak, mungkin saja terjadi kesalahpahaman. Antika tidak ingin memihak ke salah satu dari kalian, Antika hanya ingin tahu seperti apa yang terjadi dahulu dan mengapa Antika tidak bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu sejak kecil. Tidak sama dengan anak-anak yang lainnya!"

__ADS_1


"Bukankah meski kalian bercerai kalian berdua tetaplah orang tua ku? kalian punya tugas dan kewajiban untuk merawat dan melindungiku. Lantas kenapa sejak kecil ibu tidak pernah datang walaupun hanya sekedar untuk melihat keadaanku? aku perlu tahu alasan mengapa aku ditelantarkan oleh ibuku. Setidaknya aku tahu tentang latar belakang keluargaku!" ujar Antika dengan nada meninggi dan tangisnya pun pecah.


"Baik, akan ayah ceritakan kisah malang keluargamu ini. Ayah menikah dengan ibumu karena kita saling mencintai, namun dengan seiring berjalannya waktu ayah hanya berpenghasilan pas-pasan, sulit untuk memenuhi kebutuhan ibumu yang semakin banyak. Semua itu karena ibumu di setir oleh ibunya yang serakah yaitu nenekmu."


"Hal itu menyebabkan rumah tangga kami memanas karena sering bertengkar. Hingga akhirnya nenekmu menyuruh ibumu untuk meninggalkan ayah dan menikah lagi dengan laki-laki lain yang lebih kaya agar bisa menuruti keinginan nenekmu yang serakah itu. Dan anehnya ibumu akhirnya malah menuruti ibunya yang serakah itu. Ibumu nekad ingin pulang ke rumah orang tuanya. Maka aku pun mengabulkan keinginannya. Aku mengijinkannya dengan syarat yaitu ia boleh pergi seorang diri, tanpa membawamu. Dan, ibumu lebih memilih meninggalkan kamu demi dan mengikuti bujukan dari ibunya. Sekarang Setelah sekian lama ia tiba-tiba datang dan seenaknya bilang ingin bertemu denganmu! Semudah itukah ia datang dan pergi sesukanya?"


"Tapi tidak semudah itu bagi Ayah untuk memaafkan dia. Ibu macam apa yang menelantarkan anaknya bertahun-tahun, lantas tiba-tiba dia datang dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa di antara kita begitu saja!"


"Sekarang kamu sudah tahu, puas kamu? Kamu merasa dirimu sudah dewasa bukan, sekarang terserah kamu jika kamu juga ingin meninggalkan Ayah! jangan harap untuk meminta bertemu dengan ayah kembali jika kamu berani melangkahkan kakimu pergi dari rumah ini! Dan, jangan pernah menampakkan diri di hadapanku lagi!" ujar ayah Antika dengan emosi yang meluap-luap. Lalu, ayah berdiri dan masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu.

__ADS_1


...______Ney-nna______...


__ADS_2