
Arjuna seketika menoleh ke arah Syifa. Ia terkejut dengan penampilan Syifa yang sangat berbeda dengan hijabnya yang besar dan wajahnya yang tertutup oleh cadar. Namun, dari sorot matanya ia yakin bahwa wanita yang saat ini berada di hadapannya benarlah Syifa.
"Syifa!" panggil Arjuna.
"Iya, Kak. Apa kabar?" tanya Syifa.
"Baik. Kamu sendiri?" Arjuna balik bertanya.
"Alhamdulillah, aku juga baik, Kak!" jawab Syifa.
"Kamu ke mana aja selama ini, Fa?" tanya Arjuna.
"Aku ada di sini, Kak!" jawabnya dengan bercanda.
"Maksud aku kemarin-kemarin kamu ke mana?"
Belum sempat Syifa menjawabnya, Khanza sudah menyela.
"Om ... ayo, katanya mau jalan-jalan!" rengek Khanza yang mulai bosan.
"Iya, Sayang. Sebentar!"
Arjuna merogoh handphone dari saku celananya bagian belakang.
__ADS_1
"Syifa boleh aku minta nomor teleponmu?" tanya Arjuna.
"Aku nggak punya handphone, Kak!" jawab Syifa jujur.
Sejak di ponpes memang tidak diijinkan membawa handphone. Syifa yang sejak awal tidak memiliki handphone pun tidak merasa berat akan peraturan di ponpes saat itu. Dan hingga keluar dari ponpes pun ia sudah terbiasa. Hanya jika ada sesuatu yang penting ia akan memberikan nomor handphone mamanya kepada sebagian orang yang dia percaya.
Arjuna tercengang mendengarnya rasanya tidak mungkin di jaman yang sudah modern ini Syifa tidak memiliki handphone.
"Sungguh Kak, aku tidak memiliki handphone. Semenjak saat itu aku tinggal di pondok pesantren. Dan, memang tidak diperbolehkan membawa handphone, sehingga wajar saja jika Syifa terbiasa tidak menggunakan alat itu bukan?" ujar Syifa menjelaskan.
"Oh, begitu!' jawab Arjuna dengan sedikit kecewa. Entah bagaimana ia bisa berkomunikasi dengan Syifa. Banyak hal yang ingin ia tanyakan pada Syifa.
"Nak Syifa, juga mau pulang kan? mari pulang bareng saja dengan kami, kan kita searah!" ajak Maya yang mengerti jika putranya masih ingin mengobrol lebih banyak dengan Syifa.
"Oh, baiklah kalau begitu kami permisi, Syifa!" ujar Maya.
"Silakan, Tante. Hati-hati di jalan! Assalamu'alaikum."
Setelah mengucapkan salam, Syifa menunduk kepala ke arah Maya sebagai tanda hormat lalu ia langsung berbalik menuju kembali ke kantor guru.
Maya dan Arjuna pun beranjak meninggalkan tempat itu.
Syifa tidak menyangka jika ia akan kembali bertemu dengan Arjuna. Sebenarnya bertemu dengan orang-orang di masa lalunya seolah kembali menguak cerita lama yang sudah ia simpan rapat-rapat kisah masa lalunya. Kini ia harus kembali mengingat saat harus berpura-pura menjadi pacar Devan demi membuat Arjuna kesal di saat itu.
__ADS_1
Syifa pun bergegas menyelesaikan tugasnya untuk mempersiapkan materi yang akan digunakan untuk mengajar besok. Setelah itu ia beranjak pulang ke rumahnya.
Kali ini ia memilih untuk langsung pulang. Ia merasa lelah dan ingin segera beristirahat. Ia pun segera menuju ke halte untuk kembali menaiki bus menuju ke rumahnya.
Tak berapa lama sampailah Syifa di halte tersekat. Jarak dari rumah ke sekolah sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya lima menit jika berkendara dengan kendaraan pribadi. Syifa pun segera turun kemudian berjalan hendak berbelok menuju gang ke rumahnya.
Betapa terkejutnya dia saat melihat ada seseorang yang dikenalnya berdiri di depan mobil sembari bersedekap melihat ke arahnya.
"K-kak Juna, ke-kenapa ada di sini?" tanya Syifa dengan sedikit terbata-bata.
Ya, Arjuna telah menunggunya di jalan dekat gang menuju ke rumahnya.
"Bisakah kita bicara sebentar Syifa. Ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu?" tanya Arjuna.
Syifa sejenak terdiam merasa bimbang, namun akhirnya mau tidak mau mengiyakannya. Sebab rasanya tidak sopan untuk menolak permintaan Arjuna yang sudah menunggunya sejak tadi. Namun, tidak ada Tante Maya dan Khanza lagi. Sebab setelah mengantar mereka pulang ke rumah Arjuna kembali tancap gas menuju halte terdekat rumah Syifa yang diketahui Arjuna sejak lama, untuk menemui Syifa.
"Baiklah, Kak Tapi, sebaiknya kita bicara di depan minimarket saja, Kak. Aku tidak bisa membawa Kak Juna ke rumah karena di rumah kosong. Mamaku sedang bekerja. Aku tidak ingin mendatangkan fitnah jika hanya kita berdua saja," tutur Syifa.
"Oke baiklah. Ayo, masuklah!" ujarnya seraya membukakan pintu mobil agar Syifa masuk ke dalam mobilnya.
"Aku dibelakang saja, Kak," ujar Syifa lalu masuk ke dalam mobil bagian belakang pengemudi.
...______Ney-nna_______...
__ADS_1