
"Saya tidak memiliki suami, Mbak," jawab Rosa.
"Oh, jadi suami Mbak sudah meninggal? Maaf ya, Mbak? saya tidak bermaksud untuk membuat Mbak Rosa bersedih mengingatnya!" ujar Mia.
Rosa hanya terdiam mendengar perkataan Mia tanpa berniat untuk menjawabnya. Ia rasa tidak perlu membagikan kisah pilu hidupnya pada setiap orang yang bertanya akan kehidupan pribadinya. Tak perlu berkoar-koar pada setiap orang agar tahu bagaimana malangnya ia menjalani hidupnya di masa lalu hingga memiliki anak diluar nikah.
"Ekhm ... maaf, Bu. Saya permisi untuk beribadah dulu sebentar!" ujar Rosa. Setelah mendapatkan anggukan dari Mia sebagai jawaban Rosa bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan salat.
"Mi, besok kan weekend, kita ke Atlantis Land yuk, Mi! Jessi pengen berenang di sana!" ungkap Jessika.
"Nanti kalau papi pulang, Mami bilang ke papi dulu ya? Semoga aja papi gak ada acara," ujar Mia mencoba membujuk putrinya.
"Pokoknya kali ini Mami harus bisa membujuk papi buat meluangkan waktu menemani kita liburan. Dua minggu berturut-turut papi selalu nggak bisa. Kali ini papi harus bisa nemenin kita main. Aku bosan lah Mi, setiap weekend di rumah aja!" ujar Jessika dan mulai cemberut.
Jessika merasa kesal karena akhir-akhir ini papinya selalu sibuk dan jarang ada waktu untuk sekedar menemaninya belajar atau menemaninya bermain di rumah seperti biasanya. Ia merasa akhir-akhir ini papinya selalu sibuk dengan urusan pekerjaan.
Bahkan papinya sering terlambat pulang sehingga jarang ada kesempatan bertemu karena pulang larut dan berangkat pagi buta. Hingga papinya tidak pernah lagi sempat untuk mengantarnya ke sekolah. Padahal biasanya papinya yang mengantarnya ke sekolah sekalian berangkat ke kantor.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Mami akan mengusahakannya!" ujar Mia.
Mia membelai lembut belakang kepala putrinya untuk menenangkan. Ia tahu bahwa Jessi memang lebih dekat dengan papinya karena papinya itu sangat memanjakan putrinya itu, jadi wajar jika Jessi protes saat papinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya akhir-akhir ini.
Tidak dipungkiri, Mia pun cukup merasakan perubahan dari suaminya. Suaminya tidak sehangat biasanya. Bahkan belakangan tidak ada quality time yang biasanya Edward ciptakan demi menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga mereka.
"Sabar ya, Sayang. Papi sedang butuh pengertian dari kita," ujar Mia dengan sabar sembari mengusap bahu putrinya.
Rosa yang sudah kembali dari salat pun turut mendengar hal itu. Ia merasa iba kepada mereka. Ia ingat bagaimana Syifa dulu sangat kesepian dan merasa sedih ketika melihat teman-temannya menghabiskan waktu bersama kedua orang tua mereka untuk berlibur.
Namun, Rosa bersyukur dengan kehadiran Edward saat ini, setidaknya putrinya itu kini dapat merasakan kebahagian yang dulu tak pernah ia dapatkan.
"Bu, saya permisi pulang dulu. Saya juga sudah memasak untuk makan malamnya," tutur Rosa berpamitan.
"Makasih ya, Mbak. Hati-hati di jalan!" ujar Mia.
"Baik, Bu."
__ADS_1
Rosa kemudian melangkah keluar meninggalkan kediaman Mia.
......................
Setibanya di depan rumah, Rosa melihat Edward masih berada di teras rumahnya. Edward terlihat mengobrol dengan sembari bercanda tawa dengan Syifa dan juga dengan mamanya, Sofia. Dia yakin pasti Edward usai menjemput Syifa dari kampus.
Rosa sungguh bersyukur dengan kehadiran Edward setidaknya membuatnya terbantu karena ada yang membantu menjaga dan melindungi Syifa saat dia sendiri tidak dapat melakukan hal itu pada Syifa.
"Assalamu'alaikum!" ucapnya saat menginjakkan kaki di teras rumah.
"Wa'alaikumussalam, Mama! " jawab Syifa lalu mendekat ke arah Rosa. Syifa mencium punggung tangan mamanya dan tersenyum menyambutnya.
Rosa hanya melirik sebentar pada Edward yang kini juga tengah menatap padanya. Rosa pun segera berpaling sebelum pandangan mereka mulai beradu.
"Syifa ...., bawa Nenek masuk ke dalam rumah agar nenek dapat beristirahat! " perintah Rosa.
"Baik, Ma! " jawab Syifa lalu mendorong pelan kursi roda milik neneknya.
__ADS_1
Kini tinggal Rosa dan Edward saja di teras depan. Ia memang sengaja menyuruh Syifa masuk bersama sang ibu agar ia dapat berbicara empat mata dengan Edward.
..._____Ney-nna_____...