Aku Perawan Tua Berkualitas

Aku Perawan Tua Berkualitas
Suami Rosita


__ADS_3

Usai makan sore itu Syifa mencuci piring bekas makan dia dan mamanya. Sementara mamanya membantu nenek mandi. Sebab nenek Sofia tidak bisa berjalan.


Tap tap tap.


Suara langkah kaki dari alas kaki membuatnya tahu jika ada yang hendak memasuki dapur.


"Rosi, aku pulang!" ucap seseorang dari arah belakang dengan suara baritonnya.


Mendengar suara laki-laki mendekat Syifa segera mematikan keran air dari wastafel dan buru-buru menurunkan lengan bajunya yang tadi sempat dilipatnya hingga sampai siku saat hendak mencuci piring.


"Kamu siapa?" tanya seseorang dari arah belakangnya.


Syifa segera berbalik dan memandang ke arah seorang laki-laki yang berdiri di ambang pintu dapur. Syifa sedikit terkejut dengan kemunculan laki-laki itu. Jika seorang tamu tentunya tidak akan langsung nyelonong masuk hingga ke dapur.


"Anda siapa?" Syifa balik bertanya.


"Rosi!" teriaknya sembari menoleh ke belakang celingukan. Namun, tidak ada jawaban dari oeang dipanggilnya. Ia lalu kembali melihat ke arah Syifa berada. "Di mana Rosita?" tanyanya.


"Tante Rosita sedang ke warung depan ...," jawab Syifa.


Laki-laki itu menatap ke arah Syifa dari atas ke bawah hingga kembali ke atas lagi. Dari raut mukanya nampak keheranan yang sangat terlihat dari kerutan di dahinya.


Siapa dia ya, apa saudara Mama yang lainnya? tanya Syifa di dalam hati.

__ADS_1


Laki-laki itu nampak rapih dengan atasan kemeja yang terlipat di bagian lengan hingga siku dan celana bahan hitam khas kantoran. Ditaksir dari wajahnya mungkin umurnya masih di bawah kepala tiga.


"Lantas kamu siapa? bagaimana kamu bisa ada di rumah ini?" tanyanya pada Syifa.


"Saya keponakan dari Tante Rosita," jawab Syifa dengan sedikit ragu.


Rasanya ia kurang nyaman berbincang dengan orang asing ketika hanya berdua saja di dalam satu ruangan. Terlebih dengan lawan jenis.


"Ck, keponakan? keponakan dari mana? Rosi tidak pernah cerita jika dia punya keponakan. Atau jangan-jangan kamu pencuri ya? Buka penutup wajahmu!" serunya dengan suara meninggi.


"Tidak ... Anda salah paham, saya bukan pencuri! Mama saya adalah saudara kembar Tante Rosita yang lama tidak berjumpa," tutur Syifa menjelaskan dengan sedikit panik. Ada rasa takut dan cemas pada sosok laki-laki di depannya.


"Saudara kembar?" gumam laki-laki itu lirih.


Laki-laki itu nampak diam seraya berpikir. Ia seketika ingat jika Rosita memang pernah bercerita kepadanya jika mempunyai saudara kembar yang bertahun-tahun meninggalkan rumah dan tidak diketahui keberadaannya.


Nampaklah Rosa yang baru muncul dari balik pintu dapur. Rosa lalu berjalan mendekat menuju keberadaan Syifa.


"Ada apa Syifa? siapa dia?" tanya Rosa dengan lirih seperti bisikan.


Syifa sangat lega dengan kehadiran mamanya. Namun, Syifa hanya bisa menggeleng pelan karena dia juga tidak tahu siapa laki-laki yang berada di hadapannya itu.


Sementara laki-laki di depannya itu menatap lekat ke arah Rosa. Saat itu juga dia percaya jika memang wanita itu adalah kembaran Rosita. Sebab terlihat jelas dari wajahnya yang sangat mirip sekali dengan Rosita.

__ADS_1


"Oh, baiklah saya percaya bahwa wanita ini adalah kembaran, Rosi. Perkenalkan saya Antony suami Rosita!" ujarnya seraya mengulurkan tangan kehadapan Syifa dan mamanya.


Syifa dan Rosa sedikit terkejut dengan penuturan laki-laki di hadapannya itu yang mengaku sebagai suami Rosita. mereka tidak menyangka jika ternyata suami Rosita ternyata jauh lebih muda dari usia Rosita.


Syifa dan mamanya segera mengangkat kedua telapak tangan mereka dan menyatukannya di depan dada. Sebagai tanda bahwa mereka menolak untuk bersentuhan dengan lawan jenis.


Anthony segera menarik kembali tangannya yang sempat terulur sembari manggut manggut. Ia mulai menyadari jika mereka berbeda keyakinan.


"Baiklah silakan lanjutkan aktivitas kalian! maaf jika aku tadi sempat mengira kamu seorang pencuri sebab aku belum pernah melihat kalian selama ini?" ucapnya seraya melihat ke arah Syifa. "Kalau begitu saya permisi!" ujarnya sopan kemudian berlalu pergi menuju kamarnya.


"Ma, apa tidak sebaiknya kita tinggal di tempat lain saja, Ma?" rengek Syifa.


"Uang simpanan Mama sudah menipis Syifa, jika pergi dari rumah ini dan menyewa penginapan. Bagaimana dengan biaya hidup kita kedepannya? kamu sabar dulu ya! besok Mama akan mencoba mencari pekerjaan. Ketika nanti sudah mendapatkan pekerjaan dan menerima upah, baru kita pikirkan untuk menyewa penginapan," tutur Rosa panjang lebar.


Syifa mengangguk kecil menanggapi perkataan mamanya.


......................


Ketika malamnya Rosita sempat mengajak Syifa dan Rosa untuk makan malam. Namun, mereka menolak dengan halus dengan alasan masih kenyang.


Setelah itu Syifa kembali ke kamar mamanya untuk mengaji. Sedangkan Rosa menuju ke kamar mamanya untuk menyuapinya makan. jadilah hanya Rosita dan suaminya yang menyantap makan malamnya.


"Ma, sejak kapan kakak menikah dengan Anthony?" tanya Rosa yang penasaran. iya sedikit penasaran dengan pernikahan itu sebab usia Anthony terlihat masih sangat muda. Bagaimana kakaknya itu bisa menikah dengan laki-laki yang usianya berbeda jauh dengannya.

__ADS_1


Kemudian mamanya bercerita jika Anthony merupakan suami dari pernikahan ketiganya Rosita.


..._______Ney-nna_______...


__ADS_2