Aku Perawan Tua Berkualitas

Aku Perawan Tua Berkualitas
Dilema


__ADS_3

"Syifa seharusnya kedatangan aku nggak sendiri. Dan harusnya aku ajak mama dan ada mama kamu juga. Tapi karena ini di tempat kost aku takut mengundang perhatian mereka!" ujar Arjuna yang masih ambigu.


"Maksudnya, Kak?" tanya Syifa yang kurang paham dengan maksud dan tujuan Arjuna mendatangi tempat kostnya.


"Kedatangan aku ke sini, karena aku ingin melamarmu, Syifa. Jujur saja, aku menyukaimu sejak lama. Sejak masih di bangku SMA. Beberapa kali kamu menghilang dan pada akhirnya kita dipertemukan lagi. Kali ini aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ijinkan aku untuk melindungimu, menjagamu, dan menjadikanmu pendamping hidupku!"


Deg.


Sontak Syifa terkejut mendengarnya. Hal ini benar-benar tidak terduga sebelumnya. Syifa memang merasakan jika pemuda itu sejak dulu menyukainya. Karena itulah Devan kala itu ingin sekali membuat Arjuna cemburu dengan pura-pura berpacaran dengan Syifa. Dan hal itu benar-benar terbukti.


Namun, Syifa tidak menyangka jika hingga kini Arjuna masih menyimpan perasaan yang sama, bahkan sampai nekat melamarnya. Hal ini sangat tidak terduga karena sejak sekian lama baru kemarin mereka bertemu kembali. Terlebih kini mereka masih sama-sama kuliah. Dan, disaat Syifa masih belum siap untuk berumah tangga.


Tidak hanya sekali Syifa merasakan sendiri bagaimana buruknya perilaku beberapa laki-laki yang pernah melecehkannya. Rasa tidak nyaman selalu ia rasakan saat berada dekat dengan laki-laki. Hal itu membuat ia semakin bimbang untuk berumah tangga secepat ini.


Masih lekat di ingatannya tentang kemalangan yang dulu menimpanya. Ia tidak yakin apakah ia layak untuk dijadikan pendamping hidup bagi laki-laki baik seperti Arjuna. Sedangkan ia sendiri ragu apakah ia masih suci atau tidak. Karena hal itu Syifa merasa insecure untuk melangkah menuju ke jenjang pernikahan.


Ditambah latar belakang dirinya, yang terlahir dari sebuah insiden di luar pernikahan. Mengetahui fakta jika papanya adalah suami dari tantenya, namun tega memperkosa adik iparnya hingga hamil, yaitu sang mama. Perbuatan bejat sang papa itu membuat Syifa tidak percaya diri jika sampai ada yang bertanya tentang status sang mama atau latar belakang keluarga.


Sebab ketika hendak menikah nanti tentulah ia harus menjelaskan latarbelakang dirinya yang sebenarnya kepada calon suaminya atau pada keluarganya. Dan ketika menikah nanti semua yang hadir saat acara ijab qobul akan tahu jika nasabnya mengikuti pertalian sang mama. Itu artinya ia terlahir dari hubungan diluar pernikahan. Ia takut jika hal itu membuat keluarga pihak laki-laki akan keberatan menerima latar belakang keluarganya.


"Kak Juna, aku ...."


"Tidak perlu dijawab sekarang! Aku tahu hal ini pasti mengejutkanmu bukan?" tukas Arjuna memotong dengan cepat ucapan Syifa. "Pikirkan dulu dan bicarakan hal ini juga dengan mamamu. Aku akan menunggu sampai kamu siap menjawabnya!"


Arjuna nampak merogoh sesuatu dari saku celananya. "Cincin ini adalah simbol keseriusanku. Simpanlah!"

__ADS_1


Syifa menatap ragu pada sebuah kotak yang terulur di hadapannya dengan sebuah cincin indah di dalamnya.


"Ayo, ambillah!" perintahnya lagi ketika Syifa masih saja terdiam.


Syifa menerima cincin itu dengan berat hati. Padahal bisa saja ia langsung menolaknya saat ini juga mengingat ia tidak ingin buru-buru menikah. Namun, karena Arjuna berkata demikian, mau tidak mau Syifa mengambilnya.


"Kak, kita kan masih kuliah, kenapa kakak secepat ini melamarku?" tanya Syifa memberikan diri.


"Aku takut kehilanganmu lagi, Syifa. Kamu selalu saja menghilang, padahal aku ingin menolongmu!" tutur Arjuna berkata jujur.


"Saat itu pergi dari kota ini adalah jalan satu-satunya, Kak. Karena aku dan mama hanya menumpang di kampung Arab. Semua terjadi dengan begitu cepat. Lagi pula aku tidak ingin membebani orang lain. Bahkan aku pun tidak bercerita pada sahabatku saat hendak pergi. Ide itu muncul begitu saja disaat hanya di Surabaya tempat yang bisa kita tuju karena di sana kota kelahiran mama," tutur Syifa.


"Karena itu lah aku ingin segera melamarmu, Syifa. Oh ya, untuk masalah nafkah kamu jangan khawatir, meski aku belum lulus kuliah tapi aku sudah bekerja di perusahaan papaku. Semenjak papaku tiada akulah yang meneruskan bisnisnya, sebab aku adalah satu-satunya anak laki-laki di keluargaku. Jadi, jangan khawatirkan soal nafkah. Aku pasti bertanggungjawab penuh untuk menghidupimu bahkan aku tidak keberatan jika setelah menikah nanti mamamu tinggal bersama kita."


Syifa merasa semakin terpojok. Arjuna bahkan sudah begitu matang memikirkan segala hal. Padahal ia belum menentukan jawaban untuk menerimanya.


Tanpa mereka ketahui, Hanif diam-diam mendengar apa yang dikatakan Arjuna pada Syifa. Niat hati Hanif hendak melamar Syifa tanpa di duga justru keduluan oleh iparnya. Dengan berat hati ia kembali pulang dengan membawa cincin yang baru saja dibelinya.


......................


Ketika malam harinya, Syifa menceritakan padanya tentang kedatangan Arjuna yang hendak melamarnya. Rosa seketika terkejut dibuatnya. Pasalnya ummi Farida selalu mengatakan ingin menjadikan Syifa ibu pengganti bagi Alika.


"Lalu, kamu menerimanya?" tanya Rosa.


"Syifa belum menjawabnya, Ma. Kak Juna meminta Syifa untuk memikirkannya terlebih dahulu dan membicarakan hal itu dengan, Mama."

__ADS_1


"Apa kamu memiliki perasaan yang lebih terhadap Arjuna?" tanya Rosa.


"Kak Juna memang baik. Tapi, untuk saat ini Syifa tidak memiliki perasaan yang lebih terhadapnya, Ma," jawab Syifa jujur.


"Baiklah, jika begitu sebaiknya mintalah petunjuk kepada Allah. Arjuna sepertinya juga laki-laki yang baik. Mama akan mendukung keputusanmu selama menurutmu itu adalah yang terbaik bagimu!"


Syifa mengangguk pelan menanggapinya.


"Mama tidak menyangka jika putri Mama ternyata sudah beranjak dewasa. Mama berharap kelak kamu bahagia dengan pernikahanmu, Sayang!" ucap Rosa sembari memeluk putrinya dari samping.


......................


Di tempat lain, Hanif tengah berbicara dengan Farida tentang apa yang dilihatnya tadi siang.


"Apa? Arjuna melamar Syifa? bagaimana bisa, Hanif?" pekik Farida terkejut.


"Sebaiknya Hanif batalkan saja untuk melamar Syifa, Ummi. Dia pasti lebih memilih Arjuna yang masih seumuran dengannya ketimbang duda beranak satu seperti saya!" ujar Hanif frustasi.


"Tidak Hanif. Syifa belum menjawabnya bukan? Belum tentu Syifa menerimanya. Apalagi Syifa sangat dekat dengan Alika. Alika pasti bisa membujuknya agar memilih kamu!" ujar Farida.


"Tidak, Ummi. Aku tidak ingin mempermalukan diriku sendiri!" kekeuh Hanif yang tengah diliputi rasa cemburu. Ia beranjak berdiri dan berlalu masuk ke dalam kamarnya.


"Setelah lima tahun berlalu semenjak Amanda pergi, akhirnya baru sekarang kamu mau membuka diri untuk berumah tangga kembali. Tapi, kenapa harus ada cobaan seperti ini, Nak. Ya Allah, pertemukan Hanif dengan jodohnya kembali!" gumam Farida. Ia berdoa agar putranya bisa segera move on dari masa lalunya.


Sedangkan keesokkannya Alika berulang kali bertanya kepada Syifa. "Kakak, Alika pengen Kakak jadi mamanya Alika. Kakak, mau tidak?"

__ADS_1


Syifa menjadi bingung sendiri bagaimana harus memberikan pengertian kepada bocah itu. Sementara Hanif sendiri belum mengatakan apapun padanya.


...______Ney-nna______...


__ADS_2